Love Yourself

Love Yourself
5


__ADS_3

Kini hera sedang perjalanan pulang, hera baru saja dari rumah dini sesuai dengan perjanjiannya untuk membuang kenangan pahit itu yang masih tersimpan di rumah dini, waktu dini sudah pulang dari sekolah dini menghubungi hera untuk datang di rumahnya, hera menyetujuinya.


Pukul 05.30 hera sampai dengan selamat di rumahnya. hera masuk dirumahnya tak lupa mengucapkan salam, dan menuju ke kamarnya, hera melihat ada mira di depan cermin hera melihat mira sedang memakai masker wajah.


"mira kamu pake masker apaan sih."tanya hera dan duduk di pinggir kasurnya.


"biar awet mudah, hh."canda mira dan tertawa.


hera yang mendengarnya geleng kepala dan tersenyum, sudah menjadi kebiasaanya hera melihat mira selalu bercanda.


hera mengambil sebuah novel yang berjudul "pemimpin" di dalam tas sekolahnya karna hera tak sengaja membawa novel itu.


hera membacanya dan merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. mira yang melihat hera membaca menghampirinya.


"gk capek tu membaca terus."tanya hera bingung, mira heran kenapa anak ini suka sekali membaca.


"gk."ketus hera yang masih fokus dengan novelnya.


mira membuang napas.


pukul 06.10 hera mengambil air wudhu dan melakukan kewajibannya begitupun dengan mira.


hera dan mira memang sudah di ajari dari kecil untuk melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.


##


"kita putus." ucap seorang pria yang berdiri di teras rumahnya dengan mudahnya lelaki itu berkata putus, dia sangat menyukai melukai hati perempuan tanpa rasa kasihan sedikitpun.


"gw udah dapat pasangan baru, jadi lo jangan ganggu gw lagi oke."ucapnya lagi dan memutuskan telponnya.


entah siapa perempuan yang dia dapat itu sehingga dia memutuskan pacarnya seberapa cantik kh dia?


"gw bakal dapat lo."tambahnya lagi, dengan tatapan kosong.


"angga."panggil seseorang yang berada di depan pintu.


ya dia adalah angga yang sudah melukai hati sahabat hera, tanpa rasa kasian.


pukul 07.30 semua murid sudah berada dalam kelasnya untuk melakukan pelajaran.


"masa iya sih, gw sih gk percaya." canda hera yang sedang asyik ngobrol dengan temannya.


naisa yang mengingat sesuatu membuka suara.


"mir kayaknya angga suka lo deh."ucap naisa dan melihat mira.

__ADS_1


"angga nak baru tu."tanya hera.


"iya."


"soalnya dia liat lo kemarin dengan tatapan aneh."tambahnya lagi.


"mana ada sih laki laki yang ngk suka sama mira yang cantik ini."goda bela.


mira terkekeh menyetujui perkataan bela, karna mira berpikir hampir semua lelaki kagum dengan kecantikannya.


"itu udah biasa."tambah nifa.


tak lama bel istirahat berbunyi yang semua murid menunggunya untuk mengisi perutnya yang kosong, begitupun dengan hera dan dini mereka sekarang sudah berada di kantin.


"gw pesan dulu ya, lo mau pesan apa? tanya dini.


"gorengan aja sama air putih." jawab hera dan duduk di kursi.


"oke."


"gw mau nanya her, lo gk ada niatan untuk cari pasangan."tanya dini yang dia ucapkan begitu saja tanpa berpikir.


hera melirik dini dengan tatapan tajam dan menyandarkan kepalanya di kursi, setelah dari kantin hera dan dini memutuskan untuk ke taman jika berlama lama di kantin takut ada masalah lagi nanti.


"napa lo tanya gitu."tanya hera cuek dengan pandangan ke depan, dia tidak menyukai jika ada seseorang bertanya begitu.


"maaf." pasrah dini.


hera terdiam 5 detik, dan membuka suara kembali.


"gw gk ada niatan buat mikirin itu, gw ingin menggapai cita cita gw dulu, dan bisa membanggakan keluarga gw."ucap hera dengan tatapan kosong.


dini legah karna akhirnya hera membuka suara.


"gw juga tau, gk ada orang yang mau sama gw, lelaki hanya memandang perempuan yang cantik, gk kayak gw."tambahnya lagi dan memandang dini.


"lo jangan bicara begitu pasti ada kok."ucap dini, dini takut salah bicara.


hera membuang napasnya dan berdiri di depan dini.


"yuk kelas."ajak hera


"yuk."


##

__ADS_1


"enak banget ya itu guru ngomong begitu, gw juga gk sengaja." ucap mira kesal dan berjalan di taman untuk menuju ke kelasnya.


"guru kejam amat sih."tambahnya lagi, dan menendang nendang botol air yang di bawah kakinya, setelah mira melihat botol itu sudah jauh mira tidak lagi menendangnya.


hera yang melihat tingkah mira ingin menghampirinya, hera berjalan dengan cepat, hera melihat ada botol yang di tendang mira tadi, hera mengambilnya dan melanjutkan jalannya.


"hera, mira."panggil guru bk


merasa ada yang di panggil hera dan mira berhenti, dengan jarak yang tidak jauh.


"hera, lo di sini."ucap mira yang baru saja melihat hera di belakangnya, mira mendekati hera.


"udah dari ta-" ucapan hera terpotong.


"mira, kalau liat sampah itu di buang bukan di tendang."ucap guru bk dengan tegas.


guru bk itu sudah dari tadi melihat tingkah mira yang aneh, dan bicara sendiri.


sedangkan dini meninggalkan hera dan mira dia tidak ingin ikut campur.


"maaf buk."ucap dini dengan pelan takut salah bicara karna guru bk ini sangat kejam.


"maaf maaf, kamu itu harus belajar dari hera."tegas guru bk


"kamu ini memang bedah jauh dengan hera."tambahnya lagi.


mira dan hera terdiam, dan menunduk kebawah takut dengan tatapan tajam dari guru bk, mira sangat sakit hati dengan perkataan guru bk barusan ingin sekali mira menarik narik rambut gurunya itu.


"emang kamu gk pernah belajar dari hera."tanya guru itu.


mira terdiam, mira sangat sakit hati, lagi lagi dia di banding bandingkan dengan sepupunya.


"kamu bisah ke kelas hera dan buang botol itu jangan seperti mira."ucapnya.


hera berlari lari kecil untuk membuang botol itu dan kembali ke kelas.


"dan kamu mira jangan seperti itu lagi."tegur guru bk


"iya buk."pasrah mira


"satu lagi kamu harus belajar sopan santun dari hera."ucapnya lagi.


"iya buk."ucap hera, dan mengeluarkan air matanya yang menjatuhi wajah mulusnya.


guru bk itu berlalu pergi meninggalkan mira, mira melihat kepergian guru itu, lalu berlari kecil untuk ke wc dia sangat sakit hati, mira berlari dan melewati beberapa kelas, mira mengabaikan orang orang yang menyapanya.

__ADS_1


mira membuka pintu di wc dan menutupnya kembali, mira melihat cermin di depannya ada air mata yang menjatuhi pipihnya.


__ADS_2