
...Mereka hanya melihat luarnya, tapi dengan begitu buas menghakimiku...
Nyatanya kedatangan Lio ke tempat Freeya, menjadi bumerang bagi Freeya.
Saat itu ada ibu-ibu yang sedang lewat di depan kost Freeya. Ia melihat beberapa orang yang sedang berdiri di depan kamar Freeya, namun tidak lama hanya satu orang yang berdiri menunggu Freeya. Ibu-ibu melihat Freeya yang membuka pintu dan mengizinkan Lio untuk masuk ke kamarnya.
"Bu, liat tuh, si Freeya berani banget bawah masuk cowok ke kamarnya"
"Iya Bu, emang benar sih, dia itu cewek nggak benar. Kemarin-kemarin dekat sama anaknya ibu Hamidah yang katanya keluarga, sekarang cowok yang beda lagi"
"Tangkapannya juga bagus banget, liat tuh mobilnya pasti mahal tu Bu".
Kedua ibu-ibu itu sibuk membicarakan yang tidak-tidak tentang Freeya.
Saat Lio pergi mereka baru berani mendekat ke arah Freeya, yang masih berada di luar saat mengantar Lio keluar tadi.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Kai menghancurkan segala barang yang berasa dihadapannya.
Ia sangat murkah mendengar kabar dari orang suruhannya bahwa wanita yang di anggap Freeya ternyata hanya mirip.
"Maaf kami mengecewakan tuan". Ucap suruhannya menundukkan kepala
Kai maju dan menarik kerah baju bawahannya.
Bugh
Bugh
"Kenapa kalian harus kasih harapan ke saya kalau itu memang Freeya kalau ternyata kalian tidak melihatnya langsung"
"Maaf tuan, awalnya memang kami yakin tapi saat kami ke tempat tersebut beberapa penduduk di sana mengatakan tidak ada yang bernama Freeya, mereka hanya orang yang kebetulan mirip. Saya sendiri telah melihatnya langsung tuan"
Prang
Prang
Kai melempar Gucci dan laptop yang ada dihadapannnya saat ini.
Ia telah berharap banyak bahwa ia akan segera bertemu Freeya, nyatanya itu hanya angan semata.
"Saya nggak mau tau kalian harus menemukannya, kalau perlu saya akan membayar kalian lebih dari yang kalian terima".Ucap Kai
...****************...
__ADS_1
"Wah wah wah, tidak di sangka ternyata kamu hebat juga ya". Ucap salah satu ibu yang berada di sana.
"Maksud ibu apa ya?"
"Eh, pura-pura bodoh lagi, kamu tadi berdua didalam kamar dengan laki-laki kan"
"Bu, kalian salah paham, dia teman Freeya yang datang buat jenguk"
"Emang harus di dalam ,kan bisa di luar. Itu pasti cuma akal-akalan kamu kan supaya kami percaya"
"Bu, saya serius, kami hanya membicarakan beberapa hal itupun saya tidak menutup pintu karena takut terjadi fitnah"
"Alah, dari awal saya udah duga, kamu itu nggak sebaik yang terlihat. Sekarang kamu ninggalin si Jeno karena tangkapan kamu lebih kayakan".Ucap ibu yang lain.
Melihat keributan di depan kost membuat warga yang lewat serta penghuni kost yang lain keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan kebetulan pada saat itu ibu Hamidah juga ada karena ia memang ingin memberikan hasil penjualan kue kepada Freeya.
"Eh ini ada apa rame-rame begini?" Tanya ibu Hamidah
"Ini ni wanita yang ibu Hamidah bangga-banggakan sebagai anak yang baik, nyatanya memiliki sifat yang tercela.
"Maksud ibu ini apa, seenaknya saja mengatakan hal seperti itu kepada Freeya". Ucap ibu Hamidah
"Dengar baik-baik ya kalian yang di sini, wanita ini telah membawa laki-laki ke dalam kamar kostnya, kami berdua yang melihatnya langsung, bahkan saya memiliki video saat laki-laki itu keluar dari sana".Ujar ibu itu menggebu-gebu "
Sementara Caca yang berada di situ memberanikan diri untuk bicara
"Hmm, ta-di saya yang memperlihatkan kamar Freeya karena ia mengatakan teman Freeya Bu".
