Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Kai dan Lio


__ADS_3

... Setelah kamu pergi, aku akhirnya sadar penyesalan ternyata semenyakitkan ini. ...


Setelah kepergian ibu Hamidah, Freeya kembali merenung di kamar. Menyesalkan pikirannya yang ingin menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Ia kemudian mengelus perutnya, dan entah kenapa perasaan sakit dalam hatinya sedikit berkurang hanya dengan mengelus perutnya.


"Maafin bunda nak, yang hampir saja membunuh kamu, kita jalani hidup ini berdua ya. Kalau nanti kamu udah besar maafin bunda bila nggak bisa ngasih keluarga yang utuh . Maafin bunda karena kamu harus ngerasain seperti yang bunda rasain seperti dulu. Dan tolong jangan bertanya tentang ayah kamu ya nak. Karena dia nggak akan pernah tau ada kamu dan dia tidak akan menginginkan keberadaan kita.


...****************...


Disisi lain terdapat seorang lelaki yang sibuk mencari sosok yang telah dia sakiti.


"Arghhh dimana lagi aku harus cari kamu Free". Dia adalah Kai sosok yang Freeya kira teman yang beberapa kali ada saat dia sedih namun, siapa sangka dialah sosok yang paling menghancurkan dunia Freeya.


Tiga hari ini Kai telah mencari Freeya ke tempat yang beberapa kali mereka datangi. Tiga hari ini ia menunggu Freeya di taman, dekat kompleks perumahan Freeya tinggal dulu ketika masih menjadi istri Axel. Walaupun mustahil Freeya akan ke sana lagi Kai juga selalu memantau Cafe tempat dia dan Freeya sering ke sana ,namun sampai sekarang Freeya tidak pernah muncul lagi.


Kai bahkan sudah bertanya kepada pegawai cafe namun ternyata Freeya sudah lama tidak datang ke sana.


"Aku harus cari kamu kemana Free, aku nggak tau apapun tentang kamu". Ucap Kai Frustasi


Ia takut yang dikatakan dokter itu kenyataan. Ia takut Freeya memilih mengakhiri hidupnya seperti adik Kai dulu.


"Maaf Fre, aku nyesal aku salah"


Lama terdiam Kai mengingat di hari pernikahan Freeya dulu ada 3 orang yang memeluk Freeya. Kai juga ingat Freeya pernah bercerita tentang tiga orang sahabatnya yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Arghhh sial kenapa aku baru ingat sekarang. Kalau tidak salah satu sahabatnya itu merupakan CEO di perusahaan***. Pokoknya Aku harus ke sana sekarang. Dia pasti tau dimana Freeya sekarang."


Tidak butuh waktu lama Kai akhirnya sampai di perusahaan Lio.


"Permisi pak ada yang bisa kamu bantu". Ucap salah satu resepsionis


"Saya ingin bertemu dengan CEO kalian"


"Apa bapak sebelumnya sudah punya janji ?"


"Belum, katakan saja pemilik perusahaan Alexander ingin bertemu ".


"Ba-ik pak, mohon tunggu sebentar ".


"Silahkan pak saya akan mengantarkan bapak ke ruangan pak Adelio".


Sesampainya di depan ruangan Lio sudah ada asisten yang menunggunya.


"Silahkan masuk pak"


Kai kemudian masuk ke dalam ruang kerja Lio. Terlihat penampilan Kai diluar dengan wibawanya,tapi siapa sangka sekarang hatinya sedang bergemuruh saat ini.


Asisten Lio telah keluar setelah mengantarkan Kai. Sekarang yang tersisa hanya mereka berdua. Lio kemudian menuju ke sofa tempat Kai duduk.

__ADS_1


"Selamat siang pak Adelio, saya minta maaf mengganggu pekerjaan Anda".Ucap Kai


"Selamat siang pak. Kebetulan saya sedang tidak sibuk. Apa ada yang bisa saya bantu, hingga orang yang memiliki banyak pekerjaan seperti anda meluangkan waktu untuk datang ke perusahaan saya?"


Kai kemudian menarik nafas.


"Sebenarnya saya datang ke sini, bukan untuk pekerjaan ".Ucap Kai, sedangkan Lio hanya mengangkat salah satu alisnya.


"Saya datang ke sini ingin menanyakan tentang Freeya ".


"Ada hubungan apa dengan Freeya?" Ucap Lio dengan tatapan yang menusuk


"Saya temannya "


"Teman?" Teman seperti apa. Setau saya Freeya hanya memiliki tiga orang teman".


Mendengar hal itu KAI semakin gugup, melihat dari cara Lio yang seperti sangat mengetahui Freeya, tidak mungkin Kai bisa mengetahui keberadaan Freeya segampang itu. Untuk berbicara jujur pun Kai rasanya belum siap


"Hmmm, saya pernah beberapa kali bertemu dengan Freeya setelah ia menikah dengan Axel".


