
...Dia adalah sayap saat saya akan jatuh, ...
...Tapi sekarang situasinya telah berbeda karena kini ia yang dengan sukarela menjatuhkan saya....
Pagi harinya mama Axel membangunkan Axel untuk segera sarapan.
"Axel, bangun suster sudah membawa sarapan untukmu"
"Hmm, auwww, "Axel merintih merasakan sekujur badannya yang tampak remuk. Namun, mamanya tidak memperlihatkan rasa khawatirnya sama sekali. Justru sekarang Axel tidak bisa menebak raut wajah mamanya yang tampak datar.
"Habiskan sarapanmu karena setelah ini mama akan menagih semua penjelasan darimu"
"Hmmm"
Dengan tangan yang gemetar ia perlahan menyuapkan bubur ke dalam mulutnya. Bukan karena masih terlalu lemah sehingga tangannya gemetar, ia hanya tidak siap kembali mengecewakan orang tuanya.
Bubur yang dia makan semakin terasa hambar takkala menyadari bahwa ayahnya tidak menjenguknya.
Tidak berapa lama, Axel akhirnya selesai dengan sarapannya.
Mama Axel kemudian menarik salah satu kursi dan duduk tepat disamping Axel
"Apakah mama sudah bisa memulainya Axel?"
"Hmm".Jawab Axel dengan anggukan tanpa berani melihat ibunya
"Baiklah darimana mama akan bertanya?"
"Terserah mama".Ucap Axel lirih
"Hufff baiklah, mama tidak akan segan lagi , jadi mama harap kamu jawab dengan sejujurnya sebelum mama yang mencari tau sendiri"
"Apa video yang ayah lihat itu semuanya benar. Apa kamu sering melakukan kekerasan kepada Freeya?"
Axel hanya menunduk dengan meremas kedua tangannya dibalik selimut.
"Axel tatap mama, apa Axel telah membohongi mama?"
"Maaf" jawab Axel
"Dalam hal apa?""Apa video itu memang benar ?"
Axel kembali diam
"AXEL JAWAB MAMA. APA SELAMA INI KAMU MEMPERLAKUKAN FREEYA DENGAN TIDAK LAYAK?"
"Maaf ma, Ax-el khilaf ".
"Khilaf seperti apa Axel?"
"Axel se-ring menamparnya, Axel sering menjambaknya bahkan menenggelamkan wajahnya ke dalam bak mandi ".
Deg
__ADS_1
Deg
Mendengar jawaban dari anaknya sendiri Mama Axel berdiri dan mundur secara perlahan.
Ia tidak menyangka anak yang dia banggakan, bahkan ia bela selama ini telah menyakiti istrinya.
"Apalagi yang kamu lakukan?" Tanya mama Axel
"Ax-el kenalin kekasih Axel sama Freeya saat masih menikah dulu, bahkan Axel sering bawah dia ke rumah , maaf".
Plak
Axel mendapat tamparan dari mamanya
"Apalagi yang kamu lakukan terhadap Freeya?" Ucap mama Axel dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Ma,Axel minta maaf udah ngecewain mama".Ucap Axel sembari meraih tangan mamanya, tapi mama Axel langsung menepisnya.
"Jawab pertanyaan saya, apalagi yang kamu lakukan terhadap Freeya?"
"Ax-el , sering mengatainya wanita mura*an dan jal*Ng".
Mama Axel kembali emosi, namun ia juga mengingat saat kejadian di hotel lalu, ia mengatai Freeya seperti Axel, tanpa mendengar penjelasan Freeya.
"Bagaimana dengan kejadian di hotel?"
Deg
Tidak mungkin ia harus jujur dengan mamanya mengenai masa lalu kelamnya yang membuat Freeya menjadi korban. Ia belum siap melihat mamanya yang kembali kecewa.
"Apa kamu juga yang membuatnya terlihat mura*an di mata mama saat itu?"
Axel dengan cepat menggeleng. Sebenci-bencinya dia saat itu terhadap Freeya, ia tidak akan mungkin melakukan hal sekejam itu.
"Lalu kenapa dia bisa berada diranjang yang sama dengan lelaki lain?"
Axel kemudian menatap wajah mamanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Apakah hari ini ia akan mematahkan hati dari wajah wanita paruh baya yang teramat dicintainnyan. Ia sungguh belum sanggup, tapi ia juga tidak ingin semakin menambah kekecewaan orang tuanya bila semakin jauh berbohong.
"Dia balas dendam". Jawab Axel
"Jangan bertele-tele, mama tidak ingin mendengar jawaban yang ragu-ragu, jika kamu memang tidak ingin bercerita, makan mas sendiri yang akan mencari tau. Mama hanya memberikan kesempatan untukmu berkata jujur.
