Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Kenyataan dari orang tua


__ADS_3

...Kembali aku dikecewakan oleh kenyataan. Lantas dimana aku bisa diterima dengan penuh cinta....


Deg deg


Apalagi ini Tuhan, tidak cukupkah semua yang telah berlalu.


"Mak-sud ibu a-pa, Freeya dibawah?"


"Ibu ,ayah bilang sudah biarin Freeya pergi dari rumah"


"Kenapa, anak ini memang harus tau agar dia sadar betapa tidak bersyukur dia selama ini kita rawat".Ucap ibunya


"Dengar ya, pasang telinga kamu baik-baik karena saya hanya akan mengatakannya satu kali dan setelah kamu mengetahuinya saya harap kamu benar-benar tahu posisimu".Ucap ibunya lagi


"Kamu bukan anak dari saya dan suami saya."


"IBU ,SUDAH FREEYA SEKARANG PERGI DARI SINI"


"NGGAK POKOKNYA DIA HARUS TAU SEBELUM KELUAR DARI SINI. AYAH DIAM SAJA BIAR IBU YANG BICARA, OHH ATAU ADA YANG AYAH SEMBUNYIIN DARI IBU"


Mendengar hal itu ayahnya langsung diam.


Seketika itu juga Freeya menatap ke arah ibunya


"Saat usia kamu dua tahun, suami saya membawa seorang bayi ke rumah ini, saya awalnya tidak ingin menerima bayi itu tetapi suami saya memohon karena bayi itu tidak punya siapa-siapa yang bisa merawatnya. Dan kamu tau bayi yang datang menghancurkan keharmonisan rumah tangga saya itu siapa. Ya itu kamu Freeya.


Deg Deg


Freeya langsung menutup telinganya.


"Nggak, nggak kalian bohong Freeya anak kalian"


Jennie hanya diam menyaksikan hal ini karena sebenarnya dia sudah mengetahui itu sudah lama karena ibunya sudah menceritakannya dan itulah salah satu alasan kenapa Jennie tidak dekat dengan Freeya.


"Emang itu kenyataannya, kamu anak yang saya besarkan tapi bukan anak kandung saya"


Hiks hiks


"Ibu bohong kan karena Freeya selalu buat ibu marah makanya ibu bilang gitu"


"Terserah kamu percaya atau tidak tapi itulah kenyataannya"


Freeya kemudian menatap ke arah ayahnya


"Yah, hiks i-ni semua nggak benarkan, Freeya anak ayah kan".


Ayahnya hanya diam , dan menatap Freeya dengan tatapan nanar

__ADS_1


"Hiks KALIAN BOHONG, KALIAN HANYA NGGAK MAU FREEYA DI SINI MAKANYA KALIAN NGOMONG GITU "


Freeya kemudian memegang bahu Jennie.


"Jen, kakak ini kakak kandung kamu kan. Kamu ingatkan hiks dulu kita sering main bareng"


"Lo udah dengar yang ibu bilang. Lepasin gue deh Lo nggak usah banyak drama.


Freeya melangkah mundur memperhatikan satu persatu wajah yang pernah tinggal satu atap dengannya, wajah-wajah yang menjadi keluarganya tapi kenyataan lain menghantam telak dirinya.


"hiks hiks apa karena ini kalian selalu nggak adil sama Freeya". "Karena Freeya bukan anak kalian, makanya Freeya selalu dianggap nggak berguna".


"Apalagi, apalagi yang kalian sembunyiin. Freeya bingung kenapa terlalu banyak yang Freeya nggak tau"


"Freeya maafin ayah yang nggak jujur sama kamu, ayah hanya nggak ingin menyakiti perasaan kamu"


"BAHKAN INI LEBIH MENYAKITKAN YAH, SAKIT BANGET. KENAPA NGGAK PERNAH ADA YANG MENGINGINKAN FREEYA. KENAPA HARUS FREEYA. FREEYA BAHKAN NGGAK DITERIMA ORANG TUA FREEYA."


"AYAH HARUSNYA NGGAK USAH MIKIRIN PERASAAN FREEYA, KARENA DARI AWAL MEMANG KALIAN NGGAK ADA YANG PEDULI. HARUSNYA KALIAN BILANG DARI AWAL BIAR FREEYA BISA TAU DIRI, BIAR FREEYA NGGAK TAMBAH SAKIT MELIHAT PERLAKUAN BERBEDA KALIAN"


Semuanya terdiam, ibunya sudah duduk kembali di sofa bersama Jennie, sedangkan ayahnya masih berdiri menatap Freeya, seandainya ada yang memerhatikan raut wajah ayahnya mereka akan sadar ada setitik air mata yang jatuh.


