Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Bertemu Sahabat


__ADS_3

...Kadang aku ingin membagi masalah kepada kalian bukan hanya cerita indah. Tapi untuk memulai bercerita tentang luka itu terlalu berat....


Hari ini sesuai janji Freeya akan bertemu dengan sahabat-sahabatnya di mall, sekalian jalan-jalan katanya.


Saat sampai di sana terlihat Adel, Lio dan Siska sudah menunggu Freeya.


"Hallo guys aku tuh rindu berat tau nggak". Ucap Freeya memeluk satu persatu sahabatnya kecuali Lio.


"Kita juga kangen tau. Kamu ma semenjak menikah nggak pernah muncul lagi".Ucap Sindi pacar Lio


"Kok aku nggak kamu peluk".Yang langsung mendapat tabokan dari sang pacar.


"Freeya udah punya suami ngapain peluk tripleks kayak kamu".Ucap Adel


" Tripleks gini, tapi liat nih pawangnya bodinya beh aduhay, lebih indah dari gitar spanyol". Ucap Lio yang akhirnya kembali mendapat tabokan


"Kamu dari tadi KDRT terus sih yang, awas ya kalau nikah kamu tabokin aku terus, pokoknya kalau nikah itu kamu harus peluk aku terus". Ucap Lio dengan muka julidnnya.


Freeya yang mendengar kata KDRT seketika menghela nafas. Ia kembali teringat Axel padahal ia ke sini berharap agar bayangan Axel dan orang tuanya sejenak menghilang.


"Ya udah Yo kita belanja dulu , sebelum makan siang".


Mereka menghabiskan waktu hampir dua jam berkeliling mall dan belanja mereka hanya satu dimasing-masing tangan. Sedangkan Lio tampangnya sudah sangat kusut.


"Ini nih yang bikin aku malas jalan sama cewek. Katanya belanja sebentar nggak taunya berjam-jam".


"Kamu pernah jalan sama cewek?".Tanya Sindi


"ehh anu yang, eh itu apa namanya, kan mama cewek kalau ia belanja juga lama banget itu maksud aku".


Mendengar itu Adel dan Freeya tertawa. Lio memang sangat bucin , saking bucinnya ia paling takut kalau Sindi mulai marah. Marahnya ituloh semua kata yang keluar dari mulutnya cuma kata terserah.


"Awas aja kalau berani macam-macam "


"Mana berani sih yang, orang aku tuh udah klepek-klepek sama kamu. Kamu pake mantra apa sih sampai-sampai kalau aku cewek lain mata aku tuh langsung rabun". Gombal Lio


Melihat tingkah sejoli di depannya, Freeya hanya bisa tersenyum masam.


"Ehhh Fre kok kamu nggak ngajakin suami kamu sih?"


"Kan kamu nggak bilang, mas Axel juga lagi sibuk?"


"masa sibuk ,inikan hari libur. Aku aja yang CEO paling bertanggung jawab santai aja tuh".


"Katanya ada proyek yang belum selesai terus dia juga mau ngumpul sama temannya. Kan lebih enak kalau kita jalannya cuma segini bebas mau ngomongin apa". Sahut Freeya biasa aja.


" Iya sih, jawab Adel".


"Ya udah yok ,kita makan. Pacar aku ini pasti udah lapar." Ucap si bucin Lio.


Setelah sampai di restoran, mereka langsung memesan makanan. Mereka kemudian menunggu pesanan tiba dengan hp masing-masing, kecuali Sindi dan Lio yang sedari tadi bercanda.


"Ehhh yang itu kok mirip suami Freeya".Bisik Sindi ke telinga Lio


Mendengar hal itu Adelio kemudian melihat ke arah yang ditunjuk Sindi.


"Itu emang Axel. Tapi apa itu rekannya ya". Ucap Lio dalam hati

__ADS_1


"Yang... yang benar bukan sih".


"Iya benar". Jawab Lio


"Kita suruh gabung di sini aja yang".


"Nggak usah itu mungkin rekannya".


Freeya yang masih asik bermain game di hpnya tidak sadar bahwa Axel berada di sekitarnya.


"Fre". Panggil Lio


"Hmm" Jawab Freeya yang masih bergelut dengan hpnya.


"Ada Axel"


Deg


Freeya mematung di tempat. Kenapa harus sekarang. Ia takut Axel bersama dengan kekasihnya sedangkan sekarang ada sahabat-sahabatnya .


