
Tiara dan Yuda mencari kertas emas didalam kelas XI MIPA 5.
Hampir lima menit mereka mencari kertas tersebut namun tidak ditemukan.
"Yud, ketemu gak?"
"Belum ketemu, Ra"
"Eh itu tuh!" tunjuk Tiara.
"Ya ampun jauh banget lagi"
"Pake kursi lah, Yud"
Pada saat Tiara memegang kursi tiba-tiba ia terkena paku yang ada di kursi tersebut.
"Aww"
"Kenapa, Ra?"
"Kena paku"
Yuda menghampiri Tiara. "Berdarah gak?"
"Enggak kok"
"Terus tadi kenapa bilang aww?"
"Ya karena aku kaget"
Hihihi
Tiba-tiba kakak kelas yang berpura-pura menjadi hantu masuk kedalam kelas.
"Aaaaa!!!!" Tiara berteriak sambil bersembunyi dibelakang Yuda.
Yuda juga ikut kaget, bukan karena ada hantu melainkan karena teriakan Tiara.
Kakak kelas yang menjadi hantu itu mendekat kearah Tiara dan menakut-nakutinya.
"Kak, jangan kesini" ucap Tiara yang masih bersembunyi dibelakang Yuda.
Walaupun bukan hantu beneran, tetapi Tiara sangat takut karena makeup yang dipakai kakak kelas itu menyeramkan sekali.
"Udah, kak! kasihan dia, soalnya dia penakut banget. Nanti yang ada nangis lagi" kata Yuda.
Akhirnya kakak kelas tersebut menjauh dari Tiara karena takut membuatnya nangis.
Yuda buru-buru mengambil kertas emas yang tadi ditunjuk Tiara.
"Ya udah ayo samperin yang lainnya, soalnya sebentar lagi waktunya mau habis" ujar Yuda.
Akhirnya Tiara dan Yuda segera menghampiri Ayu dan Randy yang berada di kelas X MIPA 1.
Pada saat diperjalanan menuju X MIPA 1, Tiara dan Yuda bertemu dengan Kezia, Anya dan Revan.
"Kalian berdua udah dapat berapa?" tanya Revan.
"Dapat 3" kata Yuda.
"Kalau kalian?"
"Kita dapat 4" ujar Kezia.
"Ya udah ayo samperin yang lainnya" ujar Anya.
Mereka berlima segera menghampiri teman-temannya yang lain.
Skip
Waktu telah berakhir, mereka kembali menuju lapangan.
Ketika kelompok 1 dan 2 berada di lapangan, kini kelompok 3 dan 4 yang mencari kertas.
Pada saat berada di lapangan, pak Angga menghitung jumlah kertas emas milik kelompok 1 dan 2. Dan ternyata mereka mendapatkan 18 kertas emas.
"Ayu, tadi kamu sama Randy dapat berapa?"
"Dapet 6" kata Ayu.
__ADS_1
"Banyak banget"
"Iya dong, kan mata aku tajam banget. Makanya aku gampang cari kertasnya" kata Ayu.
"Itu cuma keberuntungan aja" sahut Yuda.
"Mata aku emang tajam kok" kata Ayu.
"Oh ya?" tanya Yuda sambil menahan tawanya.
"Iya" ujar Ayu.
"Tapi waktu itu inget gak? saat kamu cari remote,. eh tahunya remote nya dipegang sama kamu"
Ayu mengingat kejadian dulu saat dirinya sedang menonton televisi di rumah Yuda. Saat itu ia sedang mencari remote dan ia menuduh Yuda menyembunyikan remote nya. Padahal sebenarnya ia sedang memegang remote itu.
"Inget gak?" tanya Yuda lagi.
Ayu hanya cengengesan saat ditanya Yuda.
...****...
Skip
Jam 7 pagi
Semua murid dan guru menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan sekolah.
"Ra, handphone kamu bunyi" ujar Tari.
Tiara masuk kedalam tenda untuk mengambil ponselnya. Setelah itu, ia kembali keluar.
Tiara mengangkat panggilan telepon dari ibunya.
"Hallo, bu"
"Ra, udah makan belum?"
"Ini Tiara lagi makan kok, bu"
"Kamu gak lagi sakit kan?"
"Syukur deh kalau gitu, ibu jadi lega dengernya"
"Kalau ibu udah makan belum?"
