
dira baring di atas dipan sambil baca buku tapi dira gak fokus..apa salah menghindari kak anton pikir dira pandang langit langit kamar. dira ingat ibuk lalu siap siap pergi jenguk.
"bik..dira pergi dulu" pamit dira
"ya non..non hati hati di jalan" ucap bik sumi
dira pergi mau jenguk ibuk di rumah sakit.di pertengahan jalan dira merasa ada yang mengikutinya.jalan buru buru lalu menuju halte tapi bukan arah rumah sakit, separoh jalan dira nampak mall kemudian dira turun menuju mall dira lalu masuk tapi dira keluar lagi lewat pintu belakang dekat parkiran dira langsung naik ojek
menuju rumah sakit.
"ibuk.." dira langsung peluk ibuknya
"neng..gimana ujiannya"
"ujian tiga hari lagi buk. ibuk sudah makan" ibuk jawab omongan dira hanya dengan anggukkan kepala menatap dira
"neng..ada apa..kenapa sedih hmm.."
"ma'af..gara gara ibuk hidup neng susah"
"sekarang neng tinggal dimana..neng" tanya ibuk elus pipi dira dengan sayang
"dira gak apa apa..ibuk jangan khawatir"
"sekarang yang paling penting ibuk sehat ok"
"dira gak apa apa cuman ibuk yang dira punya" senyum dira pandang ibuk
"neng belum jawab omongan ibuk.."
ma'af..siapa yang biaya rumah sakit selama ibuk sakit.neng biayanya mahal dapat uang dari mana"
"ibuk sehat dulu nanti kita bicarakan"
"ibuk do'a kan dira biar nanti ujiannya gampang"
"pasti..ibuk selalu do'a kan ke berhasilan neng.. "kebahagian neng..jauhkan dari mara bahaya"
"Aamiin.." ucap mereka serempak sambil berpelukan"cepat ibuk sembuh dira kangen tidur bareng ibuk"
"anak gadis ibuk makin manja,sini baring samping ibuk biar dapat pelukan" buk mardiah tepuk kasur sambil bergeser senyum goda dira.
dira senang langsung naik untuk baring, dira pejamkan mata ibuk elus kepala sambil bersenandung.
"buk..selama ujian dira gak bisa jenguk ibuk, maksudnya gak bisa lama lama temanin ibuk"
"ibuk gak apa apa di sini kan ada dokter juga banyak suster yang temanin ibuk, neng semangat ujiannya, jangan lupa berdo'a" sahut ibuk sambil berpelukan sama si neng.
Tuhan..tolong pertemukan si neng dengan aden secepatnya agar hidup si neng gak susah lagi...Aamiin.
neng ma'af kan ibuk sudah susahin hidup neng. semoga neng jumpa aden se cepatnya. aden bantu bibik..temukan si neng cepat..den bibik mintak ma'af hidup si neng susah..bibik juga gak bisa kabarin aden.
...¤¤¤¤¤...
ujian dira sudah selesai sekarang tunggu hasil ujian di umumkan dan terima ijazah.rencana dira jenguk ibuk di rumah sakit.dira sedang siap siap namun dira kaget pintu kamar di buka dengan kasar
"plaak..jadi istri gak bisa jaga nama baik suami"
"kemaren kamu dari mana..pergi sama siapa? seperti ini sikap kamu saya gak ada di rumah, gak nyadar sudah jadi istri"ujar anton.
anton masuk kamar dira kembali gambar tangan terlukis di pipi dira.
