
...Bahkan seseorang yang dicap burukpun...
...Masih memiliki ribuan sisi baik yang tidak diketahui orang...
Setelah pergi tadi pagi tanpa menjawab ajak dari Freeya untuk sarapan, kini Axel kembali ke rumah. Bukan hanya sendiri tetapi kembali membawa Kristal. Freeya yang sedang duduk di ruang tamu , yang awalnya ingin tersenyum sekedar untuk berlaku sopan sebagai bentuk sambutan kepada sang suami langsung menatap Kristal tajam.
"Kamu nggak ngerti apa yang pernah aku bilang mas".Ucap Freeya tajam, walaupun Freeya merasa harga dirinya sudah tidak ada dihadapan Axel, tetapi di hadapan Kristal, ia tetap akan menjaga semua yang ia punya.
Tanpa menjawab pertanyaan Freeya Axel membawa Kristal menuju kamarnya dan Kristal dengan tidak tau malunya melambaikan tangan ke arah Freeya.
"Mas itu kamar kita,kamu nggak bisa bawah orang lain ke dalam terlebih itu wanita lain kamu". Ucap Freeya lagi tapi masih belum direspon oleh Axel. Kristal semakin tertawa penuh kemenangan dan menatap Freeya dengan senyuman mengejek seolah-olah mengatakan bahwa ialah pemiliknya.
Melihat Axel yang tidak menghiraukan semua perkataannya membuat Freeya langsung mengikuti mereka ke arah kamar.
Belum juga Axel membuka pintu kamar dan mempersilahkan Kristal masuk Freeya sudah lebih dulu sampai dibelakang mereka. Dan tanpa aba-aba
Dug
Freeya membenturkan kepala Kristal ke arah pintu kamar
"Aduh, sakit. Lo gila ya".Ucap Kristal
"Iya kenapa. Gue udah pernah bilang jangan pernah ke sini lagi. Apa segitu nggak punya malunya Lo sampai harus merebut suami orang". Karena sudah kepalang emosi Freeya sudah tidak lagi berkata sopan.
"Eh Lo apa-apaan, semakin gue diamin Lo semakin ngelunjak ya". Ucap Axel sembari menarik Freeya untuk menjauh dari Kristal. Axel takut kejadian dulu yang sempat melukai leher Kristal kembali terjadi
"Kamu yang apa-apaan, sampai dibatas mana lagi harga diri aku kamu injak-injak di depan wanita nggak tau diri ini". Tunjuk Freeya penuh emosi.
"Ini rumah gue, hal gue mau bawah siapapun ke sini itu bukan urusan Lo".
"Cih, Axel kamu tuh bodoh atau emang nggak punya akal"
"Maksud Lo apaan ngatain gue, ohhh belum puas sama hukuman Lo yang lalu ". Ucap Axel menyeringai
Mendengar hal itu badan Freeya seketika kaku, ia masih ingat jelas bagaimana sakitnya ketika Axel menghukumnya tanpa ampun. Rasa itu masih terbayang nyata. Bahkan ketika membayangkannya saja, tubuh Freeya seakan langsung merasakan sakitnya.
Namun, sekali lagi ia tidak ingin semakin terlihat tidak berharga dihadapan kekasih Axel.
__ADS_1
"Aku bahkan udah berkali-kali bilang sama kamu Xel, bunuh aku sekalian. Agar nggak ada lagi penghambat diantara kalian. Tapi apa kamu cuma bisanya nyiksa fisik dan hati aku. Ohh atau jangan-jangan kamu udah ada rasa sama aku".Ucap Freeya
Lagi-lagi Axel merasakan kegelisahan ketika Freeya kembali mengucapkan kata bunuh.
Plak
Kali ini ia mendapat tamparan dari Kristal. Freeya yang belum siap hampir saja terjengkang ke belakang.
"Ehhh Lo tau nggak tau diri banget sih , udah jelas-jelas Axel nerima Lo hanya karena orang tuanya, Lo bahkan bisa liat dengan jelas sekarang yang berdiri dihadapan Lo ini Kekasih Axel yang nantinya akan menjadi nyonya Axel. Jadi tingkat kewarasan Lo harusnya Lo jaga karena Axel nggak akan mungkin suka sama cewek modelan kayak Lo". Ucap Kristal
Mendengar hal itu Freeya kembali maju kehadapan Kristal bahkan wajah mereka mungkin hanya berjarak tiga meter.
