Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Memang cucuku


__ADS_3

Di salah satu rumah kedua keluarga sedang bertemu hendak meluruskan kesalahpahaman.


"Sebelum kami meminta maaf, karena menurunkan jabatan anda begitu saja. Tapi di sini saya akan mengembalikan kembali jabatan anda".Ucap papa Axel


Akhirnya terlihat raut bahagia dari wajah Iris dan Bagus (orang tua yang membesarkan Freeya).


"Terimakasih sebelumnya pak, saya Sanga merasa bahagia. Tapi kalau boleh tau Kenapa bapak tiba tiba mengembalikan jabatan saya?"


"Karena saya dan istri saya telah salah paham dengan Freeya"


"Maksudnya?"


"Huffft". Ayah Axel menatap dua orang yang berada di depannya.


"Sebenarnya Freeya hanya korban dari keegoisan Axel, Axel tidak menerima Freeya sebagai istrinya.Dan tentang kejadian di hotel itu saya yakin itu hanya sebuah kesalahpahaman. Maafkan kamu pak yang telah meragukan kebaikan Freeya"


Sedangkan pak Bagus hanya diam termenung. Ia dan istrinya bahkan telah merendahkan Freeya, hingga sesuatu yang harusnya mereka sembunyikan di ketahui Freeya. Namun, kenyataannya Freeya tidak seperti yang mereka tuduhkan.


"Jadi mak-sud bapak yang bersalah adalah Axel?"


"Iya pak yang bersalah adalah anak kami bukan Freeya. Kami bahkan tidak sempat mendengarkan penjelasan Freeya ".Ucap ayah Axel


Seperti dihantam batu, pak Bagus merasa tersentil dengan ucap papa Axel karena dia juga melakukan hal yang sama. Sedangkan Iris hanya diam tenang ditempatnya, seakan tidak memiliki salah sama sekali. Padahal dia yang paling jahat terhadap Freeya.


"Apakah kamu bisa bertemu Freeya pak? Kami belum sempat meminta maaf dengannya"


"Maaf pak tapi Freeya tidak tinggal bersama kami".Ucap Iris istri Bagus


"Kalau begitu kamu minta alamat tempat tinggal Freeya Bu Iris"


"Maaf, pak tapi kami juga tidak tau dimana Freeya tinggal sekarang ".Ucap Iris santai


"Maksudnya? Kenapa kalian sebagai orang tua bahkan tidak tau dimana anak kalian tinggal ".Ucap mama Axel yang tidak habis pikir dengan kedua orang tua Freeya.


"Karena dia bukan anak kandung kami".


"APA?" Kaget kedua orang tua Axel


"Jadi kalian membiarkannya diluar sana sendiri, hanya karena mereka bukan anak kandung anda pak Bagus?" Tanya ayah Axe


"Maaf pak Freeya sendiri yang memilih pergi saat mengetahui statusnya".


Dan tinggallah rasa penyesalan dihati orang tua Axel.


Sedangkan kondisi Axel sendiri semakin hancur setelah ia menjadi karyawan biasa . Ia selalu berdebat dengan Kristal karena Axel tidak mampu dengan gaya hidup Kristal.


...****************...


"Selamat pagi Bu Rosma"


"eh, selamat pagi Freeya"


"Udah mau kerja nih"


"Hehehe iya dong Bu"


"Kalau begitu semangat ya" Ucap ibu Rosma mengelus kepala Freeya


"Siap Bu"

__ADS_1


"Ibu kamu kemana Freeya?"


"Ibu ada di sana Bu, lagi ambil bakul"


"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu ya"


"Iya Bu"


Ibu Rosma pun meninggalkan Freeya dan menuju ke ibu Masita


"Selamat pagi "


"Selamat bagi bos"


"Bagaimana Bu , apakah sudah ada informasi yang ibu tau?" Tanya ibu Rosma dengan tidak sabaran


"Iya Bu"


"Jadi apa Bu?"


"Sebaiknya kita berbicara ditempat yang tenang Bu". Ucap ibu Masita


Mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah ibu Rosma yang cukup dekat dengan perkebunan teh.


"Silahkan duduk Bu Masita"


"Baik "


Ibu Rosma diam untuk mendengarkan penjelasan dari ibu Masita


Huffft


"Apa?, kamu tidak salah kan , dia memang cucu saya?" Ucap ibu Rosma yang bahkan matanya sudah berkaca-kaca, walaupun mereka masih membahas tentang kemungkinan.


"Iya Bu, Freeya sendiri yang mengatakan naman ibu kandungnya bernama Sari, seperti nama anak ibu yang telah meninggal ".


Flashback


"Nak apakah kamu sudah mau tidur?" Ucap ibu Masita


"Belum Bu"


"Apakah ibu bisa bertanya sesuatu sama kamu?"


