Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
dira istri gue


__ADS_3

Setelah pencarian yang sangat lama lika liku penuh perjuangan menguras banyak energi emosi melewati waktu panjang dengan bahagia akhir nya pencapaian di sambut suka cita.


Terima kasih ke bahagian yang engkau beri kan,hamba mohon restu mu Tuhan.. hamba mohon limpah kan lah rahmad mu untuk kami semua Aamiin.. Di wajah bima nampak cerah mata nya terpejam panjat kan doa bibir mengukir senyum indah.


"Terima kasih Tuhan ke bahagian yang kau beri kan untuk kami terutama buat anak ku bima jangan sampai ada orang datang ganggu ke tenangan keluarga baru nya Aamiin.. mama sudah bahagia sekarang, ayo pa kita lihat anak sulung kita"papa ikut amin kan doa istri tercinta lalu papa ikuti langkah istri yang ngajak ke kamar bima.


"ganteng nya anak mama buat bahagia terus istri mu dira nak.. mama bahagia.." mama peluk bima air mata nya berebut minta keluar.


"terima kasih mama sama papa sudah nenerima dira jadi istri bima dan mantu juga beri restu pernikahan bima sama dira" bima peluk mama mata nya keluar kan kristal ke bahagian.


"papa bahagia akhir nya laku juga anak anak papa tapi andre belum jelas karena papa mama masih ragu apa anak itu laki tulen selama ini kami tidak pernah lihat dia dekat wanita.." papa menggeleng


"papa anak anak mama semua laki laki asli jangan ragu kan.. mama gak terima anak anak mama di ragu kan" mama protes dengar ucapan sang suami.


"mama kan yang bilang sama papa dulu kalau.." papa


"jangan di ungkit lah pa itu dulu.. habis mama kesal sama mereka setiap di ajak bicara selalu bantah, apa lagi anak nih.. pasti tidak pulang kalau gak di telfon pakai alasan dinas.." mama


"bim.. sudah siap untuk ber.." david


pugk..


"ya Tuhan david mama kaget.." mama tepuk sambil teriak tiba tiba david lagi berdiri di belakang baru datang ada juga sahabat nya ngikuti.


"aduh mama jangan sadis sama anak.." david gosok kepala nya yang kena tepak mama.


"kamu ya kalian salahin mama terus tapi mama bahagia.. setelah acara bima kita lamar mantu mama yang satu lagi.. siap siap ya nak.." mama


"terima kasih ya ma.. nanti david bilang santi kabar ini" mereka bertiga berpeluk kan buat papa mata mendelik


"lepas kan kalian jangan main peluk istri papa ini.. ayo ma kita keluar" papa bawa mama pergi keluar.


"mama kami.. papa jangan marah" sahut bima david bersamaan


"papa hanya ingat kan kalian bicara nya jangan lama lama kasihan mantu papa ke lama an nunggu nya.." papa.


"iya makasih om tante.." bersamaan


"selamat bos.. gue gak nyangka benaran lo nikah sama dira, gue senang bahagia selalu.. Dira sekalian ikut lo bim.." tanya haris beri peluk kan pada bima.


"selamat ndan.. tapi gue kasihan karena penganten baru harus terpisah" sandi


"sayang ya jadi tidak tahu gimana rasa nya jadi penganten baru.. lo nanti jangan sampai ma.." rangga


"××× mau ngomong yang benar kalian bukan nya beri semangat justru jatuhin mental gue.." semua terkekeh nampak muka gusar bima


"tenang saja gue ada gue beri semangat tapi lo jangan sampai gagal fokus nanti.. pohon lo kira ipar gue yang berdiri ingat istri kecil lo masih di sini.." wildan


semua pandang ke arah david mereka dengar nada panggilan masuk di ponsel, david cepat ambil ponsel di kantong nya kode lihat kan layar ponsel, david cepat jawab aktif kan loud speaker nya.


📲david "ya hallo.. ada kabar apa yo..


📲mario "bima mana vid..


📲rangga "ada ni lagi besolek kenapa yo bicara saja kuping nya masih b


📲mario "mana sahabat lo ngga.. vid sodara lo mana gue mau bicara..


📲bima "ni gue kenapa rio..


📲mario "Bim lo gak jadi nikah sama adek gue bilang jadi..


📲bima "ck jangan asal bunyi tu bacot lo.. dira istri gue mario !! kami mau jalan ini jangan macam macam.."


📲mario "gue gak macam macam hanya


📲bima "bisa diam jangan berisik kami ini menuju ke lokasi sekarang..


Bima langsung tutup sambungan telfon tanpa tunggu jawaban dari mario semua yang berada dalam kamar dimana sang penganten ganti baju kompak tertawa lihat tingkah bima.


ck dasar adek ipar ××× belum selesai bicara main tutup seenak nya. mario


"ayo sekarang kita jalan kasihan nih istri kecil gue kelamaan nunggu.." bima ajak semua sahabat nya pergi nuju lokasi.


