Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
bukan bodoh.. takut di tolak


__ADS_3

Andre panggil dira bersamaan dengan anton "dira..


apa yang gue tidak tahu.. rahasia apa yang di simpan eyang selama ini.. gue lihat papi mami juga bingung. Anton


"dira mas minta maaf.. bisa kita bicara berdua selesai kan masalah kita, bicara di sini atau di kantor atau mau dimana terserah mas ikut saja" anton.


"apa kita saling kenal.. anda siapa mau bicara sama saya berdua ada masalah apa ?" dira balik tanya.


"ada.. masalah nya kita sudah nikah dira kamu istri saya, apa pun masalah dalam keluaga kita bicara kan secara baik dan ke keluargaan" anton


"kapan.. dimana, siapa kelurga saya dan jadi istri ada bukti nya ? bisa anda jelas kan.. masalah keluarga kita maksud apa ya, siapa maksud anda keluarga !!" dira bicara penuh tekanan.


"kamu istri saya dan dia ibuk dari bapak mertua kamu yang kamu fitnah !!" anton bicara dengan suara keras.


"hah istri saya.. siapa anda maksud, aku fitnah ? Sebelum bicara sebaik nya pikir kan dulu, saya bantu anda untuk ingat kan nya.. anda bukan siapa siapa dalam hidup saya dan satu lagi jangan b×× jadi orang, tugas anda di bagian penyelidik benar ? sila kan bekerja dengan benar, anda sudah paham sekarang !!" dengan sinis dira jawab omongann anton.


"ada lagi.. sudah jelas bukan ? maaf kan saya sudah merepot kan, anda bekerja lah dengan baik dan benar sesuai bukti dan fakta yang ada, jangan percaya dulu hanya di sebab kan hubungan khusus.. sila jalann keluar dan bawa dia dari sini rumah mami saya, terima kasih bantuan nya pak.." dira satu kan ke dua tangan nya di dada pada petugas.


"baik buk kami pamit.. terima kasih atas kerja sama nya permisi.." petugas


"kami permisi komandan..:" anton ikut pergi dampingi eyang nya yang di bawa.


Anton.. Gunawan.." eyang anton teriak


"maaf kan kami nak.. sayang papi ingin kita bicara kapan kamu bisa dan ada waktu kabar kan papi.." tuan gunawan senyum lihat dira minta izin pada bima.


"iya nanti dira kabar kan.. maaf kan dira" dira jawab setelah bima beri izin walau terpaksa.


"papi tunggu nak.. ayo mi kita temui ibuk minta penjelasan, maaf sudah merepot kan anda dan keluarga tuan handoyo" tuan gunawan usap kepala dira dengan sayang mami marisa peluk dira.


Tuan handoyo ikut senyum mengangguk pada tuan gunawan.


"maaf kan kami nak buat.." mami marisa nangis dalam peluk kan dira.


"dira sudah melupa kan semua.. justru dira yang minta maaf karena kasus ini harus di pertanggung jawab kan, maaf kan dira.." dira balas peluk kan pandang tuan gunawan.


"sayang kamu tetap anak kami sampai kapan pun walau kita tidak ada ikatan darah nak.. ayo mi" tuan gunawan.


"jangan lupa kan mami sayang.. mami tunggu kabar nya nak, kapan kita bisa jumpa sayang" mami marisa terisak


"nanti dira hubungi mami sama papi ya" dira hapus air mata mami marisa, pecah tangis tuan gunawan dengar panggilan dira pada diri nya dan istri.


"jangan robah panggilan ini nak untuk kami.." dira peluk tuan gunawan.


"mami papi hati hati jaga kesehatan nya bahagia terus" dira


bersamaan bersuara panggil dira semua mata pandang minta dira untuk jelas kan apa yang masih di rahasia kan dira.


yank..


"dira..


"dek.."


"sampai kapan pun dira anak mami" dira jongkok di hadapan mami beri kan satu amplop ke tangan nya "buka mi..


"apa ini sayang.." amplop di buka mami yang di beri kan dira semua menunggu apa isi dari amplop itu.


"apa maksud nya ini sayang mami gak ngerti.." mami nangis peluk dira cepat vano rampas kertas di tangan mami, vano kaget emosi setelah baca isi nya.


