
Hari yang dinanti-nanti Lio dan Sisi pun akhirnya tiba. Hari ini mereka akan melangsungkan pertunangan mereka di salah satu hotel terbesar milik Lio yang sangat jarang diketahui sesama rekannya bahwa itu merupakan hotel miliknya.
Axel turut di undang di pertunangan ini. Dengan terpaksa Axel harus kembali ke rumah untuk mengajak Freeya berangkat bersama.
Setelah sampai di rumah Axel langsung turun untuk menemui Freeya, sedangkan Freeya sendiri sudah mengenakan pakaiannya tinggal memperbaiki dandanannya. Awalnya ia berencana akan berangkat menggunakan taksi karena ia mengira pertunangan Lio hanya dihadiri orang-orang terdekatnya.
Setelah ia siap, Freeya mengambil tas kecil yang berasa di atas kasur. Namun, saat ia membuka pintu kamar, Axel sudah muncul didepannya.
"Eh".Kaget Freeya
"Tungguin gue, kita berangkat bareng "
"Emang kamu diundang?" Tanya Freeya bingung
"Maksud Lo ngomong gitu apaan.Lo kira gue nggak seterkenal itu di dunia kerja sampai gue nggak diundang"
"Sorry, aku kira cuma teman sama keluarga dekatnya aja yang diundang".
"Pokoknya tungguin gue, jangan sampai citra gue sebagai suami Lo rusak gara-gara kita nggak berangkat bareng".
Axel kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri , sedangkan Freeya menunggu Axel di ruang tamu.
Setelah lima belas menit menunggu Axel dan Freeya kemudian berangkat ke acara pertunangan Lio.
Selama dalam perjalanan tidak ada yang memulai percakapan. Freeya terus melihat ke arah luar sedangkan Axel hanya fokus menyetir tanpa melirik Freeya.
Ciitt
Akhirnya mereka sampai di hotel.
Freeya yang sudah bersiap untuk keluar seketika menatap ke arah Axel ketika mendengar Axel berbicara.
"Lo dengar ya selama di sini Lo harus berpura -pura dihadapan sahabat Lo itu kalau kita udah nggak ada masalah apapun. Gue nggak mau proyek kerja sama gue dengan perusahaan dia gagal karena Lo".
"Hmmm".Jawab Freeya
"Gue nggak peduli sama orang lain ,karena mereka nggak kenal istri gue yang sekarang, yang gue peduliin itu tentang perusahaan gue, jadi jangan sekali-kali Lo ngomong yang nggak-nggak sama Adelio ".
Mereka kemudian turun, dan memperlihatkan undangan mereka sebelum diizinkan masuk. Setelah memasuki tempat diadakannya acara, suara MC sudah mulai terdengar.
"Wow ternyata rame banget, pantas Axel juga dapat undangan".Ucap Freeya dalam hati
Berhubung karena acara udah mau dimulai, ia tidak sempat bertemu dengan para sahabatnya. Akhirnya ia memilih untuk duduk di kursi bagian pojok yang jarang orangnya. Sedangkan Axel setelah sampai di ruangan langsung bergabung dengan rekan koleganya.
Freeya tersenyum menyaksikan Adelio yang memasangkan cincin ke jari Sindi.
"Serasi banget sih mereka".Ucap Freeya kagum menatap sepasang kekasih yang sekarang saling memeluk diatas panggung diiringi suara tepuk tangan dari tamu undangan.
"Aku bahkan juga pernah punya mimpi kayak gini, tapi sepertinya hal yang seperti ini udah nggak mungkin aku dapetin. Hidup sehat aja udah baik".Ucap Freeya dalam hati
"Kenapa duduk disini?"
Mendengar seseorang berbicara , Freeya menoleh ke samping
"Kamu?"
"Hai, kok duduk sendirian di sini?"Tanya seseorang yang sekarang duduk di hadapan Freeya
__ADS_1
"hmmm lebih enak aja duduk di sini"
"Suami kamu emang kemana?"
"Hmmm lagi ketemu sama rekan kerjanya"
"Kok nggak ikut"
"hmm malas aja, lebih enak duduk disini"
"Kamu sendiri ngapain di sini Kai, nggak ikut gabung sama teman-teman yang lain"
"Udah tadi, malas juga lama-lama ngobrol, banyak yang cari kehormatan kalau udah ngumpul kek gini".Ucap Kai
Ya seseorang yang sekarang bersama Freeya yakni Kai.
