Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Emosi Kai


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kejadian di perusahaan Axel yang kini dipimpin oleh Lio. Axel sendiri masih perang dingin dengan ayahnya. Ayah Axel terlalu kecewa dengan perilaku Axel. Walaupun Axel telah menjelaskan tapi ayahnya masih tidak percaya. Bahkan ayahnya berencana untuk menyuruh seseorang mencari tau keberadaan tentang perkataan Kai waktu itu, ia juga akan mencari tau kehidupan Axel dan Freeya saat masih menjadi suami istri dulu.


Seandainya memang Axel telah menyakiti Freeya maka yang paling disalahkan nantinya ialah dirinya sendiri. Karena ia telah menjodohkan dua orang itu.


...****************...


Sementara dirumah Adelio sekarang berkumpul Adel, Lio dan Sindi.


Dan ini merupakan hari ketujuh saat ia menyuruh orang-orang handalnya untuk mencari keberadaan Freeya.


"Lio, gimana Freeya udah ketemu belum?" Tanya Adel


"Aku khawatir banget, dia makan apa diluar sana" Ucap Adel senduh


"Freeya pasti baik-baik aja sekarang, yang harus kamu perhatikan itu diri kamu liat sekarang kamu semakin kurus". Ucap Sindi yang ikut prihatin dengan keadaan Adel yang juga ikut menurun saat Freeya memilih pergi.


"Hiks hiks aku rindu Freeya".Ucap Adel yang tidak bisa menahan sesak didadanya.


Sindi langsung memeluk Adel dan ikut menitikkan air mata.


Sebenarnya Adel terlalu takut Freeya melakukan hal buruk diluar sana yang dapat merusak tubuhnya.


"Tunggu aku akan menelepon anggota ku dulu, semoga mereka mendapat bayangan keberadaan Freeya" Ucap Lio yang bangkit dan menuju ke ruangan kerjanya yang berada di samping kamarnya.


"Ha-llo Tuan"


"Hmm saya tidak ingin basa-basi saya harap kamu bekerja seperti biasa yang hasilnya selalu memuaskan". Ucap Lio


"Ma-af tuan, kami belum bisa menemukannya"


"Hmmm"


"Kami pernah melihat orang yang sama dengan orang yang sedang kami cari tapi pas ditelusuri mereka hanya mirip tuan?"


"Kamu yakin itu bukan dia?"


"Sangat yakin tuan"


"TERUS APA YANG KALIAN KERJA SATU MINGGU INI".


"Ma-af tuan kami akan berusaha semaksimal mungkin "


"Kerahkan semua anggota cari kesemua pelosok jangan sampai yang menemukan Freeya terlebih dahulu Kai. Saya tidak ingin itu terjadi. Kalau sampai itu terjadi siap-siap salah satu diantara kalian kehilangan kepalanya "


"Kamu tau saya tidak pernah main-main dalam berbicara kan?"


"I-ya tuan"


Tut Tut tut


Lio langsung mematikan sambungannya.


"Arggg kamu dimana sih Fre, bahkan anggota aku yang cekatan aja nggak bisa nemuin kamu". "Atau aku harus ketemu orang tua kamu, mungkin saja mereka tau kamu dimana meskipun itu kemungkinannya sangat kecil".


Lio kemudian kembali ke ruangan tempat Adel dan Sindi berada


"Gimana yang udah ada kabar tentang Freeya?" Tanya Sindi


Lio kemudian menggeleng.

__ADS_1


"Dua Minggu lagi kita nikah dan Freeya belum jelas keberadaannya".Ucap Sindi dengan mata yang berkaca-kaca


"Aku ingin yang mendampingi aku nanti dia sahabat aku, tapi hiks"


"Udah kamu tenang, sebelum kita nikah aku usahain kita akan bertemu dengan Freeya ".


"Sekarang kalian di rumah aja ya, aku harus ke rumah orang tua Freeya, semoga mereka tau dimana Freeya berada"


"Aku ikut" Ucap Adel yang langsung berdiri


"Aku juga". Ucap Sindi


"Baiklah kalian bersiap kita akan kesana"


Diperjalanan menuju rumah Kai tidak sengaja melihat mobil Lio yang pas berada di depannya saat lampu merah. Sebelumnya Kai pergi ke cafe tempat Freeya sering datang hanya untuk menenangkan pikiran.


"Itu bukannya mobil Lio"


"Mau kemana dia, atau jangan-jangan dia sudah tau keberadaan Freeya tapi dia menyembunyikannya"


"Aku harus mengikuti mobilnya. Tidak salahkan, aku bukan mata-mata hanya ingin memastikan. Baiklah mari kita ikuti". Ucap Kai pada diri sendiri


...****************...


Sedangkan ditempat lain Freeya sudah terbiasa dengan rutinitasnya tiap subuh membuat gorengan. Bahkan ia sangat semangat walaupun keuntungannya hanya untuk makan sehari-hari dan sedikit tabungan untuk biaya bersalinnya nanti. Tapi semoga delapan bulan kedepan tabungan itu bisa mencukupi biaya bersalin dan membeli perlengkapan untuk anaknya.


