Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
42.bantu papi cari adek mu


__ADS_3

Fani keluar dari ruangan vano setelah datang menemui tuan handoyo papi vano untuk beri kabar kalau vano sudah tiba di perusahaan tapi langsung menuju ke ruang rapat karena rapat dengan staf perusahaan di maju kan jadwal nya dari yang sudah di tetap kan waktu nya.


Fani buru buru menuju ke sana jumpai si bos sekalian kabar kan vano bahwa tuan besar ada di ruangan sudah lama tunggu vano.


"siang bos.. Ini berkas yang anda minta tadi, maaf bos.. papi anda tuan handoyo ada di ruangan anda, tuan besar menunggu anda sudah lama dari beberapa jam yang lalu" fani


"hmm.." hanya deheman vano yang kedengar seperti nya vano gak peduli sabar napa bos jangan emosi dulu gumam fani dalam hati


"fani apa tuan besar sudah di hidang kan minuman atau apa gitu kasihan kan nunggu sudah lama gak di suguhin apa apa jangan sampai nanti orang tua itu terkapar pingsan karena lapar" mario ngoceh seenak nya.


"sudah pak tapi kasihan nunggu nya sudah berjam jam orang yang di tunggu gak datang malah gak peduli" fani jawab pelan berbisik


"ada apa tuan besar tunggu si bos" mario balas bisik kan fani.


ehemm..


mendengar dehem vano fani hanya geleng kan kepala jawab omongan mario, mereka diam fani mata nya fokus lihat berkas yang ada di depan nya dia takut gak berani tegak kan kepala nya.


selama rapat berjalan nampak vano gak fokus setelah rapat selasai vano berdiri langsung jalan keluar dari ruang rapat tanpa bicara sepatah pun mario buru buru sejajar kan langkah nya dengan langkah kaki vano


"mario kita langsung jumpa dengan rekan kita dari negara turki" ucap vano jalan menuju kotak besi yang bawa dia ke lantai bawah.


Apa apa an ini omongan yang gak jelas bikin otak gue puyeng sungut mario kesal, ni orang gue pites juga jadi remahan kerupuk.


fani bingung gak tau harus ngomong gimana,


fani langsung pandang mario minta bantu bicara ingat kan vano dia di tunggu tuan besar di ruangan nya.


"pertemuan kita sudah di robah jadwal nya bos, mereka yang minta undur" ucap mario


"kita langsung ke ruangan anda bos tuan besar tunggu anda di sana" mario


"fani kamu urus yang di sini" perintah vano sambil jalan omongan mario gak di respon s×××n omongan gue gak di jawab.. Wah cari pasal lo tunggu pembalasan gue b×××t.


"kita langsung ke ruangan anda sekarang bos jangan menghindar terus" ucap mario kesal


"siapa bos di sini.. napa lo yang perintah gue.. kita langsung jalan sekarang ke kota xx" vano bentak mario.


"s×××n gue tau lo bos nya tapi perintah lo tadi untuk kosong kan jadwal sampai satu minggu ke depan b×××t" mario balik bentak vano


Fani diam suasana terasa panas lalu pandang ke dua atasan nya yang gak mau ngalah dan saling perintah.


"lo kenapa !!, jangan menghindar dari masalah kasihan papi sudah tunggu dari tadi, sejak kapan papi mau menunggu berjam jam pasti ada yang penting, sebaik nya temui papi" mario ajak vano untuk jumpa tuan besar.


Vano diam hanya menampil kan wajah datar langkah nya balik arah menuju ke ruangan rapat kembali.


"kenapa balik ke sini ?, kita ke ruangan mu papi lagi nunggu !!!" mario bicara lagi


vano..


"fani balik sana ke meja mu" fani mengerti dengan kode yang di sampai kan mario.


"baik pak.. Saya permisi bos" fani undur diri setelah mario angguk kan kepala


"uuuhhhfff.." vano tarik nafas panjang

__ADS_1


"ayo kita temui papi.. kasihan papi sudah menunggu lama" mario pelan kan nada bicara kembali ngajak vano


"seberapa pun besar nya marah lo sama papi tuan handoyo tetap papi lo gak akan bisa di robah tapi untuk apa tuan besar dengan sabar mau menunggu anak b×××k begitu lama"


"oek.. berasa punya bini gue ngomong lembut gini" mario mulai ganggu vano


"ck najis.. b×××k makin jadi lo ngoceh" vano kesal tapi mario senyum makasih lo sudah kembali jadi vano sahabat gue.


"apa tuan handoyo gak ada kerjaan atau jangan bilang papi sudah jadi pengangguran sekarang ?" mario goda vano


Bugh..


"makin nglunjak omongan lo s×××n.. Jangan hina papi gue, lo anak nya juga b×××k" omel vano sambil jalan, mario ngakak dengar vano ngoceh


"ha ha ha.. yakin lo anak papi, wow..anak papi yang berbakti sekarang" mario kembali kumat


"woy sakit a×××r.. Kasih kode s×××n biar gue bisa siaga" mario protes gak bisa lepas kan diri dari pitingan tangan vano.


"bodo ahk.." sepanjang jalan menuju ruangan vano mereka berdua ribut gak jelas, lupa kalau mereka masih di perusahaan.


heehh.. fani tarik nafas lega lihat tingkah ke dua atasan nya lega rasa nya si bos mau menemui tuan besar.


"selamat siang tuan.. maaf anda menunggu terlalu lama" mario beri salam vano cuek duduk di sova depan tuan handoyo.