"jawab dira !!" anton teriak
"ma'af saya hanya jenguk ibuk saya ke rumah sakit tuan" sahut dira pelan
"aku sudah bilang..bukti kan kamu istri yang baik seperti apa yang eyang saya kata kan!!. kamu di terima di keluarga saya seharusnya bersyukur kamu hidup enak,jangan bertingkah se enaknya,merusak nama baik keluarga saya"
"ma'af tuan..saya gak ngerti tuan ngomong apa,
saya gak pernah bertingkah di luar batas"
anton langsung melempar beberapa lembar kertas ke muka dira,dira pungut lembaran kertas yang di lempar anton tadi berupa foto.
dira kaget foto dira dengan seorang laki laki, bebetapa waktu lalu dira jenguk ibuk di rumah sakit terpeleset hampir jatuh karena lantai licin, orang itu langsung tolong dira, kalau di lihat dari tempat yang tidak tepat seolah olah dira berpelukan.
"kenapa diam..kamu gak bisa bela diri sendiri karena saya ada bukti di tangan kelakuan kamu selama ini di luar rumah"
"ma'af tuan orang itu kak rian yang bantu saya hampir jatuh "
"oo bagus sudah segitu dekatnya sampai tau dengan jelas nama orang yang bantu kamu" anton bicara dengan geram
"ma'af..dia..
"plaak..jadi ini kelakuan kamu di luar sana!! jadi ******..apa masih kurang yang aku berikan, masih cari di luaran sana?" anton teriak tanpa mau dengar penjelasan dari dira.rian yang di maksud dira kakak kelasnya dira.
"aku ****** kenapa gak di buang untuk apa juga
__ADS_1
anda pertahankan gak ada guna saya di sini !! anda ingat kita nikah di paksa..gak terdaftar juga !!"
"saya tidak boleh ikut campur urusan pribadi anda begitu juga sebaliknya anda tidak ada hak dengan segala urusan pribadi saya, anda lupa" ucap dira tatap anton dengan sinis
ya Tuhan ada apa lagi sama den anton..kenapa den anto selalu bersikap kasar sama non dira
istrinya.bik sumi intip den anton di kamar non dira sambil nangis.sabar non gumam bik sumi.
hiks hiks hiks..bunda tolong dira, ibuk jemput dira..kenapa nasib dira seperti ini? dira gak kuat..dira gak ngerti salah dira dimana. kakak gak sayang sama dira..kakak kenapa dira di tinggal sendiri tolong dira, kakak dimana tolong jemput dira...sambil meremas dadanya duduk di lantai menangis.
setelah dari kamar dira,anton langsung pergi ke luar bik sumi masuk kamar langsung dira di peluk juga ikut nangis
"hiks hiks hiks..dira gak tau dimana salah dira bik..dira gak kuat lagi bik"ucap dira lirih
"sabar non..iya bibik tau non gak salah"
anton melamun di ruang kantor bingung, usap kasar muka mengingat sikapnya sama dira tadi
"aarrgghhh..aku kenapa semarah ini sama dira?,
"bukan urusanku apa yang di lakukan di luar "
"siapa yang kirim foto ini?" anton monolog
...¤¤¤¤¤¤...
bima baru datang di kantor mau masuk ruangan tiba tiba nabrak meja kerja meli gak fokus jalan, bima meringis sambil pegang dada,meli kaget juga bingung ada apa dengan si bos
"pak david bapak dimana? bisa bapak segera ke ruang pak bos..pak bos sepertinya sakit "
"pak kenapa? bapak sakit ada yang bisa saya bantu pak" sahut meli mengejar bima ke dalam ruangan setelah hubungi david
david yang dapat kabar dari meli buru buru menuju ruangan bima.tanpa permisi langsung masuk.david juga bingung ada apa sama bima. david pandang meli minta ke jelasan tapi meli cuma angkat bahu sambil gelengkan kepala.
"bos kenapa..?, apa yang sakit..ayok kita ke rumah sakit" david cemas lihat bima kepalanya di sandaran kursi kebesarannya
bima angkat tangan kasih kode gak apa apa tanpa di sadari ada air mata di sudut mata bima
"bim..hai ada apa,jangan lo buat gue cemas !!"
