Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Terbongkar


__ADS_3

...Terimakasih telah membela pemilik hati yang dihancurkan ini. Menjadi sahabat kalian merupakan hal yang sangat aku syukuri. Di saat rasa syukur itu tak pernah lagi terucap dibibirku, kini kata itu kembali terucap karena kalian...


"Bahkan ini belum satu tahun Fre tapi dia udah berani nyakitin kamu".


Bukan hanya Lio yang emosi tapi Sindi dan Adel juga ikut emosi.


Adel maju menghampiri Axel


Plak


"Dasar cowok brengsek, Lo berani banget nyakitin hati sahabat gue". Ucap Adel


Kristal berdecih mendengar ucapan Adel. Ia iri tidak seharusnya Freeya memiliki teman-teman seperti itu. Ia saja bahkan tidak memiliki teman yang seloyal itu.


Setelah menampar Axel, Adel kemudian menatap ke arah Kristal dengan tatapan yang jijik seakan yang didepannya sekarang ialah kuman .


"Ohh ini cewek pelakornya. Cih, wajar sih bajunya bahkan jahitannya belum kelar udah dipake aja. Kekurangan uang mbak sampai suami orang juga direbut".


"Maksud Lo apaan? " Sahut Kristal


" Maksud gue, Lo nggak tau malu. Bisanya cuma hancurin hubungan orang".


"Berani Lo sama gue"


"Kenapa gue harus takut sama modelan kayak Lo". Tantang Adel kembali


Entah siapa yang memulai kini Adel dan Kristal keduanya sudah saling menjambak.


Melihat itu Freeya berusaha menghentikan Adel begitupun dengan Axel yang mencoba melindungi Kristal. Sedangkan Lio dan Sindi tidak ingin melerainya. Ia bahkan mendukung Adel karena mereka sadar kekuatan Adel lebih besar apalagi jika sedang emosi seperti sekarang.


"Del udah , ini bisa diomongin baik-baik"


"Nggak bisa Fre, dia udah nyakitin kamu sama suami bajingan kamu itu".


"Del aku mohon udah ya"


"He lepasin rambut gue nggak ".Ucap Kristal mulai merasakan beberapa rambutnya rontok.


"Nggak akan setan, Lo harusnya emang diginiin. Tunggu aja gue botakin rambut Lo".


Terlihat manajer restoran dan satpam sudah mendekati mereka karena kerumunan sudah lumayan banyak


" Ada apa ini ribut-ribut, jika ingin berkelahi keluar dari sini". Ucap sang manajer.


Sebelum melepaskan jambakannya terlebih dahulu Adel menendang dada Kristal. Seketika itu Kristal jatuh dan menangis keras , mungkin karena tendangan Adel tidak main-main.

__ADS_1


Adel kembali menghampiri Kristal yang belum sempat berdiri.


"Ingat nama gue, sebelum Lo mau hancurin sahabat gue. Karena sebelum itu terjadi Lo dan pacar brengsek Lo itu yang akan lebih dulu hancur".


"Freeya kita keluar, banyak hal yang harus diselesaikan".


Sebelum benar-benar pergi Freeya menatap Axel yang menatapnya tajam. Freeya tau amarah itu akan meledek nantinya.


Setelah Adel dan Freeya dan Sindi keluar. Lio menyelesaikan urusannya di restoran termasuk urusannya dengan Axel.


"Ingat Xel, setelah ini gue nggak akan pernah diam. Mungkin Lo nggak takut dengan ancaman gue karena menurut Lo gue nggak punya apa-apa selain perusahaan kecil gue. Tapi lo salah dibalik itu semua banyak iblis dalam diri gue untuk melindungi orang-orang terdekat gue. Sekarang Lo hanya punya dua pilihan, ucapin selamat tinggal dengan perusahaan Lo itu atau ucapin selamat tinggal dengan nyawa Lo".


Setelah mengatakan itu Lio segera menyusul sahabatnya.


Disisi lain Axel dan Kristal juga bersitegang


"Kamu ngapain bilang kalau aku itu pacar kamu".


"Ya kan emang benar kamu pacar aku"


"Tapi nggak di depan mereka juga Kristal. arghhh. Gimana kalau orang tua aku tau hal ini. Bisa-bisa kita tambah nggak dapat restu"


"Ya, sorry aku kan nggak tau"


"Makanya kalau bertindak itu mikir dulu. Jadi tambah berantakan kan"


"Terus aku harus nyalahin siapa. Sudahlah beresin barang kamu kita pulang ke apartemen. Malu diliat orang".


