
tuan gunawan masuk kamar duduk di sova dalam kamar menunggu istri nya mami marisa, terdengar langkah kaki milik wanita cantik istri nya masuk ke dalam kamar dia beri senyum tulus.
"mi.. benar mami masih sayang dira kan tidak berobah sampai kapan pun ?" dahi mami marisa berlipat bingung suami aju kan pertanyaan seperti itu.
"mami bingung kenapa papi bertanya itu sama mami.. sayang mami sedikit pun tidak kan berobah walau pun dira bukan mami yang melahir kan" mami
"papi percaya..sayang mami tidak bisa di banding kan dengan apa pun, ayo kita siap siap jenguk anak kita" ajak papi
tok.. tok.. tok..
"mami.. mi..
Anton ketuk pintu kamar sambil panggil mami untuk ajak pergi jenguk dira pintu kamar di buka.. papi naik kan alis nya
ceklek..
"ada apa.." tanya papi datar
"mami mana pi.. apa sudah siap bisa kita pergi sekarang ?" jawab anton
"hmm.. eyang mu mana ? mi sudah.. ayo kita jenguk anak gadis kita.. papi kangen sama dia" papi ajak mami
"iya pi.. eyang sudah menunggu kita di depan" muka anton berobah kesal tidak senang dengar kata kata papi *apa an sih papi bilang anak gadis.. dira mantu papi bukan adek aku, tunggu pi aku akan bawa ke rumah istri aku walau harus lawan papi, aku berusaha demi mami" Anton ngedumel dalam hati pandang papi dengan sudut mata.
jangan harap kamu bisa bertindak suka hati kamu seperti dulu, papi orang yang pertama halangi niat mu.. apa pun kamu rencana kan dan siapa pun orang yang akan bantu pspi pasti kan tidak berhasil, jangan pakai alasan apa pun itu apa lagi sebut demi mami, kalau perlu papi yang cari kan suami untuk dia.. bila dira nanti sudah ada pilihan sendiri pria itu sayang mencintai dan bertanggung jawab dalam hidup dira papi mu ini pertama beri kan restu.. terukir senyum misterius di bibir tuan gunawan untuk anton anak nya *perhati kan de*ngan sudut mata.
mami melihat papi senyum melangkah dengan semangat ikut senyum "duh pi..
senang nya mami lihat papi semangat.."
"papi bahagia mi.. akhir nya papi jumpa anak kita yang sudah lama hilang" papi
"gun.. gak salah ngomong kamu, dira itu mantu kalian istri anton.. sebagai orang tua kalian berkewajiban menyatu kan mereka kembali agar anak mu hidup nya rukun bahagia sama istri nya" eyang
"buk.. aku sudah bilang jangan ibuk ikut campur dalam ke hudupan anton.. dia memang cucu ibu, aku ingat kan sama ibuk kalau ibuk masih terlibat aku pasti kan ibuk menyesal dan dia yang akan tanggung resiko nya" ancam gunawan.
"anton anak kamu satu satu nya.. kamu harus bela anton !!" eyang marah.
"kamu sama eyang mu tidak perlu ikut, rumah sakit mana dira di rawat" papi tatap anton kesal karena ucapan eyang anton diam pandang mami minta bantu mami diam tidak perduli.
Anton.. !!!
"kita pergi sekarang pi.. anton antar"
"mi.. hubungi sahabat dira mami tanya dira di rumah sakit mana" perintah papi
"jangan mi tidak perlu.. papi biar anton yang antar.." anton jawab cepat.
"baik lah.. ingat ibuk harus jaga sikap dan bicara nya jangan sampai menyakiti perasaan dira dan kamu juga begitu lebih baik diam yang paling bagus minta maaf dengan tulus" papi bicara tegas.
anton tidak janji sama papi bagaimana pun anton berusaha kembali kan dira di sisi anton untuk ke bahagian mami juga membathin sendiri, anton ikuti langkah orang tua nya keluar untuk pergi ke rumah sakit jenguk dira.
...¤¤¤¤¤...
Adam..
mendengar jawaban david sebut nama adam.. mario paham dari pertanyaan bima pada david, mata nya ngarah lihat vano "adam teman dira.. dia selama ini yang selalu ada di sisi dira itu lah sebab nya kita sulit cari info.. adam selalu jaga lindungi dira" mario menjelas kan.
Bima pandang david "vid.."
