Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Lio, Adel dan Sindi menuju tempat Freeya


__ADS_3

Lagi, lagi kamu pergi, saat selangkah lagi kami bisa memelukmu


"Kamu...?"


"Maaf apa ibu mengenal Freeya?" Tanya ibu Masita yang melihat wajah bosnya yang kelihatan sangat kaget saat melihat Freeya


"eh, tidak saya hanya merasa wajahnya mirip seseorang"


"Jadi bagaimana Bu, apakah anak saya bisa bekerja di sini?"


"oh iya silahkan kalau nak Freeya mampu kerja di sini". Ucap bos sembari terus melihat wajah Freeya


"Kenapa wajah anak ini mirip sekali dengan Sari". Batinnya


"Iya saya mampu Bu, Terimakasih sudah menerima saya".Ucap Freeya


"Panggil saja saya ibu Rosma, dan kalau kamu mau hari ini bisa langsung kerja"


"Baik Bu"


Saat ini Freeya sedang istirahat di sebuah gubuk tempat para pekerja biasanya mengistirahatkan diri.


"Hmmm ternyata lumayan menguras tenaga ".


"Bagaimana nak, apa kamu kuat kerja ?" Tanya ibu Rosma


Entah kenapa ibu Rosma selalu ingin melihat wajah Freeya, biasanya saat sudah mengecek para pekerjanya dia langsung pulang. Tapi hari ini kakinya tidak ingin melangkah, ia hanya ingin terus memperhatikan Freeya.


"Ehh, ibu iya Bu Alhamdulillah Freeya kuat kerjanya "


"Kalau capek jangan dipaksa, kamu juga masih muda pasti belum terbiasa kerja seperti ini"


"Hehehe iya Bu "


Ibu Rosma terus menatap Freeya dengan tatapan yang senduh.


"Hmm Bu, apa ada sesuatu di wajah saya?"


"ehhh nggak nak, maaf pasti kamu risih ya ibu tatap dari tadi"


"Nggak papa kok Bu"


"Entah kenapa saat melihat wajah kamu ,ibu rasanya seperti melihat wajah anak ibu yang sudah lama meninggal, wajah kamu sangat mirip dengannya nak"


"Doakan anak ibu, semoga dia tenang di sana. Freeya turut berdukacita Bu"


"Saya boleh peluk kamu nak, saya sangat merindukan anak saya"


"Boleh Bu "


Ibu Rosma langsung memeluk erat tubuh Freeya. Freeya yang dipeluk seperti itu membuat hatinya tiba-tiba menghangat, sedangkan Ibu Rosma semakin tidak bisa menahan tangisnya.


"Hiks hiks Sari ibu kangen, maafkan kesalahan ibu di masa lalu". Ucap ibu Rosma lirih sedangkan Freeya hanya bisa menepuk pundak ibu Rosma. Freeya juga ikut menitikkan air mata. Rasanya sangat sakit tapi ia tidak tau kenapa.


Freeya mengingat nama ibunya juga bernama Sari dan ia telah meninggal tanpa Freeya tau orangnya.


****


Pagi ini Adel, Lio dan Sindi bersiap-siap untuk ketemu dengan Freeya. Bahkan saking semangatnya Adel hanya tidur beberapa jam tadi malam.


"Kalian sudah siap?"


"Iya"


"Yasudah sekarang kita berangkat,tapi sebelum itu kita ke kantor dulu , ada berkas yang harus aku tanda tangani dulu"


"CK, kenapa nggak besok aja sih Lio".Ucap Adel


"Ini sangat penting Del, sebentar aja kok"

__ADS_1


"Hmm iya de"


Mereka bertiga kemudian berangkat ke kantor sebelum ke tempat Freeya.


"Kalian tunggu di dalam mobil aja ya, aku cuma ke atas bentar kok"


"Iya mas"


Saat Lio sudah masuk ke perusahaannya, Kai juga tiba di perusahaan Lio.


"Mana berkas yang akan saya tanda tangani?"


"Saya sudah simpan di dalam ruangan bapak"


"Baiklah "


Lio kemudian masuk ke ruangannya. Saat ia selesai bertand tangan. Pintu ruangannya di ketuk.


tok tok tok


"Masuk"


"Bos, ada yang ingin bertemu ". Ucap Asistennya


"Hmm, saya sedang buru-buru, suruh saja dia kembali besok"


"Baik bos"


"Maaf pak Lio belum bisa bertemu beliau akan bepergian "


"Hmmm minggir".


"Tapi pak..."


