
Keesokan harinya...
Jam 17.00 WIB
Yuda, Ayu, Randy, Putri dan Amanda kembali mencari Tiara. Mereka berlima pergi ke rumah saudaranya Tiara.
Kalau kalian bertanya soal ibu sambungnya Tiara, ibu sambungnya menunggu di rumah karena Yuda khawatir jika ibu sambung Tiara ikut, nanti yang ada saudara dari ayahnya Tiara berantem dengan ibu sambung Tiara. Karena saudara ayahnya Tiara pasti mengira jika Tiara menghindar itu karena dihasut oleh ibu sambungnya. Padahal sebenarnya Tiara kabur karena ia ingin menghindari lingkungan yang tidak sehat baginya.
Sesampainya di rumah adik dari ayahnya Tiara, Yuda dan teman-temannya memberhentikan kendaraannya.
"Rumahnya yang ini bukan, Yud?" tanya Amanda.
"Dari alamat yang dikirim ibunya Tiara sih emang bener ini rumahnya"
"Ya udah ayo turun!" kata Randy.
Semuanya turun dari motor masing-masing.
Yuda menekan bel rumah saudaranya Tiara.
Tak lama, seseorang keluar dari rumah itu.
"Cari siapa ya?" tanya seorang cewek sepertinya seumuran dengan Tiara.
"Ini rumah saudaranya mendiang pak Fazri kan?"
"Iya. Kamu siapa ya?"
Tanpa basa-basi, Yuda langsung bicara ke intinya. "Tiara ada didalam ya?"
"Gak ada, udah lama gue gak lihat dia. Mungkin udah meninggal kali itu orang"
Ingin sekali Yuda menampar orang itu. Namun karena ia seorang cewek, ia jadi harus menahan emosinya.
"HEH! JAWAB YANG BENER! ADA ATAU ENGGAK?" kesal Ayu.
"UDAH GUE BILANG GAK ADA!!"
"Guys, ayo cari ditempat lain! disini gak ada Tiara, tapi yang ada iblis" ucap Yuda sambil menatap saudaranya Tiara.
Kemudian mereka berlima pergi ketempat lain.
Yuda memberhentikan motornya dipinggir jalan dan yang lain ikut memberhentikan motornya.
"Kenapa, Yud?" tanya Randy karena Yuda tiba-tiba memberhentikan motornya.
"Apa jangan-jangan Tiara dibawa sama ibunya ya"
"Kan ibunya ada di rumah" ujar Amanda.
"Itu ibu sambungnya"
"Oh kirain itu ibu kandungnya" kata Amanda.
"Alamat rumah ibu kandungnya Tiara emang dimana?" tanya Ayu.
"Sebentar, gue chat dulu"
"Chat siapa?" tanya Randy.
"Chat ibu sambungnya lah" kesal Yuda.
"Emang lo gak punya nomer ibu kandungnya Tiara?" tanya Randy.
"Kalau gue punya, udah gue telepon dari kemarin" ujar Yuda sambil mengirim pesan kepada ibu sambungnya Tiara.
Tak lama, ibu sambungnya Tiara mengirim alamat rumah ibu kandungnya Tiara.
Yuda segera menyimpan ponselnya disaku. Kemudian ia pergi ke alamat yang dikirim oleh ibu sambungnya Tiara. Dan teman-temannya mengikuti Yuda dari belakang.
...****...
Tiara benar-benar lemas, dari kemarin siang ia belum makan apapun. Walaupun disediakan makan oleh ibu kandungnya, namun Tiara tidak mau memakannya. Yang ia mau saat ini adalah pergi ke rumah ibu sambungnya.
Saat ini ibu sambungnya pasti sangat khawatir dengan Tiara. Mana kondisi Tiara sedang sakit, ditambah Tiara tidak ada di rumah. Sudah pasti ibu sambungnya sangat cemas.
Selain ibu sambungnya, Tiara yakin bahwa Yuda dan Ayu juga sangat mengkhawatirkan Tiara. Karena katanya kemarin mereka akan ke rumah Tiara dan pastinya mereka pasti tahu kalau Tiara tidak ada di rumah. Tiara yakin bahwa mereka menganggap kalau Tiara diculik seseorang, karena waktu kemarin Tiara tidak sempat menutup pintu rumah.
Tin...tin
Tiara mendengar suara motor. Bukan hanya satu motor, tapi banyak.