"gimana sudah ada kabar istri kecil gue ada dimana vid?, gue gak tau kenapa..tiba tiba ke pikiran istri kecil gue.."
"terus dada lo kenapa ?"
"gak ngerti gue..tiba tiba dada gue sakit langsung kepikiran sama dia,apa istri kecil gue dalam ke susahan, vid"bima berusaha nahan air mata jangan sampai keluar lagi
"Aamiin..ucap mereka serentak
...¤¤¤¤¤¤...
fano masih pasang muka kesal.pagi pagi pak handoyo papinya datang menemuinya ke kantor
masih bahas masalah semalam,adek tirinya merengek minta tinggal di rumah fano biar bisa dekat dan akrab sama fano
"fano.."
"aku banyak kerjaan.anda mau bahas bukan masalah kerja silakan keluar dari ruangan saya kalau perlu ke luar dari perusahaan saya.anda gak perlu datang untuk kunjungi saya"
tiba tiba fano tersentak pegang dada dengan bingung,mario lihat fano oleng mau tumbang langsung bantu fano duduk.papi pun buru buru bantu tapi tangannya di tepis fano
"anda gak perlu sok perhatian sama saya.kita gak ada hubungan,silakan keluar gak ada kepentingan di sini"
"fano kamu anak papi, papi cemas melihatmu "
"aku bukan anakmu, sampai kapan pun kau bukan papi aku..sebelum adek aku kau bawa pulang kembali " ujar fano dengan nada datar
sedikit pun fano gak ada lihat arah papinya.
tuan besar keluar dengan wajah sedih juga kecewa atas sikap fano.
"kenapa bos..apa yang sakit?, kita ke rumah sakit untuk periksa" mario cemas lihat fano tadi.
"gue dengar adek panggil gue sambil nangis mintak tolong"
"aarrgghh handoyo k×××t dia buang adek gue kemana..kenapa gak bisa gue temukan adek gue.gimana hidup adek gue,rio" ucap fano lirih
"bunda tolong bantu fano kasih petunjuk, kasih tau fano dimana adek harus di jemput"
"jelas seperti dekat gue dengar suara adek gue" ucap fano sendu.
mario gak habis pikir sampai sekarang belum juga dapat info yang pasti.mereka sudah sebarkan di tempat dimana pernah nampak nona sama bibik.
dreet dreet dreet
"ada apa.."mario di hubungi anak buah yang di tugaskan cari nona
"bos..kami jumpa nona..ini kami masih ikutin nona bos"
__ADS_1
"apa !!,dimana kalian jumpa..sekarang jangan ke hilangan jejak lagi.posisi kalian diamana..kirim lokasi sekarang saya ke sana sama tuan muda"
"iya..bos,baik "
"gimana bos kita ke rumah sakit sekarang.."
"ada kabar apa?,jangan pikirkan..gue gak apa apa,gimana..?
"mereka ada yang nampak nona di mall jual satu kotak perhiasan dan sekarang mereka lagi mengikuti nona menuju arah ke rumah sakit" ujar mario semangat
mendengar cerita mario,fano langsung senyum semangat berdiri dari kursi,peluk mario bahagia
"hmm..ingatkan mereka jangan sampai hilang jejak lagi,terbukti jumpa adek gue..semua dapat bonus dan utus salah satu dari mereka yang nampak adek ke toko perhiasan yang adek gue datangin bilang jangan di jual tahan,gue mau tebus tu perhiasan" sahut fano bahagia
"cinta sama gue sayang" mario naik turunkan alisnya senyum senyum mulai goda fano
"a×××g najis..jangan mulai lo,jijik gue"
"sudah di kabari dimana tempatnya,kita ke sana sekarang jemput adek gue,cepat mario!!" bentak fano lihat gelagat mario mulai kesintingannya
"ha ha ha..sayaaanggg" ujar mario ngakak
"k×××at mau gue hapus semua fasilitas lo"
"jangan lah sayang.." mario kumat
"mario gue hajar lo b×××at" fano jijik campur geram dengan tingkah mario.sopir yang ngantar mereka nahan tawa sambil geleng kepala gak percaya lihat kelakuan tuan muda dengan asistennya.beda dengan apa yang di lihat sehari hari selama ini.
