
...Semuanya sia-sia, pada akhirnya aku yang kembali membuat kesalahan...
... ...
"Kenapa masih panas sih"
Freeya kemudian memutuskan untuk menghampiri Axel dan mengajaknya pulang. Namun saat membuat kamar mandi terlihat Kai sudah ada didepan menunggunya.
"Kai".Ucap Freeya
"Hmm, kamu nggak papa. Sorry aku duluan ya". Pamit Freeya yang merasa badannya semakin panas . Tapi sebelum benar-benar pergi, Kai memegang tangan Freeya
"Kamu nggak papa"
"Hmm,sttt nggak papa".
"Tapi kenapa kamu berkeringat begitu"
"Kai aku udah bilang jangan terlalu ikut campur urusan aku"
"Sorry aku hanya merasa khawatir terlebih kamu bukan orang yang akrab dengan tempat kayak gini"
Freeya tidak terlalu mendengar apa yg Kai katakan, ia merasa tubuhnya beraksi lain sekarang. Bahkan sekarang ia mengeratkan tangannya yang digenggam Kai
"Badan aku panas semua KAI". Ucap Freeya dengan suara yang seperti *******
"Kamu habis minum ya". Freeya hanya mengangguk
"Sia*an, pasti minuman itu udah dicampur obat perangsang ". Freeya yang mendengar itu langsung kaget. "Kristal. Pasti dia yang udah rencanain semua ini. Sia*lan". Ucap Freeya dalam hati. Ia mengepalkan tangannya, ia berusaha untuk tetap menjaga kesadarannya. Freeya melepas tangannya yang digenggam oleh Kai untuk menghampiri Kristal. Namun saat sampai di sana Kristal dan Axel sudah tidak ada.
"Anj*ng".Umpat Freeya penuh emosi.
Freeya kemudian menghadap ke arah belakang dimana kai masih terus mengikutinya.Mau tidak mau ia harus meminta bantuan kepada Kai, ia sudah tidak bisa menahan perasaan gelisah dan rasa panas yang semakin meningkat dalam tubuhnya.
"Kai". Panggil Freeya dengan lirih dan mata yang sudah berkaca-kaca. Kai segera menghampiri Freeya.
"Ada apa, suami mu sudah pulang". Freeya hanya mengangguk
"Tolong antar aku pulang.ssst a-ku udah nggak tahan. Badan aku rasanya mau meledak"
"Kalau mengantarmu pulang, kamu akan semakin tersiksa karena jaraknya agak lumayan jauh, lebih baik kita cari hotel agar kamu bisa berendam sebentar sebelum pulang".Ucap Kai, Freeya hanya ikut ia sudah tidak memikirkan apapun, saat ini ia hanya butuh sesuatu yang menghilangkan rasa panas ini.
Mereka kemudian menuju ke hotel terdekat namun, belum juga sampai Freeya sudah ingin membuka bajunya.
"Heh, kamu mau ngapain?"
"Sss, Kai panas aku mau buka baju".
"Nggak bisa kamu tahan sebentar lagi kita sampai"
"Nggak bisa aku udah nggak sanggup KAI".
Freeya kemudian membuat bajunya menyisakan tanktopnya .
__ADS_1
"Kai kenapa ini masih panas".Ucap Freeya menatap kearah KAI. Freeya yang menatap kai semakin gelisah ketika tanpa sengaja matanya menatap ke arah bibir Kai yang keliatan seksi. "Aduh otak kenapa dalam keadaan begini kamu masih bisanya berpikiran yang tidak -tidak".Ucap Freeya dalam hati sembari terus memukul kepalanya agar tetap waras
Kai yang melihat hal itu langsung memegang tangan Freeya
"Hei kamu ngapain nyakitin diri kamu sendiri. Sabar ya sebentar lagi kita sampai"
Tidak lama akhirnya kai menemukan hotel. Mereka kemudian turun, namun sebelum itu ia menyampirkan jaketnya ke bahu Freeya yang terlihat polos.
Saat sampai dikamar Kai langsung menyuruh Freeya untuk berendam di bathtub, sedangkan KAI hanya menunggu di sofa kamar.
Hampir lima belas menit menunggu, Freeya keluar dengan hanya menggunakan dalaman membuat jiwa Kai sebagai seorang laki-laki memberontak.
"Kai hiks hiks panasnya nggak bisa hilang"
Kai kemudian mengambil kimono dan memakaikannya dengan menahan nafas.
"Terus aku harus gimana Fre, aku juga nggak tau "
"Bantu aku Kai, aku hiks panas, sakit"
"Freeya kemudian memegang tangan kai dan mengarahkan ke badannya".
Kai yang diperlakukan seperti itu langsung membeku, ia tidak mungkin tidak mengerti apa maksud Freeya
"Tapi Fre aku bukan Axel".
