
"Dari mana saja kamu jam dua malam baru pulang?"
"A-yah"
"Kenapa? Kamu kaget liat ayah ada di sini"
"Bu-kan gitu, maaf Jennie tadi ada tugas terus nggak sengaja ketiduran di kos teman"
"Kamu kira ayah nggak merhatiin tingkah kamu. Beberapa hari ini ibu kamu selalu bilang sering pulang malam karena kerja kelompok, tapi kerja kelompok seperti apa sampai hampir subuh begini "
"Tadikan Jennie udah bilang Jennie nggak sengaja ketiduran di kos teman pas selesai kerja tugas"
"Dengan pakaian yang seperti itu? Ayah bahkan malu liat kamu berpakaian seperti itu. Mau di taro dimana muka ayah jika kamu bertemu seseorang yang mengenal ayah".
Yah memang sekarang Jennie (saudara angkat Freeya)hanya memakai dres tanpa lengan dengan panjang di atas lutut.
"Ta-di baju aku basah kena tumpahan air, jadi pinjam baju teman dulu dan emang bajunya kenapa sih yah, bagus begini. Ayah itu nggak tau fashion banget".
"Huffft"
Ayah Jennie mengurut keningnya, sudah cukup ia lelah di kantor ditambah sifat Jennie yang semakin lama semakin susah di atur.
"Sekarang masuk kamar kamu, ayah tidak akan segan-segan menghukum kamu bila masih pulang jam segini. Mulai besok kamu harus ada di rumah paling lambat jam 10 malam".
"A-PA? Kok gitu, Jennie udah besar yah, bisa urus diri sendiri ayah nggak bisa ngatur Jennie seenaknya gini"
"Kenapa nggak bisa? Kamu itu anak perempuan, nggak baik berkeliaran di luar. Kamu harusnya bisa contoh Freeya, saat di kuliah dulu , dia bahkan sudah di rumah sebelum magrib. Bahkan masih sempat masak dan kerja yang lainnya".
"FREYA FREEYA FREEYA, Jennie muak dengar nama anak sia*an itu. Apa ayah nggak muak harus ingat dia lagi. Bahkan Jennie nggak sudih dibandingkan sama anak sia*an itu "
Plak
"Jaga omongan kamu Freeya "
"A-yah nampar aku?" "A-yah nampar aku karena Freeya sia*an yang nggak jelas asal usulnya"
"JENNIE", teriak ayahnya
" Kenapa Jennie benarkan dia anak yang nggak jelas asal usulnya, bahkan ayahnya aja nggak sudi nampung dia. Bahkan ketika dia udah pergi dari rumah ini ia tetap menjadi sumber masalah di sini, termasuk saat ini". Ucap Jennie dengan emosi
Deg deg
Mendengar ucapan Jennie tentang ayah kandung Freeya membuatnya tiba-tiba merasa bersalah terhadap Freeya. Entah karena Freeya yang menganggapnya cinta pertama sebagai seorang anak namun perlakuannya tidak mencerminkan seorang anak atau karena rasa bersalah yang tidak bisa mempertemukan Freeya dengan ayah kandungnya.
__ADS_1
Mendengar pertengkaran di bawah, Ibu Jennie yang tidurnya terganggu memutuskan untuk turun .
"Ini kenapa tengah malam ribut begini, ganggu tau nggak". Ia menatap ke arah Jennie dan kaget melihat salah satu pipi anaknya yang tampak merah
"Sayang, pipi kamu kenapa kok merah gini"
"Hiks di tampar ayah".Ucap Jennie menangis saat ia merasa ibunya akan membelanya.
"A-PA?" "Ayah ngapain tampar anak kita, Jennie salah apa?"
"Hiks ayah bandingin Jennie sama Freeya karena Jennie nggak bisa sama kayak dia". Bukan suaminya yang menjawab melainkan Jennie
Ibu Iris( ibu Jennie) kemudian menatap kecewa suaminya.
"Ngapain kamu bandingin Jennie dengan anak nggak tau diri. Mau diliat bagaimana pun dia nggak akan pernah bisa sama seperti Jennie"
"Ia Freeya nggak bisa karena ia lebih baik dari Jennie"
"MAS" Teriak istrinya Sedangkan Jennie semakin menangis dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Jennie merasa kecewa ketika ayahnya lebih membanggakan Freeya.
