
... Apakah masa lalu Axel juga aku yang harus menanggungnya?...
Setelah kedua orang tuanya pergi. Axelmenatap ke arah Kai dan Freeya.
Axel kemudian menuju ke arah Freeya, ia mencengkram dagu Freeya dengan mata yang sudah memerah.
"Karena gue nggak mau nyentuh Lo, sekarang Lo malah nyuruh teman gue gitu"
Freeya menggeleng dengan tangisan memilukan
"Nggak Xel,aku dijebak"
"hahaha gue nggak butuh alasan Lo yang nggak masuk akal itu. Ternyata selama ini gue emang nggak salah nganggap Lo jal*Ng kan?" "Kai orang keberapa yang udah nyentuh Lo ?". Hahaha gue tau selama gue nggak di rumah Lo pasti udah banyak Gonta ganti pasangan kan?".Murahan sih. Untung ibu Lo cuma matre ya, atau jangan-jangan dia yang ngajarin Lo gini?"
Bug
Freeya menendang perut Axel menggunakan kakinya. Axel yang awalnya mencengkram dagu Freeya sekarang terduduk memegang perutnya
"Sia*an Lo"
"Jangan pernah hina ibu aku dengan mulut sampah kamu itu Axel". Bahkan kamu nggak lebih hina dari ibu aku". Ucap Freeya
"Emang gitukan kenyataannya Lo Mura*an dan pasti itu turunan dari ibu Lo"
"AKU UDAH BILANG AKU DIJEBAK DAN ITU SEMUA KARENA PACAR SIA*AN LO ITU AXEL"
"JANGAN PERNAH NUDUH PACAR GUE JAL*NG, DIA LEBIH BAIK DARI LO"
"DIA BAHKAN LEBIH JAL*NG DARI SEORANG JAL*NG".Ucap Freeya
Axel kembali mendekat ke arah Freeya dan kali ini dia menjabak dengan kuat rambut Freeya
"Terus apa namanya istri yang tidur dengan orang lain hmm?"
"AKU UDAH BILANG AJU DIJEBAK, KRISTAL NARUH OBAT KE MINUMAN AKU, NGERTI NGGAK SIH HIKS HIKS"
PLAK PLAK
"GUE BILANG JANGAN PERNAH NUDUH KRISTAL DIHADAPAN GUE"
Axel melepaskan Freeya dan menatap ke arah Kai yang dari tadi hanya menonton pertengkaran mereka
"Mulai detik ini gue nggak akan nganggap Lo teman lagi".Ucap Axel
"Gue bahkan nggak pernah nganggap Lo teman ".Ucap Kai
"Anj*Ng Lo, gue bahkan udah terlalu baik selama ini sama Lo KAI tapi nyatanya Lo serendah ini"
"ckckck yang rendah di sini itu Lo Xel harusnya Lo ngaca"
Kai melangkah ke arah Axel dengan tatapan yang begitu tajam
"Lo bahkan selingkuh saat Lo udah punya istri, ckckck "
"Itu bukan urusan Lo, dan Lo nggak tau apa-apa tentang gue".Ucap Axel
"Nggak tau apa-apa Lo bilang, LO YANG NGGAK TAU APA-APA TENTANG GUE BAJ*NGAN". ucap Kai memegang kerah Axel.
"Kenapa kalau gue nidurin istri Lo, sedangkan dia sendiri yang minta. Gue bahkan udah nikmatin perawannya. Harusnya Lo senang dong gue mempermudah Lo buat berpisah dengan istri yang ternyata nggak pernah Lo anggap "
__ADS_1
Kai mendekatkan mulutnya ke arah telinga Axel
"Gue udah dari dulu mau hancurin Lo, tapi ternyata kayaknya gue salah strategi."
"Maksud Lo apaan gue nggak punya masalah sama Lo".Ucap Axel
"karena Lo nggak tau apa-apa tentang gue, tapi tenang aja gue akan kasih tau sedikit tentang gue. Lo kenal gadis manis mungkin usianya dua tahun dibawah Lo. Namanya Sifa Alexander "
Deg
Axel terkejut nama yang sudah lama hilang diingatannya.
Axel baru sadar bahwa nama kai juga belakangnya Alexander
"Gue nggak kenal ".Ucap Axel gugup
" Lo nggak kenal ataupun pura-pura tidak kenal yang pasti dia tahu banget tentang Lo. Dan dengar ini baik-baik gue kakaknya"
"Gue nggak ada hubungan sama Adek Lo itu"
"hohoho mengakuinya, hmmm". Kai semakin mengecilkan bisikannya.
