Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
jangan cari alasan yank..


__ADS_3

para undangan ramai datang hadiri hari bahagia pasangan penganten bima dira, relasi bima david serta teman sekolah nya, rekan kerja tuan herlambang, tuan handoyo teman sosialita mami juga mama belum lagi relasi vano atau mario juga undangan andre ikut bahagia ada yang tidak sangka bima menikah sebab selama ini yang mereka lihat bima tidak pernah sekali pun nampak dekat dengan seorang wanita.


semua keluarga bahagia pesta berjalan lancar tanpa ada halangan nampak ke bahagian di wajah mami tapi air mata jatuh di pipi buat vano kaget.


"mami kenapa ?" vano rangkul mami


bugk..


"lo apa in mami b××× !!" mario tendang kaki vano gusar lihat mami nangis.


"s××× justru itu gue nanya kenapa mami nangis.." semua menoleh dengar suara ribut arah vano mario bingung


"ada apa mi.. kenapa nangis kata mami lihat adek sudah nikah mami bahagia.. noh lihat sekarang dira berada di tangan orang yang sayang sama dia.." jari mario tunjuk ke arah dira yang lagi ada dalam dekapan kan bima.


"mami bahagia kita sudah kumpul tapi dira mau pergi ikut bima mami di tinggal pasti lama.." rajuk mami.


"belum sekarang dira pergi ikut bima mi, bima sudah bicara sama vano nanti dira nyusul atau di jemput bima.." vano


"serius adek kalian tidak langsung pergi di bawa sama bima.. kenapa dira tidak ikut ?" mami nanya senang


"dira baru pulih dan masih harus di laku kan perawatan mi.. bima khawatir dira di sana kenapa kenapa apa lagi lokasi tempat tinggal bima sangat jauh dengan rumah sakit.." vano jelas kan.


"boleh tidak nanti dira nginap di rumah mami mau tidur sama dira.." mami


"mami dira bukan milik kita sepenuh nya sekarang dira milik suami juga mertua nya mami.." mario bujuk mami


"kita bawa saja mereka semua nginap kalau perlu tinggal sama kita selama bima dinas" mami beri saran


"mami.. papa bima kerja tidak di kota ini di sini mereka juga ada rumah.." mario


"vano mario bantu mami bujuk bima ya agar mau tinggal sama kita bilang sama papa bima pensiun saja" mami


"kenapa tante ?" haris baru datang lihat mami vano berdebat sama ke dua putra


"nah kebetulan ada anak mami datang kalian pergi sana.. haris bantu mami ya bilang bima, selama bima dinas dira dan semua keluarga bima tinggal bersama mami.." haris garuk kepala bingung lihat arah vano mario senyum geleng pasrah.


dira di atas panggung sedang di bujuk bima semua perhati kan mereka berdua dari jauh bingung apa yang terjadi.


"mami tunggu di sini vano mau ke sana jumpa adek rio.." vano kode mario haris ikuti langkah kaki vano ke arah pasngan penganten di atas panggung.


"kenapa dira dari tadi gue perhati in tu muka kecut banget lo tahu ris ?" vano sambil jalan bicara santai.


"gue juga ngerasa ada yang aneh sudah kita tanya mereka saja biar kita tahu apa permasalahan nya.." sahut haris


"dek kalau capek istirahat gih ke kamar.. bim bawa sana istri lo atau ano antar ke kamar gendong mau.." vano bisik bima apa yang terjadi bim.. kenapa adek gue seperti kurang sajen persembahan..?


Bima mendelik gusar vano bicara seprti itu pada istri nya Haris geleng terkekeh dengar ucap an vano cari perkara.


"istri gue b×××.. bicara yang manis bisa tidak.." suara bima bicara datar


"istri lo adek gue jangan lupa kan s×××.." vano juga tidak mau ngalah.


"yang akur lah sama ipar jangan jontok jontok kan lihat noh adek gue tatapan nya sudah mengeri kan.." haris angkat dagu nunjuk dira beri kode.


"kenapa dek suami mu minta sekarang ya.. lo juga bima bisa gak sabar sayangi adek gue.. sayang tidak lo sama istri lo kasihan adek gue.. jangan maksain mau lo sabar napa.." vano melihat bima kedip mata tangan nya elus kepala dira tanya dengan beri kode dagu naik ke atas.


"berisik kali lo bawel seperti mak mak.." bima geleng balas kode vano.


