
Yuda POV
Kini aku berada di rumah, sebab aku ingin meminta ijin kepada mamah dan papah untuk menginap di rumah sakit.
Yuda teringat dengan ucapan ibu Tiara, dia berkata bahwa hidup Tiara tidak akan lama lagi. Ibu Tiara berbohong kepada Tiara bahwa Tiara mengidap kanker stadium 1, tapi faktanya Tiara mengidap kanker stadium 4.
Saat mendengar itu, Yuda hanya bisa pasrah dan berdoa supaya ada keajaiban. Yuda berharap semoga Tiara cepat sembuh dari penyakitnya.
"Yud, kamu dari mana sih? tadi mamah ke sekolah kamu, tapi katanya kamu sama Randy."
Yuda hanya diam saja, ia tidak menjawab ucapan mamahnya.
"Kamu kenapa sih? kok murung gitu?."
Yuda memeluk mamahnya dan ia menangis.
"Kamu kenapa, Yud?."
"Tiara, mah" lirih Yuda.
"Kamu putus sama Tiara?."
"Enggak."
"Terus Tiara kenapa?."
"Dia mengidap kanker stadium 4, mah" jelas Yuda, spontan mamah langsung terdiam.
Skip
Malam hari
Yuda dan mamah pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Tiara. Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung masuk kedalam ruangan yang ditempati Tiara.
Saat masuk, ternyata Tiara sedang tidur. Lalu, mamah Yuda menghampiri ibunya Tiara dan mereka berbincang-bincang mengenai kondisi Tiara. Sedangkan Yuda, ia hanya diam saja sambil melihat pacarnya yang sedang tertidur.
Yuda meneteskan air mata, baru kali ini ia merasakan sesak didadanya.
"Yud, mamah sama ibu Tiara mau ngobrolnya diluar ya. Soalnya takut Tiara bangun." ujar mamah.
"Iya, mah."
Kemudian, mamah dan ibu Tiara keluar.
Yuda terfokus pada buku yang berada dipelukan Tiara. Lalu ia perlahan mengambil buku itu. Pada saat membaca buku itu, Yuda berusaha untuk menahan isak tangisnya. Sebab ia tidak mau membuat Tiara terbangun.
Didalam buku itu tertulis bahwa semenjak Tiara pindah ke SMA Kenanga, hidupnya menjadi bahagia karena katanya Tiara jadi mempunyai beberapa teman. Dan disitu tertulis bahwa Tiara mempunyai seseorang yang membuat dia nyaman dan orang itu adalah Yuda. Dibuku itu juga ditulis kalau Yuda sering sekali membantu Tiara saat Tiara sedang kesusahan.
"Yuda" panggil Tiara.
Spontan Yuda mengusap air matanya. "Iya kenapa?."
"Kenapa dibaca sih? kan aku jadi malu."
"Maaf sayang, soalnya aku penasaran." ujar Yuda sambil mengembalikan buku tersebut kepada Tiara.
"Kamu baca semuanya ya?."
__ADS_1
"Enggak kok. Aku cuma baru baca satu lembar."
"Yud, tadi sore aku potong rambut. Bagus gak?."
Yuda mengangguk. "Jadi makin cantik."
"Kamu bohong ya? soalnya aku ngerasa lebih bagus rambut panjang."
"Mau rambut panjang atau pendek, kamu tetap cantik dimata aku."
"Yud, mata kamu kok sembab sih. Kamu habis nangis ya?."
"Enggak kok."
"Tapi kok mata kamu sembab."
"Soalnya waktu diperjalanan kena debu, makanya mata aku kucek mata aku. Terus waktu aku kucek, malah jadi merah kayak gini."
"Kamu nangisin aku ya?."
Yuda terdiam sejenak. "Enggak kok, lagian kan sebentar lagi kamu sehat. Jadi buat apa aku nangisin kamu." ujar Yuda dengan mata yang berkaca-kaca. Tak lama, air mata Yuda menetes.
"Aduh perih banget sih" ujar Yuda sambil mengalihkan pandangannya dan ia buru-buru mengusap air matanya.
"Jangan nangis dong, aku jadinya pingin nangis juga kalau kamunya nangis."
"Aku gak nangis." ujar Yuda yang masih membelakangi Tiara.
Tak lama Yuda kembali menghadap kearah Tiara dan ia tersenyum.