"Hallo anak bunda yang kuat, lagi ngapain nih."


"Anak bunda baik banget sih nggak bikin bunda mual, cuma sering laper aja ya kan kita berdua jadi wajar dong"


"Anak bunda sehat-sehat ya, kita harus semangat cari rezeki untuk nanti ".Ucap Freeya mengelus perutnya yang masih rata.


...****************...


Mereka bertiga segera turun menuju ke post satpam.


Sementara Kai memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Lio.


"Permisi pak apa orang tua Freeya ada di dalam?"


"Iya pak kebetulan hari ini hari libur jadi semuanya ada di rumah"


"Baiklah kami ingin bertemu dengan mereka pak?"


"Baiklah silahkan masuk".


Sedangkan KAI yang melihat Lio dan lainnya sudah masuk ke halaman rumah juga ikut keluar dari mobil.


"Permisi pak, maaf saya terlambat saya teman dari tamu yang baru masuk"


"Ohh iya pak silahkan"


Sedangkan Lio ,Adel dan Sindi sudah berada di ruang tamu


"Mau apa kalian kesini?" Ucap ibu Freeya


"Kami ke sini ingin mencari Freeya?"


"Tidak salah kalian mencarinya ke sini, untuk apa juga saya menampung anak tidak tau diri itu di rumah ini"

__ADS_1


"Saya tidak ingin berdebat untuk mendengar kata-kata yang tidak berfaedah dari mulut Tante, kami ke sini hanya ingin mencari tau keberadaan Freeya. Dimana dia sekarang ". Ucap Sindi


"Wah wah wah pantas anak tidak tau diri itu selalu membangkang ternyata temannya memiliki sifat yang sama". Ujar ibu Freeya lagi


Sementara dari atas tangga ayah Freeya turun karena mendengar perdebatan dari bawah.


"Ada apa ini". ucap Ayah Freeya setelah sampai di lantai satu


"Kami ingin mencari tau keberadaan Freeya, sudah satu Minggu lebih dia menghilang ".Ucap Lio


"Hufff Freeya tidak ada di sini , jadi lebih baik kalian pulang".Ucap ayah Freeya


"Apa Freeya pernah ke sini setelah perceraiannya?" Ucap Adel


"Pernah dan saya mengusirnya. Saya tidak Sudi wanita mura*an itu menginjakkan kaki di rumah ini".


"SIAPA ANDA YANG BERANI MENGATAINYA WANITA MURA*AN".


Semua yang ada di sana langsung melihat kebelakang.


"Kai ngapain Lo di sini?"


Kai tidak menjawab pertanyaan dari Lio tetapi ia berjalan mendekat ke arah ibu Freeya.


"Saya ulangi siapa yang anda maksud wanita mura*an?"


"Siapa lagi kalau bukan Freeya. Anak tidak tau diuntung yang bisanya mencoreng nama baik keluarga saya. Untung saja dia sadar diri untuk segera pergi"


Bruk


Kai menendang meja yang ada didepannya dan itu ujungnya mengenai kaki ibu Freeya.


"KAU ,KENAPA KAU MELUKAI KAKIKU ANAK SIA*AN? Ucap ibu Freeya menunjuk Kai.


"Ya saya anak Sia*an dan anak sia*an ini tidak akan mengampuni orang yang merendahkan Freeya termasuk orang tuanya sendiri". Ucap Kai tajam


"Hahahaha kamu siapa, apakah kamu salah satu pelanggannya yang masih ingin merasakan kenik*atan dari ******* itu". Ucap ibu Freeya.


Kai maju dan mencekik leher ibu Freeya.


"Hei apa yang kamu lakukan, lepaskan istri saya"


Kai justru semakin menguatkan tangannya dengan mata yang memperlihatkan kemarahan yang besar yang siap meledak.


"Kai sudah kita di sini mau mencari tau tentang Freeya, tahan emosi Lo" Ucap Lio


Kai melepaskan tangannya dari leher ibu Freeya


Uhuk uhuk


"Tahan, Lo nyuruh gue tahan emosi gue. Lo tau sendiri siapa yang salah di sini. Dan seenaknya dia merendahkan Freeya gitu aja. Ada nggak orang tua gila yang justru merendahkan anaknya sendiri di depan orang lain kecuali dia".Ucap Kai


"Saya bertanya dimana keberadaan Freeya, sebelum tangan saya melenyapkan nyawa anda begitu saja". Ucap Kai


"Freeya tidak ada di sini kami juga tidak tau dimana dia" Ucap Ayah Freeya


"Bagaimana mana bisa anda sebagai orang tua tidak mengetahui keberadaan anak anda sendiri. Saya tau kalian tidak menyukainya tapi sedikit saja rasa khawatir itu apakah tidak ada untuk Freeya?" Ucap Sindi yang tidak habis pikir dengan orang tua Freeya yang seakan tidak terjadi apa-apa.


"Dia bukan anak kami, dia hanya anak yang menumpang untuk kamu rawat di sini. Namun sayangnya dia tidak menunjukkan rasa terima kasihnya ".Ucap ibu Freeya

__ADS_1


Deg


Deg


__ADS_2