
Bel pulang sekolah berbunyi.
Semua siswa dan siswi yang berada dikelas membereskan buku-bukunya.
"Ara" panggil Ayu.
"Iya, kenapa?"
"Kita main dulu yuk!"
"Main kemana?"
"Ke cafe, kita nongkrong sambil curhat gitu"
"Ya udah ayo"
"Aku ikut dong!" sahut Yuda.
"Mau ikut?" tanya Ayu.
Yuda mengangguk. "Iya, soalnya bosen dirumah"
"Ya udah boleh" kata Ayu.
"Aku ajak Randy juga ya" kata Yuda.
"Iya boleh"
"Ran!!!" teriak Yuda.
Randy berjalan menghampiri Yuda, Tiara dan Ayu.
"Kenapa?" ujar Randy.
"Mau ikut gak?" kata Yuda.
"Kemana?"
"Cafe"
"Ayo! aku ikut"
"Ra, kamu kesananya bareng aku ya" kata Yuda.
"Iya"
"Wah! kayaknya mulai luluh nih" sindir Randy.
"Maksudnya?" bingung Tiara.
"Kamu mulai suka kan sama Yuda?" tuduh Randy.
"Enggak kok"
"Gak usah bohongin perasaan kamu" ujar Randy.
"Enggak, Ran!"
"Udah ayo berangkat!" ucap Tiara mengalihkan pembicaraan.
Mereka berempat segera pergi menuju cafe milik mamahnya Yuda.
...****...
Sesampainya di cafe, mereka berempat segera memesan makanan. Setelah itu, mereka duduk ditempat yang telah disediakan.
"Yud, aku jadi gak enak nih"
"Gak enak kenapa, Ra?"
"Aku kan kerja disini, tapi aku malah nongkrong bareng kalian"
"Ya gak apa-apa, lagian kamu kan kerjanya cuma hari Sabtu sama Minggu"
"Guys! kalian tahu rumor tentang Tasya gak?" kata Randy.
"Enggak" ucap Ayu.
"Emang Tasya kenapa?" tanya Tiara.
"Katanya dia yang udah ngancurin hubungan Bayu dan Alifa"
"Serius?" ujar Ayu.
"Iya serius"
"Tasya itu selingkuhannya Bayu"
"Ih parah banget Tasya" ujar Ayu.
"Jangan cuma nyalahin Tasya. Disini juga Bayu salah loh" ucap Yuda.
"Tapi kan pasti Tasya nya yang godain Bayu" ucap Ayu.
"Kata siapa? siapa tahu aja dua-duanya sama-sama mau"
"Iya bener kata Yuda. Dua-duanya salah" ucap Tiara.
"Terus gimana? Alifa sama Tasya berantem gak?" tanya Ayu
"Enggak. Tasya malah diem aja" kata Randy.
"Ya ampun! kalau itu aku, pasti aku bakal jambak tuh rambutnya Tasya" ucap Ayu.
"Tasya nya doang?"
"Ya sama Bayu nya"
"Ini pesanannya" ucap bang Tegar sambil meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka.
"Makasih" ucap semuanya.
"Iya sama-sama"
Lalu bang Tegar pergi dan kembali bekerja.
"Bang Tegar kok makin ganteng ya" ucap Ayu sambil memakan kue pesanannya.
"Bang Tegar!"
Ayu langsung membekap mulut Yuda. "Kok cepu banget sih jadi orang"
Yuda melepaskan tangan Ayu yang membekap mulutnya. "Takut banget ya gue omongin ke bang Tegar?"
"Ya iyalah. Nanti bang Tegar ngira aku suka sama dia" kata Ayu.
"Emang gak suka?"
"Enggak lah" kata Ayu.
"Cewek bilang cowok ganteng bukan berarti suka"
__ADS_1
"Oh iya, Yud! kamu kapan ngenalin gebetan kamu ke kita bertiga?" tanya Tiara.
"Gebetan?!" ucap Randy.
"Yuda punya gebetan baru?" tanya Ayu.
