
aaarrrggghh..aku seharus nya senang dira sudah pergi dari hidup aku tapi sekarang..ada apa ini ???, aku merasa ada yang kurang.. kamu ada dimana dira.. kemana aku harus cari kamu. aku bilang apa sama mami.. alasan apa lagi yang harus aku ucap kan pada mami, apa mami akan percaya ???. anton usap muka kasar
bik sumi senyum sedih perhati kan sikap anton dari sudut pintu dapur yang sedang duduk di meja makan, makanan yang di hidang kan bik sumi hanya di pandang tanpa ada niat untuk menyentuh makanan itu sedikit pun, semenjak si non pergi den anton banyak melamun pandangan nya tertuju arah pintu kamar dekat dapur, "bibik tau aden nyesal tapi sekarang gak ada guna nya aden, ma'af bibik gak bisa bantu apa apa, bibik do'a kan semoga semua masalah den anton cepat selesai" gumam bik sumi
"bik..bik sumi saya pergi dulu, bibik hati hati di rumah" ucap anton langkah kan kaki pergi
"iya bibik akan hati hati, aden juga hati hati di jalan jangan banyak pikiran" jawab bik sumi
"aaaa..hai bawa mobil hati hati lihat jalan !!!" teriak seseorang yang mau nyebrang
"ciiitt..ma'af " anton tangkup kan dua tangan nya di dada minta ma'af
anton gak fokus bawa mobil hampir nabrak orang di lampu merah ya Tuhan kenapa aku sampai seperti ini ??, aaarrrggghhh.. ma'af kan aku kamu dimana dira ???.
"san.. santi bukan nya itu suami dira ya ???" melani tunjuk mobil di sebelah mereka nyaris nabrak orang yang mau nyebrang
"bener itu si brengsek tukang siksa istri, kenapa gak ke tabrak aja orang itu ya, agar dia masuk penjara " cibir dian kesal
"husstt gak baik ngomong gitu dian kasihan sama mbak itu nanti kenapa napa" ucap santi
"dira gimana kabar nya.san kak haris kapan pulang napa lama, aku kangen dira !!!" wulan mata nya mulai berkabut mau nangis
"sabar ya..santi sudah hubungi kakak, sekarang kakak lagi hubungi kawan kawan nya minta bantuan untuk cari dira" sahut santi
hiks hiks hiks.. mereka kompak nangis tanpa di komando. mobil di belakang ribut kasih kode untuk segera jalan karena lampu sudah hijau
tin tin tin
anton noleh ke kiri kaget lihat teman teman dira, anton beri kode untuk parkir langsung susul untuk cari info tentang dira, lani yang jadi sopir cari tempat parkir ikutin kemauan anton
"lani kenapa berhenti..cuekin aja ayo kita pergi" jawab wulan lirih hapus air mata nya
"kesempatan kita untuk caci maki si brengsek tukang siksa istri" seringai dian
"dian gak boleh jahat" ujar santi wulan bareng
"ha ha ha.. kompak bener ni si cengeng" dian ketawa lepas pandang santi sama wulan
santi wulan mendelik pandang dian
"uuu atut sadis pandangan saudara aku" dian
"ha ha ha..tenang ya anak mami, gak mau ikut jadi penonton aja" melani ngakak ketawa kedip kan mata ke arah dian, dian balas dengan buat tanda ok dengan jari
__ADS_1
"tuch bre×××k tukang siksa istri ke sini, ayo turun biar puas kita" dian balas omongan lani. mereka berempat turun dari mobil
"hai kalian teman teman nya dira kan ???" anton sapa teman dira sok akrab
"bukan hanya teman..tapi sahabat jadi saudara, kamu mau apa ???" jawab dian ketus
"ma'af ganggu perjalanan kalian, boleh saya tau dira sekarang tinggal dimana" tanya anton
"wow suami yang baik tapi sudah amat sangat terlambat lo, mau apa cari saudara kami, masih belum puas untuk siksa..nyakitin atau mau pamer bermesraan dengan p×××ur ja×××ng murahan kamu" ujar melani gusar
"jangan sok pamer ke baikan pada kami, gara gara lo b×××at saudara kami menderita" dian
"jaga ucapan kamu siska bukan seperti yang kamu ucap kan itu" anton geram dengar ucapan dian tentang siska pacar nya
"wah kamu begok ya..kena tipu mentah mentah sama pe×××r j×××ng saudara kita di jadi kan korban untuk lindungi diri dia dari si bre×××k bodoh ini" jawab melani
"kamu jangan khawatir dira tidak akan pernah tuntut kamu, tapi kami akan buat perhitungan atas perlakuan kamu sama saudara kami tunggu aja waktu nya tiba" jawab lani sinis
"bangga ya, dengan pakaian yang kamu pakai siksa dira sampai di rawat di rumah sakit, p×××ur j×××ng kamu yang fitnah dira" santi
