
Keesokan paginya...
"Bu, Ara berangkat dulu ya" ucap Tiara sambil salam kepada ibunya.
"Iya"
"Bu, Yuda juga berangkat ya" ucap Yuda, lalu ia salam kepada ibu Tiara.
"Hati-hati ya bawa motornya"
"Iya"
Tiara dan Yuda segera pergi.
Skip
Sesampainya di parkiran sekolah, mereka berdua segera turun dari motor. Setelah itu, mereka berjalan menuju kelasnya.
[Kelas]
"Yud, kayaknya kita datangnya kepagian deh" ucap Tiara sambil menaruh tasnya.
"Setengah tujuh agak siangan lah, bukan kepagian"
"Tapi baru lima orang dikelas"
"Paling bentar lagi juga pada datang"
Ting
(Pesan masuk)
Tiara membuka pesan masuk dari Ayu dan ternyata hari ini ia tidak akan sekolah dikarenakan sakit.
"Yud, Ayu sakit katanya"
"Kalau gitu aku duduk bareng kamu ya"
"Ya udah boleh"
Yuda segera memindahkan tasnya ke kursi Ayu.
"Ra, tolong benerin dasi aku dong"
"Emang kamu gak bisa benerin sendiri?"
"Gak bisa, soalnya ini juga dipakein sama mamah"
"Dasar manja banget, masa pake dasi aja dipakein sama tante Sisilia"
"Mamah bukan tante Sisilia"
"Sama aja"
"Waktu itu kan kamu udah janji sama mamah aku buat manggil mamah"
"Aku gak janji loh"
"Iya gak janji sih, tapi kalau mamah tahu pasti dia sedih karena kamu bilang mamahnya cuma pas didepan mamah doang"
"Ya udah iya, aku panggil mamah" pasrah Tiara.
"Kalian berdua pacaran ya?" tanya Alifa.
Sontak Tiara dan Yuda menoleh kearah Alifa.
"Iya, kita pacaran" ujar Yuda.
"Pantes aja berduaan mulu" ujar Alifa.
Tiara dan Yuda hanya tersenyum.
"Ra, cepet benerin dasinya" suruh Yuda.
"Ya udah iya" ujar Tiara sambil membenarkan dasi Yuda.
"Lain kali harus belajar pake dasi sendiri"
"Gak mau" kata Yuda.
"Kok gak mau sih"
"Soalnya biar dibenerin terus sama kamu"
"Itu nyusahin orang namanya"
"Pagi semuanya" ucap Revan yang baru datang.
Sontak Tiara dan Yuda langsung melihat kearah Revan.
"Pagi juga" ucap Tiara yang sudah memasangkan dasi dikerah seragam Yuda.
"Jangan dijawab" ucap Yuda.
"Ya ampun cemburuan banget ini bocah" ucap Tiara sambil menatap Yuda.
"Ngomong-ngomong setelah pacaran sama aku, sikap asli kamu semakin kelihatan ya"
"Emang sikap aku kenapa?"
"Kamu gampang kesel orangnya" ujar Yuda.
"Tapi aku suka sih kalau kamu lagi kesel, soalnya tambah lucu" sambung Yuda.
Beberapa menit kemudian, Randy yang baru saja datang tiba-tiba langsung menghampiri Tiara dan Yuda.
"Ayu mana?" tanya Randy.
"Dia sakit"
"Lah! kok samaan kayak Putri" heran Randy.
"Pacar lo sakit, Ran?" tanya Yuda.
"Iya, dia sakit" kata Randy.
"Apa jangan-jangan mereka ketempelan ya?" kata Yuda.
"Ya enggak lah! paling mereka cuma kecapean"
"Sayang, kamu gak sakit kan?" tanya Yuda sambil memegang kening Tiara.
"Enggak kok"
"Syukur deh kalau gak sakit" kata Yuda.
"Sok perhatian lo" ucap Randy.
"Gue emang perhatian kali" kata Yuda.
"Emang iya, Ra?" tanya Randy.
"Gak tahu"
"Ra, emang selama ini aku gak perhatian gitu sama kamu?" tanya Yuda sambil menatap datar kearah Tiara.
Tiara menahan tawanya. "Perhatian kok, Yud"
"Terus kenapa bilang gak tahu?"
