
Dua hari kemudian diadakan rapat direksi sesuai permintaan Lio.
Ayah Axel juga hadir di rapat tersebut. Ia hanya terus menatap tajam Axel.
"Baiklah sebentar lagi rapat akan dilaksanakan kita hanya menunggu dua orang lagi".
Tidak lama suara sepatu mendekati ruangan tempat orang-orang telah menunggu.
"Silahkan masuk pak"
Semua orang yang ada di situ berdiri menyambut termasuk Axel yang langsung terdiam menatap dua orang yang sekarang ada dihadapannya.
"Kalian, ke-napa bisa ada di sini?" Ucap Axel yang belum bisa memahami keadaan
"Mohon maaf pak Axel bapak Kai dan pak Adelio merupakan pemenang saham terbanyak diperusahaan ini".
"APA? bagaimana bisa?"
"Bukankah bapak Axel yang telah menjualnya langsung kepada saya?" Ucap Lio menyeringai. Dia sangat suka keadaan yang menegangkan seperti sekarang
"Saya tidak pernah menjualnya kepada kalian berdua"
"Oh mungkin maksud pak Adelio menjual kepada Asistennya dan asisten saya"
Deg.
Dia DIJEBAK
BRAK
Axel menggebrak meja
"Kurang ajar, kalian berdua menjebak saya". Yang hanya ditanggapi dengan santai oleh Lio dan Kai
"Mohon maaf pak Axel, Anda sebagai CEO harusnya bersikap sopan dan menyambut bukan Mala seperti ini". ucap salah satu yang berada dalam ruangan.
Sedangkan ayah Axel menyuruh Axel untuk duduk dengan tenang melalui tatapan matanya.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul kita akan mulai rapat kita hari ini". Ucap salah satu dewan direksi.
"Disini kita akan membahas tentang keadaan perusahaan yang sebelumnya sempat goyah, karena beberapa yang memutuskan kerja sama. Kami di sini ingin mengetahui secara detail permasalahan tersebut. Dan kami berharap pak Axel dapat menjelaskannya.
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya, karena saya juga tidak mengetahui penyebab pastinya, tapi yang saya tau ada seseorang yang ingin menjatuhkan saya"
"Mohon maaf pak kita disini bukan ingin mendengar pembelaan".Ucap salah satu orang yang ada di sana.
"Mungkin saja CEO diperusahaan ini sudah tidak berkompeten dan mungkin bagus diadakan pemilihan CEO baru".Ucap Kai menatap Axel dengan senyum yang tidak bisa dilihat orang lain
"Mohon maaf, saya yang membangun perusahaan ini dari nol, dan saya percaya anak saya Axel akan kembali mengembangkan perusahaan kedepannya "
"Tapi pak kita lihat kinerja dari bapak Axel seperti apa? Tidak ada perkembangan bahkan yang ada justru menurun. Dan saya setuju dengan usulan pak Kai untuk mengganti pak Axel. Ucap salah satu orang didalam
"Tidak bisa, saya akan kembali membangun kepercayaan perusahaan lain agar dapat bekerja sama kembali dengan kita. Saya hanya minta waktu dari bapak-bapak sekalian".
"Ini bukan ajang coba-coba dan saya setuju adanya pergantian untuk perusahaan yang lebih baik. Kita juga harus memikirkan bagaimana nasib karyawan kedepannya. Walaupun ayah pak Axel adalah pendiri perusahaan ini, tapi apabila yang mengelolanya pak Axel tidak menutup kemungkinan perusahaan ini akan hancur".
Setelah perdebatan yang alot Axel akhirnya digantikan. Meskipun ayahnya tidak setuju tetapi melihat kesempatan yang condong ke arah pergantian maka dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan yang menjadi pengganti Axel adalah Lio.
Para dewan direksi akhirnya keluar dari ruangan tersisa empat orang di dalam ruangan. Yakni ayah Axel, Axel, Lio dan Kai.
"Apakah saya bisa berbicara sebentar dengan pak Lio dan pak Kai?" Ucap Ayah Axel
"Silahkan, lagi pula saya kebetulan sudah tidak ada kesibukan setelah ini".Ucap Lio
"Saya sangat berterima kasih kepada pak Lio dan pak Kai berkat kalian perusahaan ini masih bisa terselamatkan. Tapi apakah tidak keterlaluan dengan langsung menurunkan Axel dari posisinya?"
