
santi peluk mami masih terisak nangis pandang haris dengan sedih, haris peluk santi mata nya pandang david bibir nya mencebik goda david
"lihat dek pandangan cemburu dari kekasih mu"
haris goda santi berbisik ke telinga santi
"benar ya abang cemburu sama kakak" santi tanya sama david pasang wajah lugu nya, david senyum kecut dengar pertanyaan santi
"ha ha ha.. parah lo vid bisa bisa nya cemburu sama haris hati hati nanti lo di pecat jadi ipar sebelum nikah" sandi ejek david buat semua ngakak tertawa
"santi kakak sudah janji mau kenal kan kamu sama kolega kakak" ucap bima cuek
"santi gak mau kenal kolega kakak, santi sayang sama bang david" santi jawab sambil peluk haris malu malu
"terima kasih sayang nya abang, santi tau gue memang pantas untuk di sayang" david ngoceh dengan sombong pandang yang lain
"wueeek.." rangga, sandi juga wildan kompak mual dengar omongan david
"cuih jijik gue dengar omongan lo" bima
ha ha ha
mami juga papi haris geleng kepala tertawa senang anak anak nya pada ribut
syukur lah kamu sudah bisa senyum dek, kakak mau kamu bawel seperti dulu haris senyum elus puncak kepala santi
bima beri kode pada haris pancing santi untuk bicara apa yang terjadi, haris angguk kan kepala
paham, haris pandang mami sama papi ke dua orang tua nya pun angguk kan kepala
"dek.. kakak janji bantu untuk cari dy, sekarang cerita apa yang terjadi " haris tanya santi belum sempat santi jawab kegaduhan datang dari luar
"Assalammu'alaikum... mami kami anak syantik mami datang" papi kaget dengar teriakan gank ricuh sedang mami tertawa senang rumah nya heboh kembali
ha ha ha
...¤¤¤¤¤...
dirraaaaaa....
nindira hardimaaannn....
bima teduduk di halaman depan pintu cafe kepala nya menunduk bahu nya bergetar air mata nya menetes yank kamu dimana jangan pergi lagi mas mohon kembali lah, Ya ALLAH tolong jangan pisah kan kami lagi bathin bima
semua dengar bima teriak kalang kabut kaget gak percaya lihat ke adaan bima yang kacau, david langsung dekati bima ajak bima pergi.
__ADS_1
"sebaik nya kita pergi dulu nanti.." bima dengar omongan david geleng kan kepala menolak pergi dari situ
"lo mau balik sila kan tapi gue tetap di sini tunggu dira sampai dia datang" ucap bima
"bima lo sodara gue gak mungkin gue tinggal lo sendiri dalam keadaan kacau begini, sebaik nya kita pulang untuk tenang kan diri, kita sebar kan anak anak cari dira" pandangan david memohon angguk kan kepala pada bima. bima pejam kan mata pasrah " baik tapi lo harus bantu gue "
"bantu gue tolong temu kan dia gue mohon, sebar kan anak anak untuk cari dan perintah kan juga beberapa untuk tetap tunggu di sana" ucap bima dengan suara serak
david pilu lihat keadaan bima sangat kacau "sabar semoga dia dengar panggilan lo tadi dan perintah lo sudah di jalan kan anak anak jangan khawatir, kita tunggu kabar dari mereka" david berusaha tenang kan bima ya ALLAH... bima kenapa lo kacau begini seperti nya bukan diri lo sendiri yang gue lihat
"vid apa salah gue sampai dira lari menghindar dari gue gak mengakui hubungan kami, gue pergi dinas untuk masa depan kami bukan hindari dia" bima bicara dengan pelan
ardi pandang bima kasihan sabar bos semoga pujaa hati bos mendengar panggil an anda tadi dia segera datang dan kumpul bahagia dengan lo bos ardi membathin sendu
...¤¤¤¤¤...
semua terfokus pada arah suara yang gelegar tadi dira langsung ambil langkah hindari lokasi tempat dia berdiri dengan bima. dira langsung buru buru masuk cafe lewat pintu belakang, untuk hindari orang yang ikuti dia selama ini
semua yang berada bagian belakang di R2 cafe kaget lihat dira yang masuk seperti pencuri lalu beri kode pada indra, indra angguk kan kepala ikut masuk ke ruangan dira
"makasih bang indra sudah bantu dira tadi terus bang indra tolong hapus rekaman di cctv pada bagian yang dira baru masuk tadi dan nanti ada yang tanya dira bilang gak kenal ya, bang indra bantu dira" dira mohon sama indra
"kamu adek abang dira, kapan pun kamu butuh bantuan bilang saja abang akan selalu bantu kamu selagi abang sanggup, kamu adek abang dan kami di sini selalu ada buat kamu jangan sungkan" indra senyum usap kepala dira
tok tok tok
"ya masuk mbak yanti"
"dira ada apa, siapa laki laki yang teriak kan nama kamu di luar tadi ?" mbak yanti picing kan mata tunggu jawaban dari dira
"bukan siapa siapa.. dira gak kenal sama orang itu mbak, mungkin salah orang dia nya mah" jawab dira gelisah
"kamu ingat sudah berapa lama kita kenal dek ?, dek kamu gak pandai bohong, kamu adek mbak kapan kamu sedih, kamu bohong atau tidak mbak tau" yanti tepuk punggung tangan dira
"kamu yakin gak ingin mengenal dia lagi ?" dira diam gak mau pandang mbak yanti "sayang ?" mbak yanti pegang ke dua pipi dira.
