Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Awal mula kehancuran Axel


__ADS_3

...Kamu ayah titipkan padanya untuk membahagiakanmu...


...Tapi kenapa justru ia kamu remukkan hatinya ...


Plak plak


Bugh Bugh


"Dasar anak kurang ajar, bangun kamu lawan saya, dimana sifat brutal kamu itu, kenapa sekarang kamu seperti kelinci yang tidak berdaya sama sekali".


Bugh


"SAYA BILANG BANGUN LAWAN SAYA.SAYA INGIN LIAT DIMANA KEBERANIAN KAMU ITU"


"Hiks ayah udah, liat Axel udah babak belur. Kasian dia".


"Bahkan luka itu nggak seberapa dari kelakuan bejatnya selama ini. Kamu jangan pernah membelanya meskipun dia anak kamu sendiri.


Ya seseorang yang dari tadi dipukul dan ditampar tidak lain adalah Axel dan yang menamparnya adalah ayahnya sendiri.


...****************...


Flashback


Dia hari setelah Wibowo (ayah Axel) mengetahui bahwa anaknya memiliki kekasih baru. Ia langsung mencari tau tentang kehidupan Axel dan Freeya sebelumnya. Bahkan tidak tanggung -tanggung dia sendiri yang turun tangan.


Hari itu, ia menuju ke rumah Axel saat ia menikah dulu. Setelah mereka resmi bercerai Axel kembali ke rumah orang tuanya. Jadi Wibowo tidak perlu khawatir bila Axel akan datang ke rumah ini.


Dan karena kecerobohannya Axel, tidak menghapus rekaman Cctv di rumahnya.


Salah satu anak buah Wibowo yang saat itu ikut bersamanya berhasil membuka rekaman Cctv dari awal mereka tinggal di sana.


Deg


Jantung om Wibowo berdetak sangat cepat.


Semakin banyak video yang ia lihat semakin jelas terlihat kebrengsekan Axel. Om Wibowo melihat dengan jelas di ruang tamu bagaimana Freeya di siksa, dijambak, ditampar bahkan di seret. Dan itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali.


"Stop, tolong perbesar siapa wanita yang Axel bawah itu?"


Dan saat diperbesar, ia merasa jantungnya diremas sangat kencang.


"Kristal.Mereka?"."Ya Tuhan apa yang telah Axe perbuat". Ucap Wibowo dengan air mata yang perlahan turun


"Ini salahku, aku memaksanya menikah dengan Freeya, hingga hidup Freeya harus hancur seperti ini. Hiks dia menjanda di usia mudanya ".


"Bagaimana caraku meminta maaf, bagaimana caraku memperbaiki hatinya yang telah dihancurkan oleh anakku".Ucap Wibowo dengan lirih


Penyesalan itu sangat jelas dimatanya.


Ia masih mengingat jelas bagaimana istrinya mengatai Freeya dengan kata yang tidak sepantasnya.


"Tuan ,tolong jangan terlalu dipikirkan, Anda baru saja pulih".Ucap anak buah Wibowo


"Bagaimana aku tidak memikirkannya sedangkan hidupnya hancur karena rencanaku".


BRAK


Om Wibowo menggembrak meja yang ada dihadapannnya.

__ADS_1


"Antar saya ke rumah, dan hubungi anak kurang ajar itu untuk segera pulang, saya ingin memberinya pelajaran".


"Ayah, kenapa ayah menyuruhku pulang? Ini bahkan baru jam 1 siang".


Plak


Axel langsung mendapat tamparan dari Ayahnya


"Ayah apa yang ayah lakukan ". Ucap Axel


Plak


Ia kembali mendapat tamparan


"Ayah , aku ada salah apa?" Kenapa terus menampar ku?"


Plak Plak


kali ini Axel mendapat dua tamparan sekaligus.


"Ayah , sudah ayah ini apa-apaan sih". Ucap Mama Axel


"Diam, jangan ikut campur. Karena urusan saya hanya dengan anak kurang ajar ini".


Bugh


Kali ini ayahnya meninju perut Axel hingga membuatnya langsung terduduk dilantai


"Ada yang ingin kamu jelaskan kepada saya?"


"Ayah, Axel sedang berusaha mengambil alih perusahaan kita ,jadi ayah harus sabar". Ucap Axel yang mengira ayahnya marah karena perusahaan yang sekarang berada di tangan Lio


Bugh


Deg


Deg


"A-yah ". Ucap Axel terbata. Bahkan ia tidak tau harus mengatakan apa saat ditanya seperti itu


"Tidak tau ingin menjawab apa hmmm?"


"Ayah ini apa-apaan sih, kok bahas rumah tangga Axel lagi. Mereka bahkan udah cerai yah. Dan perempuan itu sudah pergi".


