
Pagi ini Freeya terbangun dengan rasa sakit di pahanya.
Huffft
Freeya bangkit untuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Namun, ketika bercermin ia kembali melihat rambutnya yang kini telah pendek
"Mungkin memang harusnya dari awal aku yang memotongmu agar segala kesialan ini cepat menghilang". Setelah cukup lama menatap dirinya di cermin ia kemudian kembali ke kamar untuk mengambil gunting dan memperbaiki potongan rambutnya.
"Tidak terlalu buruk juga". Ucap Freeya
Dengan penampilannya yang sekarang Freeya justru terlihat lebih segar.
Drrrt drttt
Hp Freeya berdering tanda panggilan masuk.
"Hallo Lio".
"Hallo Fre, kamu lagi dimana?"
"hmmm di rumah nih, kenapa?"
"Nongki yuk"
"Emang kamu nggak kerja"
"Kerja sih ,cuma nggak ada kerjaan yang terlalu mendesak"
"Adel juga ikut nggak?"
"Ya ikutlah"
"Ya udah aku siap-siap dulu, kita ketemu dimana?"
"Di tempat biasa aja, aku juga mau ngomong sesuatu"
"Hmmm yaudah"
Satu jam kemudian Freeya telah sampai di tempat mereka bertemu.
"Hallo guys"
"Hmmm lama amat sih". Ucap Adel sambil memeluk Freeya diikuti oleh Sindi
"Widihh tambah cakep aja kamu, ada angin apa motong rambut?" Tanya Adel
"Lagi pengen suasana baru".
"Hidup kali suasana baru, masa rambut". Jawab Adel
"Tapi aura kamu lebih kelihatan Lo kalau rambutnya kayak gitu".Ucap Sindi
"ohh ya, bagus de jadi aku nggak nyesal motongnya. Ucap Freeya nyengir
"Kalian mau mesan apa?" Tanya Axel
"Samaain semuanya aja, biar cepat". Ucap Adel
Setelah mereka selesai makan Lio mulai bicara.
"Hmmm gini Fre, gue sama Sindi udah putus".Ucap Axel serius
Freeya yang lagi minum seketika tersedak
"APA?" Ucap Freeya teriak
"Kita serius Fre, emang udah mutusin buat putus".Ucap Sindi
"Kok, kok bisa? Tanya Freeya masih tidak percaya. Pasalnya pasangan bucin ini memilih mengakhiri hubungannya berarti ada sesuatu yang nggak beres
"Apa udah nggak bisa diselesaikan, diomongin baik-baik, sayang loh kalian jalannya udah lama banget ".Ucap Freeya
"Yaudah sih Fre, kalau mereka emang mau gitu ya biarin". Ucap Adel
"Ehhh, kamu kok ngomong gitu, bukannya bantuin buat balikan malah bilang gitu".
"Ya elah santuy cin".Ucap Adel lagi
"Santuy, santuy palamu santai, dasar jomblo nggak punya perasaan. Semprot Freeya
HAHAHAHA tawa Sindi dan Axel meledak mendengar ucapan Freeya yang mengatai Adel, sedangkan Adel hanya bisa menunjukkan wajah tidak sukanya.
"Kenapa ketawa ada yang lucu?". Semprot Freeya lagi
"Hahaha sorry sorry, kita nggak putus kok".Ucap Sindi
"Maksudnya, kalian ngeprank aku ya, nggak lucu tau". Ucap Freeya ketus
"Iya -iya maaf deh kita nggak maksud gitu kok".Ucap Sindi
"Hmmm itu tadi pemanasa Fre, ini aku udah mau ngomong serius".Ucap Axel, Freeya hanya diam tapi telinga tetap mendengar
"Aku sama Sindi udah mutusin buat tunangan".
Freeya masih diam
__ADS_1
"Fre kamu dengarkan, nggak tulikan?"Tanya Axel lagi
"Hmmm, aku malas dengarin ocehan kamu".Ucap Freeya
"Serius Fre ini udah nggak boongan lagi".