"Mas nggak bisa gituin Jennie, dia anak kita satu-satunya yang harusnya kasih perhatian dan apapun yang dia mau"
Mendengar hal itu suaminya tertawa
"Karena pemikiran kamu yang seperti itulah yang membuatnya menjadi tidak tau aturan seperti sekarang. Apa bagus anak gadis berkeliaran diluar rumah sampai jam segini, karena saya sayang sama anak saya, maka saya harus menegurnya, dan apa ada ucapan saya yang salah. Freeya memang saat tinggal di sini kan tidak pernah pulang lewat dari jam 6 sore, sedangkan Jennie ini bahkan sudah jam 2 tapi dia baru pulang dengan mengendap-endap.
PLAK PLAK
"BICARA APA KAMU BARUSAN". Ucap ayah Jennie yang mencekik leher istrinya
"LE-PAS"
"SAYA BAHKAN BISA MEMBUAT KAMU MATI LEBIH DULU DARIPADA FREEYA "
"Hiks hiks lepas"
Melihat istrinya yang sudah pucat, ia langsung melepaskan tangannya dan detik itu juga istrinya jatuh ke lantai. Ia menatap nanar suaminya.
"Rahasia apa yang kamu sembunyikan" Ucap ibunya Jennie
"Saya tidak punya rahasia, tapi saya benci sikap kamu yang seperti itu. Freeya bahkan sudah tidak di sini tapi kenapa rasa benci kalian semakin bertambah
"Apa emang Freeya anak kamu dan sahabat kamu seperti yang selalu saya pikirkan "Bukannya merespon suaminya iya justru kembali bertanya
__ADS_1
"CK buang pikiran dangkal kamu itu"
"HAHAHAHA, Terus kenapa bahkan saat ia sudah memilih pergipun kamu tetap diam-diam mencarinya. Jangan kira saya nggak tau apa yang kamu lakukan. Kamu bahkan hampir tiap hari bengong seperti orang tanpa tujuan hidup. Dan itu pasti karena anak berguna itu.
"SAYA BILANG BERHENTI BILANG DIA TIDAK BERGUNA, BERHENTI MENYEBUTNYA ANAK SIA*AN. KAMU TAU BAGAIMANA JANJI UNTUK SAHABAT SAYA SAAT DIA MENINGGAL. SAYA MERASA BERDOSA KARENA MENELANTARKAN ANAK ITU. NGGAK LEBIH. Bagaimana saya harus mengatakan kepada Sari kalau anaknya terlalu banyak menerima luka dari rumah ini. Rumah yang pernah saya janjikan sebagai tempat berlindung anaknya karena ia tidak memiliki siapa-siapa lagi ". Ucap suaminya lirih.
...****************...
Di sisi lain , mantan suami Freeya hari ini akan melangsungkan pernikahannya. Mereka sekarang telah bersama saksi dan orang yang akan menikahkannya.
"Bagaimana pak Axel apa sudah bisa kita mulai?"
"Maaf pak, apakah bisa tunggu sebentar lagi mungkin sepuluh menit. Saya perlu menghubungi seseorang"
"Baiklah pak, tapi saya tidak bisa terlalu lama karena masih ada kegiatan yang lain"
"Iya pak ustadz"
"Mau hubungi siapa lagi sih?"Tanya Kristal.
"Aku mau hubungi orang tua aku dulu"
"CK, ngapain lagi sih mereka juga nggak akan datang"
Tanpa mendengar ucapan Kristal, Axel menuju ke luar ruangan untuk menelpon mamanya. Namun, sudah panggilan kelima tapi tidak diangkat juga begitupun dengan nomor ayahnya.
Sedangkan orang tua Kristal sudah berada di sana.
Axel kemudian menghela nafas dan kembali masuk ke ruangan.
Keinginan untuk disaksikan kedua orangtuanya harus pupus karena hubungan mereka yang masih saja retak
"Pak ustadz silahkan dimulai saya sudah siap"
"Baiklah pak Axel, sekarang bapak silahkan rileks dan tarik nafas"
Dan tidak sampai lima menit Axel dan Kristal akhirnya sah menjadi suami istri. Hal yang sangat diinginkan Axel bahkan saat masih menjadi suami Freeya. Tapi sekarang saat sudah sah, ia justru merasa biasa saja tidak ada kebahagiaan yang berlebih. Sedangkan Kristal hanya tersenyum masam, melihat pernikahannya tanpa pesta mewah.
Sebenarnya lagi mungkin KAI DAN FREEYA akan ketemu
Dan akan memulai kehidupan Axel dan KristalSebenarnya lagi mungkin KAI DAN FREEYA akan ketemu
Dan akan memulai kehidupan Axel dan KristalSebenarnya lagi mungkin KAI DAN FREEYA akan ketemu
__ADS_1
Dan akan memulai kehidupan Axel dan Kristal
Mungkin sebentar lagi akan ada bab antara KAI dan Freeya....Dan Axel dengan kehidupannya bersama Kristal. Semangat nunggunya🤗