
Santi senyum tampil kan wajah cerah dira cepat pulih ya, kita semua kangen..
dian sentuh kan tangan di kening santi "gak deman suhu kamu normal"
"kamu kok ngomong nya seperti itu dian santi sehat" santi cemberut kesal wulan lani juga bingung melihat nya.
"aku kira kamu.." wulan cepat sambung kata yang di ucap kan dian cuek.
"kurang normal gitu ya ?" wulan jawab seperti itu mata santi membulat besar tidak terima dian angkat ke dua tangan geleng kepala, santi makin kesal dengar apa yang di kata kan lani.
"santi banyak pikiran karena bang pid ? kamu tidak boleh mikir bang pid yang aneh aneh ya, santi jangan kawatir aku yakin bang pid masih normal" lani peluk santi pasang muka kasihan.
"lani.. !!, ish gara gara dian nih !!" santi makin merajuk sama sahabat nya.
"bukan dian yang bilang loh san ? Napa marah nya sama dian ?, dasar lani anak paud" dian terkekeh.
"jangan ambek kan gitu jelek tau.. kamu senyum sendiri pasti orang mikir nya.." ucapan wulan bikin santi tambah kesal.
"ya sudah.. Emang ada yang lucu, biasa nya kkita selalu saling bagi cerita" dian.
Santi tunjuk dengan angkat dagu arah para cowok yang lagi tunggu dira mau pindah ruangan, santi cerita kan apa yang di dengar nya.
👇~>
"rio bos lo gak ada di sini, kemana dia ?" tanya david lagi minta jawaban mario
"bicara sama bawahan dira, ada apa lo cari bos gue ?" mario tanya balik.
"mata lo masih jeli.. juga apa tidak bisa otak lo mikir sudah lihat ke dua orang tua bima datang ke sini, bisa bos lo gak pura pura amnesia kan?"ujar david kesal
__ADS_1
"s×××n bisa tidak kata kata yang mau lo keluar kan manis untuk di dengar, coba jangan pakai bahasa orang sakit" ucap mario sinis.
"kalian ini mau jadi keluarga masih saja bicara pakai urat leher seperti itu" sahut haris ejek tapi ke dua orang itu mereka saling pasang wajah dingin tak peduli.
Sementara orang yang mereka bela lagi jalan santai bicara serius yang baru ke luar dari ruang dokter.
"vano bisa kita.. Orang tua gue bicara sama orang tua lo ?" bima jalan lihat ke vano minta izin untuk bicara.
"hmm.. Lo serius sama adek gue?" vano berhenti pandang bima bicara dengan suara datar ke dua tangan masuk dalam kantong celana.
"ck.. kita belum kenal atau lo lupa siapa gue tuan elvano?" ujar bima tatap vano dengan dingin.
"gue sama sekali kagak peduli lo siapa.. keselamatan dira prioritas gue,dira adek gue yang harus gue lindungi bim !!" vano bicara pelan rahang nya mengeras.
Bima paham maksud dari ucapan vano lalu pejam kan mata buang nafas kasar jangan terpancing emosi "uufff.. "
"kita harus bicara juga ke dua orang tua kita, dari dulu dira wanita paling penting prioritas dalam hidup gue selain mama" bima bicara pelan.
"ayo lah gak usah bertele tele jangan lo persulit gue, lo tidak ada niat kan untuk halangi hubungan kami"semua yang ada tidak percaya lihat sikap juga dengar cara bima bicara yang lembut.
"bim kepala ke pentok dimana ? Sadar bim, kalian yakin orang yang di hadapan kita siapa ? apa bukan cuma aku yang meragu kan diri nya?" rangga pegang kepala bima hati hati.
"woy kampret ngapain kepala bima lo elus elus mesra seperti itu ?" haris tanya
"sekedar pengecek kan saja gue takut di kepala nya ada lobang penyebab masuk virus mamati kan dari perobahan sikap si freezer kulkas ini" ujar rangga nyengir.
"serius asli roh yang ada di dalam tubuh ini roh sahabat gue yang dulu bukan ke tukar roh malaikat atau roh orang baik siapa gitu ?" sandi pandang bima.
"jangan asal bunyi tu congor !!!" belum selesai bima bicara wildan ikut bicara.
__ADS_1
"hai roh yang yang ada di dalam tubuh ini keluar lah jangan buat dira menolak dia akhir nya pilih diri ku, sreet..!" semua kaget, apa lagi bima jangan di tanya pandangan membunuh nampak dapat serangan tiba tiba muka nya ke ciprat air dari tangan wildan.
"B×××k kalian.. Gue masih normal b×××t otak di pakai yang benar jangan ngasal" ujar bima gigi nya geretak geram
"bugk.. Lo pikir gue tanaman yang harus di siram" bima beri hadiah tepak kan di kepala wildan yang terpaksa di terima.
Sontak semua tahan ke tawa lihat bima di jahil sahabat nya, gue minta maaf bim sama lo juga vano kita sama sama kalut lihat kondisi dira gumam haris.
"bisa juga ya freezer kulkas lembut, aku bahagia dira dapat pendamping yang sayang sama dia" wajah dian cerah.
"aduh.. Dira pasti bahagia kak bima bisa romantis gitu" lani peluk santi.
"anak paud ganjen" sahut dian ikut peluk santi sama lani wulan ambil bagian juga berempat berpeluk kan, lani nyeletuk
"masih ada yang kurang dira nya" lani
"kita doa kan agar dira cepat pulih" dian
ceklek..
Semua menoleh ke arah pintu yang di buka nampak suster keluar bawa pasien dari dalam.
"permisi kami mau antar pasien nya"
"sila kan sus.. Dokter herman dimana ya bisa saya bicara ?" vano
"ada apa tuan vano, ada yang bisa saya bantu ?, setelah ini saya tunggu anda di ruangan saya gimana ?" dokter
"baik saya bisa" vano angguk kan kepala
__ADS_1
"sayang mami.." mami dekati arah dira, semua ikuti dari belakang antar dira ke ruangan yang sudah di siap kan.
Sayang mas akan bicara sama orang tua kamu, mas mau melamar kamu, kita akan menikah di sini, karena mas mau pergi dinas kamu tunggu mas, jangan kawatir kamu ada mama papa mas juga yang lain jaga kamu selagi mas gak ada di samping kamu, cepat pulih mas yakin istri mas wanita tangguh.