Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Awal pembalasan Lio


__ADS_3

... Freeya aku akan membalas semua rasa sakitmu, jadi kembalilah dan dampingi aku dan Sindi dihari pernikahan kami...


Setelah kepergian mamanya,kini Axel hanya bisa menangis sendiri.


Ia telah menyakiti hati kedua malaikatnya, wajar bila sekarang ia di usir.


Dengan langkah gontai ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah ini ia akan kembali ke rumah tempat tinggalnya dulu bersama dengan Freeya.


...****************...


Drttt drttt


"Hallo"


"Hallo Tuan Lio, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah berhasil masuk ke dalam ruang kerja pak Wibowo dan saya berhasil mendapat rekaman Cctv yang tuan maksud"


"Bagus sekarang kirim rekaman itu ke email saya"


"Baik tuan"


"Bagaimana dengan Axel?"


"Dia masih di rumah sakit Tuan, tapi beberapa menit yang lalu anggota saya yang menggantikan saya di sana mengatakan Axel dan ibunya baru saja bertengkar hebat"


"Baiklah, tolong awasi Axel terus. Saya akan menghubungi kamu bila ada tugas lain".


"Baik Tuan"


Setelah mematikan sambungan teleponnya, Lio langsung membuka rekaman Cctv yang anak buahnya kirimkan.


"BRAK"


"Asisten Lio yang mendengar gebrakan dari ruang kerja Lio langsung membuka pintu ruangan Lio.


"Tuan, ada a-pa?" Tanya asisten dengan ketakutan karena melihat wajah Lio yang telah memerah serta tangannya yang mengepal di atas meja.


" Gantikan saya meating beberapa hari ini sampai saya selesai menikah. Saya tidak ingin diganggu. Apalagi ada yang tidak setuju apalagi saya digantikan maka langsung batalkan kerja sama yang telah disepakati ".


"Ba-ik tuan"


Setelah mengatakan itu ia mengambil hp serta jasnya dan langsung keluar dari ruangan.


Saat di dalam mobil ia kembali menghubungi anak buahnya.


"Hallo Tuan, apa ada lagi yang ingin saya bantu?"


"Seret Axel dan bawah di ke markas. Saya menunggu di sana"


"Ba-ik tuan. Tuannya sangat jarang ke markas, apalagi ia ke sana berarti ada hal yang membuat emosinya meningkat dan harus disalurkan.


Sedangkan di sisi lain Axel kini telah berjalan ke luar rumah sakit, ia memilih memesan taksi karena mobilnya masih berada di rumah orang tuanya.


Namun, dipertengahan jalan yang sepih , taksi yang ia tumpangi dikepung oleh tiga mobil.


"Ada pak?" Tanya Axel


"Mobil kita dihalangi pak, untuk mundur juga tidak bisa karena di belakang dan di samping ada mobil. Sepertinya mereka ingin meminta uang Pak".Uca sopir taksi


"CK, saya nggak banyak bawah uang pak" Ucap Axel

__ADS_1


"Bapak juga adalah penumpang kedua saya, jadi bagaimana ini pak. Merek sangat banyak".Ucap sopir taksi yang sudah terlihat ketakutan


"Jangan keluar pak, kita tidak cukup kuat untuk melawannya".


Karena melihat Axel tidak juga keluar, salah satu anak buah Lio menghampiri taksi tersebut.


Tok tok tok


"Buka pintu mobilnya dan biarkan penumpang anda keluar, atau anda lebih memilih nyawa anda hilang saat ini juga". Ucap anak buah Lio dengan menodongkan pistol ke arah kursi sang sopir.


Seketika sopir menjadi takut, ia langsung menatap ke arah Axel, dengan raut wajah yang menunjukkan permohonan maaf.


"Pak jangan dibuka, mereka hanya menggertak" Ucap Axel, yang juga mulai ketakutan.


"Saya hitung sampai tiga, kalau tidak ucapakan selamat tinggal kepada keluarga anda"


Sopir taksi tersebut langsung membuka pintu, dan hap itu tidak di sia-siakan oleh anak buah Lio yang lain .


Merek langsung menarik Axel keluar dari taksi


"Pergi sekarang atau saya berubah pikiran" Ucap anak buah Lio kepada sang sopir taksi.


Sekarang tersisa Axel dan anak buah Lio


"Lepasin gue breng*ek, gue nggak bawah uang. Lepasin gue kalau kalian mau selamat".Ucap Axel yang mengira mereka ada kumpulan pemalak.


"Nyawa kami justru akan terancam jika melepaskan anda."


"Gue bilang lepas sialan".


Bug Bug


Uhuk uhuk. Rasa sakit dipukul ayahnya yang belum hilang kini semakin bertambah.