"Yud, aku boleh minta satu permintaan gak?."
"Aku pingin jalan-jalan keluar, soalnya aku bosen disini."
"Gak boleh, nanti dimarahin dokter loh."
"Sekali aja. Please."
"Ya udah nanti besok kita bilang ya ke dokter, supaya kamu dibolehin jalan-jalan" ujar Yuda, lalu Tiara hanya mengangguk.
"Oh iya, Yud. Tadi aku mimpi ayah. Apa jangan-jangan aku mau nyusul ayah ya, Yud?."
"Gak boleh ngomong gitu, Ra."
Tiara tersenyum. "Yud, makasih ya"
"Makasih buat apa, Ra?."
"Buat segalanya. Makasih udah mau denger curhatan aku, makasih juga udah buat aku jadi lebih mencintai diri aku sendiri. Pokoknya makasih buat semuanya." ujar Tiara sambil tersenyum.
"Harusnya aku yang berterima kasih sama kamu, Ra."
"Makasih buat apa? padahal aku gak ngelakuin hal apapun buat kamu."
"Makasih karena kamu udah buat aku jatuh cinta."
Tiara tersenyum. "Yud, aku sayang sama kamu."
__ADS_1
"Aku juga sayang sama kamu, Ra."
"Yud, aku tidur dulu ya. Aku pingin istirahat"
"Ya udah tidur aja." ujar Yuda sambil mengelus rambut Tiara. Lalu, Tiara menutup kedua matanya.
Tak lama, alarm monitor berbunyi. Spontan Yuda melihat ke layar monitor.
Yuda buru-buru pergi keluar untuk memanggil dokter. "DOKTER!!!"
"DOKTER!!!"
Dokter dan perawat menghampiri Yuda. Karena mereka tahu pasti terjadi sesuatu, akhirnya dokter dan perawat masuk kedalam ruangan.
"Kamu tunggu di luar ya." ujar perawat sambil menyuruh Yuda untuk menunggu diluar.
"Yud, Tiara kenapa?." ujar ibu Tiara.
Yuda hanya bisa meneteskan air matanya.
"Yud, jawab!"
Beberapa menit kemudian, dokter dan perawat keluar.
"Dok, gimana keadaan anak saya?."
"Mohon maaf ya, bu. Kami tidak bisa menyelamatkan anak ibu." ujar dokter.
Yuda buru-buru masuk kedalam ruangan. "Sayang, bangun! jangan tinggalin aku, Ra" ujar Yuda sambil menangis sesenggukan.
"Ra, ayo bangun. Katanya kamu pingin jalan-jalan keluar, ya udah sekarang aja jalan-jalannya. Aku siap temenin kamu sampai seharian, asalkan kamu bangun."
"Yud, ibu Tiara pingsan."
"Mah, mamah temenin ibu Tiara aja. Soalnya Yuda pingin temenin Tiara. Katanya Tiara pingin jalan-jalan, mah."
"Yang sabar ya, Yud" ujar mamah sambil memeluk Yuda.
...****...
Keesokan harinya, Yuda datang ke pemakaman Tiara. Ia sengaja datang siang, sebab ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Tiara, walaupun sebenarnya Tiara sudah tiada.
"Ra, aku datang."
"Aku bawa bunga buat kamu. Bunganya cantik banget kayak kamu. Aku harap kamu suka ya sama bunganya." Yuda menaruh bunga diatas makam Tiara.
Yuda meneteskan air matanya. "Ra, maafin aku ya. Aku gak bisa ngabulin permintaan terakhir kamu. Sekali lagi maafin aku."
"Oh iya, aku udah baca semua tulisan dibuku diary kamu. Aku terharu bacanya, ternyata aku bisa membuat kamu jadi bahagia."
"Aku janji, aku gak akan pernah lupain kamu dan juga aku akan selalu simpan kamu dihati aku. Tapi kamu juga disana jangan lupa sama aku ya, Ra."
Yuda kembali menangis. "Ra, aku kayaknya gak kuat kalau lama-lama disini. Jadi aku pamit pulang ya."
"Aku janji, nanti aku akan sering datang kesini. Aku akan bawa bunga yang indah buat kamu."
"Selamat tinggal Tiara, I love you." ujar Yuda sambil memegang batu nisan. Setelah itu, Yuda segera pergi.
__ADS_1
...TAMAT...
...----------------...