Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Surat dari Freeya


__ADS_3

Percayalah waktu yang tepat itu memang ada, kita hanya perlu bersabar


"Kak ini rumah ibu Hamidah, kalian ketok aja". Ucap Caca


"Baiklah terimakasih sudah mengantar kami"


"Sama -sama kalau begitu saya permisi dulu.


Lio kemudian maju untuk mengetok pintu


Tok tok tok


"Iya sebentar "


Ceklek


"Cari siapa ya?" Ucap Jeno


"Apa ibu Hamidah ada?"


"Ibu saya sedang di toko. Ada keperluan apa ya?"


"Hmmm, kami teman-teman Freeya".


Jeno kaget, berarti salah satu diantara mereka penyebab Freeya di usir dari sini.


"Di sini tidak ada Freeya jadi silahkan pergi dari sini". Ucap Jeno dengan raut wajah yang dingin


"Kenapa bisa tidak ada, sedangkan Minggu lalu Freeya jelas-jelas masih di sini".Ucap Lio


"Kenapa tanya saya, harusnya anda yang lebih tau kan. Karena ulah anda Freeya di usir dari sini"


"Di u-sir?" Ucap Adel


Mereka semua terdiam dengan wajah yang pucat . Apakah ini pertanda bahwa mereka benar-benar tidak bisa bertemu dengan Freeya dalam waktu dekat ini".


"Ada apa ini Jeno kenapa rame-rame di depan pintu?" Ucap ibu Hamidah yang baru saja pulang dari toko bersama suaminya.


"Kami sahabat Freeya Bu" Ucap Sindi


"Kalian semua teman nak Freeya?" Ucap ibu Hamidah yang dijawab dengan anggukan oleh mereka


"Terus kenapa berdiam diri di luar, ayo silahkan masuk"


Mereka kemudian masuk sedangkan Jeno memilih duduk di luar teras rumahnya.


"Silahkan duduk nak"


"Baik Bu"

__ADS_1


"Jadi yang mana di sini yang bernama Adel dan Sindi?" Tanya ibu Hamidah


"Ibu kenal sama kami?" Tanya Adel


"hahahaha hanya sekedar tau nama, Freeya sangat sering bercerita kalau dia punya tiga sahabat yang sangat baik namanya Adel, Sindi dan Lio".


Mendengar ucapan ibu Hamidah kembali membuat mereka berkaca-kaca.


"Kalau dia cowok ini yang mana yang datang bertemu Minggu lalu?"


"Saya Bu, perkenalkan saya Lio dan ini Kai, kebetulan dia juga kenal sama Freeya ".


"Jadi kalian ke sini ingin bertemu Freeya?" Tanya ibu Hamidah


"Iya Bu, kami tadi ke tempat tinggal Freeya, tapi kata salah satu anak kost di sana, Freeya sudah tidak tinggal di sana lagi."Ucap Adel


"Nak Freeya memang sudah tidak di sana lagi"


"Jadi Freeya kemana Bu, dia bahkan udah janji sama saya akan menunggu saya dan teman-teman saya untuk datang menemuinya "


Huffft


"Kalian tunggu di sini dulu,ibu ambil titipan Freeya dulu".


Ibu Hamidah kemudian bangkit dari duduknya, dan tidak lama ia kembali dengan satu Amplop di tangannya.


"Ini titipan Freeya untuk ketiga sahabatnya "


Isinya adalah secarik kertas.


Untuk ketiga sahabat terbaikku


Hai,


Kalian apa kabar?


Kalau surat ini sudah ada di tangan kalian, itu artinya aku kembali harus pergi memulai kembali kehidupan baruku.


Ternyata takdir tidak menginginkan kita untuk bertemu, walau hanya sekedar melepas rindu.


Padahal aku sangat merindukan kalian.


Adel, Sindi ,Lio


maaf, keadaan membuat kita harus kembali berpisah.


Aku kembali tidak di terima di lingkungan itu.


Mereka mengusirku layaknya aku manusia paling hina yang tidak layak untuk tinggal di sekitar mereka.

__ADS_1


Aku takut, di tempat ku yang baru nanti aku kembali tidak inginkan. Tapi aku tetap harus pergi kan.


Tapi kalian tenang saja, kalian tau aku sangat kuat. Aku janji akan terus kuat demi bertemu dengan kalian dan demi anak yang sedang aku kandung.


