
...Jika hari itu bisa di ulang...
...Aku akan menolak dengan lebih keras lagi...
Saat ini Axel telah selesai ditangani oleh dokter tetapi ia belum juga sadar.
"Bi tolong jaga Axel sampai saya kembali ya"
"Emang nyonya mau kemana?"
"Saya akan kembali ke rumah untuk berbicara dengan ayahnya"
"Baik nya".
Mama Axel kemudian pulang ke rumah bersama dengan sopir.
Setelah sampai ia langsung menuju ke kamarnya
Ceklek
Saat memasuki kamar, ia melihat suaminya duduk di sofa dan memandang ke arah jendela.
Mama Axel perlahan melangkah ke sofa, bahkan saat ini suaminya tidak menyadari kedatangannya
Huffft
"Ayah".
Bahkan setelah dipanggil suaminya belum juga menoleh ke arahnya.
Mama Axel kemudian berdiri dihadapan suaminya dan menepuk pundaknya
"Ayah". Dan saat pandangan mata mereka bertemu terlihat jelas air mata yang terus mengalir dari mata ayah Axel. Bahkan istrinya tidak pernah melihat kesedihan sedalam itu dimata suaminya.
Mama Axel yang awalnya kembali ke rumah ingin marah-marah karena akibat pukulan suaminya, Axel akhirnya harus dirawat di rumah sakit, namun sekarang entah kenapa ia justru ikut merasakan sakit di hatinya.
"Ayah, baik-baik aja kan kenapa nangis begini?" Tanya mama Axel
Suaminya belum juga menjawab namun, tangannya perlahan naik memegang wajah istrinya.
"Anak kita membuat ayah ingin mati saja".
"Ayah, nggak boleh ngomong gitu, masa mau ninggalin mama sih".
"Ayah, kecewa sama Axel"
"Boleh mama tau, kenapa Ayah sangat marah sama Axel hari ini, bahkan ayah hampir membunuh anak kita sendiri "
"Ayah takut kalau kamu melihatnya, kamu juga akan lebih hancur "
"Tapi, mama pengen liat yah, kalaupun mama harus kecewa setidaknya mama tau apa yang akan mama lakukan kedepannya ".
Orang tua Axel akhirnya menuju ke ruang kerja. Ayah Axel menyalakan komputer dan membuka file dari flashdisk yang ada di kantong bajunya.
"Ayah, harap setelah mama melihat video ini, mama tidak berlarut dalam rasa bersalah ".
Mama Axel kemudian melihat video yang diputar reaksinya bahkan lebih para dari suaminya.
"A-yah,ini bohong kan?"
"Lanjutkan nontonnya nanti mama sendiri yang nilai ini bohong atau tidak".
Mama Axel kemudian menonton video lanjutan dengan tanggal yang berbeda. Bahkan kini tangannya telah meremas bajunya.
"Nggak, anak aku nggak mungkin melakukan hal keji seperti ini".
"Nggak anak aku sangat menghargai wanita. Ini pasti bukan Axel yah, video ini pasti telah di edit kita nggak boleh percaya begitu saja".
__ADS_1
"Mama meragukan Ayah?" Tanya suaminya
Mama Axel langsung terdiam dan kembali menonton video, semakin lama terlihat perlakuan Axel semakin jahat.
"Bahkan kita nggak tau bagaimana perlakuan Axel saat ia menyeret Freeya ke kamar mandi". Ucap suaminya
"Nggak hiks hiks anak kita nggak seperti itu. Ini nggak mungkin. Dia nggak mungkin menyakiti Freeya sedalam itu".
"Tapi itu kenyataannya ". Ucap suaminya lagi
"Nggak, Axel...."
Mama Axel pingsan setelah melihat video anaknya. Dan saat bangun ia langsung menuju ke rumah sakit.
"Mama istirahat dulu, anak itu sudah ada yang menjaganya "
"Nggak yah, mama harus ke rumah sakit. Mama harus dengar sendiri dari mulut Axel".
"Baiklah tapi ayah nggak bisa nganterin "
"Tenang saja, ada sopir kok". Mama Axel kemudian melangkah keluar dengan gontai. Ia masih berharap apa yang dilihatnya tadi hanyalah sebuah mimpi.
"Mama percaya sama kamu Xel, kamu nggak mungkin ngecewain ayah dan mama"
"Pak kita ke rumah sakit lagi ya"
"Baik nyonya"
Setelah kepergian istrinya ayah Axel langsung menghubungi salah satu anak buahnya.
"Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu"
"Hmmm saya punya tugas untuk kamu"
"Apa itu Tuan?"
"Baik Tuan, saya usahakan besok rekamannya telah ada"
"Hmmm terima kasih "
"Sama-sama tuan"
...****************...
Sedangkan di sisi lain Lio mendapatkan kabar tentang Axel dari salah satu anggotanya yang selalu mengikuti Axel sesuai perintah Lio.