"benar apa yang di sampai kan mario itu ipar gue istri lo adam yang lindungi dia.. bahkan dengan rela pertaruh kan nyawa mereka melindungi dira.." david
"mereka siapa maksud lo vid.." haris
"banyak yang jaga melindungi selama dira di luar sana.. adek gue orang nya sangat baik perduli sama ke susahan sesama" mario menimpali.
"dapat info dari mana ? Bisa di percaya dan arti nya selama ini istri gue tinggal sama dia ?" bima geram tidak terima
"semua info gue peroleh dari orang yang dapat di percaya, lah.. pasti iya lah adek gue adam yang lindungi selama ini" ujar mario santai pancing emosi bima.
__ADS_1
"ck.. jangan bilang istri gue emang ada hubungan sama dia s×××n !!" nada suara bima datar rahang nya mengeras
"memang mereka ada hubungan.. lo kan bisa lihat ke dekatan mereka otak lo kan ada pikir saja sendiri" balas mario cuek
Vano geleng kepala perhati kan gimana mario kerjain bima, vano senyum tipis senang lihat sikap bima pada adek nya
Terima kasih lo sayang sama adek gue dira, Hati gue tenang sekarang adek gue berada sama orang yang tepat.
"ck.. lo bisa tidak jangan asal nyaplak tu congor, apa masih kurang banyak kerja an yang gue beri ? perlu gue tambah lagi biar lo jomblo seumur hidup" vano naik kan alis nya tanya mario.
"wah sekarang bos lo pintar ngoceh ejek lo jomblo mario" haris terkekeh.
"benar karena restu sudah ada di tangan turun terjun bebas langsung dari ibu ratu tapi gue ikhlas itu arti nya ke selamatan gue total terjamin.. piaraan sudah jumpa pawang nya" senyum mario merekah
Bugk..
"b×××t omongan lo k×××t !!" bima geram
"b×××h tu congor gampang keluar kan kata kata.. mau bermain sama komodo" vano ngamuk tendang kaki mario.
"kalian jangan marah.. emang apa yang gue kata kan ada yang salah, kalian bisa lihat seberapa dekat nya dira sama tu si adam.. lo berdua tanya in tuh mereka kalau mereka tidak ada hubungan gak mungkin juga bisa bicara dengan mesra juga manja" kembali omongan vano di balas mario pancing emosi beri senyum ejek kan pada bima.
"duh senang nya gue lihat kalian sudah akur saling bela kompak keroyok mario" sandi.
"gue bela dira !!!" bima vano bicara datar bersamaan tanpa ekspresi.
Ha.. Ha.. Ha..
"santai saja kita senang kalian kompak.. Dira pasti bahagia orang yang di sayang akur dan lo mario jangan buat mereka tidak damai" wildan kedip mata sontak mario ngakak paham.
"emang berani lawan dua singa kutub ? lo kagak ngeri hadapi mereka ?" rangga
"ha ha ha.. tenang saja gak usah kawatir sekarang mereka berdua tidak kan bisa tindas gue se enak nya seperti dulu, gue orang pertama bilang sama si adek bila mereka tidak akur apa lagi tindas gue.. sebab sudah ada pawang nya di sini" mario tertawa puas.
b×××t..
s×××n..
Ha.. Ha.. Ha..
plol.. plok.. plok..
"sekarang gue tenang juga percaya dira aman lihat kalian sudah akur" haris ikut bicara dengan senyum tepuk tangan.
Tok.. Tok.. Tok..
ceklek..
mereka paling kan pandangan ada ketuk kan pintu yang langsung terbuka dengan teriak kan dari gank rusuh.
Diraaaaaa..
"he he he maaf.. Dira masih istirahat" sahabat dira kompak tutup mulut pakai ke dua tanya serentak dengan nyengir dan cengengesan pelan tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"lupa sekarang ini lagi di rumah sakit.. kurang hidup kalau kalian tidak buat ke heboh an" sandi komentari gank ricuh.
"nama nya juga gank ricuh.. apa lagi dira sekarang sudah ada di sini hmm.. pasti sangat asyik" lani jelas kan.
"ish.. macam mereka tidak heboh pada hal dari tadi kita dengar mereka gaduh ribut tidak jelas seperti mbok berdaster tunggu mamang tukang sayur" langsung dian balas cebik kan bibir.
"astaga sekarang bertambah nih lawan yang gue hadapi di rumah" mario bicara pelan tapi semua mendengar nya.
"maksud nya gimana ?" semua bingung tatap mario dengar david tanya.
