Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Kenyataan dari Kai


__ADS_3

...Semudah itu mereka memperlakukan aku seperti sampah, segampang itu melukai aku....


"Axel suami bajingan Lo itu udah buat gue kehilangan satu-satunya keluarga gue yang tersisa".


"Maksud kamu?"


Kai terdiam nafasnya memburu, menjawab pertanyaan Freeya sama saja ia menggali kembali luka lama dalam kehidupannya.


Akhirnya Kai memilih untuk pergi tapi Freeya menahan tangannya.


"Maksud kamu apaan?Mas Axel ngebunuh Adek kamu?"Tanya Freeya


"Lo nggak perlu tau soal itu, sekarang lepasin tangan gue karena gue udh nggak ada kepentingan dengan Lo lagi"


"Apa karena ini Lo selalu baik-baikin gue selama ini?. Apa karena gue Istri Axel? Apa Lo mau balas dendam lewat gue Kai?"


Tanya Freeya


Deg


mendengar pertanyaan beruntun dari Freeya membuat perasaan Kai menjadi tidak karuan, meskipun yang dibilang Freeya adalah sebuah kenyataan.


Kai masih diam sedangkan Freeya terus menuntut jawaban


"Kai gue hanya butuh Lo bilang iya atau nggak"


"Iya". Jawab Kai tanpa mau menatap ke arah Freeya


"hahaha lucu banget sih hidup gue Kai". Ucap Freeya. Ia tidak habis pikir dengan takdir yang dia jalani saat ini. Kenapa semua orang seakan melempar kotoran kepadanya.


"Gue kira Lo beda dari Axel, nyatanya Lo lebih jahat".


Pandangan Freeya nanar menatap ke arah Kai yang sama sekali tidak menatapnya balik.


"Apa karena gue istrinya jadi semua kesalahan yang dia perbuat di masa lalu harus gue yang tanggung Kai?".


"Lo picik banget ya"


"Gue bahkan udah ngangap Lo teman. Bahkan untuk bisa ketemu Lo sekarang gue harus beraniin diri karena gue malu harga diri gue udah hancur tadi malam. Tapi mendengar fakta sekarang gue bahkan nggak bisa ngomong apa-apa lagi".


"Apa tadi malam ketika gue nyerahin diri sama Lo, Lo langsung menyetujui karena Lo ingin Axel hancur melihat istrinya ada dibawah kendali Lo".


"JAWAB BANG*AT, APA KARENA DENDAM LO SAMA AXEL MAKANYA TADI MALAM LO LANGSUNG NYERANG GUE".Tanya Freeya


"Sorry Fre".Jawab Kai menunduk. Entah kenapa rasa sesak muncul kembali ketika melihat Freeya yang kelihatan kacau karenanya.


prok prok prok


"Selamat Kai, salah satu rencana Lo mungkin udah berjalan lewat gue. Tapi asal Lo tau mau berapa orang pun yang perko*a gue, itu nggak akan berpengaruh kepada Axel. Kenapa? Karena gue sampah dimata dia nggak lebih. Dan sekarang sampah ini kembali menjadi sampah dimata Lo".


"Selamat ya, gue bahkan udah semakin berkeping-keping karena semua ini".


Freeya kemudian melangkah pergi namun Kai menahannya.


"Sorry, gue kira lo..."


"Udahlah gue udah nggak mau tau. Terimakasih Lo udah menjadi orang yang mematahkan hati gue untuk kesekian kalinya".

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Freeya pergi menyeret kopernya sedangkan Kai memandang Freeya yang semakin menjauh dari pandangannya.


"Sorry,Fre gue salah. Gue kira setelah melakukan hal itu gue bis lihat Axel hancur didepan mata gue, tapi ternyata gue salah gue malah ngehancurin hati yang mungkin sudah banyak menerima kekecewaan. Tapi ada satu yang nggak gue sesali Fre, saat gue tau gue yang pertama untuk Lo. Tapi sorry gue nggak bis bertanggung jawab karena Lo bagian dari orang yang udah membuat gue kehilangan orang yang gue sayang".


Ini pertama kalinya KAI meneteskan air mata setelah adiknya meninggal.


...****************...


Flashback


Sifa merupakan junior Axel dikampus. Mereka berdua berada pada jurusan yang sama. Singkat cerita Sifa sosok yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Namun, saat melihat Axel untuk pertama kalinya, rasa itu perlahan tumbuh. Ditambah Axel merupakan senior yang baik menurutnya. Pernah suatu hari Sifa diantar pulang oleh Axel, karena Kai tidak bisa menjemputnya.


Saat itu ia mengetahui bahwa Axel dekat dengan seseorang yang cantik juga seksi namun, Sifa tidak tau apakah orang itu merupakan pacar Axel atau hanya orang terdekatnya. Sifa pun tidak ingin tau karena ia tidak siap untuk patah hati lebih awal.


Akhirnya sore itu Axel mengantar Sifa, karena ia kasihan melihat sifa termenung di halte kampus, apalagi cuacanya juga tidak mendukung untuk menunggu jemputan. Namun, dipertengahan jalan mobil Axe tiba-tiba mogok, sedangkan jalan yang mereka lewati merupakan jalan yang jarang dilalui orang. Mereka sengaja lewat jalur yang singkat namun, siapa sangka mobilnya akan mogok ditempat sepih.


