Luka Yang Tak Biasa

Luka Yang Tak Biasa
Memulai usaha


__ADS_3

"Maaf pak, tapi menurut saya gejala yang anda rasakan hari ini, merupakan gejala dari orang yang sedang hamil"


Deg


Deg


"Kamu yang benar dong kalau memeriksa pasien. Saya ini laki-laki bagaimana bisa ngerasain gejala hamil". Ucap Kai dengan perasaan gusar


"Ma-af pak maksud saya mungkin pacar bapak yang hamil"


Deg


Tidak mungkin kan dia mengandung anakku. Aku hanya melakukannya sekali. Iya tidak mungkin, besok aku akan panggil dokter lain. Ucap Kai dalam hati.


...****************...


Freeya mulai membersihkan kos dimana ia akan menata hidupnya kembali. Ibu Hamidah sudah pulang dari tadi karen ia harus membantu anak dan suaminya menjaga tokoh.


Huffft


"Capek banget, padahal ruangannya kecil. Aku sering bersihin rumah yang berkali-kali lipat lebih besar dari ini tapi capeknya nggak kerasa. Mungkin karena efek perjalanan jauh kemarin".


Setelah Freeya selesai berberes ia membaringkan tubuhnya di kasur kapuk yang ada di sana. Ia melihat sekeliling kamarnya yang warnanya sudah memudar bahkan lemari plastik bersusun di dalam kamar itu hanya satu dengan bagian paling bawah sudah tidak tertutup lagi.


Untunglah di kampung ini cuacanya tidak panas kecuali kalau siang jadi Freeya tidak memerlukan kipas angin.


"Aku harus mikirin gimana caranya aku buat nyari kerja. Apalagi uang aku sisah sedikit setelah bayar kos. Tapi aku harus kerja apa ya. Mau buka usaha modalnya pasti harus banyak"


"Udahlah hari ini aku istirahat aja, besok baru aku pikirin lagi.


Sedangkan di sisi lain Lio sangat bersemangat untuk menghancurkan Axel. Mungkin ini terbilang tidak profesional tetapi melihat penderitaan sahabatnya akibat ulah Axel ia tidak memikirkan lagi bagaimana bekerja secara profesional itu.


"Hallo masuk ke ruangan saya segera"


"Baik pak".Ucap Asisten


Tok tok tok


"Masuk


"Permisi pak?"


"Hmm, bagaimana dengan yang saya suruhkan apa orang-orang itu telah membatalkan kerja sama dengan Axel"


"Iya pak mereka sudah membatalkan kerja samanya, dan suruhan saya yang memata-matai Axel di sana mengatakan hari ini Axel kelimpungan untuk mencari perusahaan yang bisa diajak bekerja sama"


"Bagus, sekarang tawarkan dia kerja sama dengan menggunakan namamu dan minta sebagian sahamnya sebagai jaminan "


"Baik pak"


"Langsung hubungi saya apabila dia telah menerima kerja sama itu. Karen saya akan membuatnya merasa aman sementara sebelum menjatuhkannya"


"Baik pak. Apa masih ada yang akan saya kerjakan?"


"Tidak sekarang kamu keluar dan segera lakukan yang saya suruh "


"Baik pak saya permisi"


"Iya"


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya Freeya terbangun dengan keadaan yang segar, ia segera kedapur untuk membuat makanan. Untungnya kemarin ibu Hamidah mengajaknya untuk membeli keperluan dapur. jadi hari ini dia sudah bisa memasak .


Freeya menanak nasi dengan lauk ikan kering dengan campuran tomat segar dan cabai. Menu yang sederhana tapi itu sangat terlihat nikmat dilidahnya .


Setelah selesai sarapan Freeya menuju ke ruang tengah. Di ruang tengah tidak terdapat apapun hanya ada satu tikar. Freeya akhirnya duduk di tikar tersebut dengan bersandar di dinding


"Aku harus usaha apa ya"


Lama berfikir akhirnya ia menemukan satu ide yang tidak membuat keuangannya kaget.


"Tapi apa ibu Hamidah mau bantu. Tapi pasti ibu mau mereka kan semuanya baik."


"Baiklah Fre, kamu harus semangat. Sekarang aku harus mandi dulu sebelum ke toko ibu Hamidah."


Ya, Freeya telah mendapatkan ide apa yang akan menjadi sumber keuangannya. Freeya akan membuat kue-kue basah dan gorengan untuk dititipkan ke toko ibu Hamidah dan sebagian lain akan ia jual dengan berkeliling di kampung ini.


Saat akan ke kamar mandi ternyata sudah ada orang yang duluan di dalam. Akhirnya ia menunggu di luar.