Tiara hanya mengangguk.
"Siapa, Yud?" tanya Randy.
"Itu...hmm..cewek yang waktu itu gue ceritain"
"Maksudnya Tiara?" tunjuk Randy pada Tiara.
"Bukan"
"Terus siapa? perasaan terakhir lo cerita itu waktu lo suka sama Tiara" kata Randy.
"Ada lah pokoknya" bohong Yuda.
"Katanya suka sama Tiara, tapi kok malah cari gebetan baru" sindir Ayu.
"Soalnya Tiara nya susah didapatkan"
"Makanya lebih baik mundur aja"
Tidak lama Yuda tertawa karena melihat Tiara yang sepertinya sangat percaya dengan omongannya.
"Kenapa ketawa?" tanya Randy.
"Hmm...lucu aja"
"Lo bohongin kita ya?" tuduh Ayu.
"Bohongin apa?"
"Soal gebetan" kata Ayu.
"Enggak. Aku emang punya gebetan baru" bohong Yuda.
"Coba buktiin ke kita kalau misalnya kamu beneran punya gebetan" ujar Ayu.
"Aduh gimana nih" batin Yuda.
"Kenapa diem?"
"Ya udah nanti lain kali aku ajak dia deh biar ketemu sama kalian"
"Kenapa gak sekarang aja?"
"Sekarang kasihan soalnya dia capek habis pulang sekolah"
"Telepon aja!" kata Randy.
Yuda menggaruk kepalanya. "Kalian kepo banget ya kayaknya"
"Kita cuma mau mastiin aja, siapa tahu kamu bohong" kata Ayu.
"Kalau bohong juga buat apa coba?"
"Ya buat bikin cemburu Tiara lah" sahut Randy.
"Bikin cemburu Tiara? Ya enggak lah"
"Lagian Tiara nya juga pasti gak akan cemburu walaupun aku pura-pura punya gebetan. Iya gak, Ra?"
"Hmm...iya...Aku gak cemburu kok"
"Iya, aku gak cemburu" ucap Tiara padahal sebenarnya ia sedikit cemburu.
"Ra, foto berdua yuk!" ajak Yuda.
"Aku sama Randy gak diajak nih?" ujar Ayu.
"Iya nanti. Sekarang aku pingin foto berdua dulu, soalnya kan belum punya foto bareng Ara"
"Fotonya bareng-bareng aja" ujar Tiara.
"Iya nanti setelah foto berdua, kita foto berempat"
"Ya udah ayo foto"
Akhirnya mereka berdua segera berfoto bersama. Setelah berfoto berdua, mereka berfoto berempat.
"Tiara" panggil seseorang.
Mereka berempat menoleh kearah orang yang memanggil Tiara.
Lalu orang tersebut menghampiri mereka.
"Apa kabar, Ra?" tanya orang itu.
Tiara tersenyum. "Baik kok"
"Oh iya! kamu sekarang kok jadi suka berbaur ya, gak kayak waktu dulu"
Tiara hanya diam saja.
"Anak-anak dikelas semuanya ngomongin kamu loh. Katanya kamu sekarang sombong, bahkan chat juga gak dibales"
"Oh kalau soal itu sebenarnya aku udah ganti nomer telepon"
"Oh gitu ya"
"Ya udah kalau gitu aku kesana dulu ya, takut ganggu kalian soalnya"
Orang itu pergi menuju tempat duduk yang agak jauh.
"Emang dulu kamu ansos banget ya, Ra?" tanya Randy.
Tiara hanya mengangguk.
"Kamu gak dibully kan sama mereka?" tanya Ayu.
"Enggak kok" ucap Tiara.
"Tiara dulu ansos mungkin karena gak se-frekuensi. Iya gak, Ra?" ujar Yuda.
"Iya"
Tiara melihat kearah seorang cowok yang baru datang menghampiri teman sekolah lamanya.
Dan cowok tersebut adalah orang yang pernah disukai olehnya.
