
Diraaaaaa..
Semua kaget dengar teriak kan heboh dari gank rusuh yang datang ke rumah mami bersamaan putar kepala lihat ke arah pintu.
"senang deh sekarang kamu sudah pulih gimana perasaan nya benaran sehat kan gak datang ke rumah sakit lagi ?" santi
"dira benar sudah sehat kita bisa bareng lagi bikin rusuh.." lani semangat.
"kita nyasar di rumah sakit kamu sudah di izin kan pulang kenapa kami gak di kirim kabar kalau sudah pulang.." wulan
"dira kangen nanti kita tidur bareng nya dimana?" dian kedip mata pada dira lalu lirik bima dengan sudut mata nya.
dira senyum rentang kan tangan minta peluk sama sahabat nya dengan manja "peluk dira dulu tanya nya nanti saja.."
Mereka berhamburan peluk dira dengan tangis bahagia.
Bima gusar muka nya masam gak suka ke datangan sahabat dira kapan waktu nya bisa peluk bini gue perusuh sudah datang "ehemm..
"kalian bisa tenang gak usah ribut kayak gini dira baru saja sampai rumah butuh ke tenangan untuk istirahat pulang sana besok baru datang" bima usir sahabat dira buat mereka pada kesal.
"mas dira sudah sehat gak apa apa dan lagi dira kan di rumah tidak ada rencana kemana mana" rengek dira pada bima.
"yank kamu baru pulih, dokter bilang kan harus banyak istirahat nurut ya..?" bima bujuk dira dengan lembut.
"dira kangen di rumah sakit kan gak bisa peluk kan sama mereka seperti ini boleh ya mas ?" dira beri senyum manja nya.
"yank dengar mas.. kamu gak nurut gak jadi nginap di sini kita sekarang pulang" bima geleng tetap nolak.
"dira masih kangen sahabat dira sudah lama tidak kumpul mas ya" dira kembali tutup kepala nya pakai jaket vano tidur tengkurap di sova karena bima menolak permintaan nya untuk ngumpul.
"yank..
"dira mau nginap sini rumah mami sama mereka sahabat dira" dira memelas.
Dira pejam kan mata tidak mau lihat ke arah bima pas badan nya di angkat bima semua orang yang berada di ruangan tengah tertawa di tahan perhati kan dira yang lagi ngambek sama bima.
"iya iya baik lah tapi kamu kalian semua nya harus janji jangan tidur malam apa lagi sampai begadang gak boleh.." ujar bima pasrah usap muka nya kasar.
yeeesss.. horeee..
"dira sayang abim makasih sudah di izin kan dira sama mereka kumpul" peluk kan dira di balas bima dengan erat bima sangat senang karena kembali kedengar panggilan istimewa dari dira.
"yank janji nurut jangan nakal" bima beri ciuman di kening dira.
"abim juga harus ingat janji yang dulu.." dira cebik kan bibir nya.
"yank bibir nya tu jangan pancing mas.. nanti mas kilaf loh" bisik bima goda dira
puukkk..
Dira tepuk tangan bima melotot dengar omongan bima "kilaf nya di sengaja.."
Bima tertawa keras senang dira kesal dalam peluk kan nya, semua yang ada di ruangan tidak percaya lihat sikap bima tidak pernah seperti itu.
"yank.. mas senang kamu gak melupa kan dengan panggilan nya yang dulu" bima cium dira lagi.
kembali heboh seperti pasar teriak kan mereka di ruang tengah bima beri izin juga perlakuan bima pada dira mesra buat mereka bahagia.
"kak sudah dong mesra nya.. ingat kita masih di bawah umur nih" santi protes
"ck.. bilang masih di bawah umur apa perlu pernikahan nya kakak kasih tahu mama di undur dulu biar cukup umur ?" bima senyum ejek david.
"lo jangan cari perkara sama gue.. mau acara pernikahan di undur kalau perlu gue batal kan hah..!!" david gusar mata pandang bima.