"di rumah dulu cuma mami sendiri yang gue hadapi sekarang tambah kakak ipar yang sebelas dua belas sama mami, gue harap si bos bisa menjinak kan istri nya noh nampak kan.."mario jelas kan sambil nyengir lihat wajah dian murka.
"makin lama tu bacot makin jadi bisa gak di kondisi kan" vano
"gue bicara fakta no.. gue ikut bahagia lo bahagia" mario
__ADS_1
pugk..
"Aduh.. belum resmi jadi kakak ipar dah laku kan kdrt apa lagi sudah sah bisa di gantung hidup hidup nih..." mario
ha.. ha.. ha..
Semua yang ada di dalam ruangan tawa nya lepas dengar mario ribut samo vano juga lihat tingkah mario ganggu dian.
Terima kasih ya Tuhan.. sekarang dira bahagia dekat sama keluarga lagi, dira mohon Tuhan nanti tolong lindungi lah semua orang yang dira sayang jauh kan dari mara bahaya permudah kan urusan yang sudah lama dira rencana kan ini.. Aamiin.
"cup.. sudah bangun pingin makan apa biar mas pesan kan yank.." bima kecup bibir dira lembut bantu dira duduk lalu cium kening dira sangat lama.
"nanti aja dira cuma pingin minum" dira geleng kepala tolak tawaran bima.
"dira..
Dira senyum suara heboh sahabat nya datang tapi di larang mendekat sama bima karena dira gak mau makan.
"diam di sana jangan mendekat.. kalian pulang keluar sekarang !!" bima tegas
"dira belum lapar nanti aja makan nya" dira merosot baring bungkus badan nya dengan selimut.
"tolong kalian semua keluar istri gue pingin tidur bareng suami nya.. jangan datang lagi ganggu saja, david.. lo temui sana dokter herman kabar kan istri gue masih betah di sini, tolong lo antar surat pengunduran diri gue ke kantor.." bima berdiri tepi ranjang dekat dira baring tangan masuk di kantong celana.
semua menahan tawa lihat sikap dira yang merajuk bungkus badan nya.
"wah cantik ada kepompong raksasa.. mahal nih kalau di jual" wulan
"cepat kaya kita kepompong nya pasti hasil kan sutra yang banyak" santi
"tumben singa kutub bertahan biasa nya nurut sama pawang" tanya haris heran
"singa kutub cemas terpaksa keras.. dira belum makan apa apa" cerita david
"ok.. makasih sudah ke sini jenguk istri gue" bima bicara dengan senyum lihat dira sudah buka selimut merengut bima
"jangan gitu bibir nya nanti mas kilaf loh yank, cup.. kilaf mas jadi nya" bibir bima kembali ******* bibir dira lama.
"woy lo ya.. kira kira dong banyak orang nih di sini" rangga teriak
Puk..
Dira tepuk tangan bima dia malu dengar ada suara di peluk bima sembunyi kan kepala nya di dada bima.
"kenapa marah hmm.. kamu yang buat mas kilaf tadi yank.." bima renggang kan peluk angkat kepala dira.
"bilang nya kilaf tapi terus di ulang ulang alasan" cebik dira
"ha ha ha.. nah jangan mancing mas lagi yank" bima tertawa lepas kedip mata.
"makan ya aakkk.. dokter bilang hari ini sudah boleh pulang atau masih betah di sini" bima naik kan alis nya sambil suap kan dira makan "mau mas suap kan nya sama mulut mas yank..?"
"iya dira makan tapi dira pulang nya ke rumah bang adam.." dira
"yank.. kamu istri mas nurut ya, mas ikut kamu pulang ke rumah mami.. tidak ada ke tempat lain" bima elus pipi dira.
"dek nurut sama suami mu.. dira !!" vano angguk kan kepala beri perintah yang lain pandang dira.
gimana mau bicara sama bang adam kalau dira tinggal nya sama mereka.. Astaga
"yank ada sahabat kamu.. mereka nanti bantu pulih kan ingatan mu pelan pelan.. mau nya tinggal sama mami atau sama mama mas ikut kamu, jadi mas tenang tidak ke pikiran nurut ya !!" bima bicara tegas tanpa bisa di bantah.
"tapi..
"yank mas mau berangkat dinas, gimana kamu ikut mas dinas mau ya..jadi mas tenang kamu di samping mas" bima
"iya dira mau tinggal sama mami sama mama juga" dira.
Tok... Tok.. Tok..
__ADS_1
"siapa..?" bima tanya kesal terganggu