Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Menyenangkan diri sendiri


__ADS_3

...Mencoba membiasakan diri...


...Hingga akhirnya semakin terbiasa...


Hari ini Freeya dan ketiga sahabatnya berencana untuk liburan satu hari di pantai.


Drrrt drttt


"Hallo"


"Hallo Fre, kamu mau dijemput nggak atau kita ketemuan dimana?" Tanya Adel


"Hmmm kalian jemput aku aja ya. Aku malam mau pesan taksi lagi ".


"Ohhh ya udah kamu siap-siap ya, kita udah mau berangkat nih"


"Oke"


Freeya kemudian bersiap-siap. Ia hanya membawa pakaian ganti seandainya nanti bajunya kotor terkena air atau pasir.


30menit kemudian para sahabatnya sampai di depan rumah Freeya.


"Hai Fre"


"Hallo, kalian mau mampir dulu atau mau langsung berangkat?"


"Langsung ajalah keburu siang. Nanti panas kalau kita nyampenya lama"


"Oke"


"Barang kamu cuma itu Fre?" Tanya Sindi


"Iya kita nggak nginap kan"


"Ohh nggak yaudah, naik gih kita berangkat "


Freeya pun naik kemobil iya duduk dibelakang bersama Adel, sedangkan Sindi menemani Lio menyetir.


"Ehhh kita mampir beli cemilan dulu nggak sih"


"Iya mampir aja dekat sini juga ada minimarket kok"


Dua jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai juga. Di sana sudah beberapa orang yang berenang


"Wow MasyaAllah indah banget, udaranya nggak kaya pantai di daerah kita".Ucap Adel


"Iya keren banget. Berasa langsung mau nyebur"


"Ya udah ayo kita ke sana, bawah barang-barang yang mau dibutuhin".


Lio kemudian menggelar karpet di tempat yang agak jauh dari banyak orang. "Makanannya taro di sini aja, nggak ada yang akan ngambil kok". Ucap Lio


"Oke"


"Yang ke sana yu potoin aku". Ucap Sindi


Akhirnya Sindi dan Lio berjalan menuju ke tempat yang cocok untuk spot Poto, di sana juga sudah rame".


"Fre, jalan-jalan yu, masa kita cuma duduk di sini. Aku mau update Poto tau ".Ucap Adel

__ADS_1


"Terus makanan kita gimana?"


"Ya biarin di situ aja. Kata Lio nggak ada juga yang mau ambil".


"Hmmm ya udah deh"


Mereka kemudian menyusul Lio dan Sindi


"Wow airnya bersih banget Fre, berenang yu"


"Nggak ahh, aku nggak jadi berenang banyak orang tau yang berenang nanti kalau ada yang buang air kecil pas berenang gimana Del"


"Ya nggak papa kan air laut juga asin jadi nggak akan kerasa orang udah kecil atau tidak"


"Kamu mau aku potoin nggak?"


"Ya jelas mau dong"


Freeya kemudian mengambil gambar Adel beberapa kali .


"Aku mau berenang Fre, kalau kamu nggak mau kamu jalan-jalan aja "


"oke"


Freeya akhirnya menyusuri pantai seorang diri. Setelah jauh dari kerumunan, ia akhirnya duduk menghadap ke arah laut


"Bagus banget "


"Tenang tapi menghanyutkan "


"Di sini sepih tapi kok nyaman ya"


Ternyata ia menulis nama ayah,ibu adik dan namanya sendiri.


"Tuh kan laut aja nggak ngerestuin nama aku berada di antara nama kalian".


Nama Freeya sebagian terhapus oleh ombak kecil yang datang setelah selesai menulis.


Ia kemudian kembali menulis, kali ini ia menulis namanya dan Axel. Namun belum selesai menulis ombak kembali datang menghapusnya.


"Ya gimana dong, emang kita nggak jodohkan". Ucap Freeya dengan entengnya


Ia kemudian membuang kayu tersebut dan melangkah ke arah laut.


"Airnya cukup dingin juga"


Freeya semakin berjalan ketengah bahkan sekarang air sudah diatas pinggangnya. Semakin berjalan dan kini air sudah diatas dadanya. Namun, sebelum semakin jauh ia mendengar dari kejauhan suara para sahabatnya yang terus berteriak memanggilnya. Seketika kesadaran Freeya kembali muncul. Ia dengan cepat kembali ke tepi pantai.