"Cowok yang itu masih teman kamu?" tanya Ayu sambil melihat kearah cowok itu.
Tiara hanya mengangguk.
"Ganteng ya cowoknya" kata Ayu.
"Giliran lihat cowok ganteng aja semangat" ujar Randy.
__ADS_1
"Ya iyalah"
"Guys" ucap Tiara pelan.
Mereka bertiga melihat kearah Tiara.
"Sebenarnya aku pernah suka sama cowok itu"
Ayu dan Randy terkejut mendengar pengakuan Tiara. Sedangkan Yuda langsung menunjukkan muka masam.
"Gak salah sih, emang ganteng cowoknya" ujar Ayu.
"Masih ganteng juga aku" gumam Yuda.
Tiara menoleh kearah Yuda, lalu ia tersenyum.
"Gantengan dia lah" sahut Ayu.
"Enggak kok, masih gantengan Yuda" ucap Tiara, lalu Yuda tampak senang mendengar pujian darinya.
"Ekhem!"
"Udah jadian aja kalian berdua" seru Randy.
"Jangan lah! kan Yuda udah punya gebetan" kata Ayu.
"Sebenernya aku cuma bercanda tahu, aku gak punya gebetan" ucap Yuda.
"Tuh kan! aku udah nebak pasti kamu bohong soal gebetan" ucap Ayu.
"Jadi kamu bohong?"
"Iya, aku gak punya" ucap Yuda.
"Kenapa bohong?"
"Ya biar lihat reaksi kamu aja" ucap Yuda.
"Dan aku pikir kayaknya kamu agak cemburu denger kalau aku punya gebetan" sambungnya.
"Udah aku bilang kalau aku gak cemburu"
"Mulut bisa aja bohong, tapi mata kamu gak bisa bohong" ucap Yuda.
"Ya iyalah gak bisa bohong, mulut kan gak bicara" ujar Randy.
"Maksudnya tatapan matanya Ara itu kelihatan kalau dia lagi cemburu" ucap Ayu.
"Enggak kok, aku gak cemburu"
"Yakin gak cemburu?" tanya Yuda.
"Yakin"
"Coba aku tantang kamu buat tatap mata aku sepuluh detik. Kalau kamu gak salah tingkah, berarti kamu mulai suka sama aku"
"Gak mau!"
"Tuh kan! berarti kamu udah mulai suka sama aku"
"Kalau misalnya kamu gak suka, kamu bakal berani terima tantangannya"
"Oke, aku berani"
"Ya udah ayo!"
"Guys! kalian hitung ya"
"Oke" ucap Ayu dan Randy bersamaan.
Keduanya mulai menatap satu sama lain.
Satu...
Dua...
Tiga...
Dalam hitungan ketiga, Tiara mulai merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.
Empat...
Lima...
Tiba-tiba Yuda mendekatkan wajahnya.
Yuda tersenyum saat melihat mata Tiara yang berkedip dan pipinya yang sedikit merona.
Enam...
Tujuh...
Delapan...
"Udah cukup. Kayaknya aku yang gak kuat natapnya" ucap Yuda padahal sebenarnya ia mengakhirinya supaya Tiara senang bahwa ternyata Yuda yang kalah dalam tantangannya.
...****...
[Diperjalanan]
"Ra, udah beli kado buat Kezia belum?" tanya Yuda.
"Belum"
"Mau belinya kapan?"
"Besok"
"Ya udah besok bareng ya"
"Jangan bareng deh, soalnya aku gak enak sama Ayu"
"Kok gak enak sama Ayu"
"Soalnya waktu itu kan kamu nolak ajakan Ayu. Masa kalau sama aku, kamunya bisa"
"Gak usah khawatir. Lagian Ayu juga ngerti kok"
Tiara melamun. "Ini Yuda beneran suka banget sama aku atau cuma penasaran aja sih" batinnya.
"Ra!"
"Hah?"
"Bareng ya"
"Ya udah iya"
"Kamu mau beli kado apa?"
"Aku gak tahu, gimana nanti aja"
__ADS_1