"Terus kenapa harus di dalam sedangkan di luar juga bisa?" Tanya ibu yang mulai penasaran dengan kejadiannya
"Ada sesuatu yang harus saya dan teman saya bicarakan, dan itu membutuhkan privasi "
"Alah, kamu jangan banyak ngeles lagi, sangat tidak wajar seorang wanita dan laki-laki berada di diruang yang sama apalagi waktunya sangat lama kalau tidak melakukan sesuatu ". Ucap ibu yang sedari awal menjadi kompor.
"Ibu-ibu dengar sendiri tidak ada yang terjadi kenap harus memperpanjang masalah ini"
"Astaga ibu Hamidah udah kena jampi-jampi dari dia ya, kenapa selalu membelanya. Harusnya ibu marah karena ia mencampakkan Jeno begitu saja"
"Saya dan Jeno hanya berteman Bu, dan saya hanya tidak ingin menjadi buah bibir makanan saya menyuruh Jeno untuk menjauh".Ucap Freeya
"Saya tidak mau tau, karena saya yang Melihat langsung tadi, kamu harus bertemu dengan pak RT sekarang juga".
Kedua ibu itu menyeret tangan Freeya dan ibu Hamidah mencoba menahannya.
"Astaga,kalian ini kenapa harus sekeras itu sama Freeya, kasihan dia". Ujar ibu Hamidah
__ADS_1
"Ibu diam saja biar ini menjadi urusan pak RT"
"Bu, lepasin saya , saya benar-benar nggak ngelakuin apapun Bu" Ujar Freeya lagi
Karena Freeya yang terus berontak membuat ibu-ibu kewalahan dan menghempas dengan keras tangan Freeya hingga ia jatuh ke tanah.
"Astaga nak perut kamu nggak papakan".Ucap ini Hamidah khawatir.
Tanpa mendengar jawaban dari Freeya ibu Hamidah bangkit dan menampar salah satu di antara mereka
"Kalian sudah gila ya, kalian umurnya saja yang tua tapi kelakuan seperti bocah SD, apa dengan kalian menyeretnya masalah akan selesai ". Ucap ibu Hamidah
"Kau ,berani sekali kau menamparku"
Ibu itu kemudian menarik rambut ibu Hamidah, dan terjadilah aksi saling Jambak tanpa ada uang melerai .
Freeya yang melihat wajah ibu Hamidah terlihat kesakitan perlahan bangun untuk membantu namun, dia kembali terjatuh saat ibu yang lain mendorongnya "
"Auh, sakit"ucap Freeya meremas perutnya
Ibu Hamidah langsung menendang perut ibu yang menjambaknya dan lari ke arah Freeya.
"Nak, kamu kenapa ada yang sakit?" Tanya ibu Hamidah
"Hiks ibu, perut Freeya sakit"
"Astaga nak, ayo bangun biar ibu bantu kita ke puskesmas ". "APA DARI KALIAN TIDAK ADA YANG PUNYA HATI NURANI, MEMBICARAKAN ANAK INI KESAKITAN SENDIRI." Teriak ibu Hamidah
Ibu Hamidah Kemudian dibantu Caca untuk memapah Freeya dan memanggil angkot untuk membawa Freeya ke puskesmas. Ibu-ibu yang sedari awal mencari masalah juga ikut bukan karena khawatir, tapi karena penasaran bagaimana Freeya bisa kesakitan hanya karena terjatuh jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan.
Setelah Freeya diperiksa, dokter kemudian berbicara dengan ibu Hamidah.
Sedangkan yang lainnya mencoba memasang telinga mereka dari luar.
"Ibu Freeya tidak apa-apa Bu, hanya saja tadi kandungannya shock karena terjatuh cukup keras"
"Tapi janinnya baik-baik saja kan dok?" Tanya ibu Hamidah
"Alhamdulillah baik Bu, tapi kandungannya sedikit lemah. Jadi tolong asupan makannya di jaga. Setelah infusnya habis Bu Freeya bisa langsung pulang "
"Baik dok"
Sedangkan di luar sudah ricuh mendengar bahwa ternyata Freeya selama ini hamil, tapi mereka tidak melihat suami Freeya.
Kedua ibu-ibu yang ada di sana tersenyum puas. Mereka melihat cela untuk menjatuhkan Freeya. Mereka tidak akan terima Freeya masih tinggal di sini sedangkan statusnya saja tidak jelas.
__ADS_1