Hufff
"Maaf bila jawaban Axel ini kembali mematahkan hati mama. Dia Kai, orang yang ingin balas dendam kepada Axel. Namun, sayangnya yang menjadi korbannya ada Freeya. Kai mengira saat ia berhasil menyentuh istri Axel, maka dunia Axel akan runtuh, nyatanya tidak karena Axel tidak mencintai Freeya. Freeya harus menjadi korban dari masa lalu kelam Axel. Axel pernah melecehkan saudara Kai dan akhirnya Kai melakukan hal yang sama terhadap Freeya ". Ucap Axel dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung.
Jelas dalam hatinya muncul perasaan bersalah, saat ia mengetahui alasan Kai melakukan hal itu. Tapi ia juga tidak ingin meminta maaf, karena Axel masih menganggap keluarga Freeya dalang dibalik kehancurannya.
Deg
Mama Axel merasa kakinya tidak bertenaga lagi, ia langsung jatuh terduduk dilantai.
__ADS_1
"Mama"
Axel mencabut selang infus yang menempel di tangannya. Ia langsung menghampiri mamanya, namun belum juga sampai di hadapan mamanya, ia langsung menghentikan langkah.
"Berhenti di situ". Ucap mama Axel
Kini mamanya menatap Axel dengan rasa kecewa yang berlipat ganda, bagaimana bisa anaknya menjadi orang yang bajin*an seperti ini.
Hiks hiks
"Bagaimana bisa anak yang selalu saya ajar untuk menghormati wanita, justru menjadi laki-laki yang biadab".
Axel juga telah duduk tidak jauh dari mamanya.
Mamanya memukul dadanya dengan sangat kuat, masih terbayang saat dia merendahkan Freeya serendah-rendahnya.
"Bagaimana bisa kamu melukai dua wanita, APA KAMU TIDAK TAU IBUMU INI JUGA SEORANG WANITA. BAHKAN IBUMU INI JUGA MERENDAHKAN FREEYA HANYA KARENA MEMBELA SOSOK BAJIN*AN SEPERTI KAMU"
"hiks Ax-el minta maaf".
"hiks hiks hati saya bahkan teramat sakit mendengar bagaimana kamu memperlakukan Freeya dengan begitu kejinya, bahkan kamu melecehkan wanita yang bukan istri kamu"
"Hiks hiks bagaimana saya harus meminta maaf kepada Freeya, dia bahkan sangat menyayangi mama tapi mama justru mematahkan hatinya"
"Hiks hiks Axel ,kenapa ,kenapa ?"
"Nggak kamu bukan anak saya, kamu hanya seorang bajin*an"
Mama Axel mendekat dan memukul badan Axel dengan air mata yang terus bercucuran.
"Apa salah mama dan ayah ,kenapa kamu mengecewakan kami teramat dalam seperti ini hiks hiks "
"Maaf, Axel khilaf tolong ampuni Axel hiks "
Setelah hampir 30 menit mereka menangis di dalam ruang rawat Axel, akhirnya mama Axel dapat menguasai dirinya kembali.
Kini ia telah berdiri dengan sisa tenaganya ia bahkan tidak ingin dibantu Axel.
"Ma".Ucap Axel dengan suara yang lirih
"Jangan pernah muncul di hadapan saya lagi, sebelum kamu meminta maaf terhadap orang-orang yang telah kamu sakiti hatinya. Saya tidak ingin memiliki anak yang sifatnya bahkan lebih bahaya dari setan.
Deg
"Kenapa hanya Axel yang salah? Kalian juga yang salah di sini. SEANDAINYA AYAH NGGAK NGOTOT MAU JODOHIN AXEL ,DAJ BIARIN AXEL DENGAN PILIHAN AXEL SENDIRI SEMUA INI NGGAK AKAN TERJADI. AXEL NGGAK AKAN KENAL FREEYA, AXEL NGGAK AKAN BENCI FREEI, AXEL NGGAK AKAN SIKSA FREEYA DAN FREEYA NGGAK AKAN JADI KORBAN DARI MASA LALU AXEL.
ucap Axel berteriak di depan mamanya.
Sakit, teramat sakit yang dirasakan mama Axel sekarang. Hatinya seperti dipaku berkali kali mendengar teriakan dan ungkapan kekecewaan anaknya. Air mata yang tadi telah berhenti kini kembali mengalir lebih deras lagi.
"Maaf, bila kekacauan ini, karena kami sebagai orang tua yang telah memaksamu, kami hanya ingin yang terbaik untukmu,namun ternyata itu hanya membuat menjadi sosok yang tidak memiliki hati. Sekarang saya dan ayah kamu telah lepas tangan. Pergilah sejauh mungkin dengan pilihan hidupmu, tapi saya mohon, minta maaflah terlebih dahulu kepada dua wanita yang telah kamu hancurkan hatinya".
Setelah mengatakan itu, mama Axel pergi meninggalkan Axel dengan beribu penyesalan.
__ADS_1