"jangan protes.. tuh bini lo yang usul tadi napa lo marah nya sama gue" bima naik kan dagu tunjuk santi.
puukkk..
"jangan cari ribut sama bang david" dira tepuk tangan bima lagi.
"emang ipar gue yang terbaik.. Dira tahu abang selalu di siksa, hidup menderita" david mulai aksi nya.
Bugk.. mulut di jaga jangan asal bacot" bima tendang kaki david.
"dira lihat sendiri kan seperti ini abang terima tiap hari.. ini belum seberapa ada yang lebih parah dari ini, mau di lawan dia bos mana sodara lagi" david ngoceh seenak nya pancing emosi.
"abim jangan gitu kasihan bang david.. sama adek gak boleh jahat.." dira peluk
"cup.. david bohong jangan percaya.." ujar bima tatap david yang lagi nyegir.
terukir indah senyum di sudut bibir vano segitu bahagia nya adek gue kumpul bersama sahabat nya, gue ucap kan terima kasih buat lo bim.. sudah bukti kan omongan lo buat adek gue bahagia,
"astaga singa kutub kena bajak perusuh wah bakal batal berenang nya" wildan
"terima kasih sudah bukti kan omongan lo buat adek gue bahagia" mario tepuk bahu bima.
"bim apa lo ikhlas dira gak tidur sama lo tapi tidur sama mereka" rangga tunjuk sahabat dira.
__ADS_1
"yah.. kasihan gue masa pengantin baru di pisah batal dah.." sandi naik kan alis
"sudah sudah mami potong dulu omong kalian.. bima kapan pesta kalian mau di laksana kan yang pasti nya, mau di ada kan dimana acara, gimana kalau mami sama mama yang urus semua ?" mami
"dira gak mau sekarang sebelum semua beres " dira geleng pandang bima.
"kenapa yank.. ?" bima dan yang lain jadi kaget dira menolak pesta pernikahan
"sayang kamu sudah nikah sama bima kenapa menolak nak ?" tanya mama
"maaf kan dira jangan sekarang ya.. gak mau mama ada kerja an dira yang belum beres, nanti kalau su.." dira
"bilang sama mas.. vid bantu kerja dira yang belum selesai" bima pejam mata buang nafas kuat lihat dira kembali jadi kepompong "uuufffff...
"mantap ipar gue bisa bikin kulkas frezer tidak berkutik.." wildan tepuk tangan
"wah.. kemana hilang nya ke aroganan bima singa raja hutan kita ?" sandi
"dek kita kumpul sekarang ini berunding acara pernikahan kamu sama bima mau kapan waktu nya" haris elus kepala dira.
"neng pernikahan kamu harus di resmi kan untuk perkenal kan putri bungsu dari pengusaha apa lagi baru kumpul dek.." mario bujuk dira.
"dira dengar kan dulu, bangun duduk sini pandang kakak, kamu sekarang istri nya bima.. kakak ngada in pesta ini untuk pernikahan kamu sama bima sekaligus perkenal kan kamu pada orang banyak kamu adek kakak nurut ya.." berdecak kesal vano jeling mario karena apa yang di kata kan mario pada dira tadi.
"jangan ulangi lagi kata kata bilang dira putri bungsu nya handoyo, dira adek gue paham" vano bicara dengan suara pelan penuh tekanan pada mario.
"adam kerja dira belum selesai itu yang mana jadi kita beres kan bersama" vano tanya pada adam
"maaf kak aku juga tidak ngerti maksud omongan dira karena selama ini kami semua cuma kerja kan apa yang di atur dan atas perintah dira" adam jawab
dira kamu jangan bikin abang bingung.. abang serba salah gak tahu harus buat apa, sebaik nya coba lah beri tahu pada semua orang yang di sini jadi mereka tidak berfikiran macam macam. Adam
"kasihan kak bima tapi hebat juga dira kita bisa buat kak bima kelimpungan.." dian terkekeh lihat wajah bima prustasi.