Freeya kemudian diam dan kembali memperhatikan Lio dan Sisi.
"Kalau nggak salah pak Adelio juga hadir ya pas nikahan kamu?"
"Iya, kebetulan dia sahabat aku"
Tidak berapa lama seorang yang merupakan rekan kerja Kai menghampiri meja mereka
"Selamat malam pak Kai"
"Selamat malam pak Handoko"
"Wah rupanya diam-diam pak Kai sudah ada gandengan ya pak"
"Pak Kai bahkan udah keliatan cocok banget, semoga langgeng ya pak".Lanjut pak Handoko
"Doain aja pak"
"Aamiin".
Sedangkan Freeya sudah mulai risih mendengar pernyataan dari rekan kerja Kai.
"Ya sudah pak Kai, saya ke sana dulu ya"
"Silahkan pak"
Setelah kepergian pak Handoko, Freeya menatap tajam KAI.
"Kamu apa-apaan sih minta doain segala bukannya klarifikasi ".
"Lagi malas ngomong Fre"
"Tapikan dia bisa salah paham".Ucap Freeya lagi
"Ya, itu terserah dia.Orang dia juga nggak kenal Ama kamu.Paling besok udah lupa muka kamu diakan udah tua. Jadi biarin aja"
"Serah kamu lah".
Setelah beberapa saat Axel akhirnya menemui Freeya.
"eh KAI, Lo udah dari tadi di sini?"Tanya Axel
__ADS_1
"iyanih, sorry ya gue temanin bibi Lo, soalnya kasian dia sendirian. Gue kira Lo nggak datang, soalnya bini Lo kayak perawan nganggur nggak tau mau kemana"
"Nih orang kenapa sih, bukannya aku tadi udah bilang kalau Axel lagi sama rekannya ".Ucap Freeya dalam hati
"Ohh iya tadi,gue nyamperin yang lain ke sana, udah gue ajakin tapi Freeyanya milih disini"
"Ohh yaudah kalau gitu gue kesana.Udah ada loh juga".
"Iya"
"Fre, aku duluan ya".Ucap Kai
"Hmmm"
"Kita pulang sekarang ".Ucap Axel
"Tapi aku belum ngucapin selamat sama Lio".
"Yaudah, kita bareng ke sana .Tadi gue udah ngucapin tapi sekarang gue harus ngantar Lo sendiri ke sana". Yang diangguki Freeya
Mereka kemudian menuju ke arah Lio yang sudah bergabung dengan keluarganya.
"Hmm, Lio Sindi".Sapa Freeya
"Eh Fre, kita kira kamu nggak datang" Ucap Sindi memeluk Freeya
"hahahaha masa sih aku nggak datang, di acara bahagia kalian. Aku udah dari tadi sini kok cuma emang aku duduknya dipojokan jadi nggak keliatan ".
"Kok nggak langsung nyamperin kita?" Tanya Lio
"Soalnya pas nyampe di sini, MC udah mau mulai ,jadi sekalian pas acaranya selesai aja
"Ohh ya selamat ya buat kalian, aku selalu doain semoga kalian selalu bahagia dan langgeng. Ingat ya kalau ada masalah bicarain baik-baik ".Ucap Freeya
Sindi kemudian kembali memeluknya dan Lio menepuk halus kepalanya
"Makasih ya, aku Lio dan Adel juga pasti selalu doain kebahagiaan kamu "
Setelah acara pelukan selesai Lio menatap Axel yang berada dibelakang Freeya.
"Gue udah nggak mau minta janji sama Lo, tapi gue cuma mau bilang sekali lagi jangan nyakitin sahabat gue lagi karena nyawa Lo cuma satu".
"Hmmm" Jawab Axel yang merasa harga dirinya direndahkan . Baru kali ini ia diancam dengan orang sama hanya karena seorang bernama Freeya.
"Ohh ya Adel dimana?" Tanya Freeya mencairkan suasana yang mulai tegang.
"Hmm nggak tau tuh anak , pas acara tukar cincin tadi, dia langsung ngilang. Lagi renungin nasib jomblonya kali. Ucap Lio yang membuat Freeya tertawa.
"Ya udah deh, aku pamit balik ya. Salam sama Adel sama keluarga kalian yang lain ya"
"Ya udah hati-hati ya".Ucap Lio dan Sindi
"iya"
"Permisi pak Lio". Pamit Axel
"Hmmmm"
__ADS_1