"Asal Lo tau karena perbuatan Lo itu, gue harus kehilangan satu-satunya keluarga gue. Gara-gara sifat bajingan Lo itu Adek gue pergi ninggalin gue". "GUE AKAN BUAT LO HANCUR SAMPAI LO NGERASAIN GIMANA KEHILANGAN ITU BREN*SEK".Ucap Kai yang membuat Freeya kaget yang entah sejak kapan sudah mengenakan bajunya.
Setelah mengatakan itu KAI mengambil bajunya dan segera keluar tanpa menatap Freeya.
Setelah Axel sadar dari keterkejutannya, ja kemudian juga beranjak untuk keluar.
"Ambil seluruh barang-barang Lo di rumah gue. Karena mulai detik ini Lo Freeya bukan lagi menjadi istri gue".
Tersisa Freeya di kamar itu
"hiks hiks aku bahkan sekarang jadi jal*Ng"
Freeya frustasi bagaimana ia akan menghadapi semua orang nantinya.
Ia akan dicap sebagai istri yang tidak tau diri. Ayah dan ibunya pasti akan semakin membencinya.
Setelah perasaannya mulai tenang Freeya perlahan keluar dari hotel. Walaupun dibawahnya masih sakit tapi ia harus menyelesaikan semuanya. Ia harus bertemu dengan ibu mertuanya setidaknya meminta maaf sebelum ia benar-benar pergi.
Freeya menuju rumah Axel yang sedari awal menikah menjadi tempat tinggalnya. Saat sampai ia langsung membersihkan diri, dan mengatur barang-barangnya. Setelah selesai ia melangkah keluar dari rumah.
Freeya memesan taksi menuju rumah orang tua Axel.
"permisi pak apa mama dan ayah ada di dalam"
"Eh Non Freeya, hmmm bapak sama ibu ada tapi mohon maaf non Freeya dilarang masuk ke rumah".
"Freeya hanya ingin berbicara sebentar saja pak. Jadi izinin Freeya masuk ya"
"Mohon maaf non, tapi ibu nyuruh saya buat ngusir non kalau datang ke sini".
"Sebentar aja pak, Freeya mohon "
"Maaf non saya takut dipecat"
Huffft
Freeya kemudian mengambil hp untuk menghubungi mertuanya tapi tidak ada yang mengangkat panggilannya.
__ADS_1
"Yaudah pak kalau begitu, Freeya pamit dulu"
"Iya non , hati-hati "
Freeya kemudian memutuskan untuk pergi ke halte yang tidak jauh dari kediaman mertuanya.
Hufff
"Aku harus kemana?""Tidak mungkinkan aku pulang ke rumah ayah dan ibu".
Tak lama Freeya yang masih bergelut dengan pikirannya di halte mendapat panggilan
Drrrt drttt
"Kai" gumam Freeya.
"Hallo Kai"
"Bisa kita bertemu ditaman yang biasa kamu datangi".Ucap Kai
"Kapan?"
"Sekarang"
"Ya udah aku ke sana".
sebenarnya Freeya tidak ingin bertemu dengan Kai lagi , mengingat bagaimana ia menyerahkan dirinya begitu saja . Ia juga malu saat Kau melihat bagaimana perlakuan Axel terhadapnya.
Freeya kemudian menuju ke taman dengan masih membawa kopernya.
Saat sampai di sana ternyata Kai sudah lebih dulu menunggu.
"Kai". Panggil Freeya yang sudah ada dihadapan Kai
"Duduk".
Setelah Freeya duduk, Kai langsung menatapnya.
"Gue nggak mau basa basi, gue cuma mau bilang gue nggak akan bertanggung jawab sama apa yang terjadi tadi malam karena Lo yang nyerahin diri Lo sendiri".
Mendengar hal itu Freeya hanya tersenyum pedih, ia bahkan tidak berani berharap apapun lagi.
"Ia aku nggak akan minta pertanggung jawaban kamu, karena di sini aku juga yang salah". Ucap Freeya
"Kalau gitu gue cabut". Tapi sebelum Kai beranjak Freeya kembali bertanya.
"Tadi pagi aku dengar kamu berteriak ingin membalas dendam kepada Axel. Kenapa?"
"Karena dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Dia udah buat Ade gue memilih mengakhiri hidupnya"
Deg
Apalagi ini Tuhan, kenapa banyak rahasia yang harus Freeya dapatkan saat kondisinya sudah seperti ini
"Mak-sud kamu?"
Kai menatap ke arah Freeya.
"Karena suami baj*ngan Lo itu ,Adek gue bunuh diri karena dia nggak mau bertanggung jawab saat dia menghamili Adek gue". Ucap Kai dengan tangan yang mengepal
__ADS_1