"ssstt nanti di dengar sama singa kutub bisa bisa kita batal gosip sama dira" lani
Dira tetap diam tangan nya masih peluk vano kepala nya di sembunyi kan dekap an dada tidak mau lihat ke arah bima setelah di bangun vano dari baring tadi.
"yank dengar mas.. kenapa gak mau di ada kan pesta pernikahan kita alasan nya apa ?" bima bicara pelan.
"untuk apa ada pesta nanti juga dira di tinggal" dira masih dalam dekapan vano
"yank siapa yang bilang mas tinggal kan kamu, kapan mas pergi ?" bima bingung
"mas gak sayang dira.. waktu dira masih koma di rumah sakit mas pergi tinggal kan dira" dira
"mas salah maaf ya, mas terpaksa harus pergi karena dinas dan tinggal kan istri mas yang pasti butuh mas, masih ingat gak dulu istri kecil mas bilang apa *mas hati hati doa dira selalu menyertai jaga kesehatan, harus ingat gak boleh ganjen dan dira tunggu ke pulangan dengan selamat ..*" dira masih diam tidak jawab omongan bima.
"yank.. sudah dong marah nya, iya mas salah maaf kan mas, sekarang mas ikut saja di ada kan pesta atau gak terserah istri mas mau gimana" bima angguk kan kepala pandang dira.
"iya dira nurut mami sama mama mau ada kan pesta tapi dira hubungi bang andre boleh ?" dira izin bima
"kenapa hubungi andre, kamu mau apa.. ada apa yank ?" ada apa lagi ini.. kalau kamu tidak cerita mas gak tahu yank..
"dira mau bicara sama bang andre, ajak bang andre ke sini.. kita kan lagi kumpul, mas gak beri izin dira bicara sama bang andre ?" situasi sudah tidak enak di lihat dira seperti nya akan mulai aksi nya lagi bima pasrah tapi tak rela.
"hmm iya boleh.." bima cium tangan dira
"benaran boleh.. gak bohong abim kasih izin.. gak marah, ikhlas ya ?" bima pejam kan mata beri senyum yang indah nya terpaksa yank dari pada kamu ambek kan jadi kepompong lagi mas juga yang susah nanti nya.
dira tadah kan tangan nya depan muka bima pinjam ponsel senyum bima lihat tangan dira naik kan alis nya "apa yank..
"dira pinjam ponsel mas mau hubungi bang andre" bima beri kan ponsel nya, dira pasang loud speaker ponsel bima.
dreet.. dreet.. dreeet..
"hallo.. kenapa kak ?" andre
" ini dira.. bang andre dimana ?" dira
"lagi di kantor.. ada apa dira ?" andre
"bang andre kapan pulang nya, sekarang dira nginap di rumah mami kak vano"
"abang dinas sampai malam dira" andre
"besok bang andre ke sini jangan tidak datang dira tunggu.." dira
"iya siap tuan putri besok abang mampir ke sana.. Dira baru pulih kenapa belum istirahat dek.." andre ingat kan dira
"ini dira lagi istirahat karena ada singa kutub di samping dira.." mata bima bulat besar dengar apa yang di kata kan istri nya, dira langsung peluk bima nyengir pasang tanda jari perdamaian.
"maaf abim jangan marah, dira hanya becanda" dira tengadah kan kepala nya pandang bima "cup..
Dira tepuk dada bima dapat serangan mendadak muka nya merah
"puck.. alasan nya kilaf.." bima tertawa lepas dira melotot, mama bima hapus air mata nya lihat bima tertawa sudah lama mama gak lihat kamu bahagia nak
__ADS_1
"abim.. Dira malu tau banyak yang lihat"
"kalau gak ada yang lihat kita berdua aja gak malu kan kita ke kamar yok.." bima ajak dira dengan tertawa lepas lagi lihat dira berengut.
