
Para ibu ratu pergi sekarang giliran para pria berunding terutama bima meminta jawaban tentang dira pada thomas beni adam tentang masa lalu dira
" dira kenapa kak.. apa ada yang mereka sembunyi kan dari kita buat dira dalam bahaya.. lo tidak ingat kejadian.." andre diam kepala nya di tepak mario
"kejadian apa hah.." semua mata hujam andre minta jawaban dari omonngan
"ndre.." andre pejam mata buang nafas muka nya merah menahan emosi
"andre kemaren nyaris jadi terpidana pa andre gelap mata pas ketemu anton dia ungkit masalah dira.." adam
"masalah dira gimana maksud nya.. dira istri kakak yang jelas bicara kalian.. ndre tidak semua masalah harus di selesai kan dengan kekerasan.." bima
adam cerita kejadian andre ribut sama anton.. Thomas beni gantian cerita yang di minta bima tentang masa lalu dira.. Bima roman muka nya tidak bisa di arti kan gimana lagi karena murka..
vano mario di sabar kan papi walau pun dia juga susah untuk kendali kan diri nya sedang kan sahabat yang lain mereka sibuk sama pikiran sendiri.
maaf kan saya neng terpaksa cerita.. terutama tuan bima suami neng harus tahu itu karena hidup meng sekarang tanggung jawab tuan bima saya mau neng hidup tenang damai.." thomas*
"saya mau neng hidup bahagia damai di sisi tuan bima suami neng.. neng sudah cukup bantuan yang neng beri kan untuk kami semua.. kami sayang kamu. Beni*
"papa minta sabar kendali kan diri kalian jangan sampai emosi yang kendali kan.. ingat masalah ini sudah lama jadi harus hati hati dalam penyelesai an kan nya kalian jangan gegabah.." papa bima
"rencana lo apa sekarang bim.. apa lagi dira ikut lo.. gue harap di sana dira tidak ada yang recokin hidup adek gue.." vano
"papi papa om.. bima minta bantuan nya karena bima yakin mereka pasti terus ganggu dira.. gue juga butuh bantuan lo lo semua.. kalian semua hati hati karena mereka untuk jatuhkan dira pakai segala cara.. dam kamu beres kan semua yang selama ini di perintah dira, apa pun itu hubungi david vano mario.. andre kakak minta kendali kan diri kamu mereka tau kamu abang dira.." bima
semua tediam dengar suara ribut ribut sangat heboh dari luar tukar pandang tarik nafas lega.. bima berdiri senyum rentang tangan sambut istri nya.. dira lari peluk bima erat.
"diraaaa
"yeee.. kenapa harus marah dira peluk mas kalian juga bisa peluk tuh.." tunjuk dira pakai dagu nya pada orang yang di maksud.. dira terkekeh lihat sahabat nya pada manyun
"gimana sudah senang.. cup" bima cium kepala dira elus punggung.
"belum puas kak..
"kakak tanya istri kakak bukan kalian.. bilang masih belum puas.. pergi sudah lama kakak tunggu ingat dira istri kakak tidak bisa seperti dulu lagi.." bima
"gak perlu ngegas juga kali.. kami sudah tahu dira istri kakak tapi dira milik kami juga kakak jangan egois.." dian
"lo cepat nikahin dian jadi dia ada kerja an ngurus lo gak perlu harus ngèrecokin istri gue pakai protes gue lagi.. lo lo juga cepat nikahin tuh bawel bener.." sahut bima peluk dira erat takut dira nya di rebut mereka.
"yea.. dasar bucin.." teriak mereka
"kalian jangan marahin abim.." langsung bima tertawa dapat belaan dira cebik kan bibir ngejek mereka
besar kali perobahan diri lo bim *ada dira di sisi lo.. gue bahagia apa lagi mama papa jangan sampai ada orang yang merusak ke bahagian kita. David
kak terima kasih aku percaya kakak bisa bahagia kan dira adek aku.. sudah beri kami keluarga yang utuh. andre hapus air mata nya*.
"kenapa mata mu ndre, kelilipan sini biar papa bantu.." andre jalan dekati papa nangis di peluk kan papa.
