
...Sampai jumpa semoga kita kembali bertemu dengan hati yang kembali pulih...
Disinilah Freeya sekarang di stasiun kereta. Setelah semua kenyataan yang dia terima, saatnya ia kembali untuk memulai hidup baru di tempat yang tidak ada satupun orang yang mengetahui masalalunya. Namun, sebelum pergi tadi ia sempat kembali ke rumah mantan mertuanya hanya untuk sekedar menitipkan surat untuk mama Axel yang dititipkan kepada satpam dan untuk sahabatnya ia hanya berpamitan lewat chat karena Freeya tau seandainya ia berpamitan langsung mereka tidak akan membiarkan Freeya pergi.
Flashback
Setelah keluar dari rumah orang tuanya. Freeya langsung menuju ke rumah mama Axel.
"Permisi pak"
"Iya non"
"Maaf Freeya mau titip sesuatu sama bapak"
"Nitip apa non"
"Ini untuk mama pak, tolong sampein ya kalau ini dari Freeya". Ucapnya dengan menyerahkan sebuah amplop.
Setelah itu Freeya langsung pergi. Diperjalanan menuju terminal Freeya mengambil hpnya untuk menghubungi sahabatnya di grup WhatsApp.
"Hai guys. Sebelumnya aku mau minta maaf karena nggak bisa berpamitan secara langsung sama kalian. Aku pamit ya, suatu hari nanti aku akan kembali kok. Setelah bisa menjadi Freeya yang menerima takdirnya dengan lapang dada. Makasih kalian udah selalu ada buat aku selama ini.
HEHEHE setelah ini aku mohon jangan cari aku ya, karena aku akan kembali dengan sendirinya.
Untuk Lio dan Sindi semoga kalian nantinya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah. Maaf nggak bisa hadir di acara kalian nantinya. Aku nitip ponakan yang lucu ya hehehehe. Untuk Adel cewek si barbar setelah ini kamu harus cari orang bisa lindungin kamu, bisa ngehargain kamu.
Lio kamu harus jaga kedua sahabat aku ini ya, pastikan mereka bahagia. Aku pamit semoga kita kembali bertemu dalam keadaan yang baik-baik saja. Aku sayang sama kalian.
Setelah mengirim pesan itu Freeya langsung membuang SIM nya agar mereka tidak bisa menghubunginya.
Di sisi lain mama Axel yang baru saja tiba di rumah mendapat titipan dari satpam
"Ini apa pak?"
"Hmmm itu titipan dari non Freeya Bu""Mau apa lagi dia". "Buang aja pak saya malas bukanya"
"Tapi Bu, tadi non Freeya memohon agar ibu buka amplopnya"
"CK yaudah sini"
Mama Axel langsung masuk kedalam kamarnya dan meletakkan amplop itu di atas meja rias tanpa membacanya. Ia langsung membersihkan diri .
Saat malam suaminya melihat amplop itu dan bertanya
"Ma ini amplop apa?"
"Oh itu katanya titipan mantan menantu kamu yang nggak tau diri itu"
"Isinya apa ma?"
"Mana mama tau , mama malas bukanya"
"Yaudah biar ayah aja yang buka"
"hmmm "
__ADS_1
Surat untuk mama dan ayah
Assalamualaikum ma, ayah
Mungkin setelah kalian baca surat ini Freeya udah pergi untuk memulai hidup baru. Maaf Freeya hanya bisa berpamitan lewat surat ini karena Freeya tau mama dan ayah mungkin nggak mau ketemu Freeya.
Ma, yah Freeya mau ngucapin makasih banyak telah menyayangi Freeya sedalam ini. Mama yang selalu memeluk Freeya membuat Freeya merasakan bagaimana pelukan seorang ibu yang Freeya selalu dambakan
Ayah yang selalu perhatian ke Freeya membuat Freeya merasa diinginkan. Tapi maaf Freeya justru membuat kalian kecewa.
Ma, yah jaga diri baik-baik ya. Semoga Axel nanti mendapat pengganti Freeya yang lebih baik lagi.
Ma,Yah Freeya hanya ingin mengatakan ada beberapa hal yang terlihat yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Ada beberapa hal yang tetap kelihatan bagus diluar tapi nyatanya didalam udah hancur babak belur. Begitupun dengan rumah tangga kami yang jauh hari udah sangat parah sebelum kejadian itu. Freeya bukan ingin membela diri tapi itulah yang terjadi.
Freeya pamit ya, semoga mama dan ayah selalu diberi kesehatan. Jika bertemu tanpa sengaja nanti mama dan ayah belum bisa memaafkan Freeya maka anggaplah kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Dan sampaikan permintaan maaf Freeya ke Axel ketika menjadi istri Freeya banyak melakukan kesalahan.