Pada saat melihat ke jendela, ternyata jendelanya telah dihalangi oleh koran. Entah sejak kapan koran itu menghalangi jendela, tapi yang jelas pasti ibunya yang menghalangi jendela dengan koran.
"TIARA!!" teriak seseorang dari luar rumah.
"Yuda" gumam Tiara.
Tiara menggedor jendela dan ia berharap Yuda tahu bahwa Tiara ada disini.
"YUDA!!!" Tiara menggedor jendela dan ia berharap Yuda tahu bahwa Tiara ada disini.
Cklek
Tiara kira yang masuk adalah ibunya, tapi ternyata anak tirinya.
"Berisik!" kata cowok itu.
Pada saat ingin kabur, tiba-tiba orang itu menghalangi Tiara dan menggenggam tangan Tiara dengan kuat.
"Lepasin!!!"
"Lepasin aja kalau bisa" ujar cowok itu sambil mendorong Tiara ke kasur.
Pada saat akan bangun, cowok itu mengunci pergerakan Tiara. "Ayo bangun" tantangnya.
"IBU!!" teriak Tiara ketakutan karena posisi cowok itu sekarang berada diatas Tiara. Sedangkan Tiara tertidur di kasur.
"Ibu lo tadi pergi keluar. Sekarang cuma ada gue sama bokap gue"
Tiara menangis karena ia takut diapa-apakan oleh anak tiri ibu.
"Lo cantik juga ya" ucapnya.
Saat cowok itu mulai mendekati wajahnya, Tiara langsung membenturkan kepalanya dengan kepada cowok itu.
Sakit memang, tapi itu salah satu cara agar membebaskan diri dari cowok itu.
Tiara mendorong cowok itu dengan sekuat tenaga dan ia juga mengambil kunci pintu. Lalu ia buru-buru mengunci pintu kamar itu agar cowok tadi tidak mengejarnya.
"Anj*ng lo" teriaknya.
Jantung Tiara berdegup kencang, karena hampir saja cowok itu berhasil keluar. Namun karena pergerakan Tiara yang sangat cepat, akhirnya Tiara bisa menguncinya didalam kamar.
Kemudian Tiara buru-buru keluar. Pada saat keluar, ia tidak melihat Yuda. Ia hanya melihat lelaki yang sangat ia benci, yang tak lain adalah suami ibu kandungnya.
Pada saat lelaki itu ingin menghalangi Tiara, dengan sekuat tenaga Tiara langsung menendangnya hingga ia sedikit tersungkur.
Tiara terus berlari mengejar Yuda dan teman-temannya.
Ia masih bisa melihat mereka walaupun jaraknya agak jauh.
Karena tidak akan terkejar, akhirnya Tiara menghampiri pangkalan ojek dengan. keadaan yang sangat berantakan.
"Pak, tolong anterin saya" ucap Tiara dengan ngos-ngosan.
Semua tukang ojek terdiam, karena ia tidak yakin akan dibayar setelah melihat keadaan Tiara saat ini.
Bagaimana bisa seseorang yang tidak memakai sendal membayar ongkos?
Mungkin itu alasan mereka tidak mau mengantar Tiara.
__ADS_1
"Pak, tolongin anterin saya" ucap Tiara lagi.
Karena kasihan akhirnya ada salah satu tukang ojek yang mau mengantarkan Tiara.
"Ya udah ayo naik"
Tiara menaiki motor tukang ojek itu.
"Mau kemana?"
Tiara memberitahu alamat rumah ibu sambungnya. Lalu tukang ojek itu segera mengantarkan Tiara.
Skip
Ketika sampai rumah, Tiara langsung turun dari motor tukang ojek.
"Tiara" panggil ibu sambil menghampiri Tiara.
Tiara langsung memeluk ibu sambil menangis.
"Kamu dari mana aja sih? ibu khawatir tahu gak sama kamu"
Tiara tidak menjawab karena ia sangat ketakutan sebab mengingat kejadian saat di rumah suami ibu kandungnya.
"Ekhem!"
Tiara menoleh kearah tukang ojek itu. "Bu, tolong bayar ongkosnya ya"
Ibu segera membayar ongkos kepada tukang ojek tersebut.
Setelah itu, Tiara dan ibunya masuk kedalam rumah.
"Bu, Tiara mau mandi dulu ya. Soalnya Tiara belum mandi dari kemarin"
"Kamu mau makan apa?"
"Apa aja deh, bu" ujar Tiara, lalu ia segera pergi menuju kamarnya.