"Ceritakan setelah itu Freeya akan pergi dari kehidupan kalian".Ucap Freeya lirih setelah berhasil menguasai dirinya.


...****************...


Pagi itu ayahnya datang membawa bayi berjenis kelamin perempuan. Istrinya yang hamil muda saat itu langsung menemui suaminya.


"Yah, ini anak siapa kenapa ayah membawanya ke sini. Ayah nggak selingkuhkan?"


"Kita duduk dulu ya , nanti ayah jelasin"


"Nggak bilang dulu ini anak siapa. Bukan anak kamu kan"


"Bukan. Kita duduk dulu nanti ayah jelasin semuanya"


Setelah duduk ayahnya mulai bercerita


"Ini anak dari sahabat ayah"


"Siapa, terus kenapa anaknya sama ayah?"


Huffft


"Dia Sahabat ayah waktu kuliah. Namanya Sari. Satu minggu yang lalu ayah nggak sengaja ketemu dia di rumah sakit ketika ayah menjenguk rekan kerja ayah yang sakit.


Saat itu ayah tidak mengenalinya karena badannya sudah kurus tidak seperti saat kuliah dulu. Ayah kemudian bertanya kenapa dia berada di rumah sakit ia bercerita kalau ia terkena kanker otak stadium akhir.

__ADS_1


Ia menangis karena ia memiliki anak yang masih kecil sedangkan suaminya pergi entah kemana.


Kemarin saat ayah menjenguknya, kondisinya sudah sangat memprihatikan ia memohon kepada ayah untuk menjaga anaknya. Ia bahkan hampir berlutut didepan ayah agar mau menjaga anaknya yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi.


Ayah yang iba melihatnya mengiyakan permintaan dan ternyata itu permintaan terakhirnya. Karena pada hari itu juga ia meninggal dunia. Setelah ayah mengurus pemakannya, ayah langsung menemui anaknya yang ia titipkan ditempat pengasuhan anak.


"Anak ini masih kecil Bu, iya masih sangat membutuhkan sosok orang tua yang lengkap. Karena itu ayah mohon tolong terima dia, untuk menjaga amanah sahabat ayah"


"Nggak kenapa harus kita yah, dia mungkin saja memiliki sahabat lain. Ibu sedang hamil 8 bulan lagi kita akan memiliki anak sendiri. Kita tidak membutuhkan bayi itu"


"Bu , ayah mohon ayah sudah janji ingin menjaganya"


"Nggak pokoknya ibu nggak mau,titipkan saja dia dipanti asuhan. Disitukan tempat anak-anak yang tidak memiliki keluarga"


"BU, KENAPA IBU TEGA SEKARANG. DIA AMANAH DARI SAHABAT AYAH"


"AYAH BERANI BENTAK IBU HANYA KARENA ANAK INI, ATAU JANGAN-JANGAN DIA ANAK AYAH DAN WANITA ITU. IYA YAH "


"ASTAGA, AYAH HANYA MENJALANKAN JANJI AYAH , KENAPA PIKIRAN IBU HARUS KEMANA-MANA". "Kalau ibu nggak mau urus bayi ini ayah sendiri yang akan mengurusnya".


"Baiklah ibu akan menerima dia tapi jangan harap ibu akan menyayanginya"


...****************...


Inilah kenyataannya ibunya meninggal dan ayahnya tidak tau entah kemana.


"Freeya bahkan nggak tau sosok yang ngelahirin Freeya ".


"Baiklah setelah ini Freeya janji nggak akan ganggu kalian lagi. Makasih karena kalian udah besarin Freeya sampai sejauh ini. Maaf karena Freeya selalu mengecewakan kalian. Sebelum Freeya pergi , Freeya ingin bertanya kepada ayah. Apa ayah mengetahui siapa ayah kandung Freeya?"


"Maaf nak a-yah tidak mengenalnya "


"Baiklah mungkin lebih baik Freeya memang tidak mengetahuinya. Jennie jaga ayah dan ibu baik-baik ya, kamu semangat kuliahnya. Freeya pamit ".


Freeya melangkah keluar namun sebelum itu ayahnya langsung memeluk tubuh itu.


"Maafin ayah nak, maaf maaf". Ayahnya terus mengucap kata maaf dengan lirih dan mencium kening Freeya.


"Hati-hati yah , setelah ini ayah harap kamu hidup dengan bahagia. Carilan kebahagiaan kamu. Maafin ayah yang telah gagal menjadi ayah yang kamu harapkan".


"Ayah jaga diri baik-baik yah, Freeya pamit".


Setelah itu Freeya keluar dari rumah dengan air mata yang mengiringinya.


"Setelah ini aku harus kemana, dunia sekejam ini candaannya ".


Inilah awal dari kehidupan baru Freeya.

__ADS_1


__ADS_2