"bagaimana kerjaan nya sudah beres apa ada kendala ?" tanya tuan handoyo


"semua aman terkendali, saya permisi tuan" mario gak mau ikut campur pamit undur diri untuk beri ruang vano sama papi bicara


"hmm.. Mario mau kemana.. duduk !!" tuan handoyo perintah mario duduk.


"papi mau bicara.. kalian berdua anak papi, papi mau bicara antara anak sama bapak, kita kesamping kan dulu sikap atasan dengan bawahan" mendengar apa yang di ucap kan papi, vano langsung mandang papi.


"mario kamu gak dengar apa yang papi bilang duduk" papi perintah mario kembali


"iya pi.. sebentar pi aku mau bilang fani untuk sedia kan kopi biar bicara kita enak" mario keluar temui fani.


"papi mau bicara apa sama kami, apa istri dan anak papi bikin ulah lagi ?, aku gak mau ikut campur apa pun masalah di keluarga papi" bicara vano ketus


"bukan itu.. gak ada hubungan nya dengan mereka semua"


"papi minta bantuan kalian berdua, hmm gimana kabar anak bungsu papi adek kalian" vano langsung berdiri dari duduk nya emosi


"aku sudah bilang.. gak mau ikut campur masalah di keluarga anda tuan handoyo" vano teriak suara nya naik berapa oktaf langsung jalan ke arah pintu.


Tuan handoyo kaget dengar bentak kan vano, melihat vano mau keluar mario tahan vano


"sabar kita dengar dulu apa yang mau papi bicara kan, jangan pergi tahan emosi" mario tahan vano agar tidak tinggal kan ruangan.


"gue gak mau ikut campur apa pun yang.." omongan vano di potong mario.


"ikut campur gimana.. Lo sudah dengar apa yang di bilang papi sampai tuntas !!"


"gue gak peduli apa yang mau di ucap kan tuan besar.. apa lagi yang berhubungan sama keluarga dia itu semua gak urusan gue"


"Apa lo gak lihat kecewa di wajah papi. Mau sampai kapan lo sama papi seperti ini hah.." mario ikut teriak.

__ADS_1


"sudah kalian jangan ribut, vano mario duduk " tuan besar tunjuk sova agar ke dua nya duduk vano kembali duduk walau pun nampak amarah di mata nya, mario diam mendengar apa yang akan di sampai kan tuan besar.


"papi tau kalian kecewa, amarah kalian sangat besar sama papi, untuk itu papi minta maaf.. tolong kalian maaf kan papi" tuan besar tengadah kan kepala nya ke atas untuk tahan air mata nya.


Mario pandang vano gusar lalu bicara pelan di telinga vano lo lihat bisa sabar gak.. apa lo mau papi lebih terpuruk dari ini


"gue mana tau orang tua ini apa yang mau di bicara kan" vano jawab ketus


"k×××t gue ngomong suara pelan lo ngegas.. maka nya dengar kan dulu orang ngomong baru di bantah kampret" mario teriak lagi.


"ish lo berisik kali mirip mak mak komplek beli sayur sambil bergosip" vano


"sayang kamu mau di masak in apa hari ini" mario bicara dengan gaya genit peluk vano dengan elusan jari di tangan vano


Bugh


"awas minggir lo.. Najis.. gue normal b×××t jangan sentuh gue" vano berdiri hindari mario


"pi ada apa.. Papi kenapa..?" tanya vano bicara pelan lihat sikap papi


"pi kalau mau nangis.. nangis saja jangan di tahan nanti yang di bawah yang keluar, gak enak bau nya" mario bicara santai tanpa beban dengan senyum.


"ha ha ha.. " lepas ketawa tuan handoyo dengar omongan mario


*aku kangen pi dengan ketawa papi ini. Aku sudah lupa kapan papi tertawa lepas seperti ini gumam fano.


Aku mau papi seperti ini lagi.. Aku kangen pi mario pandang papi dengan senyum kecil*.


"papi gak pa pa, papi gak sangka kelakuan kalian seperti ini tapi papi curiga, kalian masih normal kan ?" tuan handoyo senyum geleng kan kepala lihat tingkah ke dua anak nya.


"ish aku sangat normal pi.. Gak tau juga tu sama anak papi yang itu" vano tunjuk mario dengan dagu nya jijik


"aku sih tergantung vano pi.. Iya kan sayang" mario kedip kan mata nya pada vano bergaya mau dekatin vano


"jangan macam macam mario awas lo jangan mendekat jijik gue, mau gue hajar lo" vano geram lihat tampang mario


Fani di luar puas tertawa mendengar teriak kan vano. Vano gusar dengar fani tertawa nya lepas tanpa menyadari.


Faniiii..


"ops.. Siap bos saya gak ada tertawa" jawab fani tahan ketawa nya


Ha ha ha..


mario kompak tertawa sama papi, vano pandang mario dengan tatapan dingin nya mampus gue singa lapar cari mangsa mario angkat bahu nya masa bodo


"sudah sudah kalian duduk papi mau bicara, vano mario bantu papi cari adek kalian, papi banyak salah sama dira anak bungsu papi adek kalian" papi buang muka agar vano mario tidak melihat mata nya yang berembun


"papi kenapa.. Apa yang papi ucap kan.."


"papi tenang aku sama vano akan bawa papi untuk jumpa adek secepat nya" ucap mario


"aku gak mau adek aku di sakitin lagi sudah cukup dia jauh dari aku sama mami, selama ini hidup nya menderita sendiri" vano bicara pelan tanpa melihat papi


"papi ingin minta maaf sama adek kamu, papi janji tidak ada yang akan menyakiti dia" ucap tuan handoyo lirih tanpa di sadari air mata menetes di pipi, vano mario kaget

__ADS_1


"papi.."


__ADS_2