"Ya biar kamu kesel aja"
Speaker yang berada didalam kelas berbunyi. "Pengumuman...pengumuman! untuk seluruh siswa dan siswi SMA Kenanga diharapkan segera menuju lapangan, karena beberapa menit lagi upacara akan dimulai"
"Tiara, ayo ke lapangan!" ajak Tari.
"Iya tunggu sebentar" ucap Tiara sambil mengambil syal PMR-nya yang ada didalam tas.
"Yud, Ran! aku ke lapangan duluan ya"
"Iya" ucap Yuda dan Randy bersamaan.
Tiara dan Tari segera pergi menuju lapangan.
...****...
[Lapangan]
"Tari, ada minyak angin gak?"
"Ini" ucap Tari sambil memberikan minyak angin kepada Tiara.
Tiara mengambil minyak angin, lalu ia segera berjalan menuju kelas XI MIPA 6.
"Ini minyak anginnya, kak" ujar Tiara sambil memberikan minyak angin tersebut.
"Dek!" panggil kakak kelas cowok.
Spontan Tiara menoleh kearah kakak kelas yang memanggilnya.
"Ini temen gue sakit katanya" ujar kakak kelas.
"Sakit apa, kak?"
"Sakit hati"
Tiara hanya tersenyum. "Ada-ada aja ini orang" batinnya.
"Dek, ini minyak anginnya" ucap kakak kelas yang tadi meminta minyak angin.
Tiara mengambil minyak angin tersebut.
"Makasih ya, dek"
"Iya sama-sama, kak" ucap Tiara, lalu ia segera menghampiri Tari.
"Tari, ini" ucap Tiara sambil mengembalikan minyak angin.
"Udah pegang aja di kamu, soalnya nanti pasti ada yang minta lagi"
"Terus kamu gimana?"
"Ini ada" ucap Tari sambil menunjukkan minyak angin kepada Tiara.
......****......
Saat upacara selesai, semua siswa dan siswi masuk ke kelasnya masing-masing.
"Tiara" panggil Revan.
Tiara menoleh kebelakang. "Antar aku ke perpustakaan yuk! soalnya bu Vera katanya ijin gak bisa masuk, jadi dia nyuruh kita buat ngerjain tugas dibuku paket"
"Ya udah ayo"
"Nanti tolong bantu bawain juga ya"
"Iya"
Lalu Tiara dan Revan bergegas pergi menuju perpustakaan.
[Perpustakaan]
Tiba di perpustakaan, Revan segera mengambil buku paket matematika.
"Ra, yang ini bawa sama kamu ya" ucap Revan sambil memberikan buku paket kepada Tiara.
"Kok yang dibawa aku sedikit"
"Iya, soalnya biar kamu gak keberatan"
Sesudah meminjam buku, Tiara dan Revan segera pergi ke kelas.
Selama diperjalanan menuju kelas, Revan terus-menerus bertanya kepada Tiara.
"Katanya kamu pacaran sama Yuda ya?" tanya Revan.
"Iya"
"Sejak kapan?"
"Setelah ulang tahun Kezia"
"Yah! kalah cepet aku"
"Maksudnya?"
"Iya, sebenernya waktu itu aku suka sama kamu. Tapi ya malah udah keduluan sama Yuda"
Tiara sangat terkejut karena pengakuan dari Revan.
"Waktu itu aku kan pernah bilang kalau tipe cewek aku yang kayak kamu. Tapi kamu nya malah gak percaya" kata Revan.
Rasanya Tiara ingin sekali mempercepat langkahnya sebab Revan terus saja membahas soal itu.
"Van, ayo cepetan ke kelas!"
Akhirnya Revan mempercepat langkahnya agar mengimbangi langkah Tiara.
[Kelas]
Sampai di kelas, Tiara dan Revan langsung membagikan buku paket matematika kepada teman-temannya.
Seusai membagikan buku paket, Tiara dan Revan duduk dikursinya masing-masing.
"Guys! kerjain halaman 70, dari soal nomor 1 sampai 5" teriak Revan.
"Bu Vera gak masuk?" tanya Randy.
"Enggak" jawab Revan.
Tiara melihat raut wajah Yuda yang cemberut. "Kenapa?"
__ADS_1
Yuda hanya diam saja.
"Cemburu?"
Yuda mengangguk pelan.
"Kamu cemburuan banget sih, Yud"
"Habisnya aku overthinking gara-gara kamu waktu itu ngomong soal Revan"
"Kapan aku ngomongin Revan?"