"SAYA BILANG DIAM DAN JANGAN IKUT CAMPUR ". Teriak ayah Axel


"SEKALI LAGI KAMU BELAIN DIA, NYAWA ANAK KAMU INI AKAN MELAYANG DITANGAN AYAHNYA SENDIRI".


Mendengar teriakan dan kemarahan dari suaminya membuat mama Axel langsung diam seperti patung. Bahkan sekarang ini ia juga takut, melihat aura kemarahan suaminya.


"Saya tanya sekali lagi, kamu apakan Freeya selama ini?"


"Yah, aku dan dia hidup normal, hingga peristiwa itu terjadi dan kami bercerai"


Bugh


Axel kembali mendapat pukulan dari Ayahnya


"Terus siapa wanita yang kamu siksa di rumah itu, siapa wanita yang kamu JAMBAK, TAMPAR bahkan kamu SERET seperti binatang? Siapa wanita yang kamu perlakukan dengan tidak manusiawi itu Axel? SIAPA?"

__ADS_1


"A-yah, dengar dari siapa. Mereka pasti ingin mengadu domba kita. Tolong percaya sama Axel yah"


"Bahkan saat kamu sudah terpojok seperti ini kamu masih tidak ingin mengaku".


...****************...


"Bagaimana mana bisa saya memiliki seorang anak yang saya bangga banggakan didepan umum tapi nyatanya dia hanya seorang baj*ngan yang merendahkan istrinya sendiri "


"Yah, mungkin Axel ngelakuin itu karena Freeya sendiri yang mulai selingkuh. Ayah harus ingat bagaimana muka kita dicoreng di hotel saat kejadian itu".Ucap mamanya yang masih membela Axel.


"Hahahaha ayah harap, mama tidak akan kecewa saat melihat video bagaimana buasnya anak yang mama bela ini menyakiti istrinya sendiri.


"Bahkan ketika dia sudah babak belur, ia masih saja bungkam,cih".


Setelah puas memukuli Axel ayahnya berbalik hendak ke kamarnya. Ia sudah tidak sanggup lagi menahan air mata yang mendesak ingin keluar. Tapi ia menghentikan langkahnya dan kembali berbicara Tampa menatap ke arah Axel.


"Saya gagal"


"Saya gagal menjadi seorang ayah untuk kamu".


Deg


"A-yah uhuk uhuk maaf".Ucap Axel terbata-bata karena dadanya sangat sakit


"Harusnya saat itu saya tidak menjodohkan kamu. Harusnya sekarang anak itu masih menikmati hidupnya tanpa sebuah luka ".


"Kenapa ?"


"Kenapa kamu harus menyiksanya sesadis itu? Kenapa tidak mengatakan untuk berhenti di awal saja. Saya bahkan lebih memilih mati daripada harus menanggung malu dihadapan Freeya.


"Saya bahkan tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi laki-laki tempramen, saya selalu menjaga hati istri saya, tapi kenapa anak saya sendiri justru menyakiti hati istrinya dengan membawa wanita lain kedalam rumah tangganya".


Deg


Axel hanya menunduk, ia tau ayahnya teramat kecewa padanya.


"Setelah ini lakukan apapun yang kamu inginkan. Menikahlah dengan wanita pilihan kamu itu karena kamu tidak perlu restu saya. Tapi sebelum itu keluar dari rumah ini. Saya tidak ingin memiliki anak yang breng*ek, bahkan ketika saya mati kamu tidak perlu datang".


Axel merangkak memegang kaki ayahnya


"Ayah, hiks hiks maafin Axel, Axel salah, Axel khilaf Jangan usir Axel, dan jangan pernah ngomong kalau ayah akan pergi. "Axel sayang sama ayah, maafin uhuk uhuk Axel yah".


mamanya yang mendengar Axel mengatakan khilaf langsung menutup mulutnya.


"Apakah selama ini anaknya yang justru menyakiti Freeya "


"Pergi dari sini, saya tidak ingin melihat wajah kamu".


Ayahnya langsung menghempaskan tangan Axel


"Ayah uhuk uhuk ma-af, Axel masih melihat ayahnya yang berjalan sembari mengusap air mata sebelum ia tidak sadarkan diri.


"Astaga Axel, Axel bangun".Teriak mamanya yang masih berada di tempat itu.


"Tolong, ayah, bibi hiks Axel pingsan".


Pembantu dengan tergopoh-gopoh menghampiri majikannya.


"Nyonya ada apa?"

__ADS_1


"Hiks tolong panggilkan sopir bi, suruh ke sini kita harus bawah Axel ke Rumah Sakit sekarang juga"


__ADS_2