Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Mencari tau


__ADS_3

...Aku tau pagimu teramat ceria...


...Dan akupun tau malammu penuh air mata...


"Dia bukan anak kami, dia hanya anak yang menumpang untuk kamu rawat di sini. Namun sayangnya dia tidak menunjukkan rasa terima kasihnya ".Ucap ibu Freeya


Deg


Deg


"Mak-sud Tante apa?" Ucap Adel


"Ya, suami saya yang terlalu baik ini hanya kasihan karena dia tidak memiliki siapapun lagi, makanya suami saya membawanya ke rumah ini. Namun, bukannya berterima kasih karena kami sudah menampungnya dia malah mencoreng nama baik kami, cih. Dia memang pembawa sial dan tidak berguna ". Ucap ibu Freeya.


"Ya Tuhan apalagi ini". lirih Lio


"Apa Freeya mengetahui kalau dia bukan anak kandung kalian" Tanya Lio sedangkan KAI hanya bisa diam mematung di tempatnya.


"Jelas, sebelum dia pergi dari rumah ini saya berbaik hati menjelaskan asal usulnya".


"Anj*Ng" Ucap Kai kemudian ia pergi meninggalkan kediaman orang tua angkat Freeya.


Sedangkan sahabat Freeya hanya bisa diam mematung mendengar satu lagi kenyataan ini.


"Jadi Freeya pergi karena terlalu banyak kenyataan yang dia ketahui".Ucap Adel


"Semoga suatu saat nanti saat tidak ada penyesalan dalam diri kalian atas perlakuan yang tidak pantas selama ini terhadap Freeya "


"Cih, bahkan keluarga saya setelah tidak adanya dia, semakin bahagia buat apa kami harus menyesal."


"Kalaupun kalian tidak menyesal, saya sebagai keluarga Freeya yang akan membuat kalian menyesal". Ucap Lio dengan senyum mengejek


"Sayang, Adel ayo pulang. Tidak baik terlalu lama di sini, karena sebentar lagi bakteri akan basmi" Ucap Lio


"HEI DASAR ANAK KURANG AJAR, KALIAN MENGATAKAN SAYA BAKTERI ".


Sedangkan di sisi lain sekarang Kai sedang melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Beberapa kali dia dimaki-maki pengendara lain ,tapi Kai tidak menghiraukan itu.


"ANJ*NG,SIALAN,GUE BENAR-BENAR BRENG*EK".


"Bahkan gue nggak tau apa-apa tentang kamu, tapi gue justru yang menjadi orang yang paling banyak menoreh luka buat kamu"


"Gue nggak tau kalau kehidupan di keluarga kamu bahkan juga membuat mu hancur dan gue malah dengan gampangnya nambah kehancuran kamu Fre"


"Gue bahkan dengan bodohnya ngusir dan nggak mau bertanggung jawab. Pasti kamu merasa nggak diharapkan makanya memilih pergikan"


"Hiks Freeya maaf. Aku harus cari kamu kemana lagi".


...****************...

__ADS_1


Setelah Lio sampai di rumah ia langsung menghubungi Asisten dan anak buahnya yang lain


"Hallo, saya mau kamu cari tau masa lalu tentang keluarga Freeya, dan jangan lewatkan informasi sedikitpun bila itu berkaitan dengan Freeya."


"Baik tuan"


"Saya sudah cukup kecewa dengan kinerja anggotamu yang tidak bisa menemukan Freeya, saya tidak ingin kembali dikecewakan "


"Baik Tuan, kami usahakan dalam satu Minggu ini datanya akan kami kumpulkan Tuan"


"Hmm"


...****************...


Aura kecantikan Freeya tiap hari semakin bertambah saat hamil. Saat ini Freeya sedang duduk di depan kostnya menunggu pelanggan


"Nak Freeya ibu perhatikan semakin cantik dan tambah berisi yah".Ucap ibu-ibu yang lewat melihat jualan Freeya tambah berniat membelinya "


"Hmmm iy-a Bu, belakangan ini saya memang sering makan jadi agak gendutan"


"Ohhh gitu, kalau menurut ibu sih badan kamu bagusan saat awal-awal datang ke sini. Awas Lo kalau gendut takutnya dikirain hamidun".


Mendengar perkataan ibu-ibu rempong itu, membuat Freeya gelisah, ia tau cepat atau lambat perutnya akan kelihatan. Tapi melihat satu ibu saja yang mengomentari dirinya sekarang membuatnya sudah gelisah, apalagi bila semua warga mengetahui keadaannya entah apa yang akan mereka katakan.