"wah bahaya ini bakal nginap di luar gak bisa peluk kan, mana lo mau dinas pergi nya lama.. lo juga gak kasihan apa sama bima ipar lo kasihan mereka pisah lama suka kali mancing.." haris tahan senyum


"ahk.. mana peduli gue sama dia.. gue cuma mikir dimana adek gue bahagia dia mah bodoh amat.." vano tatap bima.

__ADS_1


"b××× jangan lo pikir gue tidak cinta gak sayang sama istri" bima kernyit kan dahi nya geleng lagi jawab kode vano.


"dy ada apa.. cerita sama kakak biar kita ngerti jangan bertindak sendiri dek ada kami, apa lagi sekarang kamu tanggung jawab suami mu.." haris bujuk dira


mereka lagi bicara ada yang datang ke arah mereka nampak khawatir di wajah nya tatapan orang itu cemas arah dira.


"maaf bisa bicara sama neng tuan ?"ujar jo pelan bima haris vano tukar pandang melihat pada orang yang baru datang.


"kenapa cemas.. apa yang terjadi.. ada berita apa kang jo ?" tanya dira datar


"itu neng.. bang adam sekarang dia lagi di bawa ke kantor polisi.." jo


"yank ada apa.. maksud nya adam yang di bawa polisi apa yang terjadi ?" bima


"dek ada masalah apa.. kenapa adam ?" vano raih dira dalam dekapan nya tiba tiba wajah dira merah penuh emosi.


"dy.. sebaik nya duduk dulu biar kita bisa berpikir dengan tenang, cari jalan keluar nya kamu bisa jelas apa yang terjadi ?" haris bicara pelan sabar kan dira tanya permasalahan pada jo.


"kang kapan terjadi nya dan sama siapa bang adam pergi siapa yang dampingi ?


"maaf kan saya neng.. bang adam pergi sendiri tapi tadi saya lihat ada yang ikuti kalau tidak salah nama nya anton neng" dira kaget dengar nama yang di sebut jo


"abim pinjam ponsel dira hubungi bang andre dulu.. kang kamu jangan jauh jauh dari mbak yanti, tugas kamu lindungi dia paham !!" perintah dira pada jo


"baik neng, saya permisi dulu neng tuan" ujar jo angguk kepala pamit bima vano haris tidak percaya lihat sikap jo pada dira benaran yang gue lihat ini istri kecil gue. Bima


dek apa gak salah yang nampak sama ano kamu adek kecil manja kakak. Vano


Dira adek kakak yang manja tapi kamu begitu tegas semua orang hormat sama kamu dy. Haris


"abim.." dira peluk bima pejam kan mata menahan emosi, bima haris vano kaget cemas takut sakit dira kambuh.


"dek bilang apa yang sakit jangan buat kakak takut.. bim sebaik nya bawa adek gue istirahat nanti ke buru ibu ratu tahu" vano lihat ke arah mami mama buang nafas kasar mampus gue ibu ratu sudah bergerak ke sini.


"gawat ibu ratu sudah jalan ke sini Dira.." haris bima vano diam dengar suara ibu ratu berkumandang dengan indah sudah pasrah mereka jadi pelampiasan.


tuck..


"bima mantu mami kenapa.. kamu tidak bisa sayang istri mu mama bawa pergi.." ujar mama geram lihat mantu sayang nya seperti menahan sakit.


"mama tenang dulu jangan marah nanti keriput cepat tua.. dira hanya capek jadi bima mau bawa dira istirahat ke kamar.. yank kita istirahat ya" bima ngajak istri nya tinggal kan ruangan pesta.


"ada apa ini.. sayang apa yang sakit nak bilang mami, vano apa yang terjadi.. dira anak mami kamu apa in hah.." teriak mami sama vano marah lihat anakbungsu nya.


"mi vano anak siapa emang bukan anak mami.. vano gak ada apa in adek aduh.. sakit ini mi.." protes vano gosok tangan di pukul mami.


"haris jaga adek mu ingat gak apa yang mami bilang.. terus dira kenapa.." mami melotot pada haris.


"ingat mami tapi haris tidak ada ganggu kita juga tidak ngerti bingung ada apa.. kami dari tadi nunggu in tapi dira tidak ada bicara.." haris bicara pelan


"bima cepat bawa istri mu istirahat biar tamu di urus mereka.. sayang nurut ya nak.." mami bujuk dira


"dira sehat mami mama jangan khawatir sekarang ada suami yang sayang dira.. ntar lagi dira masih mau di sini" tangan dira peluk bima.