"Hallo Tuan"
"Hallo, apa ada informasi yang penting?"
"Ya tuan, hari ini bapak Axel di rawat di rumah sakit karena banyak mendapat pukulan dari Ayahnya"
"Hmmm lanjutkan" Ucap Lio
"Yang saya dengar ayahnya memukul Tuan Axel karena ayah dari tuan Axel telah mengetahui perbuatan anaknya saat masih memiliki istri dulu". Ayah Axel telah melihat rekaman Cctv saat Axel menyiksa istrinya Tuan"
"Hmmm Baiklah. Ternyata saya juga bodoh tidak berpikiran untuk melihat bagaimana Axel memperlakukan Freeya dulu. Kalau begitu saya punya tugas untuk kamu. Karena Axel masih dirumah sakit, jadi untuk sementara dia tidak perlu kamu awasi. Tugas kamu sekarang, dapatkan juga rekaman Cctv karena saya ingin melihat bagaimana kekejaman seorang Axel , dan saya akan membalasnya berkali kali lipat".
"Ba-ik tuan, segera mungkin saya akan mendapatkannya".
...****************...
Di sisi lain Kai masih terus mencari keberadaan Freeya, bahkan ia ke kantor hanya 2 kali seminggu, Untung saja ada asistennya yang selalu bisa untuk diandalkan.
Kehidupannya sekarang telah berubah drastis.
Saat malam tiba, ketika ia mendapat laporan dari suruhannya bahwa hasilnya nihil ia akan semakin menggila.
__ADS_1
Jika sosok Kai yang dulu sangat menjaga penampilannya, maka itu tidak melekat lagi di dirinya. Sekarang ia hanya seseorang yang dipenuhi rasa bersalah dalam jiwanya, rambutnya yang kini mulai memanjang tanpa dipotong, serta tubuh kekar berotot kini telah menjadi tubuh yang kian hari semakin kurus.
Mulut yang pernah menyakiti Freeya, kini hanya sibuk dengan rokok dan birnya.
Seperti itulah Kai tiap malam, merokok dan minum hingga mabok, dan paginya ia akan kembali muntah-muntah. Ia bahkan makan kadang hanya satu kali dalam sehari.
"Hiksss Fre, pulang jangan bawah anak aku". Racaunya yang sekarang telah mabuk
"Aku udah dapat karmanya. Jadi sekarang aku mohon kamu pulang"
"Hahahaha breng*ek, kenapa aku lebih breng*ek dari Axel".
"Hiks hiks Fre pulang anak kita lucu"
"Kayaknya aku udah sayang sama kamu deh Fre hahaha"
...****************...
Kembali ke rumah sakit. Saat ini mama Axel telah tiba di rumah sakit. Dan ia langsung menuju ke kamar Axel.
"Bi, kenapa di luar kamar?"
"Eh, nyonya udah datang, itu Tuan Axel udah sadar dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter"
"Kalau begitu bibi pulang aja, buatkan makan malam untuk Tuan dirumah. Biar saya yang menjaga Axel"
"Baik nyonya kalau begitu saya permisi "
"Iya , sekalian kamu aja sopir untuk pulang, karena saya akan menginap.
"Baik nyonya"
Setelah pembantunya pergi,dokter juga keluar dari ruang rawat Axel.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?"
"Alhamdulillah anak ibu telah sadar, tapi dia harus dirawat untuk memulihkan kondisinya dulu, nanti akan ada obat untuk membantu lebam di tubuhnya memudar"
"Baik dokter terimakasih"
"Kalau begitu saya permisi, ibu sudah boleh menjenguknya"
Ceklek
"Mama"Ucap Axel lirih
Mamanya mendekat ke arah kasur Axel.
"Baguslah kamu sudah sadar, karena mama ingin mendengar apa yang mama lewatkan hari ini".
Mendengar suara mamanya yang berubah menjadi dingin, semakin membuat Axel merasa bersalah. Axel kemudian melirik ke arah lain seperti mencari sesuatu.
"Ayah kamu tidak ada di sini, kalau itu yang kamu cari, dia bahkan tidak akan ke sini"
"Ma, Axel minta maaf"
"kenapa?"Tanya mama Axel
Dia belum siap menjawab pertanyaan mamanya, Axel belum siap melihat cinta pertamanya ini hancur karena tingkahnya.
Axel hanya mengalihkan pandangannya dengan air mata yang perlahan keluar. Melihat hal itu sudah membuat mama Axel mengerti, bahwa selama ini banyak hal yang anaknya tutupi.
"Istirahatlah, kamu harus memulihkan tenagamu, karena mama akan tetap menagih penjelasan kamu, dan mama harap kepercayaan mama selama ini tidak kamu sia-siakan "
"Istirahatlah mama akan tidur di sofa"
"Maaf ma"
__ADS_1