"Freeya". Ucap Adel berlari dan langsung memeluknya


"Kalian kenapa?"


"Kamu yang kenapa Fre, tiba-tiba hilang dan sekarang basa kuyup begini?"Ucap Sindi


"hehehe maaf, tadi tu aku lagi jalan-jalan nggak taunya sampe ke sini. Karena aku liat airnya tenang banget jadi aku berenang deh. Padahal tadi aku udah bilang sama Adel kalau nggak mau berenang". Ucap Freeya dengan cengirannya.


"Kamu jangan lakuin hal-hal aneh ya Fre".Ucap Lio tajam


"Apasih, hal aneh apa, orang aku cuma berenang soalnya enak nggak ada yang liatin".

__ADS_1


"Hmm yaudah kita balik ke sana sekalian ganti baju sebelum makan siang".


Mereka kemudian kembali ketempat semula untuk membersihkan diri. Setelah selesai mereka kembali berkumpul ditikar.


"Ayo makan tadi aku yang pesan nasinya di sana supaya diantar ke sini".Ucap Lio


"Kita mau nunggu sampai matahari tenggelam atau udah mau pulang?" Tanya Freeya


"Pulang aja de, nanti keburu malam. Mana nanti kalau udah masuk kota ketemu macet" Ucap Adel yang diangguki Sindi.


Satu jam kemudian mereka beranjak untuk pulang. Namun, mereka sering sekali mampir ditempat penjual oleh-oleh atau tempat makanan pinggir jalan yang terlihat sangat enak.


Akhirnya mereka sampai di rumah Freeya menjelang sholat magrib.


"Kita nggak mampir ya Fre, badan minta langsung istirahat soalnya"


"iya, kalian hati-hati ya. Makasih udah nganterin"


"Hmmm, sih bajingan itu ada di rumah Fre? Tanya Adel penasaran


"Hmmm, kayaknya belum sih"


"Tapi dia pulang tiap hari kan?.Tanya Adel lagi


"Iya, tapi emang biasa hampir isya baru pulang". Jawab Freeya bohong


"Ya udah Fre ,kita pulang dulu ya. Kamu juga harus istirahat". Sahut Lio menghentikan Adel yang masih ingin bertanya


Setelahnya Freeya memasuki rumah dan langsung ke kamar untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, ia mengambil laptopnya dan menuju ke arah kasur untuk melanjutkan tulisannya yang masih memerlukan beberapa bab lagi sebelum selesai.


Sekitar pukul 10 malam, Freeya yang masih fokus dengan laptopnya mendengar suara deruh mobil yang berhenti.


Ceklek


"Mas Axel". Ucap Freeya. Bukannya senang melihat Axel , perasaannya langsung merasa takut sedangkan matanya waspada memperhatikan pergerakan Axel.


"Mas Axel mau mandi?" Tanya Freeya agak takut, ia masih ingat posisinya sebagai istri yang harus melayani kebutuhan suaminya. Tapi bukannya menjawab Axel berlalu begitu saja kearah kamar mandi.


Huffft seperti melihat hantu saja jantungku ini, ucap Freeya dalam hati


Tidak sampai 5 menit, Axel kemudian keluar dari kamar mandi


"Minggir".Ucap Axel dingin.


Freeya kemudian menggeser badannya hampir ketepi kasur.


"Gue bilang minggir, gue mau tidur. Lo tidur di sofa, gue nggak mau tidur disamping wanita kayak Lo"


Tanpa berkata-kata Freeya kemudian bangkit dan menuju ke sofa untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Mas Axel kenapa ya tiba-tiba pulang, untung dia malam ini jinak nggak ngereok kayak biasanya. Setelah lelah, Freeya mematikan laptopnya dan menuju ke kamar lain untuk mengistirahatkan diri.


Pagi-pagi sekali Freeya bangun untuk membuatkan sarapan untuk Axel. Setelah selesai ia ke atas untuk menyiapkan baju kerja Axel.


Freeya menunggu Axel untuk turun. Namun, ketika Axel turun yang ia kenakan bukan pakaian yang disiapkan Freeya.


"Mas Axel sarapan dulu"

__ADS_1


"Mas". Panggil Freeya lagi tapi Axel berlalu keluar begitu saja.


__ADS_2