"Aku mohon Kai, ini sssst panas"
"Mungkin ini saatnya, sorry Freeya "Ucap Kai dalam hati
Setelah Kai berhasil melakukannya, ia menyadari bahwa Freeya masih perawan.
Deg
"Masih perawan". Ucap Kai dalam hati. Kai masih belum percaya, ia kemudian menatap ke arah bawah dan darah keperawanan Freeya terlihat. Ia kemudian menatap ke arah Freeya yang menangis dan hanya menatap ke arah Freeya
"Freeya kamu..."
Freeya hanya mengangguk dan tersenyum pedih. Ada rasa bersalah dalam diri Kai, tapi ia tidak ingin menghentikan hal yang sudah terlanjur mereka mulai.
Saat ini Freeya sudah tertidur disamping Kai. Sedangkan KAI masih menatap Freeya dengan pertanyaan yang tidak juga menemukan jawaban.
"Jadi selama ini mereka belum melakukan hal itu", "Ada apa dengan pernikahan mereka","berarti saat Freeya menangis di taman itu karena Axel","Kenapa aku harus mengambil mahkotanya" Kai merasa frustasi
"Maaf".Ucap Kai kepada Freeya. Ia kemudian tidur dengan saling membelakangi.
...****************...
Pagi harinya
Salah satu pintu kamar dibuka secara paksa, dua orang insan yang masih dalam mimpinya akhirnya terbangun.
"Kai"
__ADS_1
"Freeya".
Mereka saling menatap satu sama lain setelah menyadari bahwa yang terjadi tadi malam bukanlah mimpi.
Langkah kaki mendekat ke arah mereka
"Astaghfirullah, FREEYA".Teriak mama Axel
"Ma-ma".Ucap Freeya dengan perasaan yang campur aduk
"Kamu..".Plak plak.
Untuk pertama kalinya Freeya ditampar oleh mertuanya
"Dasar wanita mur*ahan*.Tidak cukup kamu dengan anak saya, sampai kamu harus berselingkuh seperti ini Freeya".Ucap mama Axel dengan air mata yang sudah mengalir deras.
Sedangkan Axel yang baru tiba mematung melihat Istri dan temannya berada di tempat yang sama tanpa mengenakan pakaian ,dan hanya ditutupi selimut.
"Ma, Freeya bisa jelasin. Ini ini nggak seperti yang mama pikirin".Ucap Freeya memegang tangan mertuanya namun langsung ditepis
"Saya tidak butuh alasan kamu, karena saya sudah melihatnya langsung. Jadi ini alasan perselisihan kalian"
Sedangkan KAI hanya duduk menatap ke arah Freeya tanpa berniat menjelaskan
"Hiks hiks saya bahkan udah anggap kamu sebagai anak sendiri, bahkan rasa sayang saya terhadap kamu sama besarnya kepada anak kandung saya, tapi apa kamu hancurin hati keluarga saya Freeya".Ucap mama Axel yang kini terduduk di lantai
Freeya ingin menghampiri namun, keadaannya tidak memungkinkan melihat di sini ada Axel, ayah Axel dan Kai.
"Ma, Freeya minta maaf hiks hiks , Freeya salah tapi beri kesempatan Freeya buat jelasin semuanya"
"Kamu mengakui bahwa kamu bersalah Freeya".Ucap ayah Axel yang akhirnya sadar dari rasa tidak percayanya.
Mendengar hal itu Freeya hanya menunduk
Sedangkan Axel maju melewati Freeya
Bug Bug
Axel menyeret Kai kehadapannya, untung saja Kai tadi malam masih sempat memakai celananya.
"Lo nidurin istri gue". Ucap Axel emosi. Walaupun ia tidak sudi menyentuh Freeya,tapi ia juga tidak sudi bila harga dirinya jatuh dihadapan temannya
"Sorry".Ucap Kai dengan raut wajah datar tanpa rasa bersalah, berbeda dengan tadi malam
"Anj*Ng Lo, kenapa harus dia, bahkan Lo bisa dengan mudah dapat banyak jal*Ng tapi kenapa harus dia bang*at".Ucap Axel
"Karena dia yang minta".Ucap Kai
Mendengar hal itu Freeya semakin menegang, ibu mertuanya menatapnya dengan tatapan benci sedangkan Axe yang ingin kembali memukul KAI berhenti saat mendengar ucapan Kai .
"Dasar wanita tidak tau di untung. Ayahmu bahkan sudah menempati jabatan yang tinggi,tapi kamu malah menyakiti anak saya."
"Axel ceraikan jal*Ng ini ,.mama nggak mau ia berada di dekat kita lagi".
__ADS_1
"Setelah ini saya akan memecat ayah kamu, jadi silahkan cari laki-laki yang bisa membuatmu puas" Ucap ayah Axel
setelah mengatakan hal itu tersisa Axel, Freeya dan Kai .