"Hmmm".Ucap Freeya
"Astaga serius Freeya, kalau nggak percaya noh tanya Sindi sama Adel".
Freeya kemudian menata ke arah sindi. Karena cuma Sindi yang minim bohongnya
"Iya kita mutusin buat tunangan Fre".
"Beneran" Sindi kemudian mengangguk dan tersenyum
"Wah selamat ya, aku senang banget dengarnya". Freeya kemudian berdiri dan pergi memeluk Sindi.
"Makasih Fre".
"Aku doain semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan".Ucap Freeya lagi
"Ckckck , hehehehe ". Freeya tertawa menatap ke arah Adel
"Kenapa liatin aku, kamu ngejek ya?" Ucap Adel sinis
"Hehehe kamu ngerasa, jomblo sih". Ucap Freeya
"FREEYA ".ucap Adel
"maaf-maaf bercanda"
"Jadi kalian kapan tunangannya?"Tanya Freeya lagi
"Minggu depan". Ucap Axel santai
"Hah, cepat banget"
"Iyadong, supaya dia nggak bisa lari lagi".Ucap Axel menatap jahil Sindi.
Hampir tiga jam mereka bercerita, hingga hp Freeya berdering menghentikan pembicaraan mereka.
"Siapa Fre?" Tanya Adel
"Ibu mertua aku, sebentar ya aku angkat dulu"
"Hallo Assalamualaikum ma"
"Waalaikumsalam sayang, kamu lagi dimana nih?"
"Lagi di cafe*** ma,"
"Udah mau pulang kok ma, emang kenapa?"
"Mama mau ke rumah kamu sayang, udah lama mama nggak ke situ"
"Ohh ya udah, aku juga udah mau balik kok, kita ketemu di rumah aja ya ma".
"Kamu nggak mau mama jemput sekalian?"
"Hmmm nggak usah ma, lagian kafenya juga lumayan dekat dari rumah kok"
"Yaudah sayang, mama siap-siap dulu ya"
"Iya ma, Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam sayang"
"Guys aku pulang duluan , nggak papa kan?"
"Mertua kamu mau datang ya?".Tanya Sindi
"Iyanih, nggak enak kalau ibu mertua aku yang duluan sampai dirumah"
"Yaudah ayo sekalian kita anterin ".Ucap Axel
"Ehh aku pesan taksi aja deh"
"Udah kita juga udah mau balik, barengan aja"Sahut Sindi
"Ya udah makasih ya"
"Dan kamu perkedel, balik sana ke kantor, enak aja minta gaji tapi nggak kerja". Ucap Axel kepada Adel
"Iye iye bos, sok iye banget, aku gibeng juga palanya".Balas Adel
...****************...
Kini Freeya sudah sampai dirumah, ia kemudian menuju dapur, untuk membuat minuman dan menyiapkan makanan ringan untuk mama Axel.
Lima menit kemudian terdengar suara mobil didepan rumah. Freeya kemudian keluar untuk menyambut sang mertua
"Assalamualaikum ma".Ucap Freeya sembari mencium tangan sang mertua
"Waalaikumsalam sayang"
__ADS_1
"Ayah nggak ikut ma?"
"Nggak ayah lagi diluar kota, makanya mama jalan ke sini"
"Yaudah ayo masuk ma"
"ehhh kamu motong rambut ya?"
"Hehehe iya ma, jelek ya?"
"Nggak kok, justru penampilan kamu sekarang membuat kamu keliatan lebih cantik, pasti Axel tambah pangling nih liatnya"
"Hehehe biasa aja ma"
Setelah sampai diruang tamu, Freeya mempersilahkan mertuanya untuk duduk dan ia menuju dapur mengambil minuman
"Silahkan diminum ma"
"Makasih sayang, rajin banget sih"
Mereka akhirnya bercerita segala hal. Mama Axel bahkan merasa bahwa Freeya sangat cocok dengan kriteria menantu idaman, bahkan ia selalu bisa mampu menyeimbangkan dirinya ketika mama Axel bercerita.