"dasar singa kutub praktek kan ke ahlian nya serangan dadak kan lawan musuh seperti dalam hutan" sandi
"astaga lihat tempat woy.. ada orang di sini pamer terus" wildan teriak.
tuck..
"kamu ya lihat banyak orang di sini juga ada mertua kamu bima.. seenak nya aja main sergap" mama melotot.
"kenapa bima di salah kan ma, istri bima sendiri tidak berdosa ma.." bima jawab
"kira kira juga b×××k.. jaga perasaan kita lo mah seenak nya main sosor" rangga
semua sibuk saling jawab kata, dira beri kode pada adam, mereka saling jawab dengan pandangan, tanpa di sadari dira sama adam sikap mereka di perhati kan
apa yang kamu rencana kan lagi yank.. kamu lupa sudah punya suami, rahasia apa yang mas tidak boleh tahu, saya salut sama kamu dam, begitu rapat nya simpan amanat dira sampai nyawa mu jadi taruhan nya* Bima
Dira.. jangan takut kakak pasti selalu siap bantu kamu, kamu beri tahu apa yang mesti kakak di laku kan* sandi
dek.. kenapa tidak pernah cerita apa kamu bukan adek kakak lagi ?* Haris
apa pun rencana kamu kakak doa kan baik untuk kita semua* wildan
apa pun rencana atau kerja kamu yang belum beres semoga berhasil dengan baik* Rangga
ano kecewa sama kamu dek.. tapi gak bisa paksa kamu harus gimana, hati hati ya ano gak mau kamu celaka lagi* Vano
nona kecil kakak sayang kamu siapa pun yang ada di belakang kamu tetap harus hati hati* Mario
"maaf mi.. adam permisi dulu.." adam
"bang adam mau kemana.. jangan pakai alasan mau kerja" dira
"iya abang kerja dira.. besok abang ke sini lagi" adam garuk kepala nya.
"mami mama.. dira ke kamar dulu ya, ayo kita ke kamar" ajak dira sama para sahabat nya.
"yank..
"dira mau baring sama sahabat dira tadi kan mas sudah bilang boleh.." dira
"janji jangan begadang baru sehat harus banyak istirahat.. kalian juga" bima cium habis muka dira tanpa ada terlewati.
"gue yakin ada yang di sembunyi kan istri kecil gue, vid atur anak anak untuk ikuti adam" bima perintah david.
"sudah aman beres.. adam sama teman baru nya yang gue perintah" david
"rio..
"biar saja ngapa in pada ganggu adam.. noh dira perlu di awasi, lo lo terutama lo bim.. jadi ipar suami adek gue, apa gak curiga ke pikiran gitu sama sikap dira ?" mario tunjuk satu satu teman nya bicara kan sikap dira seperti ada rahasia.
"apa rencana lo sekarang bim..?" wildan
"gue mau undur kan diri pensiun muda" bima jawab santai.
"hah lo serius bim jangan bacanda gak lucu ? Pikir kan dulu" kata sandi semua kaget dengar yang di sampai kan bima
"jangan khawatir sama adek gue karena dira tidak akan nolak ikut lo pergi dinas.. percaya sama gue, lo pasti bangga jadi suami dira" mario tepuk bahu bima.
"gimana gue mau bawa istri pergi dinas dira baru pulih kasihan gue.." bima
"bugk.. gaya kali bilang kasihan dasar bucin jujur saja lo gak mau jauh kan dari adek gue.." vano tendang kaki bima.
"kami di sini pasti bantu lo jaga istri lo.. dira tinggal sama mami atau mama, apa lo gak percaya sama kita kita" haris
"bukan tidak percaya tapi gimana kalau gue kangen pingin peluk istri gue jauh.." bima ngakak.
Bugk.. pack.. puck..
b×××t..
s×××n..
b×××
k×××
s×××
a×××
Bima puas ngerjain sahabat nya walau pun dapat hadiah gepuk kan dan makian dari mereka yang kesal.
jangan khawatir kak aku pasti jaga dira selama kakak pergi dinas. Andre
__ADS_1