Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Sedikit Kekacauan


__ADS_3

Jika sedari awal hadirku tidak diharapkan


Kenapa aku yang harus disalahkan


Aku tidak pernah memilih akan lahir seperti apa dan dari rahim siapa


Tapi kenapa seakan semuanya menghakimiku


Sa-ya neneknya Freeya "


"Maksud ibu apa?" Tanya Lio


Sedangkan Jeno yang juga di sana tampak santai karena dia sudah mengetahui sebelumnya.


"Saya nenek kandung Freeya"


Deg


"Maksud anda apa? Maaf Bu tapi setau saya Freeya tidak memiliki keluarga kecuali keluarga angkatnya dulu". Ucap Lio menatap tajam. Ia khawatir seseorang akan memanfaatkan hidup Freeya.


"Tapi itu kenyataannya nak". Ucap ibu Rosma


"Tunggu dulu, bagaimana bisa ibu mengatakan sebagai nenek Freeya. Ibu tidak bisa mengatakan hal itu tanpa bukti terutama hal ini melibatkan Freeya". Ucap Adel


"huffft tapi saya serius, saya pun awalnya tidak tau bila Freeya cucu saya. Tapi anak buah saya telah membuktikan kalau Freeya adalah anak dari anak saya Sari".

__ADS_1


"Hahahaha sangat lucu ya, seseorang tiba-tiba saja mengaku menjadi bagian dari hidup Freeya tapi bahkan ia tidak ikut andil dalam kehidupan Freeya selama ini". Ucap Lio lagi yang membuat ibu Rosma kembali merasa bersalah


"Kemana saja anda selama ini ? Kenapa anda tidak mencarinya sedari awal? Apa anda tidak mengetahui bahwa anda memiliki cucu?" Tanya Jeno yang sedikit Banyaknya sudah mengetahui kehidupan Freeya.


"Sa-ya sudah tau kalau memiliki cucu".Ucap ibu Rosma menunduk


"Terus kemana anda selama ini? Saat dia mengharapkan sosok sebagai keluarga kenapa anda tidak pernah datang. Saat ia merasa tidak dibutuhkan kenapa anda tidak datang merengkuhnya?" "Atau emang yang dikatakan Freeya, suatu kebenaran kalau keluarganya tidak pernah membutuhkannya?"Ucap Adel dengan nafas memburu.


"Sa-ya bingung, saat itu saya mengetahui bahwa anak saya Sari meninggal dunia , tidak lama suami saya juga meninggal menyusul anak saya. Saya yang terlalu merasa sakit ditinggalkan memilih meninggalkan kota J dan pindah ke sini. Saya lupa bahwa masih ada sosok kecil yang jauh lebih kehilangan dibanding saya".


"Dan anda tidak pernah berinisiatif mencari cucu anda?" Tanya Lio


"Saya salah, saya hanya merasa malu dengan perbuatan saya di masa lalu. Karena mengusir anak saya dalam keadaan hamil, cucu saya juga ikut menjadi korban".


FREEYA


"Kenapa anda harus muncul, saya sudah terbiasa dengan kesendirian. Saya memang bukan sesuatu yang diharapkan kan?"


"Nak, maafkan nenek. Tidak seperti itu maksud nenek"


"Nyatanya memang seperti itu kan. FREEYA BAHKAN NGGAK DIHARAPKAN SEJAK DALAM KANDUNGAN. NYATANYA IBU FREEYA HARUS TERUSIR DARI RUMAH HANYA KARENA MENGANDUNG FREEYA. ANDA TAU GIMANA SAKITNYA SAAT DIUSIR DARI RUMAH?" HIKS ITU SEPERTI KITA NGGAK ADA HARGANYA DI DUNIA INI, ITU SEPERTI KITA HANYA SEBUAH SAMPAH YANG TANPA GUNA AKAN LANGSUNG DI BUANG. RASANYA SAKIT, DAN ITU YANG IBU SAYA ALAMI, KEMUDIAN HARUS SAYA ALAMI JUGA". Ucap Freeya berteriak melampiaskan kekecewaannya .


"Apa kami nggak berhak hidup bahagia? Apa kami nggak berhak menerima pengampunan?. Bahkan sosok yang sedang berdiri di hadapan anda saat ini mungkin saja mengalami karma yang sama. Terusir dengan keadaan yang hamil tanpa sosok seorang suami". Mereka yang ada di situ hanya bisa menatap pilu ke arah Freeya


Deg

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada satu sosok yang sedari tadi ikut mendengar perkataan Freeya dari luar.


"Maaf nak, maafkan nenek. Nenek salah. Ampuni nenek. Maaf karena keegoisan nenek kamu harus menderita. Kamu harus kehilangan ibu kandung kamu. Maaf nak"


"IYA ITU SEMUA KARENA ANDA".Teriak Freeya


"Auuu sssss, sakit"


"Astaga, Fre perut kamu kenapa?" Ucap Adel yang langsung bergerak memapah Freeya untuk duduk


"hiks pe-rut aku sakit Del?"


"Kita ke rumah sakit sekarang, Lio siapkan mobilmu" Ucap Jeno


Brug


Seseorang mendobrak pintu.


"Lo? Ngapain Lo kesini baj*Ngan?" Ucap Jeno


"Stop. Kalian nggak liat Freeya kesakitan. Jangan urus yang lain dulu. Freeya lebih penting sekarang ". Ucap Adel


"Sini Del, biar aku gendong ". Ucap Jeno


Sedangkan KAI yang mendobrak pintu tadi mendekat ingin mendekati Freeya, tapi Freeya langsung membuang muka dan mengeratkan tangannya di leher Jeno. Membuat Kai hanya bisa berdiam mematung di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2