...****...
Trining....trining
Ponsel Yuda berdering, terpaksa ia harus memberhentikan motornya.
Karena Yuda berhenti, akhirnya Randy, Ayu juga memberhentikan motornya.
Sedangkan Amanda dan Putri, mereka berdua pulang karena Yuda yang menyuruhnya. Sebab Yuda takut orang tua mereka khawatir.
"Siapa, Yud?" tanya Ayu.
"Ibunya Tiara" Yuda menjawab panggilan telepon dari ibu Tiara.
"Hallo, Yud"
"Iya kenapa, bu?"
"Tiara udah pulang"
"Udah pulang?"
"Iya, Tiara baru aja pulang"
"Ya udah kalau gitu Yuda sama yang lainnya kesana ya, bu"
"Iya"
"Kalau gitu Yuda matiin teleponnya ya"
"Iya"
Yuda mematikan teleponnya.
"Guys, katanya Tiara udah pulang"
"Jadinya dia itu diculik atau enggak?" tanya Randy.
"Entahlah, gue gak tahu"
Akhirnya Yuda, Randy dan Ayu pergi menuju rumah Tiara dengan mengendarai kendaraannya masing-masing.
Skip
Setibanya di rumah Tiara, mereka bertiga turun dari motornya masing-masing.
Yuda segera menekan bel rumah Tiara. Tak lama ibu Tiara keluar dan menghampiri mereka bertiga.
"Ayo masuk dulu" suruh ibu sambung Tiara.
Yuda, Randy dan Ayu segera masuk kedalam rumah.
"Bu, Tiara nya mana?"
"Tadi dia lagi mandi dulu"
"Tiara gak kenapa-napa kan, bu?"
"Ibu gak tahu. Tapi tadi saat pulang, Tiara nangis sambil meluk ibu"
"Oh iya, kalian pasti belum makan kan?" tanya ibu.
"Iya, kita belum makan, bu" ucap Randy.
"Ya udah sekalian makan aja ya disini"
"Gak apa-apa kita makan disini, bu?"
Yuda menyenggol lengan Randy, karena Randy tidak ada malunya bertanya seperti itu.
"Iya gak apa-apa, malah ibu senang kalau rame-rame kayak gini"
Lalu, mereka bertiga diajak ke ruang makan.
Ketika berada di ruang makan, mereka menunggu Tiara.
Tak lama, Tiara datang menghampiri mereka dengan wajah yang sangat pucat.
"Ra, kamu gak apa-apa kan?"
Tiara hanya diam saja, jujur saja kalau ia menjawab takutnya ia bakal menangis.
"Ayo makan" ujar ibu.
Mereka menikmati makanan yang telah dibuat oleh ibu.
Yuda terus melihat kearah tangan Tiara yang bergetar. Ia yakin bahwa selama Tiara hilang, terjadi sesuatu yang tidak mengenakan sehingga terlihat dari wajah Tiara yang sangat ketakutan.
Karena suasananya sangat canggung, akhirnya Ayu membuka obrolan. "Besok Ayu boleh main kesini gak?"
"Ya boleh dong" ujar ibu sambung Tiara.
"Yuda juga boleh main kesini kan, bu?"
"Boleh, Yud"
"Yuda, Ayu, Randy" panggil Tiara.
Ketiganya menoleh kearah Tiara. "Ada apa, Ra?"
"Makasih ya udah bantu cari aku" ujar Tiara.
"Iya sama-sama" ucap ketiganya.
__ADS_1
"Ra, emang kamu diculik ya?" tanya Randy.
"Sebenarnya ibu nyuruh anak tirinya buat bawa aku ke rumah ibu"
Tiara meneteskan air matanya. "Ibu ngunciin aku dikamar, biar aku gak bisa pergi"
"Udah, Ra. Jangan dilanjut lagi, lebih baik kamu makan aja" ujar ibu.
"Bu, Tiara pingin pindah. Tiara takut dia kesini lagi"
"Kamu jangan takut, kan ada ibu" ucap ibu.
"Nanti kalau misalnya kamu sendirian di rumah, kamu kunci aja pintunya. Dan juga kalau ada orang yang membunyikan bel, kamu jangan samperin keluar" ucap ibu lagi.
Yuda merasa kasihan kepada Tiara, karena pasti Tiara merasa tertekan saat berada di rumah ibu kandungnya.