Lio masih diam dan akhirnya Kai lanjut bercerita


"Saya kebetulan merupakan teman Axel?"


"Jadi intinya anda datang ke sini untuk membicarakan tentang Freeya karena perintah dari Axel?"


"BUKAN, saya bahkan sudah tidak sering bersama Axel lagi?"


"Saya ke sini ingin bertanya keberadaan Freeya sekarang?. Saya tau anda adalah sahabatnya dan mungkin saja anda mengetahui keberadaannya "


"Kenapa saya harus memberikan alamat Sahabat saya pada anda?" Ucap Lio yang membuat Kai semakin merasa terpojok.


"Hmmm saya hanya ingin bertemu dan membicarakan sesuatu hal dengannya.


"Anda bicarakan saja dengan saya, nanti akan saya sampaikan".


"Anda hanya perlu memberikan alamat Freeya dan semuanya selesai, saya hanya ingin berbicara hal yang penting dengannya tanpa harus melalui perantara".Ucap Kai yang sudah mulai tegas.


"Saya tidak tau dimana Freeya".Ucap Lio


Bruk


Kai menggembrak meja. Kesabaranny hanya setipis tissue dan sekarang ia merasa sedang dipermainkan oleh Lio.


"GUE HANYA BUTUH ALAMATNYA, INI MENYANGKUT MASA DEPAN FREEYA BANG*AT. LO SAHABATNYA DAN LO PASTI TAU DIMANA DIA SEKARANG". ucap Kai yang sudah tidak menganggap yang dihadapannya seorang CEO melainkan sahabat dari seorang wanita yang sekarang menjungkirbalikan kehidupannya.


Melihat Kai yang emosi, membuat Lio berfikir penyebab perginya Freeya karena Kai.

__ADS_1


"Maksud Lo apaan, hahahaha tau apa Lo tenang masa depan Freeya?" Ucap Lio. Dia merasa sakit membayangkan bagaimana Freeya sekarang harus menjalani hidupnya.


"Gue udah buat masa depan dia hancur". Ucap Kai dengan wajah yang menunduk kebawah dan tangan yang terkepal.


"Gue udah renggut masa depannya". Lio yang belum mengerti hanya dia menunggu Kai berbicara


"Gue udah buat dia hamil".


Deg deg


Mendengar hal itu membuat Lio mundur kebelakang.


"Maksud Lo apaan bang*at, Lo apain sahabat gue?" Ucap Lio yang sekarang maju mencengkram kerah baju Kai.


"Gue yang ambil pera*an Freeya dan sekarang dia kemungkinan hamil".


Cengkeram itu lepas. Sedangkan Lio terduduk di sofa. Apa yang telah dilewatkannya.


Bug Bug


Lio menghajar Kai dengan membabi buta sedangkan KAI tidak melawan sedikit pun


"Mati Lo bang*at, arghhh sial*n Lo, kenapa harus sahabat gue anj*Ng, kenapa harus Freeya. Tanpa Lio sadari air matanya jatuh ke muka Kai yang telah babak belur dibawahnya"


"Lo boleh bunuh gue, tapi setelah gue ketemu dengan Freeya, gue mohon"


"Mau apa lagi Lo ketemu dengan dia, belum puas dengan yang udah Lo lakuin?"


"Gue hanya ingin minta maaf dan bertanggung jawab. Gue nyesel pernah bilang sama dia kalau gue nggak akan mau tanggung jawab".


Bug


"Anj*Ng Lo, argggh gue bahkan nggak tau hidupnya semakin kacau karena Lo"


Lio duduk dilantai meremas kuat rambutnya


"Free, kamu dimana?" Ucap Lio lirih tapi masih bisa di dengar oleh Kai


Deg


"Kai dengan sekuat tenaga bangun dan menghampiri Lio.


"Maksud Lo , Lo benar nggak tau Freeya dimana".


"Dia pergi bahkan nggak pamit sama gue dan dua sahabatnya. Dia bahkan ngirim pesan nggak ingin dicari sebelum dia sendiri yang kembali"


"Terus Lo nggak nyariin dia?" Ucap Kai

__ADS_1


"Belum, rencana akan ngasih waktu di satu bulan buat menenangkan diri pasca perceraian, tapi gue nggak tau ternyata permasalahannya bukan karena itu. Gue bukan sahabat yang baik". "Gue harus ngomong apa sama Sindi dan Adel .Ucap Lio


Dia merasa sama brengseknya Dengan Kai yang tidak tau menahu permasalahan Freeya.


__ADS_2