Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Kai sakit?


__ADS_3

Freeya dan ibu Hamidah terus berbincang hingga anaknya menelpon bahwa ia sudah tiba.


"Nak Freeya anak ibu sudah datang ayo kita ke sana"


"Iya Bu"


"Assalamualaikum Bu"


"Waalaikumsalam nak, kamu nggak capek, atau mau nyari tempat buat istirahat dulu"


"Nggak usah Bu, kita langsung pulang aja ya, supaya sampainya nggak kemalaman"


"Baiklah, ayo nak Freeya"


"Bu itu siapa?"


"Oh iya astaga ibu hampir lupa"


"Nak Freeya ini anak kedua ibu namanya Jeno, Jeno ini Freeya kebetulan dia juga mau ke kampung jadi sekalian aja kita sama"


"Hai aku Freeya" Ucapnya mengulurkan tangan yang disambut Jeno.


"Jeno"


"Yaudah ayo kita berangkat"


Mereka kemudian menuju ke kampung halaman ibu Hamidah.


"Oh iya Freeya masih kuliah?"Tanya ibu Jeno


"Udah lulus beberapa bulan yang lalu Bu"


"Ohh sama ya, Jeno juga baru lulus beberapa bulan lalu"


Sedangkan Jeno yang menyetir hanya mendengar cerita kedua orang yang berada dibelakang tanpa berniat untuk ikut bercerita.


...****************...


Huek huek


"Apa nggak sebaiknya bos periksa ke rumah sakit aja ini udah dua hari Lo"


"Nggak saya mungkin cuma kecapean karena terlalu banyak kerjaan Minggu ini"


"Yaudah, tapi kalau besok bos masih muntah-muntah juga saya yang akan panggilkan dokter ke sini langsung"


"Hmmm terserah, sekarang keluar saya ingin lanjut kerja agar cepat pulang istirahat"


"Baik bos saya keluar".Ucap sang Asisten


Ya dia Kai, selama dua hari ini dia terus saja muntah, bahkan nafsu makannya menurun drastis


"Ada apa denganku sebenarnya, apa aku terkena penyakit yang berbahaya"


"Ah sudahlah mungkin benar besok aku harus periksa kalau mualnya masih belum hilang.


...****************...


Tiga jam kemudian mereka telah sampai di rumah ibu Hamidah. Cuacanya sangat berbeda dengan kota, di sini sangat dingin. "Nak Freeya untuk malam ini menginap di rumah ibu dulu ya. Besok ibu anterin kamu melapor ke pak RT sama bantu kamu liat kos".


"Iya Bu, maaf merepotkan "


"Jeno anterin Freeya ke kamar tamu ,ya ibu mau langsung istirahat "


"Iya Bu"


"Freeya,ayo aku anterin "

__ADS_1


Freeya kemudian mengikuti Jeno


"Ini kamar kamu, kalau butuh apa-apa kamu panggil aku aja, kamar aku yang pas di samping kamar kamu "


"Iya, makasih Jeno"


"Sama-sama, selamat malam "


"Selamat malam Jeno"


Freeya kemudian masuk ke kamar tamu, ia menyimpan kopernya di samping kasur. Setelah berganti pakaian ia langsung merebahkan dirinya ke kasur.


Hufff


"Akhirnya aku sampai di sini, jauh dari mereka. Lio, Adel sama Sindi lagi ngapain ya. Maaf ya aku ninggalin kalian". Aku cuma butuh waktu setelah mendapat kenyataan yang bertubi-tubi".


...****************...


Paginya


Huek huek


Kai kembali muntah bahkan lebih parah dari kemarin. Kali ini indra penciumannya juga telah ikut bermasalah. Tadi ketika ia ingin sarapan nasi goreng, ia langsung ingin muntah mencium aroma bawang putih yang menurutnya sangat menyengat padahal sebelumnya ia justru menyukai makanan yang terdapat bawang-bawangannya.


"Tuan apa anda baik-baik saja?" Tanya kepala pelayan


"Hmm, bantu saya ke kamar"


"Baik tuan"


Setelah Kai sampai di kamar ia kemudian menghubungi asistennya yang bernama Eric.


"Hallo selamat pagi bos"


"Hmm saya tidak ke kantor hari ini, kamu urus semuanya"


"Bos kenapa tidak ke kantor". Tanya Eric polos


"Baik bos, tiga puluh menit dokternya akan sampai"


"Hmmm"


...****************...