"kamu orang yang paham dengan hukum, kenapa kamu siksa dira. apa dira ada minta sama kamu untuk di nikah kan ???. keluarga kamu yang hampir membunuh ibuk angkat nya, dira anak yatim piatu seharus nya kamu lindungi. melindungi tidak harus menikah kan" wulan
"kau bisa menolak pernikahan itu. patuh sama orang tua tapi siksa anak yatim piatu yang terpaksa nikah di bawah ancaman nenek lampir peot. jadi laki laki jangan melempem, harus ada sikap tegas untuk menolak" santi sinis
anton sangat marah dengar omongan teman teman dira apa lagi hina eyang yang sangat di sayang tapi gak bisa buat apa apa tapi anton kaget dengar dira di ancam eyang
"siapa yang ancam..jangan fitnah kamu. saya bisa tuntut kamu..kalian semua dengan pencemaran nama baik" ujar anton teriak emosi
"woyy bre×××k tukang siksa istri..dengar aku santi indrawan yang akan tuntut kamu sama sama nenek lampir peot yang telah ancam saudara aku untuk nikah dengan kau.. juga pe×××ur j×××ng kau yang fitnah saudara aku" ujar santi murka
"kau sangat gak pantas jadi aparat ayo kita pergi gak penting" santi masuk ke mobil ajak sahabat sahabat untuk pergi tinggal kan anton
anton buru buru naik ke mobil setelah santi dan kawan kawan sudah gak ada di tempat. anton menuju kantor dengan wajah kesal apa benar yang di sampai kan teman teman dira jadi eyang yang tabrak ibuk angkat dira tapi kenapa eyang tega bohongi aku ???. apa maksud nya siska fitnah dira ???. anton remas rambut nya kesal
anton di kantor sibuk selesai kan tugas nya yang menumpuk karena beberapa hari ini sibuk cari dira, anton dengar panggilan masuk di hp, anton tarik nafas pasrah panggilan dari mami
ya Tuhan aku harus ngomong apa !!!
drret drret drret
"kamu pulang kerja langung pulang..mami tunggu kamu di rumah kamu jangan telat !!!" mami langsung putuskan panggilan tanpa mendengar jawaban anton
"tapi ada apa mi anton lagi banyak.." anton kerut kan kening mami ngomong gak seperti biasa nya aaarrrggghhh ada apa lagi !!! anton prustasi masalah datang silih berganti gak habis habis
__ADS_1
santi sama kawan kawan langsung menuju rumah anton setelah selesai ceramah mereka pada anton. mereka kompak datangi rumah anton, mereka dengan semangat datang terima undangan bik sumi. mereka turun dari mobil saling lempar senyum puas
"santi hebat ya tadi aku gak nyangka suara nya keras..dia pamer panggil papi lagi" dian
"mana ada santi panggil papi ???" santi langsung pasang wajah protes
"ada dengar gak tadi wulan lani ??? dian balik tanya sama wulan lani
"ada itu..aku santi indrawan" jawab lani mesem mesem naik turun kan alis nya goda santi
"ish santi memang anak papi indrawan" ucap santi berengut
"ha ha ha.." mereka serentak ketawa sambil ber tos ria puas " ayo kita masuk gak enak sama bik sumi nunggu terlalu lama" ajak dian
tok tok tok
"assalammu'alaikum..bik.. bik sumi" panggil lani
"wa'alaikumsalam.. masuk non, ma'af bibi gak dengar non non datang"
"iya gak pa pa kok bik, dira nya mana bik ???" wulan tanya mereka lihat keliling cari dira
"ma'af non, non dira belum pulang bibik hubungi non semua majikan bibik yang mau jumpa"
"nyonya teman teman non dira sudah datang, non kenal kan nyonya marisa mami nya den anton mertua non dira" ucap bik sumi
santi dian wulan melani kaget mereka mengira dira sudah ada di rumah, mereka saling tukar pandang dengan kecewa
"salam kenal tante kami sahabat nya dira" dian
"ma'af bisa kita bicara, mami yang suruh bik sumi untuk hubungi kalian. kalian sahabat nya dira, dira sudah saya anggap seperti anak saya sendiri bukan mantu jadi kalian panggil saya mami aja" ucap mami senyum
"baik mi " mereka kompak jawab
"ma'af mi apa dira nya sudah pulang ???" dian
"belum, mami yang harus minta ma'af buat kalian kecewa, ada dira cerita sama kalian, bisa kalian bantu mami" tanya mami lirih
santi senyum mandang teman temanya, santi mulai sampai kan pada mami apa yang dira cerita kan sama mereka dengan berurai air mata semua, mami remas dada nya sakit dengar semua cerita dengan sangat kecewa
"assalammu'alaikum.." terdengar dari luar orang baca salam
\=\=\= selasa 8 maret 2022/ 17.40 wib \=\=\=
__ADS_1