"Tapi biar bagaimanapun saya yang membangun perusahaan ini sampai bisa seperti sekarang dan saya yakin bapak Lio dan Kai adalah orang yang sangat sibuk. Sangat mengherankan ketika anda repot-repot membantu perusahaan ini sedangkan banyak perusahaan besar diluar sana yang lebih menguntungkan ".Ucap Ayah Axel.
"Ohh saya sendiri tidak ingin membantu sebenarnya, hanya saja saya khawatir ternyata kinerja bapak Axel yang dibanggakan sangat tidak sesuai". Ucap Kai menyeringai
"Bang*at Lo berdua kan yang sengaja bikin semua yang kerja sama dengan perusahaan gue pergi berdua supaya Lo berdua bebas balas dendam sama gue". Ucap Axel
"Balas dendam?" Tanya ayah Axel
Axel yang sadar ayahnya masih berada di dalam ruangan seketika terdiam
"Entah apa masalah kalian bertiga, tetapi tidak seharusnya masalah pribadi dibawah kedalaman urusan pekerjaan seperti ini".Ucap ayah Axel
"Hmm gimana ya, tapi anak anda sendiri yang menentang saya. Saya sudah berulang kali mengingatkan tapi dia seakan menganggap perkataan saya sampah yang tidak butuh diambil".
"Axel jelaskan sama ayah permasalahan apa yang telah kamu perbuat?" Ucap ayah Axel tajam
"A-yah ,ini hanya kesalahpahaman saja"
__ADS_1
"Hahaha kesalahpahaman, berarti kebenarannya seperti apa?" Ucap Lio."Apa perlu gue beberin tindakan Lo terhadap mantan istri Lo selama ini?"
"Lo nggak usah ikut campur. Lagian gue dan Freeya nggak ada hubungan apa-apa lagi".
Prok prok prok
"Luar biasa sekali anak anda ini pak, selalu mencari pembenaran. Karena saya sedang baik hati saya akan mengatakan satu saja kebusukan anak anda, dan kebusukan yang lainnya silahkan anda cari tau sendiri. Karena saya tau anda adalah orang tua yang tidak begitu saja menelan mentah perkataan yang keluar dari mulut anak anda".
Kai menunjuk Axel yang telah mengepalkan tangannya
"Anak yang anda bangga-banggakan ini, tidak lebih dari seorang bajin*an yang hanya bisa mengincar selang*angan wanita baik-baik. Anda bertanya tadi kenapa saya membawa masalah pribadi kedalam pekerjaan? Karena dia telah Meni*uri Adek saya satu-satunya. Keluarga saya satu-satunya yang bahkan mencintai banjin*an ini, tapi anda liat apa balasan dari anak anda ini, setelah dia berhasil merenggut masa depan Adek saya ia tidak ingin bertanggung jawab atas kandungan Adek saya. Anak anda ini membuat Adek yang saya sayangi harus pergi untuk selama-lamanya.
"Adek saya bunuh diri dan bajin*an ini tanpa rasa bersalah hidup bebas di dunia ini dan saya harus melampiaskan amarah saya ke orang yang tidak bersalah"
Deg
"Nggak kamu...?"
"Ayah itu semua bohong Axel bisa jelasin "
Ayah Axel tiba-tiba memegang dadanya dan tidak sadarkan diri.
Bruk
"Ayah"
"Ayah , bangun mereka bohong yah, Axel bisa jelasin "
Axel langsung berlari keluar ruangan memanggil asistennya untuk membantu ia mengangkat ayahnya.
Setelah sampai di rumah sakit ayahnya langsung ditangani . Saat melihat dokter keluarga dari ruangan tempat ayahnya dirawat Axel langsung bertanya. Untuk mamanya Axel belum memberi kabar, ia belum siap menjelaskan apa yang terjadi.
"Bagaimana keadaan ayah saya dok?"
"Beliau sudah sadar, ia terlalu shock hingga mendapat serangan jantung. Saya harap dia tidak terlalu banyak berfikir agar cepat kembali pulih".
"Baiklah terimakasih dokter, apakah saya sudah bisa masuk?"
"Silahkan, tapi jangan terlalu sering diajak berbicara beliau masih harus banyak beristirahat"
"Baik terimakasih"
__ADS_1
Maaf ya kalau disini gak rancu, soalnya author tidak paham tentang perusahaan