Setelah ayah Axel selesai membaca surat itu mereka saling menatap.
"Ma, apa ada sesuatu yang kita lewatkan?"
"Hmmm, itu hanya akal-akalannya agar kita merasa bersalah"
"Tapi ma seandainya emang karena perjodohan ini membuat mereka terluka bagaimana?"
"Sudahlah yah, ayah jangan seperti orang bodoh deh, bahkan kita nggak pernah liat Axel memperlakukan istrinya dengan kasar. Ayah liat sendiri bagaimana muka shock Axel saat perempuan itu kedapatan bersama laki-laki lain di kamar hotel."
Tapi entah kenapa setelah membaca surat dari Freeya, ia merasa ada sesuatu yang menjadi titik masalah yang tidak mereka ketahui.
"Apa aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Ayah Axel dalam hati.
"Sia*an".
Tangannya terkepal kuat. Karena perjodohan ini sahabatnya harus menanggung penderitaan dan sekarang sahabatnya memilih pergi untuk menyembuhkan dirinya.
Lio menelpon asistennya.
"Hallo cari tau siapa saja yang bekerja sama dengan perusahaan Axel, ajak mereka untuk membatalkan kerjasamanya. Perlihatkan keuntungan dua kali lipat kepada mereka apabila mereka meninggalkan perusahaan Axel"
"Maaf tuan tapi alasannya apa"
"Kamu tidak usah banyak bertanya cukup kerjakan itu. Karena saya akan menghancurkan perusahaannya sampai tidak tersisa.
Sedangkan Sindi dan Adel yang sedang berada di rumah tidak kalah kaget bahkan Adel yang lebih dekat dengan Freeya sempat pingsan.
"Hiks hiks"
"Sin gimana ini, Free-ya sendiri hiks nanti dia tidur dimana, nanti dia makan dimana hiks hiks"
"Freeya itu kuat Del, percaya dia akan baik-baik saja, mungkin dia butuh waktu sendiri saat di tau bahwa dia bukan lagi seorang istri "
"Hiks hiks dia nggak kuat seperti yang kita bayangin Sin, dia lemah bahkan lebih lemah dari kita. Hiks dia bahkan sering lukain dirinya sendiri hiks"
"Maksud kamu apa Del"
__ADS_1
"Aku pernah dapatin dia ngiris lengannya hiks, bahkan sebelum itu dia udah sering ngiris tubuhnya yang lain"
Deg
Saat itu juga Sindi yang sedari tadi berusaha kuat untuk menenangkan Adel kini juga ikut menangis.
"Bagaimana bisa Freeya yang ia lihat selalu tersenyum saat ada masalah justru melampiaskannua dengan menyakiti dirinya.
...****************...
Saat ini sudah menunjukkan jam 8 pagi dan Freeya yang telah sampai di terminal satu jam lalu masih duduk di sana.
Ia bingung saat sampai di kota ini ia harus kemana.
Seorang ibu yang sedang menunggu jemputan dan dari tadi memperhatikan Freeya akhirnya menghampirinya.
"Permisi nak"
"eh iya buk"
"Lagi ada masalah. Ibu perhatikan dari tadi kamu cuma duduk di sini"
Huffft
"Iya ibu,emang saya lagi bingung"
"Ada apa nak, sempat ibu bisa bantu"
"Hmm, saya dari kota *** mau mulai nata kehidupan di lingkungan baru Bu tapi saya bingung mau kemana?"
"Emang kenapa pindah nak"
"Aku udah nggak punya keluarga di sana Bu, jadi aku mutusin buat cari suasana baru"
"Ohh gitu, maaf ya nak ibu nggak tau"
"Nggak papa kok Bu"
"Bagaimana kalau nak"
"Nama saya Freeya Bu"
"Oh iya kenalin nama ibu Hamidah, gini saya lagi nungguin anak saya buat jemput, kalau nak Freeya nggak keberatan ikut ibu ke kampung bisa kok, daripada di sini belum tentu mau kemana juga"
"Emang desanya dimana Bu"
"Agak jauh sih, sekitar tiga jam kalau dari sini"
"Emang nggak masalah buk kalau Freeya ikut"
"Ya enggak dong, ibu malah senang kalau nanti ada teman ngobrol diperjalanan "
"Freeya mau Bu, mau banget nanti Freeya nyari kos di sana "
"Kalau kos tenang aja, dekat rumah ibu ada kost kok. Kosnya juga punya saudara ibu "
__ADS_1
"Iya Freeya mau Bu, makasih ya udah bantuin Freeya "
"Iya sama-sama nak"