"manten kita sudah gak sabaran.." sandi


"woy jadi manten jalan yang benar gak usah terburu buru ipar gue masih di rias sabar napa.." rangga


"kuping lo kemana gak ada dengar apa tadi mario ucap kan buruan istri kecil gue menunggu.

__ADS_1


"alasan lo bim bilang saja lo yang sudah gak tahan bilang ipar gue yang nunggu ke lama an" wildan ngejek


"sudah beres kan.. ayo cepat buruan kita di tunggu, semua sudah kumpul tunggu apa lagi bim lo mau nikah kagak !!" haris mengajak bima dan yang lain cepat ke lokasi akad


"kenapa harus buru buru ris.." sandi


"santi kirim pesan penghulu nya sudah datang dari tadi karena penghulu nya itu ada acara di tempat lain, lihat tu pesan yang di kirim santi" haris jawab sambil kasih tahu david.


Mereka turun dampingi bima ke tempat akad di laksana kan, pesta pernikahan di selenggara kan dengan meriah, tamu tamu sudah hadir menyaksi kan momen suci yang bahagia.


Sementara gank rusuh heboh campur sari antara nangis senang haru bahagia sambil menunggu bima mengucap kan kata kata yang menjadi kan hubung an mereka ke ikatan yang suci.


"dira selamat santi bahagia akhir nya doa kamu di kabul kan Tuhan.." santi


"dira setelah resmi kamu sah langsung ikut mas suami ke tempat dinas nya ya" dian nanya dira.


"jangan dulu ikut pergi ke tempat dinas.. kita baru jumpa masih kangen lagi nanti nyusul saja minta waktu sama mas"usul wulan dengan bujuk kan


"benar kita sudah lama tidak pergi jalan sama bikin onar.." lani


"benaran dira langsung ikut mas suami.. Dira baru sehat jadi pulih kan dulu nanti kami yang antar ke dokter nya.." dian


Dira beri senyum canti dengar apa yang di ucap kan sahabat nya.


"iya mas bilang dira tinggal dulu di sini.. gak ikut kata mas karena di sana jauh dari rumah sakit jadi dira harus rutin kontrol ikut saran dokter.." dira


yeeaaa.." mereka teriak senang dengar jawaban dira dian dengan cepat semangat


"ssstt.. berisik kalian jangan senang dulu biar pun dira masih di sini kita tidak bisa pergi bebas seperti dulu" dian


"kenapa dian bicara seperti itu maksud nya apa.. aduh perasaan santi senang sedih sekarang ini dengar ucapan dian" santi tanya dian


"kak bima yang kata kan seperti itu nanti santi tanya sama bang david gimana cerita yang jelas nya karena dian dengar kak bima bicara sama bang david.


"wah dian sekarang ada kerja baru ya.." dengar ucapan wulan sahabat nya arah kan tatapan mata pada wulan.


"dian sekarang suka nguping hati hati nanti kepo nya berlanjut bisa parah loh.." lani tutup mulut nya langsung sembunyi di belakang dira lihat wajah dian sudah sepet gak enak di pandang santi dira terkekeh sedang kan wulan wajah tanpa dosa angkat jari tanda perdamaian.


"dian ke betulan lewat waktu kak bima bicara kita masih di rumah mami dira !!" dian jalan dekati wulan.


"stop kalian jangan bikin keributan kita lagi.. diam tuh dengar in kak bima lagi ucap kan.." mereka sontak diam dengar suara bima dengan lantang juga jelas bersamaan terdengar kata sah.


"kak bima tidak mau nunggu lagi takut dira di sambar orang.." lani


"penantian yang panjang.. perjuangan yang berakhir bahagia.." santi


mereka pandang dira bahagia akhir nya sahabat mereka berobah status sudah resmi jadi seorang istri mereka berpeluk kan berlomba curah kan air mata.


"jangan nangis ini hari bahagia kita.. Dira selamat bahagia.." lani terisak


"dasar anak paud dia yang bilang jangan nangis tapi suara nya paling keras.." dian


"dian juga napa nangis.. tumben jagoan kita ikut mewek" santi hapus air mata


"iya lah dian nangis setelah ini giliran nya mami mertua mau datang.." wulan


tuck..


"aduh sakit.. tolong aku dian melaku kan kdrt mertua dian lihat ini dian nya.." wulan langsung teriak kepala nya dapat hadiah tepuk dian.


"san.. cepat bantu in tuh nanti kusut baju mereka.." dira menengahi bicara cepat lihat muka dian masam.


"wulan sudah dong kita mau antar dira ke tempat suami nya.. nanti di sambung lagi sabar dulu" lani pegang wulan santi pegang dian.


"sekalian cuci mata lihat yang kinclong tapi santi sama dian jangan ikut.." lani


"loh kenapa emang santi dian gak boleh ikut biar aja kita bersaing indah.." wulan


"tetap tidak boleh wulan mereka sudah ada yang punya.. wulan mau nanti kita di amuk bang david sama kak vano" lani


"ops iya mereka sudah ada yang.." wulan


"mulai lagi.." mata dian melotot geram


"sayang ayo suami mu sudah menunggu kalian kenapa ribut ada apa ?" mereka di tanya mami vano yang datang sama mama bima masuk kamar jemput dira.