"pa.. terima kasih sudah jadi papa yang baik untuk andre.. maaf kan andre ada salah belum jadi anak yang baik.." andre
bugk.. ck.. jadi laki laki yang benar malu sama tu profesi mu.." david ngoceh ejek untuk andre tendang kaki andre semua tertawa david di jewer mama
"aduh siapa yang.." david bentak suara nya tertahan usap kuping nya yang kena jewer mama
"mau marah sama mama iya.. kenapa sama andre.." mama tanya david geleng
"mama masuk rumah baca salam dulu.. jangan main masuk saja.. datang tidak di undang.." david
"daviiid.." mami vano mama mami haris teriak dengar ucapan david semua puas ketawa dengar ucapan david
"kurang keras kami baca salam nya apa harus pakai toa baru ke dengar.. ramai gini di rumah satu pun tidak ada yang balas salam kami tadi.." mami vano
"aduh sakit ini ma.." andre ngadu peluk mama papa langsung tepuk andre
__ADS_1
"puck.. berapa kali papa bilang jangan peluk sayang nya papa.. sana peluk istri mu sendiri.." papa
"andre belum punya istri ini mama andre pa.. mama.." andre minta pembelaan
"cari lah usaha sana.. ndre jangan bilang lo belok.." david pancing
"hmm.. benaran perlu di curigai ini ma.." bima senyum jahil jeling andre
"andre benaran apa yang di kata kan kakak kamu jangan bikin malu keluarga perempuan banyak andre.." mama teriak
"mami kenal kan sama anak teman ndre jangan aneh aneh ya.." ucap mami haris mario tertawa keras langsung diam
"jangan tertawa tidak ada yang lucu.. jeng besok kita atur pertemuan mereka saya tidak mau mereka ada yang belok.. mami kubur kalau benaran.." mami vano ikut teriak marah tatap mario
"andre normal mami mama.. seperti nya aku jadi tumbal nya kakak.. jangan balas kan dendam kakak sama aku.." andre
"bukti kan bawa ke sini kenal kan sama mama papa jangan cuma bual saja ucap an kosong.." bima
kak sudah deh.. nanti ibu ratu ngamuk.." andre kesal terus jadi bulanan mereka
"mama tunggu bukti nya jangan banyak bicara.." balas mama
"yank kita pulang sekarang.." ajak bima
"pulang kemana lo bim.. ini rumah dira.." vano bicara pelan pancing para ibu ratu
"iya benar kak mau pulang kemana.. kita kumpul masa kakak bawa dira pisah kan dira dari kita.." dian cibir kan mulut nya balas ejek bima
"kalian berdua emang cocok sama bikin emosi saja.. gue bawa dira pulang untuk siap siap kami mau berangkat.." bima
"iya dira memang harus ikut suami.. jadi istri tanggung jawab sama ke wajiban nya papi titip dira bim.." papi
"kamu berangkat dulu bima sebaik nya dira di sini dulu.. Dira baru sehat bima.. sayang kamu di sini dulu ya nak.." mama bujuk dira
"iya ma.. mana yang dira nurut yang saja ma.." dira
"mama dira sekarang seorang istri.. biar dira ikut suami nya.. tugas istri dampingi suami dalam keadaan apa pu.. mama mau kan hidup anak bahagia.." papa
"kapan berangkat dinas bima.."papi
"satu minggu lagi tapi bisa juga jadwal di percepat pi.." bima
"sandi dinas di sini.." tanya mami haris
"satu minggu lagi sandi berangkat sama dengan komandan.. saya bawahan bima belum berobah mi.." sandi
"sandi boleh mami susah kan.. tolong di jaga dira makin banyak yang lindungi itu lebih baik.." mami
"jangan khawatir pasti di jaga.. dira adek sandi apa lagi istri komandan.." sandi
Bima dira pamit pada semua keluarga untuk persiap kan keberangkatan nya ikut ke tempat tugas bima.
...¤¤¤¤¤...
Bima senyum sendiri dia pandang langit langit kamar.. alih kan mata lihat dira baru keluar dari kamar mandi.
"abim kenapa senyum sendiri.." dira naik ke ranjang baring samping bima.. Bima diam tapi tangan nya kreatif
"yank.. jangan tinggal kan mas kita apa pun masalah kita harus terbuka karena kita baru mulai hidup berumah tangga.. pasti ada saja godaan.. jangan langsung percaya apa yang kamu dengar dan lihat istri mas pintar dalam bersikap.." bima lancar kan aksi nya
"kenapa mas bicara nya seperti itu ada sesuatu peritiwa yang .." dira tatap bima
"benar yank.. mas gak mau nanti istri mas salah paham.. istri mas cemburu boleh tapi jangan asal cemburu.." maaf mas sengaja bicara seperti ini mas mau nya kamu cerita yank.. Tuhan tolong lah buat istri ku manja seperti dulu lagi..