"Hai penghuni baru ya"


"Hai, eh iya saya baru masuk kemarin"


"ohh, kenalin aku Caca"


"Saya Freeya, salam kenal"


"Iya, kamu emang aslinya dari mana kok bisa di sini"


"Aku dari Jakarta "


"Jauh banget, emang ada keperluan di sini ya"


"Ohhh".


Setelah selesai bersiap, Freeya langsung ke tokoh ibu Hamidah untuk membeli segala keperluan yang akan dibutuhkan. Ia juga akan bertanya apakah Freeya bisa menitip jualannya di sana atau tidak. Kalau tidak Freeya terpaksa harus menjual semuanya dengan berkeliling"


...****************...


Pagi ini Kai kembali mengalami muntah-muntah karena ia kembali memanggil dokter ke rumahnya tapi bukan dokter dari keluarganya.


"Bagaimana dok?"


"Bapak tidak memiliki penyakit yang serius "


"Terus saya kenapa muntah-muntah terus bahkan sudah hampir seminggu dok"


"Hmmm, kemungkinan pasangan anda sekarang sedang mengandung pak Kai"


Kai kembali mendapat jawaban yang sama.


Setelah dokter pergi dari rumahnya. Kai kembali ke kamar dan menghancurkan barang yang ada di dalamnya.


Arghhh


"Sia*lan."


"Nggak mungkin, Freeya nggak mungkin hamil"


Kai kembali mengingat bagaimana adiknya yang memilih mengakhiri hidupnya saat orang yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab"


"Nggak, nggak mungkin Freeya berpikir pendek seperti itu."

__ADS_1


"Arghhh kurang ajar. Aku hanya ingin membalas dendam atas rasa sakit adekku tapi kenapa malah seperti ini"


"Ini sudah satu bulan lebih setelah kejadian itu, kalau memang Freeya hamil maka ku lebih brengsek dari Axel."


Arghhh


Kai meninju cermin yang ada didepannya.


Ruas-ruas tangannya memerah bahkan terdapat bercak darah tapi ia tidak merasakan sakit sedikit pun. Hati justru merasa cemas dengan keadaan Freeya. Ia sadar telah menjadi salah satu yang menghancurkan hidup Freeya, tapi ia justru mengatakan kepada Freeya tidak ingin bertanggung jawab setelah itu.


Kai juga telah mengetahui Axel dan Freeya telah bercerai.


"Kurang ajar Lo Axel, gara-gara Lo , orang yang nggak bersalah harus jadi korban balas dendam gue"


"Aku harus memastikannya langsung, aku harus mencari Freeya "


Kai kemudian menelpon orang kepercayaannya yaitu Eric untuk menghendel pekerjaan kantornya.


...****************...


"Assalamualaikum bu"


"Waalaikumsalam,eh nak Freeya. Mau beli sesuatu ya"


"Hmm iya Bu"


"Yaudah ayo masuk aja, kebetulan pembeli juga nggak banyak jadi ibu nggak sibuk ada Jeno dan ayahnya juga yang jaga"


"Iya Bu"


"Kamu mau beli apa emang, biar ibu ambilin"


"Hmm gini bi, Freeya rencana mau bikin usaha kecil-kecilan. Freeya rencana mau buat kue-kue basah dan gorengan karena modalnya juga nggak terlalu banyak"


"Ohh iya bagus itu, di sini juga jarang sekali yang jual begituan jadi kalau usaha itu saingan kamu juga nggak banyak"


"ohhh gitu ya Bu, kalau begitu Freeya tambah semangat ni"


"Terus kamu rencana mau jual dimana nak"


"Hmm itu yang jadi masalahnya Bu, sebenarnya Freeya ingin nitip di toko ibu kalau nggak keberatan. Sebagian lainnya juga mau Freeya jual dengan berkeliling kampung"


"Ya Allah nak, nggak papa kok kalau kamu mau nitip di sini, ibu juga kan nggak jual kue dan gorengan"


"Serius Bu?" Tanya Freeya antusias


"Iya nak"


"Makasih banyak ya Bu maaf ngerepotin ibu terus"


"Nggak masalah ibu malah senang bisa bantu kamu. Jadi kalau ada apa-apa tanya ke ibu ,bapak atau Jeno aja jangan sungkan. Tapi kalau menurut ibu kamu nggak usah jual keliling kampung, apalagi kamu harus jalan kaki, belum tentu juga banyak orang di rumahnya yang bisa belikan"


"Jadi gimana dong Bu"


"Gini aja kan di depan kos itu masih ada tempat kosong walaupun kecil banget. Nah kamu bisa taroh meja di situ buat jualan. Kan pasti anak-anak kos juga ada yang mau beli atau pekerja yang lewat bisa ada yang beli "


"Tapi emang dibolehin sama yang punya kos Bu"


"Tenang aja, pasti dibolehin kok, nanti ibu yang bicara langsung "


"Baiklah Bu"

__ADS_1


__ADS_2