"Eh iya Bu, nanti saya usahain diet buat nurunin berat badan"


"Bagus itu, ya udah ibu pulang dulu ya, kapan-kapan saya beli dagangan kamu soalnya dirumah masih banyak cemilan "


Huffft


"Cepat atau lambat pasti mereka tau kalau aku lagi hamil." Freeya mengelus perutnya


"Anak bunda lagi ngapain, hebat banget sih anteng di dalam nggak pernah nyusahin bunda" Ucap Freeya lirih.


Selama masa kehamilan awal-awal Freeya memang sering lemas, namun semakin ke sini ia justru sering merasa lapar. Jadi wajar saja bila badannya sekarang agak bertambah. Untuk Kai sendiri ia sudah tidak terlalu sering muntah, hanya ketika pagi saja.


Tak lama setelah kepergian ibu tadi, Jeno datang menghampiri Freeya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, eh Jeno"


"Gimana Fre, laku?"


"Hehehe belum, inikan masih siang , biasanya habis kalau udah sore"


Jeno hanya mengangguk.


"Kamu ngapain ke sini, nggak bantuin jaga tokoh?"

__ADS_1


"Tadi aku lagi di tokoh, cuma kue sama dagangan kamu udah habis makanya di suruh sama ibu ke sini buat ambil dagangan kamu yang lain kalau masih ada yang belum laku"


"Kok cepat banget habisnya, padahal tadi aku bawah ke sana agak lumayan banyak Lo"


"Iya tadi, diborong sama pekerja bangunan"


"Ohhh gitu, Alhamdulillah"


"Iya rezeki di baby itu".Ucap Jeno tersenyum dan melirik ke arah perut Freeya"


Yang hanya ditanggapi senyuman oleh Freeya.


"Jadi ini mau kamu bawa ke toko?"Tanya Freeya


"Iya daripada kamu nunggu yang mau beli di depan kost, lebih baik dibawah ke toko aja"


"Yaudah deh, makasih banyak ya"


"Hmm, kamu mau ikut nggak."


"Hmmm boleh deh, sekalian aku mau beli bahan untuk besok juga".


Mereka kemudian menuju tokoh ibu Hamidah dengan mengendarai motor Jeno.


...****************...


Satu Minggu kemudian, Lio menatap anak asistennya yang membawa laporan hasil penemuan anggota Lio yang lain


"Permisi bos, ini informasi yang berhasil Irfan dan anggotanya dapat"


Lio segera mengambil berkas yang ada dihadapannnya.


"Ini?"


"Ya, bos mereka mendapat informasi bahwa pak Bagus( ayah Freeya) pernah memiliki sahabat saat berkuliah dulu. Namanya Sari, dia dan pak Bagus selalu bersama kemanapun itu. Mereka bahkan pernah dikabarkan dekat melebihi sahabat. Mereka berdua juga merupakan mahasiswa yang populer pada masa itu . Sahabat pak bagus ini pernah dikabarkan hamil diluar nikah, dan informasi yang Irfan dapat, katanya Sari diusir dari rumah saat ketahuan hamil. Namun, sayang ibu Sari ternyata telah meninggal karena kecelakaan. Hanya itu informasi yang sementara mereka dapat bos.


Tapi saya berfikir mungkin saja, Freeya merupakan anak dari sahabat pak Agus yang sudah meninggal itu bos. Karena kasihan akhirnya pak bagus yang mengasuhnya. Dan satu lagi memang istri dari pak Agus hanya melahirkan satu kali yang artinya Freeya memang bukan anak kandung mereka. Ucap Asisten Lio.


"Terlalu banyak teka-teki dalam hidup kamu Fre, tapi aku pastikan semuanya akan menjadi jelas. Aku berjanji " Ucap Lio


"Hmm, bagaimana dengan kabar Freeya apakah sudah ada bayangan?"


"Maaf bos, sama seperti sebelumnya "


"Huffft baiklah, kalian berusahalah lagi dan tolong cari tau tentang kehidupan ayah Freeya secara detail. Saya yakin ia yang akan menjadi kuncinya "


"Baik bos".


"Aku janji Fre, setelah kamu kembali ke sini semuanya akan kembali baik. Mereka yang telah menyakitimu akan merasakan sakit yang berlipat ganda". Ucap Lio

__ADS_1


"Seminggu lagi aku dan Sindi akan menikah. Aku harap ada keajaiban kita bisa bertemu, agar kebahagiaan kami bisa berlipat ganda ".


__ADS_2