hiks hiks hiks.. dira merosot duduk di lantai nangis pilu peluk kaki nya ingat pada bima
"dira kamu sayang sama dia cepat temui jangan nanti penyesalan yang kamu dapat kan, kasihan dia mbak yakin kalian saling mencintai, kasih dia kesempatan " mbak yanti bujuk dira
hiks hiks hiks.. dira diam tanpa ada niat untuk bergerak angkat kepala nya walau pun pelan tangis nya masih terdengar Tuhan bantu dira untuk kuat, dira mohon tolong jauh kan dia dari sisi dira jangan sampai jumpa lagi biar lah dira sendiri dira bergumam sendiri
"dira.. dek jangan seperti ini, mbak tau kamu sayang sama dia" dira di peluk mbak yanti
"dek.. kamu orang baik pasti kebaik kan kamu ada balasan nya, abang gak tau apa masalah kamu tapi apa pun ke putusan yang kamu ambil untuk ke baik kan kamu abang selalu dukung"
__ADS_1
indra usap kepala dira dengan sayang
"bang indra juga mbak yanti terima kasih selalu ada untuk dira, bantu dira untuk jaga cafe ini selama dira gak, kemajuan dan perkembangan cafe ini dira percaya kan sama abang dan mbak yanti, cafe ini hidup kita..." ucap dira
"dek kamu mau kemana lagi !!!, masalah itu di hadapi bukan di hindari, apa pun masalah nya kita cari jalan keluar nya bersama" indra
"adek gak capek selalu menghindar?, adek gak kangen mami juga kak fano?, sebaik nya temui lah mami, kak fano juga dia orang yang masih kamu sayang, apa pun bantuan dari abang yang adek butuh kan bilang aja, kasihan sama dia nya nampak hancur pas kamu ngilang kan diri" indra bicara lembut meyakin kan dira
"benar apa yang di bilang indra dek, masalah itu di selesai kan, sampai kapan adek menghindar terus tadi apa yang mbak lihat mbak gak yakin kamu juga gak kan percaya, dia nya nangis loh dek" cerita yanti pada dira soal bima tadi
"dira jangan pergi ya.. hmm gimana kalau kamu nginap di rumah mbak aja" usul yanti untuk tahan dira biar gak pergi
"adek nginap di rumah abang aja, ibuk pasti senang adek datang apa lagi nginap jadi ibuk ada teman nya" bujuk indra
"terima kasih dira di sini aja nginap nya mbak, bang indra" sahut dira senyum
"dek..." yanti indra bareng panggil dira teriak
"ish bikin kaget aja, dira janji gak akan pergi kemana mana" dira angkat jari nya buat janji
"benar kamu janji gak akan pergi, mbak pegang janji kamu" yanti pasti kan ucapan dira
"iya janji tapi mbak yanti sama bang indra juga janji jangan bilang siapa siapa dira ada di sini" dira
"ibuk kemana dek mbak gak ada nampak ibuk" tanya yanti
"ha ha ha.. ibuk dira suruh berlibur biar gak stres kasihan dira" sahut dira tertawa
"senang abang dek lihat kamu tertawa seperti dulu lagi cantik kamu bertambah, doi lihat kamu cantik gini pasti dia nya bahagia" indra goda dira "nama nya siapa sich dek ?, kapan kita bisa kenalan sama dia, oh iya mbak kalau dira nikah kita di undang gak ya?" tanya indra oada yanti
"kita gak di undang mbak akan peluk tu babang biar lah cuman peluk sebentar yang pasti sudah ngerasain pelukan hangat nya" yanti goda dira
"ya mana boleh main peluk peluk aja dira gak mau ya bagi bagi mas" dira berengut protes
"idih mas woy.. tadi aja gak mau bilang gak kenal sekarang protes, benar gak ndra" yanti ejek dira
"ha ha ha.. mbak yanti itu kan tadi gak kenal sekarang sudah mamas" jawab indra ngakak
dira langsung pasang muka masam gak terima di goda "dah ah dira mau istirahat usir dira
"oo jadi usir kita nich cerita nya.. ayo mbak bu bos kita mau hubungi pak bos" indra naik turun kan alis nya senyum
"ok ayo ndra.. selamat bahagia bu bos kita" yanti ajak indra pergi lalu mereka lambai kan tangan nya pada dira kompak "da sayang"
ha ha ha
__ADS_1
...\=\=\=\=\=...