
"Lanjutkan videonya"
Anak buah Lio kembali melanjutkan videonya, di sana terlihat Freeya di seret ke kamar mandi.
"Stop".Ucap Lio
Anak buah Lio kembali menghentikan rekaman Cctv.
"Apa yang Lo lakuin sama sahabat gue di kamar mandi dengan begitu lamanya?"
"Gue cuma nampar dia. Lepasin gue, Lo udah ambil alih perusahaan bokap gue. Itu udah cukup sama apa yang udah gue perbuat sama Freeya".Ucap Axel
"hahaha cukup?,bahkan saat Lo mati disini itu belum cukup menurut gue. Karena Lo sahabat gue harus menjadi korban dari apa yang nggak pernah dia lakuin sebelumnya. Karena Lo sahabat gue harus diperkosa sama bajin*an satu itu, tapi setidaknya gue lega karena Freeya hamil bukan anak Lo".
"A-pa Freeya ha-miil?"
"Kenapa, mau menghina dia lagi hmm? Tapi tenang aja karena sebelum mulut kotor Lo itu menghinanya, gue yang akan lebih dulu menghancurkannya.
Lio kembali menjambak Axel.
"Karena di sini nggak ada kamar mandi jadi Lo harus merasakan sesuatu yang lebih dahsyat lagi"
Lio menyeret Axel ke tembok dan tanpa aba-aba ia membenturkan kepala Axel ke tembok tersebut
"Arghhh lepasin gue"
Bukannya melepaskan,Lio kembali membenturkan kepala Axel ke ujung meja yang berada di sana lebih keras lagi.
"arghhh, Anj*Ng. LEPASIN"
Darah segar keluar dari pelipis Axel, dan itu membuat Lio sedikit puas.
"Bagaimana, apa sekarang Lo udah mengakui ancaman gue?"
"Lepasin gue, gu-e udah nggak ada hubungan dengan Freeya lagi. Gue mohon"
"wah wah wah lihatlah, bajin*an sia*an ini, dia bahkan sudah tidak punya harga diri lagi dengan memohon kepadaku. Tapi sayang sekali gue belum puas buat nyiksa Lo".
"Ikat dia kembali, saya akan keluar sebentar"
"Gue kasih Lo waktu sebentar untuk istirahat, sebelum permainannya kembali gue lanjutin".Ucap Lio
"Lio,gue mohon lepasin gue".
Tanpa mendengar ucapan Axel, Lio melangkah keluar.
Drrrt drrrt
"Hallo"
"Hmm, Lo ke sini sekarang, gue kirim alamatnya sekarang juga"
Saat ini Lio sedang menunggu seseorang untuk membantunya menghajar Axel.
"Tuan, teman ada sudah berada di luar". Ucap salah satu anak buah Lio
"Suruh dia masuk"
"Baik tuan"
Tak tak tak
"Ngapain Lo ngajak gue ke sini? Apa Freeya ada di sini?" Tanya KAI
Ya yang Lio hubungi tadi ialah Kai, berhubung karena Kai juga memiliki dendam terhadap Axel ,maka ia ingin memberikan kesempatan KAI untuk menghajar Axel secara langsung.
Lio melihat penampilan Kai yang jauh berbeda saat mereka terakhir kali bertemu.
__ADS_1
"Udah berapa hari Lo nggak mandi?"Tanya Lio
"Maksud Lo?"
"Ngaca sana , penampilan Lo bahkan lebih parah dari gembel "
"Terserah Lo mau ngatain gue apa, yang gue mau tau ngapain Lo ngajak gue ke sini?"
"Ikut gue "
Kai akhirnya mengikuti Lio ke dalam ruangan yang sudutnya memiliki sel, dan beberapa tiang di dalamnya.
Terlihat hawanya sangat mengerikan
"Lo pembunuh berantai?" Tanya KAI
"Hmmm"
Lio kemudian membuka salah satu pintu yang ada di sana. Dan terlihat seorang laki-laki yang kakinya terikat serta tangan yang terikat diatas kepalanya.
"Lio, dia ?"
"Hmmm, gue lagi bermain-main dengannya dan Lo boleh gabung"
Tanpa basa-basi lagi Kai menyuruh anak buah Lio untuk menurunkan Axel.
Bugh
"Arghhh "
Kai langsung meninju hidung Axel hingga mengeluarkan darah dan mungkin saja hidungnya telah retak.