"Dimana" tanya Freeya


Lio menunjuk meja tempat Axel makan.


.


Deg


Itu memang Axel dan Kristal


"Itu rekan kerjanya Fre?" Tanya Adel


"Tapi kok mereka duduknya dekat banget" Ucap Sindi yang diangguki Adel.


Sedangkan Lio sedari tadi menatap Freeya.


"Kamu nggak mau samperin Fre?" Tanya Lio memancing


"Hmm nggak usahlah , nanti juga ketemu dirumah, mungkin mereka lagi bahas kerjaan juga, nggak enak kalau mau diganggu"


"Kan cuma sapa Fre . Balas Adel


Namun sebelum menjawab pesanan mereka sudah datang.


Lio tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya


"Yang mau kemana?"


"Mau nyamperin Axel, diakan rekanku juga. Aku pernah bikin proyek sama perusahaannya".


Mendengar hal itu Freeya semakin gelisah. Apa ini akhirnya. Semoga Axel tidak berbicara yang macam -macam. Ucap Freeya dalam hati.


"Selamat siang pak Axel "


"Selamat siang pak Adelio, anda makan di sini juga".


"Iay kebetulan saya habis jalan dengan teman saya dan melihat bapak juga ada di sini. Jadi sekalian saya samperin".

__ADS_1


"ohh begitu. Silahkan duduk pak kita makan bersama saja". Tawar Axel


" Tidak perlu pak kebetulan saya sudah memesan makanan di meja yang lain".


"Siapa sayang?" Tanya Kristal


"Sayang? mohon maaf nona kalau boleh tau kenapa anda memanggil pak Axel dengan sebutan sayang?"


"Kan itu hal wajar untuk sepasang kekasih. Axel sudah berkeringat dingin ditempatnya. Bukan apa-apa ia masih mengingat ucapan Adelio untuk tidak menyakiti sahabatnya ketika hari pernikahannya.


Mendengar ucapan dari Kristal membuat Adelio menatap tajam Axel. Ditatap seperti itu membuat nyali seorang Axel menciut.


"Bisa dijelaskan pak Axel?"


Sedangkan Freeya di mejanya semakin gugup karena Lio yang masih belum beranjak dari sana.


"Itu sih Lio lama amat sih, kita kan mau makan. Apa kita duluan aja makannya". Tanya Adel yang sudah tidak tahan melihat makanan yang ada didepan matanya.


"Ia kita makan duluan aja aku udah lapar banget". Ucap Sindi


"Kamu juga mau ke sana Fre?" Tanya Adel


"Nggak aku mau makan aja".


Axel hanya diam bingung harus menjawab apa


"Pak Axel apa yang nona ini katakan apa itu benar?" Tanya Lio lagi


"Itu bukan urusan anda pak ".


"Bapak masih ingatkan apa yang pernah saya ucapkan "


"Dia siapa sih sayang. Kok rekan kerja nggak sopan banget sama kamu ". Ucap Kristal


Axel menatap Kristal untuk diam tapi Kristal berpura pura tidak tahu.


Lio perlahan mendekat ke arah Axel, tanpa aba-aba ia mencengkram kera baju Axel, yang membuat Axel harus berdiri.


"Maksud Lo apaan, Lo selingkuhan sahabat gue?"


" Gue nggak selingkuh, gue emang udah pacaran sama Kristal sebelum menikah dengan Freeya .


Bug Bug


"Brengsek Lo". Ucap Lio emosi


Axel teriak Kristal, Lio teriak Freeya. Freeya bangkit dari kursinya menghampiri Lio.


"Lio apa-apaan sih, ini depan umum tau nggak"


"Dia yang apa-apaan Fre, Lo tau apa yang udah dia lakuin dibelakang Lo?" Tanya Lio belum bisa meredam emosinya.


Freeya terdiam. Ia yakin ini sudah terbongkar. Apa yang harus ia katakan di depan sahabatnnya.


Lio memegang bahu Freeya.


"Fre liat aku, suami yang kamu bilang sibuk ini, suami sahabat aku ini. Dia brengsek Fre. Dia udah berani selingkuhin kamu".

__ADS_1


Sahabat Freeya terdiam mendengar hal tersebut, hanya Kristal yang tersenyum meski ia mendengar bahwa ia adalah selingkuhan


Sedangkan Freeya hanya menunduk, mengepalkan kedua tangannya berharap agar kakinya tetap kuat untuk saat ini.


__ADS_2