"mantu mami ini mau.." wulan mulai lagi


"dian kenapa sayang ?" mami nanya

__ADS_1


"ciieee dian mantu ke sayangan mertua benar kan mami ?" wulan


"benar lah.." mami peluk dian melihat itu wulan kedip kan mata.


"mari nak sudah di tunggu.. ayo jeng kita di tunggu loh, kalian juga ayo" mama


semua mata paling kan pandang nya ke arah rombongn dira yang baru sampai di tempat dengan kagum


"tutup tuh mulut nanti masuk laler hapus iler sudah netes.." haris senggol bima


"istri gue kecil gue cantik ris.." bima


"pasti sangat jelas nyata.. lo tidak ingat siapa keluarga istri lo, nih yang duduk di sini samping lo salah satu kakak nya.." haris jawab santai.


ck.. jangan terlalu sombong nanti sakit kalau jatuh.." bima


*cantik nya.. selamat dira bahagia selalu kakak bahagia kamu bahagia. Sandi*


bahagia selalu dek jangan ada lagi yang ganggu ke bahagian kamu. Mario*


Selamat bim.. gue ikut bahagia yang lo cari sudah di tangan. Wildan*


Tuhan tolong kirim kan juga ke bahagian untuk aku seperti bima. Rangga*


gue bahagia bim.. semoga tidak ada lagi yang usik ke hidupan lo bim. jangan ada lagi air mata ipar gue. David*


Bahagia selalu dek, kakak bahagia kamu di dampingi orang yang kamu sayang apa pun itu kamu tetap adek kakak satu satu nya. Vano*


Abang bahagia adek berada di tengah keluarga yang sangat baik. Andre*


Semua mata tertuju ke arah orang yang baru datang, pandang mata tidak enak bagi yang tahu masalah nya.


Papi cium kening dira dengan deras air mata turun basahi pipi nya.


"anak gadis papi sudah besar sekarang sudah jadi istri nurut sama suami ya nak papi minta mohon maaf kan papi tidak bisa beri kan ke bahagian seperti anak anak yang lain untuk anak papi.. beribu ribu maaf papi minta tolong maaf kan papi nak.." tuan handoyo lipat tangan di dada memohon pada dira seguk kan menangis peluk dira.


"bima.. papi serah kan anak gadis papi.. mulai sekarang dan selanjut nya hidup dira tanggung jawab kamu, papi mohon beri kan ke bahagian yang tidak pernah dira dapat kan dari papi.." papi serah kan tangan dira ke tangan bima memohon air mata jatuh berderai.


Semua orang yang hadir ikut tetes kan air mata.. vano jalan dekati papi tangan nya rangkul papi.


"papi ikhlas adek menikah sama bima ?" vano tanya papi dengan senyum


"papi ikhlas beri restu untuk anak papi sebanyak banyak nya, kenapa kamu bisa tanya seperti itu ?" papi


"tuh tangan mereka masih papi pegang kenapa tidak di lepas kan.." vano naik kan dagu nya kode pandang papi.


"kenapa masih di pegang tadi kata nya ikhlas sudah beri restu.. papi pegang terus kapan mereka peluk kan.. papi gak lihat bima sudah tidak tahan dia pingin peluk adek aku" vano kembali lontar kan ucap an nya bicara dengan suara pelan semua orang mendengar.


semua bersamaan tertawa suasana jadi ricuh awal nya sedih jadi heboh dengar celoteh vano yang buat bima gusar.


tuck..


"aduh siapa yang.." tangan vano gosok kepala yang di timpuk mami pakai tas lihat wajah ibu ratu vano diam kode dira mario minta bantuan.


"apa mau marah sama mami iya !" mami


"mami sabar jangan marah marah cepat tua.. nanti dira beri mami cucu gak bisa main sama cucu karena.." vano


"kamu mau bilang mami jompo !!" teriak mami marah.


"mami kenapa narah sama vano salah vano dimana ? vano bilang benar coba mami lihat tangan suami mami masih pegang tangan dira tuh.." vano tunjuk tangan papi nya.


"maaf kan papi nak.." papi melepas kan


"nah baru nyadar nih pak tua halang in orang mau peluk kan.." vano cepat pergi menghindar lihat mata mami melotot


"bim.. lo sudah bisa peluk adek gue istri lo tapi pelan pelan jangan nyosor ingat masih ramai belum di kamar.." vano


b×××.." muka bima merah padam dengar ucapan vano semua orang yang ada di tempat tertawa lepas.


bugk..


"sakit s×××.." mario kaget vano tendang kaki nya tiba tiba.


"sodara apa an lo.. gak lihat gue minta bantuan tadi b×××.." vano kesal


"akh.. biar lah gue di tendang dari pada hadapin ibu ratu gak sanggup gue" ucap mario geleng. Vano geram dengar ucap an mario


b×××..

__ADS_1


Mario angkat bahu santai tanpa dosa lihat vano murka.


__ADS_2