Sedangkan Freeya dan sahabatnya sekarang berada di rumah Lio dan Adel. Tidak ada yang bicara. Mereka hanya diam memperhatikan satu sama lain.


Karena bosan dengan suasana canggung ini akhirnya Sindi memulai berbicara.


"Hmmm, Fre apa yang kamu sembunyiin dari kita?".Tanya Sindi. Lio dan Adel menatap ke arah Freeya


"Hmmm kalian udah tau tadikan".Jawab Freeya meremas tangannya.


"Jadi kamu udah tau tapi nggak pernah cerita sama kita".Tanya Adel


"Maaf"


Adel semakin menatapnya tajam


"Sejak kapan?" Tanya Adel lagi


"Pas awal nikah".

__ADS_1


Mendengar hal itu Adel jelas tidak terima. Selama ini ia kira pernikahan sahabatnya itu baik-baik saja ternyata Freeya sangat lihai memendam semuanya sendiri.


"Kamu udah tau dari awal tapi nggak pernah cerita sama kita. Kamu anggap kita ini apa Freeya?" "Kamu tau nggak, mendengar kamu diselingkuhi tadi aja rasanya aku udah gagal banget jadi sahabat kamu. Dan ditambah kamu udah tau semuanya dari awal dan seakan-akan nggak pernah terjadi apa-apa ".


Air mata Adel jatuh begitupun dengan Sindi.


"Maaf aku cuma nggak mau nambah beban kalian".


"Terus gunanya kita sebagai sahabat apa Fre, kalau kamu tetap nyimpan semua rasa sakitnya sendiri. Apa cuma kita yang jadiin telinga kamu sebagai tempat pembuangan masalah dan hal receh kita." Bahkan kita bertiga dengan santainya nganggap kamu bahagia banget saking susahnya ikut ngumpul. Tapi dari itu semua ternyata kamu lagi sakit sendiri". Ucap Sindi


Lama mereka terdiam,hanya terdengar hanya suara sesenggukan dari seorang sahabat yang terluka akan nasib yang dialami sahabatnya. Sahabat yang sedari awal tidak pernah menemukan kebahagiaan dikeluarganya dan sekarang ia kembali disakiti. Tanpa ada seseorang yang menjadi sandarannya. Mereka jelas merasa gagal sebagai seorang sahabat.


"Cerai Freeya". Ucap Lio dengan suara tegas


"Hiks nggak bisa".


"Kenapa nggak bisa, udah cinta kamu sama bajingan itu?"


Freeya tidak menjawab tapi ia hanya mengangguk


BRAK.


Lio menggebrak meja didepannya.


Untung saja dirumah sedang tidak ada orang selain mereka.


"Hati kamu bahkan udah nggak berbentuk Freeya, itu bukan cinta Freeya tapi kamu hanya menumbuhkan harapan yang bahkan tidak pernah tumbuh". "Udah nggak ada yang bisa dipertahanin Fre kalau itu menyangkut orang ketiga. Berhenti bersikap bodoh ". Ucap Lio


"Iya aku bodoh Lio, dengan lancangnya dia numbuhin rasa aku yang bahkan belum pernah terbuka sebelumnya. Kemudian ia semakin lancang hancurin hati aku setelah semuanya tumbuh. Tapi aku nggak bisa pisah Lo". Hiks hiks Aku nggak bisa"


"Kenapa nggak bisa , dia brengsek Fre. Kamu mau semakin hancur lagi. Ia?"


"Hiks aku bahkan sebelumnya udah mau pisah, tapi itu tetap nggak bisa. Terus aku harus apa selain bertahan?" Kalau aku cerai aku bakal diusir dari rumah keluarga aku. Kalau aku cerai aku bahkan kehilangan semua orang terdekat aku." Hiks hiks


BRAK


Lio kembali menggembrak meja


"Dasar keluarga sinting".


"Aku yang akan ngomong sama orang tua kamu"


"Lio hiks hiks plis jangan. Aku mau coba sekali lagi". Freeya bahkan jatuh bersimpuh tepat di kaki Lio agar ia tidak menemui keluarganya.


"Mau seberapa tertekan lagi kamu Fre, mental mu udah nggak aman, hatimu bahkan harus menerima suami dan selingkuhannya tepat di depan mata. Fre nggak papa kok menjadi egois. Selamatin jiwa kamu dulu Fre. Masih ada kita kalau mereka udah nggak mau Nerima kamu". Ucap Sindi

__ADS_1


Sindi berdiri memeluk Freeya dan hancurlah pertahanan Freeya didepan sahabatnya.


__ADS_2