"Ini udah jam 5 sore kok Axel belum pulang juga"
"Hmmm mungkin masih sibuk ma"
"Masa sih?"Ucap mama Axel
Sedangkan Freeya sudah gugup dan tidak terasa tangannya sudah berkeringat. Jangan sampai mama bertanya yang tidak-tidak kepada Freeya.
Mama Axel kemudian mengajak Freeya untuk masak bersama. Untung saja Freeya sudah mengisi kulkas beberapa hari yang lalu.
"Ya udah gimana kalau kita masak aja sambil nunggu Axel datang".
"Hmmm iya ma".
Beberapa saat kemudian, mereka selesai memasak dan menata makan di meja makan. Mereka kemudian kembali ke ruang tamu untuk istirahat
Hampir jam tujuh malam, tapi Axel belum juga kembali.
"Ini kok Axel belum balik juga Fre, udah malam banget Lo untuk orang yang kerja"
"Hmmm mungkin lagi sibuk atau ada kegiatan lainnya ma".Ucap Freeya
"Coba kamu hubungin tanya lagi dimana".Ucap mama Axel
" iy ...iya ma". Freeya terpaksa menghubungi Axel , tapi bahkan sampai panggilan ketiga Axel tidak mengangkat telponnya. Freeya semakin gelisah
"Kenapa nggak diangkat Fre?" Tanya mama Axel
"Nggak ma"
"Kok bisa sih". Mama Axel kemudian mengambil hp untuk menghubungi Axel dan baru panggilan pertama, Axel sudah mengangkat telponnya.
"Kamu lagi dimana?" Tanya mama Axel
"Lagi dirumah kenapa ma?"
"Ohhh kamu udah mulai berani bohong ya sama mama?"
"Bohong apaan ma?"
"Kamu emang punya rumah berapa, mama dari tadi ada di rumah kamu?"
"Ehhh, mama ngapain dirumah aku?"
"Emang kenapa, nggak boleh mama kesini?"
"Bukan gitu, maaf ma?"
"Mama nggak butuh maaf kamu, mama cuma butuh kamu jelasin kenapa kamu bohong, kenapa kamu nggak pulang.
"Lagi ada salah paham sama Freeya ma, itu aja makanya aku nggak pulang dulu. Mungkin besok baru pulang.
"Terus kamu dimana sekarang?"
"Di rumah Brayen ma"
"Axel kamu itu suami, kepala rumah tangga. kalau ada masalah harusnya kamu selesaiin baik-baik bukan malah saling ngehindar kayak begini."Ucap mama Axel yang tidak habis pikir melihat tingkah anaknya yang justru menghilang kalau terjadi salah paham
"Iya mah, besok aku udah pulang kok. Aku cuma nenangin pikiran dulu".
"Yaudah.Ingat selesaikan masalah kalian baik-baik"
"Hmm iya ma"
Setelah selesai berbicara dengan Axel, mama kemudian menatap Freeya yang sudah menunduk.
"Sayang , mama bangga sama kamu, bahkan kamu nggak ceritain kalau lagi ada kesalahpahaman dengan Axel, tapi lain kali kalau mau cerita tanya ke mama ya sempat mama bisa bantu. Tapi mama percaya kalian pasti bisa nyelesain secara baik-baik. Apalagi dari penglihatan mama kalian saling menyayangi.
"Iya mah, maaf Freeya cuma nggak enak ngomongnya"
"Nggak papa sayang"
"Emang ada masalah apasih"
__ADS_1
"Nggak kok mah , cuma salah paham biasa aja".
Setelah selesai makan malam mama Axel akhirnya memutuskan untuk pulang.