"Itu karena Lo udah nyakitin Adek gue"
Bugh
Cih
Axel membuang ludahnya di depan Kai
"Lo seakan-akan orang yang nggak pernah nyakitin Freeya, nyatanya Lo lebih parah dari gue"
Bugh
"Karena Lo, itu semua karena Lo gue nyakitin orang yang bahkan nggak bersalah sia*an"
"Hahahaha setidaknya gue memiliki teman yang sama bajin*annya sama gue, bahkan Adek Lo sendiri dengan berbaik hati memberi apa yang gue mau."
Bugh Bugh
"Anj*Ng Lo".
Karena pukulan Kai sangat keras membuat Axel semakin melemah.
"Gue serahin di sama Lo, gue nggak akan bunuh dia dengan tangan gue sendiri, karena sekarang ada anak yang sedang gue tunggu. Dan gue nggak mau karena tangan gue dia menjadi celaka".Ucap Kai
Kai kemudian menuju ke luar di ikuti Lio
"Lio, apa Lo udah tau keberadaan Freeya?" Tanya KAI dengan lirih.
"Belum"
"Yaudah kalau gitu gue pamit dulu, mau lanjut nyari Freeya ". Ucap Kai
"Hmm, Tiga hari lagi gue nikah, gue harap Freeya hadir saat itu "
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, kini Freeya telah menjadi buah bibir dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Banyak yang beranggapan bahwa Freeya telah menggoda Jeno, karena Jeno sangat perhatian padanya. Walaupun ibu Jeno telah mengatakan bahwa Freeya adalah keluarganya , masih ada yang tidak mempercayai. Hal ini pun berdampak pada usahanya. Sekarang Freeya hanya mengandalkan hasil jualan di toko ibu Hamidah, karena jualan di depan kost sangat jarang pembelinya.
Bahkan ketika kuli bangunan singgah untuk membeli, ia akan langsung dicibir ibu-ibu yang kebetulan lewat di depannya.
"Apakah kita harus pindah nak?" Tanya Freeya pada kandungannya
"Bagaimana jika mereka tau bahwa kamu hadir di dalam rahim ibu?"
"Fre"
"Eh ,Jeno kenapa?"
"Ini hasil jualan gorengan sama kue kamu. Ibu nitip sama aku"
"Padahal aku baru rencana mau ngambil ke sana. "
Freeya dan Jeno bercerita di teras kost
"Katanya keluarga tapi kok tingkahnya lain banget"
"Iya yah, awas Bu anaknya di jaga, jangan sampai cuma ngaku keluarga aja".
Cibir dia orang ibu yang lewat
"Kamu nggak usah dengerin mereka, ingat ada nyawa yang kamu bawah jangan sampai stress"
"Hmmm".
"Kalau begitu aku pamit dulu ya"
"Jeno?"
"Iya?"
"Boleh nggak kamu jangan terlalu sering ke sini.Hmmm a-ku cuma nggak mau nama orang tua kamu tercemar karena aku. A-ku juga nggak nyaman terus dicerita seperti ini". Ucap Freeya yang merasa tidak enak terhadap Jeno. Biar bagaimanapun Jenolah yang selalu ada saat dia butuh pertolongan.
"Hmm baiklah. Nanti ibu yang akan sering ke sini mengunjungimu". Ucap Jeno
"Maaf sekali lagi"
"Iya aku mengerti kok"
...****************...
Hari ini adalah hari pernikahan Lio dan Sindi.
Satu persatu tamu undangan naik ke panggung mengucapkan selamat.
Begitupun dengan Kai yang kini penampilannya sudah lebih baik karena ia telah memangkas rambutnya.
"Selamat, aku harap kalian selalu diberi kebahagiaan"
"Terimakasih dan maaf dia tidak ada di sini".Ucap Lio
"Tidak apa-apa,aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mencarinya.
Sebenci apapun Lio pada perbuatan Kai, Lio tidak bisa menutup mata bahwa selama ini Kai telah memperlihatkan penyesalan dan usaha mencari Freeya.
Kini Adel naik ke atas panggung dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia langsung memeluk Lio dengan erat dan menumpahkan air mata di pelukan saudara kembarnya itu.
"Setelah ini, aku janji akan lebih keras mencari Freeya lagi. Kalian hanya perlu bersabar dan berdoa untuk keselamatannya".
Sindi juga telah menitikkan air mata. Janji yang pernah mereka katakan bahwa Freeya dan Adel akan menemaninya saat menikah tidak terwujud.
__ADS_1