"Waktu itu, yang tentang pacaran pura-pura. Terus kamu ngomong salah satunya ada yang suka atau enggak"
"Aku cuma nanya doang kali"
"Jadi waktu itu emang gak suka dia?"
"Iya, gak suka"
Yuda menatap kedua mata Tiara. "Yakin?"
"Iya yakin"
"Ya udah ayo kerjain tugasnya!" ujar Tiara.
Mereka berdua segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh bu Vera.
...****...
Jam istirahat
[Kantin]
Tiara, Yuda dan Randy sedang menikmati makanan dan minuman sambil berbincang-bincang.
"Yud, aku pingin lihat foto yang waktu di vila dong"
"Yang foto penampakan?" tanya Yuda memastikan.
"Iya"
"Emang fotonya ada hantunya?" tanya Randy.
"Iya ada" kata Yuda.
"Coba lihat"
Pada saat Yuda mau menunjukkan fotonya, tiba-tiba difoto itu penampakannya menjadi tidak ada.
"Loh! kok gak ada" heran Yuda.
"Udah kehapus?"
"Enggak. Tapi difotonya jadi gak ada penampakannya" jelas Yuda.
Randy mulai tidak mempercayai Yuda. "Beneran gak sih soal hantu di vila?"
"Beneran lah" kata Yuda.
"Serius hantu itu menyerupai Putri?" tanya Randy.
"Iya serius. Tanya aja Tiara"
"Serius, Ra?" tanya Randy.
"Iya serius, Ran"
"Kalian berdua gak bohong?" tanya Randy.
"Ya enggak lah! ngapain juga kita bohong" ujar Yuda.
"Terus kenapa difotonya jadi gak ada penampakan hantunya?" heran Randy.
"Ya mana gue tahu" kata Yuda.
"Oh iya, Ra! nanti pulang sekolah ke rumah aku ya" ujar Yuda.
"Mau ngapain?"
"Kan mamah mau ngasih kamu tas" kata Yuda.
"Oh ya udah"
"Gue ikut ke rumah lo ya" kata Randy.
"Mau ngapain?" tanya Yuda.
"Ya mau main lah" kata Randy.
"Besok aja deh mainnya, kan sekarang Tiara mau ke rumah gue" kata Yuda.
"Ya emang kalau dia ke rumah lo kenapa? lagian lebih seru kan kalau gue juga ikut ke rumah lo" kata Randy.
"Gak seru tuh" kata Yuda.
"Udah ajak aja Randy, lagian kan aku mau sebentar di rumah kamu"
"Enggak bakal sebentar, soalnya mamah pasti ngajak makan siang bareng" kata Yuda.
"Ya udah gak apa-apa kali kalau ada Randy juga"
"Ya udah lo boleh ikut" kata Yuda.
"Ngomong-ngomong kalian kenapa sih pake lo gue, kenapa gak pake aku kamu?" heran Tiara.
"Kalau pake aku kamu jijik, Ra. Apalagi kan dia kita cowok" jelas Yuda.
"Ya gak apa-apa"
"Menurut kamu sih gak apa-apa, tapi menurut kita geli. Iya gak, Ran?"
"Iya jijik banget" kata Randy.
"Oh iya, kalau Amanda sekolah gak?"
"Gak tahu" kata Randy.
"Kalau Amanda gak sekolah karena sakit. Kayaknya emang bener deh kalau mereka bertiga ketempelan" ujar Yuda.
...****...
Skip
Pulang sekolah, Tiara dan Yuda segera pergi menuju rumah Yuda.
Setelah sampai, Tiara dan Yuda segera masuk kedalam rumah.
"Yud, Randy kok belum sampai sih"
"Paling sebentar lagi dia datang" kata Yuda.
"Mah!" panggil Yuda.
Tak lama, mamah Yuda datang. "Akhirnya kamu kesini juga"
Tiara segera salam kepada mamahnya Yuda.
"Oh iya, mamah ambil tas buat kamu dulu ya" ucap mamah Yuda sambil pergi menuju kamar.
"Ra, ayo duduk dulu" suruh Yuda.
Tiara segera duduk disamping Yuda.
"Aku ambilin minum dulu ya" ucap Yuda.
"Iya"
Yuda segera pergi ke dapur untuk mengambil minum dan cemilan untuk Tiara.
"Paket!!" teriak seseorang.
"Ran, sini masuk!"
Randy segera masuk kedalam.
"Yuda nya mana, Ra?"