"adek aku hanya dira.. berapa orang istri anda tuan handoyo !!" vano teriak marah dira peluk vano cepat.


"ano sabar dulu.. diam gak boleh jawab jangan salah paham dengar dira" kepala dira dongak ke atas lihat vano.


" ini hasil tes dna bang adam sama papi handoyo, bang adam anak bunda bukan dira, diam jangan nyela dira bicara" dira melotot pada vano.


"ibuk tuan gunawan istri siri kakek bang adam bapak bunda rianti, kakek bang adam terpaksa nikah sama dia karena kasihan tapi dia nya tidak bersyukur gak terima sebab semua warisan atas nama bunda rianti anak satu satu nya kakek"


"terus dia patungan sama nyonya istri jelek tuan handoyo lenyap kan bunda karena tuan handoyo cinta nya nyonya rianti dan ibu ratu kita ini" dira


"papi tidak pernah nikah sama yang lain istri papi bunda sama mami kalian" ujar tuan handoyo jelas kan dengan suara pelan dan senang dira panggil papi.


"kenapa aku di paksa terima tu dakocan jadi adek aku.." vano murka pada papi.


"ciieee ano cemburu sama adek sayang anak papi nya.." dira kesal kening nya di sentil jari vano, dira tendang kaki vano

__ADS_1


tuck..


bugk..


"aduh sakit dek.." vano kejar dira lari ke arah bima sembunyi dalam peluk kan.


"lihat nih.. sakit abim.." dira ngadu sama bima dengan manja dongak kan kepala ke atas, bima cium jidad dira senyum.


cup.. bima beri kecupan pada jidad dira sambil peluk "sudah yank..


uuuoooeeeekkk..


enegk lihat nya.." santi


"ish ke pingin muntah.." dian


"tante mami mual nih.." melani


"jijik kali lihat ni orang nyebelin.." wulan


gank rusuh heboh lihat tingkah dira tapi bahagia senang dira mereka kembali seperti dulu.


"iri bilang bos.. maka nya cepat buruan ajak nikah tuh.. abim dira benar kan ?" dira terkekeh bima jawab dengan senyum.


Diraaaaaa..


Bahagia terus dira.. abang juga bahagia jangan sedih lagi. Adam


terima kasih ke bahagian untuk kami dek terutama kak bima. Andre


"sayang maksud kamu tadi bilang andre mak bapak kita apa ?" mario


V


"dira sama bang andre sodara kandung dira di tukar sama bang adam waktu orang tua kami kecelakaan, bang adam di titip ke panti asuhan ini bukti nya" dira beri kan amplop ke tangan vano.


apa..


"bukan mami tidak percaya tapi nama kamu hardiman juga sayang" mami


"dira dapat info dari siapa, apa bisa di percaya nak ?" tuan handoyo


"info akurat sangat di percaya dan pasti, dira laku kan tes ini sampai lima kali di rumah sakit berbeda juga kota beda" di keluar kan dari tas beberapa amplop.


"buk mardiah mak tiri nya mami tiri ano dia yang cerita sama dira maka nya dia dalam bahaya di buru terus sama nenek lampir dan dedemit" dira senyum jalan dekati andre dan adam lihat vano gerak mata nya melotot.


"mami kita hanya ibu ratu jangan bilang dia mami.." vano kesal dengar apa yang di kata kan dira di tambah lagi lihat dira ngakak tertawa ejek vano.


"sekarang kerja dira semua sudah beres dan tunggu kasus ini sampai selesai itu tugas papi, ano kak iyo dan bang adam dan bang andre jangan ganggu dira"


"ops harap maklum tunggu.. tugas tuan tuan bapak bapak para pria tampan dan juga suami setengah dira untuk kucur kan dana pada ibu ibu ratu karena mami mama juga mami santi janji mau bawa kami bantu habis kan hasil tabungan nya urusan acara pernikahan dira sama abim di tunda dulu.. setuju para wanita syantik.." komando dira.


"yess.. ya sangat setuju pakai banget.." gank rusuh tos ria teriak puas.


"yank apa maksud mas di bilang suami setengah.." bima pasang muka masam.


"iya lah dira kan belum bisa terima di bilang istri sah, abim di harus kan izin dulu lamar dira sama bang andre.." dira kerling mata nya pada bima.