"Ibu udah makan kok"
"Oh iya, nanti kalau udah mau pulang kabarin ibu ya"
"Iya, bu"
"Ya udah kalau gitu ibu tutup dulu ya teleponnya, soalnya takut ganggu kamu makan"
"Enggak ganggu kok, bu"
"Ibu matiin ya teleponnya" ucap ibu, lalu ibu mematikan panggilan teleponnya.
Tiara menaruh ponselnya dan ia kembali melanjutkan makannya.
"Ibu kamu kayaknya sayang banget ya sama kamu, sampai-sampai telepon kamu mulu" kata Ayu.
Tiara mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Kalau mamah aku nih ya kalau aku lagi main sama temen dia itu boro-boro telepon aku" kata Ayu.
"Malah enak tahu kalau gak ditelepon, soalnya risih aja gitu kalau lagi main terus tiba-tiba di telepon" kata Anya.
"Risih?"
"Iya lah, terus pasti setelah ditelepon disuruh pulang ke rumah" kata Anya.
Tiba-tiba Yuda menghampiri Tiara dan teman-temannya ceweknya.
"Ra, nanti pulangnya aku antar ya" kata Yuda.
"Iya"
"Oh iya, ini buat kamu" ucap Yuda sambil memberikan susu kotak kepada Tiara.
__ADS_1
"Buat aku?"
"Iya"
Tiara mengambil susu kotak itu. "Makasih"
Kemudian Yuda kembali menghampiri teman-teman cowoknya.
"Bucin banget ya dia" heran Ayu.
Tiara hanya tersenyum mendengar perkataan Ayu.
"Biasanya cowok emang gitu, awal-awal bucin tapi nanti pasti enggak karena tertarik cewek lain" ucap Alifia sambil melihat kearah Tasya sekilas.
"Apa lo lihat-lihat gue?" kesal Tasya karena Alifia seperti sedang menyindirnya.
"Sya, udah! jangan ribut mulu" ujar Kezia.
"Habisnya dia sih ngeselin" kata Tasya.
"Yang ada lo yang ngeselin" kata Alifia.
"Gue kan udah bilang sama lo kalau gue bukan selingkuhannya Bayu" ujar Tasya.
"Guys udah! malu dilihatin orang-orang" ucap Anya.
Lalu Tasya dan Alifia terdiam karena memang ada beberapa orang yang menyaksikan pertengkaran mereka.
Tiara berpikir tentang ucapan Alifia. Apakah memang cowok kebanyakan seperti itu? atau cuma mantannya Alifia saja yang begitu?
Mungkin Tiara sering overthinking tentang hal ini dikarenakan ibunya, karena ibunya lah yang membuat Tiara menjadi ketakutan. Ia takut jika lelaki yang dia cintai selingkuh, sebagaimana dulu ibunya selingkuh dari ayahnya.
"Ra, kamu kenapa melamun?" ucapan Ayu membuyarkan lamunan Tiara.
"Hah?!"
"Kenapa melamun?" tanya Ayu lagi.
"Gak kenapa-napa kok"
Selesai makan, Tiara membuang sampah-sampah bekas makanan dan minuman.
Seseorang menyentuh pundak Tiara, spontan Tiara menoleh kearah orang itu.
"Ada apa?"
"Kamu anaknya bu Sekar ya?"
Tiara terdiam sejenak, habis itu ia mengangguk.
"Ini ada titipan. Maaf baru sempat ngasih ini, soalnya kemarin aku lupa ngasih" kata orang itu sambil memberikan amplop.
"Itu apa?"
"Aku gak tahu, tapi kayaknya sih uang"
"Kamu kasih lagi aja uang itu ke ibu aku, soalnya aku gak butuh uang" ucap Tiara dengan nada gemetar.
"Tapi kan ini amanah dari ibu kamu"
"Aku gak butuh uang" ucap Tiara sambil pergi ke tendanya.
Didalam tenda Tiara hanya duduk sambil melamun. Dan tanpa sadar, air mata Tiara menetes.
"Tiara!" panggil Ayu.
Tiara buru-buru menghapus air matanya saat mendengar suara Ayu. "Ada apa, Yu?"
"Ayo kumpul" kata Ayu sambil mengambil tas nya.
"Kumpul?"
"Iya, kan kita mau pulang"
Tiara segera mengambil tas nya.
Kemudian Ayu dan Tiara segera kumpul di lapangan.
Pada saat di lapangan, cuma Tiara dan Ayu saja di kelompok 2 yang sudah berada di lapangan dan yang lainnya masih berada di tenda.
__ADS_1