"Lagi ngambil minum"
Mamah Yuda datang menghampiri Tiara dan Randy.
"Eh! Randy" ucap mamah Yuda.
"Siang, tante" ucap Randy sambil salam kepada mamahnya Yuda.
"Ada pengantar paket ya?" tanya mamah Yuda.
"Enggak ada, tante"
"Terus tadi siapa yang teriak?"
"Tadi Randy yang teriak, tan" ucap Randy sambil cengengesan.
"Kamu ini ada-ada aja" ujar mamah Yuda.
"Maaf, tante" kata Randy.
"Iya gak apa-apa" kata mamah Yuda.
"Oh iya, Ra! ini buat kamu" ujar mamah Yuda sambil memberikan tas kepada Tiara.
"Makasih, mah"
"Iya sama-sama" ujar mamah Yuda.
"Mamah?" bingung Randy.
"Iya, jadi tante emang suruh Tiara buat manggil mamah ke tante" jelas mamah Yuda.
"Oh gitu" Randy mengangguk pelan.
"Ra, ini minumnya" ucap Yuda sambil meletakkan air minum dan cemilan dimeja.
"Kamu gimana sih! bukannya suruh ajak makan siang, eh malah cuma ngasih air minum sama cemilan" ujar mamah Yuda.
"Kan minum dulu, mah. Baru nanti diajak makan siang" kata Yuda.
"Ya udah ayo ke ruang makan. Kita makan siang bareng" ujar mamah Yuda.
Mereka segera pergi menuju ruang makan.
"Bibi!" panggil mamah Yuda.
"Bibi lagi masak buat kita, mah" jelas Yuda.
"Oh jadi kamu udah nyuruh bibi buat bikin makanan buat kita semua?" ujar mamah Yuda.
"Iya, Yuda udah ngasih tahu tadi waktu ke dapur"
"Ara, Randy, maaf ya kalian harus nunggu dulu makanannya" ujar mamah Yuda.
"Iya gak apa-apa kok" ucap Tiara dan Randy bersamaan.
"Ya udah kita ngobrol-ngobrol dulu aja ya" kata mamah Yuda.
"Ngobrol apa, tan?" ujar Randy.
"Ya ngobrol apa aja terserah kalian" ujar mamah Yuda.
"Oh iya, tan! Yuda sering bohong gak?" tanya Randy.
"Dia bohongnya biasanya tentang uang sih. Waktu itu kan dia udah dikasih uang sama papahnya, tapi dia bilang ke tante belum dikasih uang katanya" ujar mamah Yuda.
"Kan orang tua itu ada dua, mamah dan papah. Jadi wajar dong kalau Yuda minta uang ke mamah dan ke papah" kata Yuda.
"Tapi harusnya kalau udah dikasih uang banyak, kamu jangan minta lagi" ujar mamah Yuda.
"Oh iya, kalau Yuda sering bohong gak ke kalian?" tanya mamah Yuda.
"Sering, tante" ujar Randy.
"Kapan gue bohong sama lo?" tanya Yuda.
"Waktu mau jalan-jalan ke curug, terus lo batalin karena ada urusan penting. Itu pasti lo bohong kan sama gue?" tuduh Randy.
"Beneran penting kok" ucap Yuda.
"Emang lo ada urusan apa waktu itu?" tanya Randy.
Mamah Yuda ikut memojokkan Yuda. "Hayo loh! urusan apaan?"
"Bang Tegar waktu itu telepon, katanya Tiara lagi sedih. Makanya Yuda samperin ke cafe" jelas Yuda.
Tiara terdiam karena tak menyangka kalau Yuda sangat perhatian kepadanya.
"Sweet banget kamu. Rela-relain batalin jalan-jalan demi Tiara" ucap mamah.
"Sebenarnya selain itu ada alasan lain kenapa Yuda gak jadi ikut" ujar Yuda.
"Emang apa alasannya?" tanya mamah.
"Soalnya kan mamah ngelarang Yuda pergi jauh" ucap Yuda.
"Emang curug nya jauh?" tanya mamah.
"Iya, jauh banget" kata Yuda.
"Tapi alasan utamanya pasti karena kamu khawatir sama Tiara kan?" kata mamah Yuda.
"Ya iyalah, mah" ucap Yuda.
__ADS_1
"Ra, emang kamu sedih kenapa?" tanya mamah Yuda.
"Tiara gak sedih kok, mah"
"Waktu itu kamu kelihatan sedih, Ra" ucap Yuda.