"Diam dan ikut, kalau tidak ingin pistol ini bersarang di kepala anda". Ucap anak buah Lio yang diyakini bos dari seluruh anggota yang ada di sana.


Axel akhirnya menurut dan ikut masuk ke dalam salah satu mobil.


"Sepertinya mereka bukan orang sembarangan, apa jangan-jangan ini ulah Kai". Ucap Axel dalam hati.


"Gue harus kabur, gue nggak mungkin mati konyol, sedangkan gue belum minta maaf sama orang tua gue". Uca Axel dalam hati.


Axel meyakini bahwa mereka adalah orang suruhan Kai. Karena Kai pernah mengatakan bahwa balas dendamnya belum selesai.


Lima belas menit berlalu, akhirnya mereka sampai di markas. Axel yang sedari tadi ingin kabur, tidak memiliki celah karena terlalu banyak yang menjaganya.


Bruk


"Ikat dia di tiang itu, saya akan memanggil bos"


"Baik"


"Nggak, nggak lepasin gue, gue akan bayar kalian lebih banyak tapi lepasin gue sekarang juga".


Mereka tidak mendengar teriakan Axel, justru sekarang Axel di seret ke arah tiang. Dan tanpa aba-aba anak buah Lio mengangkat Axel, dan mengikat kedua kakinya serta tangannya.


"Gue bilang lepasin. Ini sakit bang*at"


Tak tak tak

__ADS_1


Terdengar suara sepatu yang semakin mendekat. Axel yang mendengar suara itu seketika merinding. Firasatnya mengatakan akan ada sesuatu yang buruk terjadi padanya.


BRAK


pintu terbuka dengan satu kali tendangan.


Axel yang sedari tadi menatap ke arah pintu seketika menegang saat menyadari siapa yang menjadi dalang di balik penyekapannya.


Sret


Kursi ditarik dan diduduki Lio dan hadapan Axel.


"Wah wah wah tidak ku sangka perjumpaan kita ini sangat menakjubkan. Ada apa dengan wajah mu itu Axel?" Tanya Lio dengan senyum yang sangat lebar. Tapi anak buah Lio yang melihat senyum itu justru bergidik ngeri.


"Cih, lepasin gue. Gue bahkan nggak punya urusan sama Lo"


"Prok prok prok, setelah lumayan lama tidak bertemu, sekarang mulutmu itu semakin tajam juga ya, apakah itu mulut yang sama dengan mulut yang menghina sahabatku. Kalau ia dengan senang hati aku akan merobeknya".


Deg


Seketika Axel menjadi pucat pasi, apakah ancaman Lio selama ini benar-benar nyata.


"Kenapa wajahmu sekaku itu Axel, santai saja kita bahkan belum memulai".


"Gue bilang lepas bang*at, gue udah nggak ada hubungan sama Freeya lagi"


"Wah wah kamu mengakuinya, tapi bagaimana jika aku ingin mengungkit saat kalian masih memiliki hubungan dulu?" Tanya Lio


"Sekali Lo sentuh gue, maka gue akan bongkar kelakuan Lo ini dihadapan semua orang?" Ucap Axel yang sudah tidak tau bagaimana mengancam Lio.


Ia jelas kaget ternyata Lio tidak sesederhana yang ia lihat selama ini.


"Cih, bahkan kelakuan Lo lebih anj*Ng dari gue."Ucap Lio


"Oke karena Lo udah nggak sabar, maka gue akan memulai permainannya dan gue harap Lo bisa menikmatinya ".Ucap Lio lagi


Lio kemudian menyuruh anak buahnya untuk memutar rekaman Cctv dimana Axel menyiksa Freeya.


"Sebelum permainan ini dimulai gue harap Lo nonton video ini baik-baik, karena gue akan kasih Lo dua kali lipat dari video yang Lo liat nanti. Gimana Axel gue kurang baik apalagi?" Ucap Lio dengan senyum lebarnya.


Video kemudian diputar memperlihatkan Axel yang bersitegang bersama Freeya dilantai satu. Tidak la setelah perdebatan, terlihat Axel mendekat kearah Freeya, Axel menjambak rambut Freeya dan menamparnya sebanyak dua kali.


"Berhenti".Ucap Lio


Ia kemudian maju ke arah Axel.


"Seperti yang kukatakan tadi aku akan membayarnya dua kali lipat. Kalian turunkan dia dan ikat tangannya ke belakang".


Anak buah Lio langsung melakukan perintah Lio dan sekarang Axel duduk tepat berada di hadapan Lio .


Lio menjambak Axel dengan keras


"Argggg lepasin gue".Ucap Axel


PLAK PLAK PLAK PLAK.


Lio menampar Axel sebanyak empat kali, kedua pinggir bibir Axel langsung pecah.


"Lanjutkan videonya"

__ADS_1


.....


__ADS_2