
Saat sore hari Freeya kembali ke toko ibu Hamidah untuk mengejek jualannya
"Alhamdulillah nak jualan kamu habis. Besok kamu bisa tambah jumlahnya ya"
"Alhamdulillah iya Bu, makasih ya udah bantu Freeya jual kue sama gorengannya"
"Iya sama-sama nak, gimana yang di kos habis juga?"
"Hmmm masih ada sisa sedikit Bu, tapi nggak masalah inikan juga baru hari pertama aku jualan"
"Semoga besok laku semua ya nak"
"Iya Bu , Aamiin."
...****************...
Pagi ini Axel uring-uringan, perusahaannya kembali porak-poranda.
"Arrgh sialan pasti ada yang mempermainkan gue, awas aja kalau gue tau orangnya "
Axel kembali menjual sahamnya dan dia tidak tau bahwa yang datang membelinya adalah orang suruhan Kai.
Sekarang yang memiliki saham terbanyak di sana ialah Lio dan Kai dapat membantu Lio mengakuisi perusahaan itu dengan saham miliknya.
Sementara di rumah orang tua Axel ayahnya sangat murka mengetahui perusahaan yang dirintisnya diambang kehancuran. Ia akhirnya menuju ke kantor untuk bertemu Axel.
Saat sampai di sana tidak ada yang berani menyapanya karena wajahnya sangat terlihat menahan emosi
BRAK
Pintu ruangan Axe terbuka secara kasar
"A-yah"? Ucap Axel gugup
Plak Plak
"Kamu apakan perusahaan ayah?"
"Maaf yah, Axel juga nggak tau kenapa jadi kayak gini"
"Kamu tau ayah membangun perusahaan ini dari nol, kalau kamu memang tidak sanggup memimpin keluar dari perusahaan ini"
"Maaf ya, aku akan usahakan memperbaiki semuanya "
"Memperbaiki bagaimana, bahkan kamu menjual begitu banyak saham tanpa persetujuan dari ayah"
"Ambil semuanya kembali atau keluar dari perusahan..."
Belum juga ayahnya selesai berbicara, pintu kembali terbuka memperlihatkan seorang perempuan dengan penampilan yang sangat tidak sopan. Ke perusahaan menggunakan pakaian yang sangat seksi dengan lekuk tubuh yang sangat menonjol.
"SAYANG". Teriak seorang wanita yang tidak menyadari kedatangan ayah Axel.
"Sa-yaa-ng". Ucap Kristal dengan gugup setelah melihat ayah Axel yang ada di sofa.
"Se-lamat siang om". Ucapnya
__ADS_1
Ayah Axel tidak membalas sapaan Kristal tapi justru menatap Axel tajam.
Dan ya wanita yang berteriak memanggil Axel ialah kekasihnya yang tidak lain Kristal.
"Apa maksudnya ini Axel, kamu ingin bermain-main dengan ayah?"
"Ayah,Axel bisa jelasin".
"Ayah Axel masih cinta dengan Kristal, Axel nggak bisa tanpa Kristal".Ucap Axel menunduk.
"Ayah tidak akan pernah Sudi menerima dia sebagai istri kamu. Jadi sebelum jauh putuskan dia sekarang juga"
"Yah, Axel cinta sama Kristal"
"Cih Cinta, bahkan kamu baru bercerai dengan istri kamu dan dengan tidak malunya kamu mengatakan cinta dengan wanita lain dihadapan ayah.KAMU GILA?"
"Tapi Axel udah nggak mau pisah lagi sama Kristal, lagi sekarang aku juga udah sendiri jadi sah-sah saja bila aku bersama dengan Kristal "
"Wajar saja perusahaan ini hancur, ternyata kamu begitu bodoh".
Mendengar hinaan dari ayahnya , seketika Axel menggebrak meja
BRAK
"Pokoknya Axel akan tetap perjuangin cinta Axel, ada atau tidaknya persetujuan dari ayah "
"Wah wah wah, wanita ini luar biasa sekali ya, Cinta? Apa dia benar mencintai kamu bukan hartamu?" Ucap ayah menatap tajam Axel
"Bahkan kamu dengan berani membentak ayah karena wanita ini".