Ceklek


"Saya bilang sedang ingin pergi"


"Kai"


"hmmmm "


Kai melangkah ke arah Lio. Sedangkan asisten Lio telah keluar


"Ada apa, gue sedang buru-buru "


"Apa Lo udah tau kabar Freeya?"Tanya KAI dengan tatapan lesuh


Deg


"Gue, gu-e belum dapat informasi tentang Freeya ".Ucap Lio dengan tangan yang sibuk menyusun berkas tanpa berniat menatap ke arah Kai


"Lo serius, bukannya anak buah Lo banyak. Kenapa untuk nyari satu orang nggak bisa ketemu "


"Terus kenapa bukan anak buah Lo yang cari sendiri?"


"Gue bahkan udah nyari hampir tiap waktu. Perusahaan gue bahkan nggak pernah gue urus lagi, tapi tetap aja dia nggak ketemu".


"Huffft, sorry Kai tapi gue emang belum dapat info apapun tentang Freeya "


"Hmm baiklah"


"Lebih baik Lo pulang karena gue juga harus pergi "


Lio dan Kai akhirnya keluar dari perusahaan.


"Kai gue duluan ya"


"Hati-hati "

__ADS_1


Kai melihat ke arah mobil Lio terlihat di sana ada Adel dan istrinya yang melambaikan tangannya


"Apa benar Lo belum ketemu Freeya, tapi entah kenapa perasaan gue mengandung kalau Lo tau sesuatu yang berhubungan dengan Freeya "


Kai sadar gerak gerik Lio saat diruangan tadi sedikit mencurigakan


"Oke gue akan ikutin Lio hari ini, entah kenapa gue merasa Freeya udah ketemu"


Kai akhirnya mengikuti mobil Lio dengan jarak yang lumayan jauh.


"Mereka sebenarnya mau kemana, kenapa belum sampai juga ini bahkan udah satu jam lebih perjalanan "Ucap Kai


Beberapa jam berlalu akhirnya mereka sampai di sana.


Adel, Sindi dan Lio kemudian berjalan menuju kost Freeya


"Lio tempat tinggalnya dimana?"


"Itu yang disampingnya ada pohon besar"


Adel dan Sindi menatap ke arah sana


"Sepertinya kamar kostnya sangat sempit".Ucap Adel lirih. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Freeya sebelum Lio berhasil menemukannya.


Kai juga ikut turun dari mobil


Tok tok tok


tok tok tok


Lio mengetuk pintu kost Freeya namun, tidak ada yang membuka pintu


"Fre, kamu di dalamkan ? Ini aku Lio


Deg Deg


Kai yang bersembunyi di balik pohon,mendengar Lio memanggil Freeya seketika mematung.


"Jadi benar mereka ingin ketemu Freeya"


Kai sangat bahagia akhirnya bisa melihat Freeya, tapi ia juga sekarang merasa takut. Ia takut Freeya akan menolak bertemu dengannya, ia takut menunjukkan wajah ke hadapan Freeya.


"Maaf kak, cari Freeya ya?"Tanya Caca salah satu penghuni kost


"Iya , Freeyanya mana ya?" Ucap Adel


"Hmmm Freeya udah nggak tinggal di sini lagi kak".


"APA?" Ucap Kai yang tiba-tiba muncul


"Kai, Lo ngikutin gue?" Ucap Lio


"Sorry gue terpaksa, karena gue yakin Lo nggak akan ngasih tau apapun kalau gue nggak kayak gini"


"Tapi Lo tau sendiri, Freeya pergi karena Lo salah satu penyebabnya, gue cuma nggak mau dia pergi lagi"


"Gue cuma mau minta maaf dan bertanggung jawab. Gue bahkan rela apapun yang akan Freeya lakuin sama gue, yang penting gue bisa ketemu sam dia"


"Sudah-sudah bukan waktunya kalian untuk ribut".Ucap Sindi


"Jadi, apakah Freeya pindah dari sini? Tanya Lio


"Hmmm, untuk masalah itu kalian bisa bertanya langsung kepada ibu Hamidah. Beliau orang yang sangat dekat dengan Freeya selama di sini". Ucap Caca lagi


"Baiklah, apa kamu bisa mengantar kami ke rumah ibu Hamidah?" Ucap Sindi


"Bisa kak"


Mereka kemudian menuju ke arah ibu Hamidah, dengan tanda tanya dengan hati yang kembali resah.

__ADS_1


Bahkan saat mereka sudah menemukan tempat Freeya, mereka belum juga bisa bertemu.


__ADS_2