Axel kemudian turun, mengecek mobilnya, Sifa yang tidak tega melihat Axel kehujanan diluar akhirnya mengambil jaket dari dalam tasnya dan ikut keluar untuk memayungi Axel dengan jaket jeansnya.


"Kamu ngapain keluar?" Tanya Axel


"Aku nggak tega liat kak Axel kehujanan".Ucap Sifa


"Tiba itu baju kamu juga ikutan basah, lagian jaketnya nggak berpengaruh juga".Ucap Axel


"Emang mobilnya kenapa sih kak?" Tanya Sifa


"Nggak tau, tadi asapnya keluar banyak banget. Kakak udah coba perbaiki tapi kayaknya nggak bisa"


"Jadi gimana dong. Mana ini udah lewat magrib lagi"


"Yaudah kita masuk mobil dulu. Nanti aku hubungi bengkel"


"CK"


"Kenapa kak?"


"Nomornya nggak aktif, kamu punya nomor bengkel yang bisa dihubungi nggak"


"Nggak ada kak lagian hp aku juga udah lobet nih".


"Yaudah aku kirim pesan aja, semoga yang punya bengkel cepat baca pesannya.


Hampir lima belas menit mereka berdiam diri. Axel menatap ke arah Sifa yang mengusap tangannua dengan badan yang agak bergetar sepertinya dia sudah mulai menggigil.


"Sifa, kamu nggak papa kan, kamu dingin?"


"hmm iya kak lumayan dingin".


Axel kemudian mencari jaket kebelakang kursi penumpang tapi tidak ada.


Tatapannya beralih ke pakaian Sifa yang nampak menerawang karena habis terkena hujan , apalagi ia menggunakan kemeja putih.


Glek


Axel semakin menatap Sifa tanpa berkedip


"Sifa mau kakak peluk nggak, mmmm biar kamu nggak terlalu dingin". Ucap Axel

__ADS_1


"hmmm nggak usah kak"


"Tapi nanti kamu demam Lo"


Sifa akhirnya mengangguk


Seketika itu Axel mengajak sifa ke kursi belakang agar ia bisa bebas memeluk sifa.


Setelah berhasil memeluk Sifa, wajahnya ia dekatkan ke tengkuk Sifa.


"Kak geli, lepasin, Sifa udah nggak terlalu dingin kok"


"Hmmm gini aja, sekarang kakak yang dingin"


"Sifa"


"Iya kak"


"Kamu udah punya pacar?"


"Hmmm belum kak"


"Mau jadi pacar kakak nggak"


Sifa yang dari awal memang mengagumi sosok Axel tidak menunggu waktu yang lama langsung mengiyakan ajakan Axel untuk berpacaran.


"Kakak boleh cium kamu nggak, supaya kakak yakin kamu mau jadi pacar kakak".


Sebenarnya Sifa ragu, apalagi ia takut dengan saudaranya, ketika saudaranya mengetahui hal ini namun, kembali lagi pesona Axel tidak dapat Sifa tolak.


Axel kemudian semakin berani meminta sesuatu yang tidak seharusnya. Sehingga Sifa yang polos malam itu direnggut mahkotanya dengan alasan pembuktian bahwa mereka benar-benar serius.


Satu bulan kemudian, hal yang tidak diinginkan Sifa terjadi, ia hamil.


Sifa meminta pertanggung jawaban dari Axel namun, Axel tidak ingin dan menyuruh Sifa menggugurkannya. Sifa diancam Axel akan menyebar Poto telanjangnya yang sempat Axel abadikan malam itu apabila Sifa tidak ingin menggugurkannya.


Sifa yang frustasi. Ia tidak ingin mengecewakan kakaknya dengan membunuh nyawa yang tidak bersalah. Tapi ia juga tidak ingin kakaknya menanggung aib memiliki seorang adik yang hamil diluar nikah, terlebih orang yang menghamilinya tidak ingin bertanggung jawab.


Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya di kamar mandi.


Kakaknya yang baru pulang kerja dibuat shock ketika melihat adiknya sudah tidak bernyawa. Sifa hanya meninggalkan surat permintaan maaf dan cerita tentang kehamilannya.


...****************...


Disinilah Freeya sekarang dirumah sahabatnya. Ia tidak tau harus kemana dengan kondisi seperti ini. Lagipula ia ingin mencurahkan segala rasa sakitnya dan yang bisa mendengar hanya sahabatnya.


"Hai".Ucap Freeya tersenyum getir


"Freeya kamu dari mana , kenapa muka kamu pucat begitu". Ucap Adel yang kaget melihat sahabatnya.


"Aku boleh nginap nggak"


"Eh ya boleh lah, ayo masuk"


"Lio mana?" Tanya Freeya


"Kerumah Sindi mungkin, Fre are you ok?"Tanya Adel ketika mereka sudah tiba di kamar.

__ADS_1


Saat itu juga Freeya menangis memeluk sahabatnya.


__ADS_2