"Kapan?"
"Pokoknya waktu itu" kata Yuda.
"Ra, kalau Yuda pernah bohong sama kamu gak?" tanya mamah Yuda.
"Tiara gak tahu, mah"
"Yuda gak pernah bohong kok sama Tiara" kata Yuda.
"Giliran ke orang tuanya aja suka bohong, eh giliran ke pacar malah gak pernah" heran mamah Yuda.
Beberapa menit kemudian, bibi datang dengan membawa makanan. Lalu bibi segera menaruh makanan dan minuman dimeja.
"Makasih, bi" ucap Tiara.
"Iya sama-sama, neng" ucap bibi.
"Bi, ayo makan sekalian" ucap Yuda.
"Bibi makannya di dapur aja nyonya" ucap bibi.
"Sekalian makan disini aja, bi" ujar mamah Yuda.
"Gak apa-apa, nyonya?" tanya bibi.
"Iya gak apa-apa, bi" kata mamah Yuda.
Akhirnya bibi duduk dikursi.
Lalu kami menikmati makanan yang ada dimeja.
"Bi, anak bibi udah sembuh?" tanya mamah Yuda.
"Belum, nyonya. Dia masih sakit" kata bibi.
"Emang sakit apa, bi?" tanya Yuda.
"Sakit tipes, den"
"Terus yang jagain di rumah sakit siapa, bi?" tanya Yuda.
"Bapaknya, den" ucap bibi.
Tiara jadi teringat kejadian masa lalu, saat dirinya sedang sakit dan ayahnya yang menjaganya di rumah sakit.
Waktu itu ibunya sama sekali tidak datang menjenguknya. Ibunya malah asik berjalan-jalan dengan cinta pertamanya.
"Hiks...hiks" Tiara mengusap air matanya.
Sontak semuanya langsung menatap kearah Tiara.
"Ra, kenapa?" tanya Yuda.
Tiara hanya menggelengkan kepalanya.
"Mah, Tiara ikut ke toilet ya" ucap Tiara sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.
"Ra, aku anter ya" ujar Yuda.
Tiara hanya mengangguk.
Yuda segera mengantarkan Tiara menuju toilet.
Saat berada didepan toilet, Tiara langsung memeluk Yuda.
"Hiks...hiks"
"Ra, kenapa?"
"Hiks...sakit, Yud" lirih Tiara.
Yuda menepuk-nepuk pelan punggung Tiara sambil menenangkannya.
Disisi lain...
[Ruang makan]
"Tiara kenapa, Ran?" tanya mamah Yuda.
"Randy juga gak tahu, tante" kata Randy.
"Apa karena ada bibi ya, makanya neng Tiara nangis" ucap bibi.
"Ya gak mungkin lah, bi" ucap mamah Yuda.
"Apa mungkin karena Tiara sedih denger anak bibi yang sakit" tebak Randy.
"Tapi masa sampai nangis segala, kan yang sakit anak bibi" ucap bibi.
"Mungkin Tiara sensitif kali orangnya. Makanya saat denger ada orang yang sakit, dia jadi nangis" ucap Randy.
...****...
Tiara dan Yuda kembali ke ruang makan.
"Ra, gak apa-apa kan?' tanya mamah Yuda.
"Gak apa-apa, mah" ucap Tiara sambil duduk.
"Oh iya, Ra! gimana kemarin liburannya?" tanya mamah Yuda agar suasana tidak canggung.
"Seru kok, mah"
"Kata Yuda katanya kamu orangnya penakut ya?" tanya mamah Yuda sambil tersenyum.
"Enggak kok, mah"
"Bohong, mah! Ara penakut banget orangnya, saking takutnya sampai peluk Yuda" ujar Yuda.
"Kamu peluk Yuda, Ra?" tanya mamah Yuda.
"Gak sengaja, mah"
"Tiara tuh gak sengaja bukan disengaja, Yud" ucap mamah Yuda sambil menahan tawanya.
"Tante, masa ya dia takut sama suara tokek" ucap Randy sambil tertawa.
"Siapa yang takut sama suara tokek?" tanya bibi.
"Ya Tiara lah" ucap Yuda.
Mamah Yuda dan bibi tertawa.
"Ih jangan ngetawain dong mah, bi" ucap Tiara sedikit malu.
"Kamu emang belum pernah denger suara tokek, Ra?" tanya mamah Yuda.