Untuk Adel , maaf karena membuatmu terus menangis. Kata Lio kamu dan Sindi terlalu sering menangis setelah kepergianku. Tolong jangan menangis lagi. Aku baik-baik saja. Adel harus bahagia ada atau tidak adanya aku di sisi kalian. Saat kita bertemu nanti kamu harus sudah bahagia ya, kamu sudah harus menikah.


Untuk Sindi, kamu sekarang harus bahagia . Selamat atas pernikahan kalian. Maaf aku tidak bisa memenuhi janji untuk mendampingimu saat menikah. Segera kasih Adel keponakan yang manis ya. Aku harap kamu dan Lio selalu bahagia.


Untuk Lio, aku bersyukur masih bisa ketemu sebelum aku pergi. Tolong jaga kedua sahabat aku itu ya. Kamu harus melindungi mereka. Jadilah suami yang tau bagaimana memperlakukan istrinya.


Aku ingin memohon kepada kalian bertiga. Tolong jangan cari aku, sebelum aku sendiri yang muncul dihadapan kalian. Bukan karena aku tidak merindukan kalian, bukan karena aku tidak menyayangi kalian. Tapi karena aku ingin berjuang, saat aku sudah bisa berdamai dengan diri sendiri, saat aku sudah bisa berdiri di kaki aku sendiri. Aku pasti akan kembali bersama dengan anak aku. Kalian tenang saja di sini aku sudah tidak sendiri. Karena aku sedang mengandung malaikat kecilku. Malaikat yang akan menjadi cahaya di hidupku. Walaupun mereka tidak menerima aku dan anakku, dunia kami tidak akan hancur begitu saja.


Aku pergi ya,


Aku menyayangi kalian


Adel dan Sindi sudah saling memeluk dengan tangis yang sudah pecah. Lagi-lagi mereka terlambat sebagai sahabat, lagi-lagi Freeya menanggung semuanya sendiri.


"Freeya di usir saat salah satu warga memergoki Freeya dan nak Lio berada di ruangan yang sama. Freeya difitnah melakukan hubungan yang terlarang. Bahkan ia semakin direndahkan saat Freeya pingsan dan dibawah ke puskesmas. Di sana warga mengetahui bahwa ia hamil tanpa suami yang ada di sampingnya. Hiks hiks ibu bahkan tidak bisa membantunya. Freeya hiks sangat malang anak itu. Harus menanggung beban tanpa ada seorang yang menopangnya". Ucap ibu Hamidah


Kai yang mendengar itu seketika jatuh ke lantai.


"Apakah dosaku, harus Freeya tanggung sebanyak itu Tuhan. Aku salah ,tapi kenapa dia yang semakin terluka". Batin Kai


Kai bangkit dan menarik kerah baju Lio


Bugh


"Mas, Lio".Ucap Adel dan Sindi


"Ini semua karena Lo, seandainya Lo nggak ngobrol di dalam ruangan sa Freeya, dia nggak akan mungkin diperlakukan sekejam itu"


Bug


Bug


Lio memukul dua kali KAI


"Kenapa Lo yang nyalahin gue, Lo harusnya udah tau, karena Lo Freeya menderita seperti ini. Karena dendam Lo itu, Freeya yang harus menerima semuanya, Freeya harus hamil, Freeya harus menerima makian dari semua orang. Lo nambah luka dia bang*at yang sudah hancur lebih dulu.Lo yang paling salah di sini BAJIN*AN".Ucap Lio teriak


Jeno yang awalnya ingin masuk ke rumah diam terpaku di ambang pintu saat melihat pertengkaran Lio dan Kai.


Dengan wajah yang sudah sangat merah, Jeno menuju ke arah Kai dan tanpa aba-aba


Bugh, bugh, bugh


"Astaga nak , sudah dia bisa mati". Ucap ibu Hamidah memeluk Jeno dari belakang


"Bahkan matinya pun nggak akan bisa membuat kehidupan Freeya, kembali jadi baik Bu."

__ADS_1


"Bangun Lo, sialan. Lawan gue. Kenapa harus wanita rapuh itu yang harus Lo hancurin hidupnya ".Ucap Jeno dengan emosi yang belum terkendali


"Sudah-sudah dengan kalian yang melakukan kekerasan seperti ini, nggak akan membuat sesuatu yang telah terjadi kembali seperti awal. Selesaikan semuanya dengan cara baik-baik. Kamu Jeno, Freeya akan kecewa kalau melihat kamu bersikap kasar seperti ini". Ucap Ayah Jeno yang dari tadi hanya menjadi penonton.


__ADS_2