"Cih, saya bahkan hampir tiap hari bertemu dengan manusia seperti kamu. Manusia bermulut manis untuk menjerat mangsanya "
"AYAH".Ucap Axel
"Kenapa, ayah benarkan lihat saja penampilannya yang seperti wanita pengg*da"
"Kristal nggak seperti yang ayah bayangkan, dia wanita baik-baik "
"Cih,bahkan saya tidak melihat kebaikan dari dalam dirinya "
Sedangkan Kristal sudah mengepalkan tangannya
"Sialan orang tua ini, sudah bau tanah seenaknya bilang gue pengg*da, tunggu aja gue usir Lo dari rumah Lo sendiri" .Ucap Kristal dalam hati
"Ingat ini baik-baik Axel, sekali kamu bawah dia ke rumah ayah, maka detik itu juga harus keluar dari dalam rumah, saya juga tidak ingin mendengar dia menginjakkan kaki di perusahaan ini lagi. Dan untuk kamu, jauhi anak saya dan saya akan memberikan berapapun yang kamu inginkan ".
Setelah mengucapkan itu ayahnya keluar dari ruangan Axel dengan membanting pintu
Hiks hiks
"Aku nggak gitu, A-ku cinta sama kamu".Ucap Kristal
Axel kemudian maju memeluk Kristal
"Iya aku percaya kok, kamu sabar ya , nanti aku akan coba bicara baik-baik sama orang tua aku".
__ADS_1
"Gimana kalau mereka nggak mau Nerima aku, hiks aku nggak mau pisah lagi sama kamu"
"Nggak akan ada yang pisahin kita, kamu hanya harus sabar sebentar agar aku bisa bicara baik-baik sama mereka"
...****************...
Sedangkan disisi lain, Kai sekarang sedang menuju ke perusahaan Lio. Ia tidak peduli akan dihajar kembali yang penting ia harus mencari tau tentang Freeya.
"Ngapain lagi Lo ke sini?"
"Gue cuma mau bantu Lo"
"Gue udah bilang nggak butuh bantuan dari Lo"
"Gue udah berhasil dapat saham dari perusahaan Axel"
Lio hanya diam mendengar penjelasan Kai. Ia terlalu malas berurusan dengan orang yang menyakiti Freeya tapi ia juga ingin ada seseorang yabg membantunya menghancurkan Axel, tapi disisi lain Lio juga sangat ingin menghancurkan Kai
"Gue akan bantu Lo buat akuisisi perusahaan Axel."
"Tapi gue juga akan hancurin perusahaan Lo".Ucap Lio
"Nggak papa kalau itu bisa buat Freeya kembali ke sini".
"Cih, seandainya Lo ngomong gitu sebelum sahabat gue pergi"
"Gue nyesal, udah berapa kali gue bilang. Lo bisa hancurin gue tapi setelah gue ketemu sama Freeya." Gue juga mau bantu Lo karena gue pun mau Axel hancur."
"Oke gue terima tawaran Lo, karena Lo punya tujuan yang sama dengan gue, bukan karena Freeya". Mendengar hal itu KAI langsung tersenyum.
"Hmmm gimana?" Tanya KAI
Lio hanya menaikkan alis mendengar pertanyaan Kai yang setengah-setengah itu
"Maksud gue, gimana apa Lo udah tau dimana Freeya sekarang?"
"Kalaupun gue tau nggak akan semudah itu gue ngasih tau Lo."
"Baiklah gue akan cari Freeya sendiri. Tapi gue mohon seandainya Lo emang udah tau dia dimana setidaknya gue bisa dengar dari Lo kabar dia. Kalau gitu gue pamit dulu".
Setelah Kai keluar Lio langsung menelpon orang suruhannya
"Hallo tuan"
"Bagaimana?"
"Maaf Tuan kami belum berhasil menemukannya. Terlebih dia tidak membawa barang yang bisa digunakan untuk melacak"
"Bagaimana dengan tiket penerbangan?"
"Anak buah saya sudah mengecek seluruh penerbangan tapi tidak pernah ada nama dari yang Tuan sebut melakukan penerbangan. Jadi kemungkinan dia masih berada di dalam negeri"
"Baiklah waktu kalian tersisa 6 hari lagi."
"Freeya kamu dimana, apa kamu nggak kasihan sama Adel dan Sindi. Mereka berdua bahkan sudah jarang bercanda karena nggak ada kamu". "Aku harap kamu baik-baik saja, tunggu aku sebentar lagi".
__ADS_1
Lio memutuskan untuk pulang karena ia sudah tidak fokus bekerja, namun. sebelum itu ia meminta kepada Asistennya agar bisa membuat rapat dengan dewan direksi diperusahaan Axel Minggu ini. Ia sudah tidak sabar melihat reaksi Axel. Ditambah kehadiran Kai nantinya dirapat tersebut.