"Pernah kok, mah"
"Terus kamu kenapa takut sama suara tokek?" tanya mamah Yuda.
"Soalnya kan vila nya di pedesaan, jadi Tiara takut"
"Emang tempatnya angker ya?" tanya mamah Yuda.
"Angker banget, tante. Masa kata Yuda sama Tiara, dia ngelihat pacar Randy ke arah kamar. Padahal udah jelas-jelas pacar Randy ada diluar" ujar Randy.
"Serius, Ra?" tanya mamah Yuda.
"Iya serius, mah"
"Lebih baik nanti jangan liburan kesana lagi ya, soalnya mamah suka denger katanya ada manusia yang hilang gara-gara diculik hantu" ucap mamah Yuda.
"Mamah denger dari mana?" tanya Yuda.
"Dari berita di televisi" kata mamah Yuda.
...****...
"Mah, Yuda mau anter Tiara pulang dulu ya" ucap Yuda.
"Iya" ucap mamah Yuda.
Tiara salam ke mamah Yuda dan bibi.
"Randy juga pulang ya, tan" ujar Randy.
"Udah kamu disini dulu aja" ujar mamah Yuda.
"Enggak deh, tan. Nanti lagi aja mainnya" ucap Randy.
Setelah itu, Tiara, Yuda dan Randy segera keluar.
"Ran, katanya lo mau main" ujar Yuda sambil menyalakan motornya.
"Kan ini juga main, Yud" ujar Randy.
"Maksudnya main PS atau nonton film gitu" ucap Yuda.
"Kapan-kapan lagi lah kalau itu" ucap Randy.
"Ya udah kalau gitu gue duluan ya" ucap Randy.
"Iya" ucap Tiara dan Yuda bersamaan.
Lalu Randy segera pergi.
"Ra, ayo naik!" perintah Yuda.
Tiara segera naik ke motor Yuda. Setelah itu, Yuda langsung melajukan motornya.
(Diperjalanan)
"Ra, tadi kamu kenapa sih?" tanya Yuda penasaran.
"Gak apa-apa kok, Yud"
"Aku kan udah bilang kalau kamu ada masalah, kamu bilang aja ke aku. Nanti aku akan dengerin kok kalau perlu aku kasih solusi"
"Nanti aja aku ceritanya kalau aku udah siap"
"Oh ya udah. Tapi kalau kamu pingin cerita, cari aku aja ya. Jangan cari orang lain"
Tiara hanya mengangguk.
"Iya gak?" tanya Yuda.
"Iya, Yud"
"Ngomong-ngomong ulang tahun kamu beberapa Minggu lagi ya?"
"Kamu tahu dari mana?"
"Rahasia" ujar Yuda.
"Oh iya, kamu mau kado apa?"
"Aku gak pingin kado apa-apa"
"Masa gak pingin kado sih" heran Yuda.
"Ya aku emang gak mau"
"Kalau aku mau kasih kamu kado gak apa-apa kan?"
"Jangan! lebih baik uangnya kamu tabung aja"
"Aku udah banyak kok uang di ATM. Jadi gak apa-apa kan kalau aku kasih kamu kado"
"Terserah kamu deh"
"Ngomong-ngomong kamu suka warna apa, Ra?" tanya Yuda.
"Kenapa tanya warna kesukaan aku?"
"Soalnya nanti kadonya mau sesuai sama warna favorit kamu" jelas Yuda.
"Aku suka warna biru"
"Ya udah berarti nanti aku beli kado yang berwarna biru"
"Yud, makasih ya udah baik sama aku" ucap Tiara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya sama-sama"
Tiara memeluk Yuda dari belakang.
Sontak Yuda terkejut namun ia juga merasa senang karena Tiara memeluknya dari belakang.
"Ra, kamu gak nangis kan?" tanya Yuda memastikan.
"Enggak kok" ucap Tiara.
Sesampainya di rumah, Tiara segera turun dari motor Yuda.
"Yud, hati-hati ya bawa motornya"
"Iya" ucap Yuda sambil tersenyum.
Pada saat Yuda hendak pergi, tiba-tiba Tiara memanggilnya. "Yuda!"
Sontak Yuda melihat kearah Tiara. "Iya ada apa, Ra?"
"Hmm...I love you" ucap Tiara dengan malu-malu.
__ADS_1
Yuda tersenyum lebar karena baru kali ini Tiara mengungkapkan kalimat itu kepada Yuda.
"I love you too" balas Yuda.