"Selamat pagi nak Freeya "


"Pagi Bu, maaf Freeya telat bangunnya"


"Nggak papa, ibu ngerti kamu pasti kecapean. Sini kamu sarapan dulu nanti kita ke rumah pak RT"


"Baik Bu"


Freeya pun menuju ke meja makan ditemani ibu Hamidah.


"Jeno kemana Bu?"


"Ohh, Jeno udah berangkat kerja barang bapaknya "


"Ohh Jeno udah kerja ya"


"Ya,gitu dia cuma bantu jaga toko. Kebetulan kami punya usaha kecil di pasar, jadi Jeno juga bantu disana. Sebenarnya dia juga ada kerjaan sampingan cuma lagi nggak ke sana"


"Kerja sampingan apaan Bu"


"Di desa ini lagi ada pembangunan kandang ternak yang sangat besar. Dan Jeno ditunjuk sama yang punya usaha buat mantau dan dia juga yang dipercaya nanti buat awasin semuanya kalau usahanya udah jalan"


Freeya hanya mengangguk mendengarnya.

__ADS_1


Saat ini Freeya dan ibu Hamidah menuju ke kos yang sebelumnya di maksud. Sebelumnya mereka tadi telah melapor ke pak RT bahwa ia akan tinggal lumayan lama di sini.


"Ini nak kosannya tapi bentuknya nggak kayak kosan di kota , di sini WCnya di luar tapi ruang annya agak besar untuk satu orang"


"Ini bahkan udah lebih dari cukup kok Bu, oh iya kalau boleh tau uang sewa pertahun berapa Bu"


"Hmmm katanya 2,5 juta nak"


"Ohhh ya udah , Freeya langsung bayar aja ya Bu"


"Boleh nak"


Untung saja Freeya masih memiliki sedikit uang dari hasil ia menjual barang-barangnya sebelum ke sini. Ia bahkan sudah berhenti menulis karena laptopnya juga ikut terjual.


Di sisi lain dokter yang memeriksa Kai sudah tiba


Tok tok tok


"Permisi Tuan ,dokternya sudah datang"


"Hmm suruh dia langsung ke sini"


"Baik tuan".


Pelayan pun pergi memanggil dokter


Tok tok tok


"Masuk"


"Selamat pagi pak Kai"


"Hmm, langsung periksa saya"


"Baik pak"


"Maaf pak, tapi saya tidak menemukan penyakit serius dalam diri bapak semuanya normal ".


"Maksud kamu, saya bohong gitu".Ucap Kai emosi. Dirinya sudah kehabisan tenaga karena muntah tadi sekarang dia harus menghadapi dokter yang menurutnya tidak bisa memeriksa.


"Ma-aaaf pak, tapi semuanya normal"


"Normal kamu bilang, dimana ya yang normal, sedangkan saya tiga hari ini sudah seperti orang sekarat yang harus bolak balik kamar mandi karena terus-menerus muntah ,bahkan Indra penciuman saya juga mulai terganggu. Kamu itu bisa memeriksa yang benar tidak. Kalau tidak keluar sekarang juga"


Setelah mendengar penjelasan Kai yang keluar karena emosi sang dokter baru mengerti


"Maaf Pak kalau saya menginggung, tapi apakah bapak sudah punya istri?"


"Kenapa kamu bertanya privasi saya lagi, kamu hanya perlu periksa bukan mengorek informasi pribadi saya".Ucap Kai yang matanya semakin melotot


"Maaf pak tapi pertanyaan saya berhubungan dengan gejala yang bapak alami.


Kai mendengus kemudian menjawab


"Kamu tau sendiri saya belum punya istri tapi masih bertanya"


"Maaf sekali lagi pak, apa bapak pernah melakukan hubungan badan belakangan ini"


Deg


Perasaan Kai kembali tidak karuan, ia mengingat sosok yang telah ia sakiti


"KELUAR SAYA TIDAK BUTUH DOKTER SEPERTIMU"


Dokter yang memeriksa Kai sudah berkeringat dingin


"Maaf pak, tapi menurut saya gejala yang anda rasakan hari ini, merupakan gejala dari orang yang sedang hamil"

__ADS_1


Deg


Deg


__ADS_2