"sayang jangan capek capek setelah ini istirahat" mama mami cium dira.


dreet.. dreet.. dreet..


"bang andre dimana ?" dira cepat telfon andre setelah para ibu ratu pergi


"abang lagi di kantor kenapa dek" andre

__ADS_1


"bantu dira dampingi bang adam jangan sampai ada yang persulit bang adam di sana tolong selesai kan.." dira


"iya tenang saja abang akan urus.. adam aman, sebaik nya dek istirahat ya nanti singa kutub.." dira senyum tatap bima


Andreeee...


Vano haris terkekeh dengar suara bima yang geram dengar ocehan andre.


"jangan ada yang lengah.. kalian semua siaga aku tidak mau salah satu dari kita celaka, ingat kalian tahu apa yang harus di laku kan.. apa aku mesti turun tangan langsung untuk beres kan mereka ?" dira


"jangan neng.. kami semua sudah siaga tidak akan terjadi apa apa.." teman dira


dira bicara suara pelan dengan perintah penuh bima haris vano mereka kaget apa lagi wajah dira terlihat emosi.


"hati hati jangan gegabah dalam ambil tindak kan sekarang kamu tidak sendiri.. kamu tanggung jawab mas sekarang.. mas gak mau terjadi sesuatu sama istri mas yank.." bima kembali bujuk dira.


dira senyum pejam mata kembali peluk bima tolong dira Tuhan..


mario jalan ke tempat penganten wajah nya kesal dari tadi wajah dira tidak enak di pandang kenapa kamu dek..


"neng istirahat ya.. lo lo gak lihat wajah capek adek gue dan lo jadi suami ngerti tidak adek gue istri lo harus istirahat.." mario tunjuk satu persatu sahabat nya di iringi omelan.


ck.. bawel mak mak dasteran.." kompak vano bima haris balas dengan terkekeh


"gue permisi tolong beres kan itu tugas kalian.. ingat jangan ganggu gue tidak terima apa pun alasan nya.." bima cepat angkat dira dalam dekapan nya cuek.


Rombongan perusuh hadang bima yang mau tinggal kan tempat pesta bima gak jadi pergi lihat kode rangga.


"bim apa yang terjadi sama adam" sandi


"dira kamu tahu siapa mereka yang buat ke kacauan di luar tadi.." wildan


"sekarang kita sudah bersama apa lagi kamu tanggung jawab bima.. jangan lah bertindak sendiri.." rangga


"adam aman ada yang dampingi andre juga di sana.." david cepat beri penjelas an lihat wajah bima.


Bima pandang dira yang masih berada di pangkuan nya "yank..


"dira sudah kasih kabar mintak tolong" dira keukeh dengan pendapat nya.."


"kamu minta bantuan nya sama siapa.. kapan ? jangan cari alasan saja yank.." nada suara bima tinggi tanpa di sadari karena cemas sama dira istri nya.


"dira benar gak cari alasan.. dira sudah kirim pesan minta bantu an" dira peluk bima sembunyi kan muka nya


"yank.. mas percaya sekarang lihat sini.." bima angkat kepala dira tapi dira tidak mau bertahan benam muka nya di dada bima "maaf mas yank.. kita bicara ya.."


Dira diam gak peduli enak saja marahin orang.. dapat kabar dari siapa mereķa semua kalau bukan dira kirim tu pesan.. tanpa minta bantu emang mereka tau sendiri..


"wah singa kutub kalah telak dari anak kecil.. bujuk dengan mesra tuh istri kata nya sayang.." wildan ejek bima


"bakal tidur di luar nih nyonya ngambek.. bahaya kan warga sekitar kalau freezer kulkas tidur di luar.." haris


"bisa diam tidak berisik.." bima emosi dengar suara sahabat nya saling balas


"enggak..


"jangan mau dira biar saja singa kutub puasa.." suara wildan pelan


"puasa apa an bima kan belum tahu apa rasa nya orang belum pernah icip.. kita maklum saja dia masih anak anak jadi perlu di beri kan pelatihan" bima tatap rangga dingin horor semua buat heboh tertawa kompak.


tok.. tok.. tok..

__ADS_1


__ADS_2