"bugh..ngapain lo nahan ketawa,gak bisa tu ketawa ngakak..gak nyadar lo di ejek b××at" ujar fano pada mario dengan nendang kursi sopir pandang ke depan tanpa ekspresi
"ma'af tuan muda,saya senang lihat tuan muda bahagia,semoga tuan muda sama nona muda juga nyonya besar selalu bahagia"
"Aamiin..terima kasih" sahut fano
"ha ha ha .."mario tambah ngakak ketawa tapi terganggu bunyi hp mario ada nada panggilan
dreet dreet dreet
"ya..ok sekarang langsung gabung ke sana lindungi nona muda" perintah mario
"aman bos..mereka sudah nyusul ke sana jaga nona muda"
"woii s×××n respon gue ngomong" mario mulai lagi..kumat penyakit iseng
"s×××n..gue sedang bahagia sekarang lo bisa
selamat dari peluru gue" fano senyum cuek
mereka sampai di depan lobi rumah sakit.buru buru fano sama mario turun dari mobil.mereka di susul bawahannya menunjukan arah ruang dimana nona kecil masuk
"bos tadi nona masuk ke ruangan ini, kami juga lihat nona ngurus ibuk ibuk di dalam "
"hmm..kita masuk" sahut fano semangat.mario buka pintu tapi mereka kaget.muka fano merah padam nahan emosi
"ada yang bisa saya bantu tuan" ucap perawat yang lagi beberes di ruangan itu
"sus dimana pasien yang ada di ruangan ini" tanya mario
"pasien sudah pulang tuan di jemput anaknya, barusan belum sepuluh menit tuan, bisa jadi masih di lif, tuan"
"cari sampai dapat..nyawa kalian taruhannya, mario lihat cctv rumah sakit" fano perintah semua nyebar cari nona.
fano menuju ruang cctv dengan mario.
"itu nona bos lantai dasar bagian belakang dekat kamar mayat" mario langsung beri perintah kejar nona.
"buggh"
semua dapat bokem mentah dari fano tuan muda mereka.mario langsung menengahi fano yang lagi ngamuk di parkiran rumah sakit.
"bos sabar.."
"gimana gue sabar..adek gue dimana mario"
"kamu ke sini..jelaskan" perintah mario sama tukang parkir yang bantu nona kabur
"ma'af tuan saya gak tau kalau si neng itu adek tuan, si neng mintak tolong sama saya, ada yang buntuti dia benerapa hari ini, neng takut kenapa napa, saya bantu si neng karena orang baik apa lagi si neng pernah bantu dia kasih uang untuk biaya berobat ibuk saya"
" ma'af bener tuan..si neng adek tuan?"
"hmm saya sudah lama pisah sama adek saya, apa kamu tau adek saya tinggal dimana?,
"ma'af tuan..saya gak tau yang pasti tapi si neng bilang kontrakan daerah selatan namanya perkampungan kepala banteng dekat alun alun tapi tuan harus lindungi si neng, tolong cepat temukan saya sayang dia, bukan cuma saya saja kami semua sayang sama si neng, dia sama ibuknya orang baik"
"hmm..kamu jumpa si neng kabarin saya cepat, bilang si neng kakak cari dia, rahasiakan dari orang orang yang buntuti dia.kamu hati hati" fano tepuk pundak tukang parkir sambil beri kode mario, mario paham dengan kode fano
"terima kasih tuan..cepat kumpul sama si neng..bahagia selalu" tukang parkir nangis nerima uang yang di kasih mario sama kartu nama yang di titip agar gampang hubunginya.
__ADS_1