
Pergi saja seperti biasanya
Sedari awal kita memang tidak pernah baik-baik saja
"Itu Poto anak ibu yang pernah ibu ceritakan kepada kamu bernama Sari dan yang berada di gendongannya adalah cucu saya yang tidak pernah saya temui. Dan Poto itu terlepas begitu saja dari tangan Freeya.
"Te-rus maksud ibu ngasih ini semua ke Freeya apa?"
"Kamu Taukan nama anak ibu Sari sama seperti nama ibu kandung kamu"
Freeya terkekeh pelan
"Itu hanya nama yang sama Bu "
"Terus bagaimana dengan nama cucu saya yang berada di belakang Poto itu. Freeya Anandita. Apa itu juga suatu kebetulan?"
Freeya kembali mengambil Poto yang tadi sempat terjatuh dan melihat bagian belakangnya. Dan benar saja di sana tertulis FREEYA ANANDITA yang mulai pudar tapi masih bisa dibaca.
"Nggak, Bagai-mana bisa, Freeya udah nggak punya keluarga. Ini semua bohong."
__ADS_1
Ibu Rosma kemudian mendekat ke arah Freeya tapi Freeya justru berdiri dari duduknya dan melangkah mundur.
"Hahaha. Keluarga?, FREEYA bahkan sudah tidak pernah membayangkan keluarga seperti apa yang FREEYA punya. Bahkan tanpa keluarga Freeya masih hidup sampai sekarang. FREEYA nggak butuh yang namanya keluarga." Ucap Freeya dengan mata penuh luka bercampur emosi.
"Tapi nyatanya saya nenek kamu Freeya. Kamu anak dari Sari anak saya. Kamu keluarga nenek satu-satunya" Ucap Ibu Rosma dengan mata berkaca-kaca.
"Berhenti bilang keluarga. FREEYA NGGAK PUNYA KELUARGA DI DUNIA INI. HANYA ADA AKU DAN ANAK AKU." Ucap Freeya menutup telinganya.
"Nak , istighfar nak. Ingat kandungan kamu". Ucap ibu Masita
"hiks hiks ibu, Freeya nggak punya keluarga dan nggak mau punya. Hiks cukup sama ibu Masita aja Freeya udah bahagia kok" Ucap Freeya yang membuat ibu Rosma menjatuhkan air matanya.
Sesakit apa yang Freeya tanggung selama ini, hingga ia membenci kata keluarga.
"Hiks nenek minta maaf nak, nenek......"
"Kenapa baru sekarang?" Ucap Freeya dengan air mata yang semakin jatuh. Entah kenapa mendengar bahwa ia masih memiliki keluarga justru membuat hatinya terasa sangat sakit. Padahal dulu ia pernah berharap memiliki keluarga setidaknya hanya satu orang .
"Kenapa baru sekarang? Selama ini anda kemana? Lucu ya, dengan gampangnya anda datang memporak-porandakan perasaan saya, yang sekuat tenaga saya tekan agar tetap baik-baik saja"
__ADS_1
"Maaf nak" Ucap ibu Rosma
"Saya nggak butuh maaf , saya hanya mau tau Kenapa baru sekarang? Kenapa saat saya belajar untuk menerima takdir hidup saya, anda harus datang mengacaukannya. Hiks hiks saya tidak butuh keluarga lagi. Mereka hanya taunya memberi luka. Saya bahkan benci kata keluarga. Karena harapan saya yang sangat tinggi tentang keluarga MEMBUAT HIDUP SAYA HARUS SEHANCUR INI. HIKS HIKS SAYA NGGAK BUTUH.
ibu Rosma jatuh terduduk dilantai, ia merasa semakin bersalah. Kenapa tidak dari dulu ia mencari cucunya. Kenapa ia hanya menyelamatkan lukanya sendiri tanpa memikirkan seorang anak yang baru saja kehilangan ibunya.
"Maaf nak, nenek hanya bisa mengatakan maaf. Maaf telah membuat hidupmu sehancur ini, maaf tidak memegang tanganmu saat dunia menghakimi mu. Maaf karena nenek tidak mencarimu lebih awal dan membiarkan mu hidup seorang diri. Maaf, maafkan nenek mu ini hiks hiks. Nenek menyesalinya seumur hidup."
"Pulang, anggap saja anda tidak pernah memiliki cucu. Bersikaplah seperti dulu saat anda tidak mencari saya. Dan belum tentu saya memang cucu anda"
Freeya merasakan patah yang semakin parah saat ibu Rosma mengatakan ia tidak mencari Freeya sedari awal. Jadi seandainya ia tidak ketemu Freeya di sini, ibu Rosma mungkin tidak akan mencari Freeya selamanya.
"Hiks hiks nak, Jangan berkata seperti itu, kamu boleh marah tapi nenek mohon tolong percaya kamu adalah cucu nenek. Nenek sayang sama kamu. Tolong maafkan nenek"
"Hiks hiks nggak, nggak. Kenapa baru sekarang. Saat Freeya sudah terbiasa diperlakukan seperti sampah, kenapa nggak ada yang datang memeluk Freeya saat Freeya babak belur tapi harus terus bekerja, kenapa tidak datang saat Freeya tidak tau mau pulang kemana karena Freeya nggak punya rumah. Nyatanya FREEYA MEMANG TIDAK PERNAH DIINGINKAN DI DUNIA INI. IBU KANDUNG FREEYA NINGGALIN FREEYA TANPA FREEYA MERASAKAN BAGAIMANA HANGAT PELUKAN IBU ITU, BAHKAN AYAH YANG KATANYA CINTA PERTAMA ANAK PEREMPUANNYA NGGAK SUDI MERAWAT AKU, JADI NGAPAIN HARUS ADA KELUARGA, SEMUANYA UDAH TERLANJUR HANCUR, NGGAK AKAN BISA DIPERBAIKI LAGI.
ibu Rosma dan ibu Masita hanya bisa menangis melihat Freeya yang mengeluarkan semua rasa sakitnya.
setelah puas berteriak Freeya langsung ke kamarnya tanpa berbicara apapun lagi
__ADS_1
"Ibu silahkan pulang dulu, ibu dan Freeya sama-sama memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Baru Freeya waktu. Ini tidak mudah bagi dia. Terlalu banyak trauma dan ketakutan yang ia rasa". Ucap ibu Masita
"hiks baiklah, tolong jaga Freeya, saya akan datang saat Freeya sudah merasa lebih baik"