Selesai makan, Ayu dan Randy berpamitan kepada Tiara dan ibu sambung Tiara. Lalu mereka berdua segera pulang.
"Ra, aku pingin ngobrol dulu sebelum pulang"
"Ya udah kalau gitu ibu ke kamar dulu ya, soalnya ibu takut denger pembicaraan kalian" kata ibu.
"Gak usah, Bu. Kita mau bicaranya diluar kok"
"Gak apa-apa, bicara disini aja. Lagian ibu mau istirahat di kamar" ujar ibu, lalu ibu pergi menuju kamarnya.
"Mau bicara apa, Yud?"
"Aku khawatir banget tahu gak"
"Makasih ya udah khawatir sama aku"
Yuda tersenyum. "Tadi aku ke rumah ibu kamu, tapi suaminya ibu kamu bilang katanya gak ada kamu"
"Dia bohong, aku ada kok didalam rumah. Aku dikunciin sama ibu aku. Dan juga waktu kamu, Ayu sama Randy pergi, aku sebenarnya ngejar kalian. Tapi karena kalian udah jauh, makanya aku mutusin buat naik ojek"
"Kata kamu katanya dikunci, tapi kok kamu bisa keluar"
"Anak tirinya yang buka pintunya" Tiara kembali menangis.
"Waktu dia masuk kedalam kamar, dia mau macem-macemin aku. Untung aja aku langsung benturin kepala aku ke kepala dia, makanya aku berhasil kabur dari dia" lirih Tiara.
Yuda terkejut mendengar penjelasan Tiara dan ia langsung memeluk Tiara.
"Aku takut dia kesini lagi"
"Gak usah takut, kan ada ibu, Ayu, Randy dan juga ada aku" Yuda mengelus rambut Tiara.
"Jangan bilang ke ibu soal ini ya"
"Kenapa jangan?"
"Aku gak mau aja kalau ibu tahu"
"Ya udah aku gak akan bilang"
Yuda melepaskan pelukannya. "Sakit gak kepalanya?"
"Kening aku yang sakit"
"Ya ampun, sampai memar gini keningnya" Yuda menatap kening Tiara.
"Ra, nanti jangan lupa makan obat ya. Kamu kan lagi sakit"
"Iya"
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya, besok aku kesini lagi"
Tiara hanya mengangguk mengiyakan ucapan Yuda.
Chup
Yuda mencium kening Tiara. "Cepet sembuh ya"
Tiara mematung saat Yuda mencium keningnya.
"Aku pulang ya"
"Iya"
"Ibu!" panggil Tiara.
Ibu keluar dari kamar dan ia menghampiri Tiara dan Yuda.
"Ada apa?" kata ibu.
"Yuda katanya mau pulang" ujar Tiara.
"Bu, Yuda pulang ya" Yuda salam kepada ibu sambung Tiara.
"Hati-hati ya, Yud"
"Iya, bu"
Yuda keluar dari rumah Tiara dan ia segera pulang dengan mengendarai motornya.
SKIP
[Rumah]
Tiba di rumah, Yuda langsung menghampiri orang tuanya di ruang makan.
"Ketemu belum Tiara nya?" tanya mamah.
Yuda duduk dikursi. "Udah, mah"
"Syukur deh kalau udah ketemu" kata mamah.
"Ketemu dimana, Yud?" tanya papah.
"Tiara sebenarnya ada di rumah ibu kandungnya dan tadi dia pulang sendiri ke rumah"
"Katanya dia diculik sama dua cowok" heran papah.
"Cowok itu anak tiri ibunya Tiara"
"Mah, mamah kuliah jurusan hukum kan?"
"Iya, emang kenapa?"
"Kalau ada orang yang dilecehkan bisa dituntut kan?"
"Ya bisa lah, Yud"
"Kalau gak ada buktinya gimana?"
"Kalau gak ada bukti sih bisa aja nantinya si korban bakal dapat serangan balik"
"Maksudnya?"
"Pelaku bisa aja melaporkan balik dengan pasal 27 ayat (3) UU ITE dan KUHP pasal 310 atas tindak pidana pencemaran nama baik"
"Emang siapa yang dilecehkan, Yud?" tanya papah.
"Hmm...itu Yuda nonton film, terus ada cewek yang dilecehkan sama orang"
"Kirain ada temen kamu yang dilecehkan" ujar papah.
"Yud, ayo makan" suruh mamah.
"Yuda tadi udah makan di rumahnya Tiara"
__ADS_1