"sudah ahk sana dira gak mau ikut.. dira di sini saja sama mami atau dira sama mama.." dira gigit tangan bima kesal dira nangis
"ssstt.. sudah hilang marah nya yank.." bima pejam mata menahan gigitan dira di tangan nya
__ADS_1
"kita tinggal di pelosok jauh dari kota setempat yank.. pergi ke kota palingan satu minggu sekali bisa jadi tidak akan ke kota dalam waktu tertentu untuk beli ke butuhan di wakil kan.." yank jangan di simpan sendiri dulu kamu seperti ini mas ngerti sekarang ada mas yank..
"yank.. sebelum kita pergi ada yang mau di sampai kan atau istri mas mau cerita sesuatu nanti takut nya mas di sana gak ada waktu seperti ini.. istri mas siap kan kita jarang berdua an.."
"dira siap dari dulu abim lupa.." dira
Bima kembali lancar kan kretifitas nya buat dira terlena juga untuk kenikmatan mereka berdua
"abim.. aaahh.. uuhh.. aahh abim.." bibir bima senyum dengar suara indah dira buat bima bertambah semangat beri kebahagian untuk istri..
Hari ke berangkatan dinas bima telah tiba.. semua keluarga berkumpul untuk melepas ke pergian dira menjadi istri seorang prajurit dengan bahagia uraian air mata
"sayang mama mau nya kamu tinggal sama mama saja.. biar saja bima yang pergi tugas sendiri.." mama
"mama mau cucu kan kalau dira tinggal sama mama gimana bima buat adonan yang tampan dan cantik cucu mama.." bima bicara
"tuck.. bicara yang benar ada mertua kamu.." mama
"mama yang salah pisah kan bima sama istri bima.. tuh nikahin saja mereka biar mama ada teman nya.. andre vid kalian dengar mama bilang apa.." bima
"apa salah nya lo kabul kan permintaan mama ngalah sama orang tua banyak pahala nya.." david bicara santai
"santi nanti kamu kakak kenal kan sama rekan kakak tunggu nanti kakak kabari.. buat kan janji jumpa sama dia.." bima
"sodara s×××.. lo kan tahu santi calon istri gue bisa gak.." david geram
"enggak.. baru juga calon.." bima makin buat david uring uringan
"b×××.." david tatap bima dingin
"gila lo bim mau buat sodara senewen.." wildan ngakak
"sodara apa an mau pisahin sodara nya sama istri.." balas bima
"jadi cerita nya balas dendam.. ipar gue"
"berisik gue yang gak mau tinggal istri bawel.." bima ngotot gak mau kalah tiba tiba pertengkaran mereka terhenti.
"siap siap komandan kita berangkat.." bima dira pamit sama orang tua mertua dan semua keluarga dan sahabat paling akhir bima peluk david berbisik.
"gue percaya kan semua.. tenang lo lihat arah jarum jam lima.. paham apa yang mesti di laku kan.. hati hati.." bima lepas kan peluk kan nya dari david.
"nyawa gue taruhan nya.." jawab david lo yang harus hati hati bim.. gue selalu doa kan hidup lo bahagia dengan ipar gue jangan khawatir kan kami di sini..
Bahagia dek.. jangan percaya dengan apa yang di dengar dan yang terlihat itu belum tentu benar.. ingat dek kak bima tidak pernah sedikit pun bohong sama dira.. kami semua sayang kamu.." andre peluk dira dengan tangis
"abang nanti nyusul dira ke sana ya.."
"iya abang urus cuti nanti ke sana sama mama papa.. adek abang wanita tangguh jangan nangis kasihan kak bima.. sehat sehat di sana jangan banyak pikiran.." andre
"ndre sudah peluk nya ingat istri kakak.. ayo yank.." bima peluk dira
"kakak yang harus ingat dira adek aku.. dasar bucin.." andre penuh tekanan
"bodo ahk.. cup.." bima cuek cium dira depan orang ramai
sandi terkekeh beri penjelasan pada teman teman nya lihat kelakuan bima.. mereka merasa mimpi lihat sikao bima di luar nalar mereka semua teriak beri tepuk kan tangan bahagia.
"bahagia terus ndan.. cepat beri kami prajurit tampan dan ibu negara cantik.."
"pasti itu bantu dengan doa kalian.. kita selalu usaha kan yank.." bima kedip kan mata peluk dira.
semua orang yang ada di sana geleng kepala dengan tingkah bima.. mama di peluk papa dengan isak tangis bahagia.. mama bahagia bima..
bima gandeng dira lambai kan tangan jalan menuju pesawat "yank.. terima kasih tetap lah selalu berada di sisi mas sampai kita menua bersama..
Abim.." dira senyum *Tuhan terima kasih sudah beri kan ke bahagian ini.. tolong lindungi orang orang yang dira sayang..
__ADS_1
Aku sangat bahagia telah di beri kan istri yang baik*..
...~ tamat~...