"kita sudah nikah yank di rum.." bima


"tidak bisa abim.. dira bukan anak papi handoyo dan bang andre keluarga inti dira kakak ipar abim.." dira nyahut


"ha ha ha.. gagal deh jadi suami, jangan terima ndre lo tolak saja kita cari kan cowok romantis untuk dira" rangga.


"lo jangan durhaka jadi adek.. awas lo tolak gak ada alasan jangan sirik gue kubur lo hidup hidup" bima ancam andre juga david dengan tatapan horor nya.


"lo juga vid.. harus lebih cepat beres kan tugas gue tidak terima gagal" bima


bugk..


"kamu bukan nya bicara baik baik dengn suara lembut kalau perlu rayu biar tidak di tolak malah ancam andre.." dengan geram mama tepuk bima.


"tapi bima sudah sah jadi suami nya dira semua jadi saksi.." bima bantah.


"belum nak.. dira benar kamu kan nikah dira pakai nama tuan handoko bima gak bisa, ahk.. sekarang kenapa kamu jadi bodoh bima.." mama geram.

__ADS_1


"bukan bodoh tante tapi bima takut dia di tolak kakak ipar.." haris dan yang lain tertawa lihat bima prustasi.


"bisa lebih jelas bicara nya ? abang gak paham apa maksud yang adek kata kan tadi" andre tanya dira.


"dira tidak mau orang yang pisah kan kita dari mak sama bapak bebas di luar sana, mereka harus bertanggung jawab tapi abang jangan mundur dari tugas" dira nangis di peluk kan andre.


"adek abang sudah berjuang nyawa jadi taruhan dengan susah payah abang janji mereka terima hukuman nya, abang gak akan mundur dari dinas maaf kan abang tidak bantu adek beres kan kasus ini" andre nangis peluk dira.


"dira tidak berjuang sendiri semua bantu dira, abang janji harus bahagia" dira


"semua bantu maksud nya.." andre


"dira kirim pesan sama semua nya ada terima kan ? kalau dira sekarang dalam bahaya.." dira senyum.


"hah.. jadi pesan yang abang terima dira yang kirim dira kerja sendiri ?" andre


"bang adam yang bantu dira selama ini.. juga di bantu sama mereka yang di luar sana banyak yang bantu dira.." dira


Adaaammm...


semua teriak dengan suara murka rahng mereka mengeras tahan emosi tatapan horor di hujam ke arah adam.


"dira nyawa abang terancam nih, buruan bantu abang.. ndre bantu in gue dong.. mami mama tolong bantu lindungi lah adam apa gak kasihan calon adam jadi janda sebelum nikah bisa gagal nikah.. wah parah nih si bos tidak ada tanggung jawab, selamat kan nyawa abang dira.." adam garuk tengkuk nya dengan pasrah lihat semua bergerak arah dia.


"gue tidak ikut campur nyawa gue juga terancam sama tu singa kutub.." andre angkat tangan nya


"stop jangan ada yang mendekat awas ya.." dira rentang kan tangan halangi nya


"tapi yank..


Dira...


Dek...


"kenapa mau protes.. bang adam diam dira yang minta, jangan marah kalau gak pegang amanat dengan baik kerja dira gak beres.. tapi jangan cari alasan ya untuk gagal kan para bidadari mau pergi refresing.." dengar dira bicara semua mulai cari jalan ngelak.


"ibu ratu apa boleh di bawa pergi anak syantik mu ini untuk wisata kemana aja gitu ?" dira cepat kode ibu ratu


Vano..


mario..


Bima..


david..


andre..


Haris..


Adam..


Wildan..


Rangga..


Sandi..


papi..


papa..


jangan ingkar janji.." kompak mak mak absen satu satu tadah kan tangan minta dana.


"rencana mau pergi kapan.." papi vano


"besok.." teriak gank rusuh bersamaan


"yank jangan besok ya.." bima memelas


"jangan besok kasus ini kita beres kan dulu" vano


"adek adek sayang kakak pergi nya napa dadak kan tunda dulu ya.." haris


"tidak ikhlas.. ya sudah kami pergi nya batal aja.." jawab gank rusuh pasang muka sedih nya tatap para ibu ratu.

__ADS_1


"yank..


__ADS_2