"Dan makasih Lo udah dengan jelas umumin status Lo dengan begitu gue bisa dengan jelas ngomong kalau sekarang gue masih Istri Axel dan berstatus sebagai nyonya Axel di rumah ini. Sedangkan Lo hanya bisa membuat dengan omongan rendah yang keluar dari mulut busuk Lo itu. Ucap Freeya dengan senyum.
"Kurang ajar Lo ya, Lo ngatain gue berkhayal gitu". Tangan Kristal hendak kembali menampar Freeya tapi Freeya dengan cepat menangkisnua. "Gue akan kurang ajar sama manusia kayak Lo yang nggak pantas dihormati ".Ucap Freeya.
Axel kembali menarik kerah baju Freeya agar menjauh dari Kristal.
"Lo benar nantangin gue ya"
"AKU UDAH BILANG DARI AWAL CERAIN AKU , CERAIN , AGAR KALIAN PUAS TANPA AKU, TAPI APA KAMU SELALU INGIN BALAS DENDAM TANPA LIST POSISI AKU. SEKARANG KAMU MAU HUKUM AKU APA LAGI. HANYA KARENA WANITA NGGAK TAHU DIRI INI KAMU HUKUM AKU. Ingat karma berlaku Xel, harga diri istri kamu yang harusnya kamu jaga justru kamu injak-injak dihadapan wanita yang menghancurkan rumah tangga kita". Ucap Freeya dengan suara serak namun tetap keras.
"Dug Dug"
Tanpa kata Axe kedua tulang kering Freeya, membuatnya seketika berlutut dilantai. Axel kemudian menunduk berjajar dengan Freeya. Dengan wajah yang gelap diliputi amarah Axel menjambak kuat rambut Freeya.
"Gue udah berapa kali bilang sama Lo, nggak akan ada perceraian sebelum neraka yang kita ciptakan ini selesai "
"Cuih".Entah keberanian dari mana Freeya meludahi wajah Axel
Plak plak
"Sialan ". Ucap Axel sembari membersihkan liur Freeya
"Lo nantangin gue, kali ini hukuman untuk Lo nggak akan main-main karena gue dan Kristal yang akan bikin Lo memohon untuk berhenti".
"Bagaimana sayang, kita mau apain istri aku tercinta ini?" Tanya Axel kepada Kristal
__ADS_1
"Emang aku boleh ikut sayang?"
"Boleh dong"
"Nggak lepasin gue, kalian nggak berhak perlakuin gue kayak binatang gini".
"Tenang dong kawan , kita bahkan belum mulai"
"Cuih, dasar Lo , wanita nggak tau diri, wanita perebut , semoga suatu saat nanti Lo ngerasain apa yang gue rasa sekarang"
"Uhhh takut"Ucap Kristal
"Yang ada gunting nggak? Tanya Kristal ke Axel
"Mau diapain yang?"
"Mau nambah kecantikan istri kamu dong"
"ohh tunggu aku cariin bentar ya"
Axel pun ke ruang kerjanya untuk mencari gunting.
"Yang ini guntingnya ,kita masuk ke kamar aja yuk, kan didalam ada cermin". Ucap Axel yang diangguki Kristal.
"Gue bilang JANGAN BAWAH DIA MASUK KAMAR KITA AXEL".
"Udahlah istri yang baik bukannya harus nurut , Lo dari tadi kok nantangin Mulu. Sabar dong hukuman udah mau dimulai juga"
Axel dan Kristal pun menyeret Freeya ke kamar dan menjatuhkannya persis didepan meja rias.
"Sayang aku aja yang hukum ya ,kamu pegangin tangan dia aja kalau perlu ikat?" Ucap Kristal yang diangguki Axel.
"Xel lepasin aku, aku masih sah istri kamu, kenapa perlakuin aku semakin jahat".Mohon Freeya ketika Axel mengikat kedua kaki dan tangannya.
Beberapa saat kemudian hukuman yang diberikan Kristal akhirnya selesai
"Nah cantikkan".Ucap Kristal dengan bangganya melihat hasil karyanya
__ADS_1
Sedangkan Axel hanya mengangguk
"Kenapa sekarang perasaannya seakan hampa melihat Freeya dan tatapannya.