"Tanya apa Bu, silahkan saja Bu Freeya akan usahakan untuk menjawabnya "


"huffft, tapi ibu tidak akan memaksa seandainya pembahasan ini membuat kamu tidak nyaman"


"Baik Bu"


"Apakah ibu bisa mengetahui kenapa kamu bisa kenal dengan saudara ibu, Ibu Hamidah walaupun ibu sudah tau sedikit dari Hamidah, tapi ibu ingin dengar sendiri dari Freeya sendiri "


Freeya terdiam sebentar, ia tidak tau harus memulai darimana. Dan Freeya tidak mungkin menutupi semuanya dari ibu Masita. Biar bagaimanapun Bu Masita harus tau apalagi ia sudah menganggap Freeya sebagai anaknya.


"Baik Bu, Freeya akan cerita semuanya. Maaf karena sebelumnya Freeya tidak bercerita kepada ibu. Huffft jadi sebenarnya Freeya ketemu dengan ibu Hamidah di terminal. Saat itu Freeya nggak tau mau kemana, karena Freeya nggak punya siapa-siapa. Kemudian ibu Hamidah datang seperti malaikat, ia mengajak Freeya untuk ikut dengannya ke kampung. "


"Jadi kamu memang berencana akan pergi walau tidak tau tujuan jelasnya kemana?"


"Iya Bu, saat itu Freeya hanya ingin menenangkan diri dari semua masalah Freeya. Apalagi saat itu Freeya baru resmi bercerai "

__ADS_1


"Jadi suami kamu tidak tau bahwa itu anak kamu?"


Freeya kemudian menunduk meremas kedua tangannya


"Ma-af Bu, ini bukan anak dari mantan suami Freeya "


"Maksud kamu?"


"Ini anak dari laki-laki lain Bu, Freeya yang sebaik yang ibu kira"


Ibu Masita hanya diam mendengar hal itu tapi ia bisa melihat trauma yang jelas saat Freeya mengatakan tentang kehamilannya.


"Ibu percaya sama kamu, baiklah tanpa ayahnya pun kamu dan ibu akan menjaga calon anak kamu itu, jadi jangan bersedih lagi. Kamu tidak perlu menceritakannya karena ibu melihat kamu bahkan belum siap bercerita tentang itu"


"Hiks ma-kasih, maafin Freeya buat ibu kecewa"


"Ibu tidak kecewa sama sekali nak, ibu justru bangga di saat orang lain tega menghilangkan nyawa anak mereka. Kamu dengan tegar tetap menjaganya "


Freeya bahkan pernah ingin menghabisi nyawa anak ini Bu. Batin Freeya


Setelah Freeya merasa lebih baik ibu Masita kembali bertanya


"Jadi dimana orang tua kamu nak? Kenapa kamu mengatakan tidak memiliki siapa-siapa saat itu?"


"Aku nggak punya orang tua"


"Maksud kamu?"


"Freeya dibesarkan keluarga angkat Freeya Bu, tapi Freeya memilih pergi saat mengetahui semuanya. Terlebih Freeya terlalu banyak membuat mereka kesusahan. Tapi kata ayah angkat Freeya, ibu kandung Freeya udah meninggal sedangkan Freeya nggak tau ayah kandung Freeya "


"Apakah ayah angkat kamu menyebutkan nama orang tua Kamu.


Freeya kemudian mengangguk


"Katanya ibu Freeya bernama Sari, tapi mereka tidak tau siapa ayah Freeya"


Deg


Deg


"Sari nak?"


"Iya Bu"


"Terus bagaimana sekarang, apakah kamu ingin mencari keluarga kandung kamu?"


"Entahlah Bu, yang Freeya pikirkan saat ini hanya bisa hidup dengan layak bersama anak Freeya sudah cukup. Belum tentu juga keluarga Freeya akan menerima Freeya dengan baik. Freeya hanya takut kembali terluka jika berharap Bu, jadi jika tidak keberatan Freeya hanya ingin bersama ibu saja"


"Tentu nak, ibu sangat senang bila Freeya terus bersama ibu"


...****************...


Seperti itu ceritanya Bu. Masih banyak yang saya tidak tau karena saya tidak ingin Freeya merasa tertekan dengan .


Ibu Rosma hanya bisa menangis mendengar cerita ibu Masita. Ia dapat merasakan luka dan ketakutan yang dirasa Freeya disaat yang bersamaan.


"Terimakasih Bu, tolong jaga Freeya. Karena saya yakin dia cucu saya"


"ibu tenang saja, saya sangat menyayangi anak itu. Jadi pasti saya akan menjaganya "

__ADS_1


"Terimakasih Bu, saya harap suatu saat nanti Freeya bisa menerima saya sebagai neneknya . Saya akan mencari tau kehidupan Freeya selama ini, saya akan mencari tau laki-laki bajin*an yang menghamili cucu saya".


__ADS_2