Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
jangan buka rahasia


__ADS_3

Bima melihat lampu di ponsel nya kedip kedip ada pesan masuk langsung di raih nya ponsel yang tadi di taruh atas meja samping sova bima picing mata baca pesan dari david


📩bima "ck.. k××× berani ngancam gue lo.. yakin ngancam gue apa sudah siap hidup lo merana.." bima letak kan ponsel setelah balas pesan yang di kirim david


"yank.. masih betah di sini baik lah kita


tambah waktu nginap nya.."


"dira mau pulang sekarang.." dira angkat kepala tangan betumpu di perut bima.


"mas masih kangen yank.."


"kangen apa an kita kan masih bersama belum pisah abim.." rajuk dira


"ayo lah kita ke temui dokter dulu baru setelah itu pulang tapi.." bima kedip kan mata


"gak ada tapi tapi.. kita pulang ke rumah mana.." dira potong cepat


"mau nya ke rumah yang mana mas ikut istri mas..


"tadi dira terima pesan santi santi bilang mereka tunggu di rumah mami tapi dira lapar makan dulu ya..


"hmm.. mau makan apa dimana..


"di depan ada prapatan ada orang jual somay kita beli di sana aja bungkus.." bima gandeng dira keluar kamar


mami gelisah mondar mandir keluar lalu masuk lagi.. semua yang perhati kan mami kasihan


"vano mario adek kalian mana kenapa belum sampai sampai juga benaran pulang sekarang.." mami


"mami sabar tadi mario sudah di kabari bima pulang sekarang.. mereka mau ke rumah sakit dulu temui dokter adek..


Santi lani dian wulan heboh berlari an ke bawah dari lantai dua..


"hati hati.. astaga kalian ini mau bunuh mami.. bikin mami jantungan ada apa kenapa berlarian.." mami vano teriak


"stop.. diam jangan berisik kalian berdiri di sana.." mami santi tolak pinggang mandang anak anak nya marah.


"maaf mami janji tidak ulang lagi jangan marah.." lani pasang wajah sendu


"he hehe.. Ibu ratu ku yang cantik kalau marah gak cantik lagi.." wulan nyengir


"itu.. itu.." santi tunjuk arah luar rumah..


"diraaa.." dian teriak nampak dira dalam gendong bima masuk ke rumah.


Dira kaget bengong.. bima dan yang lain geleng kepala dengar teriak gank rusuh..


bima masuk duduk di samping mario dira masih tidur di pangkuan bima..


"kenapa di gendong apa dira sakit bima" papi nanya khawatir


"dira sehat gak kenapa napa kok pi.. tadi tidur di mobil kasihan bangun kan nya.."


"emang hotel tempat lo nginap jauh dari sini.. kenapa lama sampai nya.." mario


"kami ke rumah sakit dulu jumpa dokter cek kondisi dira.." bima


"gimana keadaan dira dokter bilang apa bim.." vano


"dira sehat sudah pulih.. sudah bisa laku kan jalan jauh.. mami maaf.. bima bawa dira sekalian berangkat dinas nya.."


"kenapa yank.."


"dira mau minum.." dira getak turun dari pangkuan bima


"sayang syukur lah anak mami benaran sudah sehat nak.." mami nangis rentang kan tangan peluk dira


"mami mama dira lapar.." dira merengek


"bima kenapa dira sampai lapar.. kamu gak kasih makan mantu mama.. puck.." mama tepuk bima dengan teriak


"sayang sini dekat mama buka mulut mama suap kan.." mama cepat ambil kan dira nasi


"tadi dira sudah makan ma tapi lapar lagi.. dira capek abim tu.." dira ngadu


Mama melotot tambah marah melihat bima senyum menyebal kan.


"berapa lama bisa emang tahan nya lo olah raga.." rangga mulai mancing


"jangan tanya apa lo tidak dengar istri gue tadi ngadu sama mama.." bima


"yach.. kita pergi nya batal dong.." lani


"dira benaran berangkat nya berengan kak bima.. kak gimana sih kenapa dira pergi nya sama kak bima jangan bohong lah kata nya nanti dira nyusul di antar.." wulan ingat kan bima.


"kak nanti aja dira pergi kakak berangkat duluan kami masih kangen.." santi


"dira istri kakak pasti pergi nya harus sama kakak.. Dokter juga sudah bilang dira sehat.." bima


"istri kakak dira kami punya kami enak saja mau pisah kan.. kami mau kumpul dulu jalan bareng sebelum dira jadi ibuk komandan.." dian jawab sinis

__ADS_1


Dira sekesai makan di suap sama mami mama mertua terus dekati bima peluk dari samping


"abim tadi sudah janji kami boleh pergi main.. abim sudah izin kan.." bima hela nafas keras kepala dira sudah kembali


"iya tidak larang boleh tapi mau kumpul di rumah mana.." dira geleng dengar ucapan bima


"dira mau jalan bareng sahabat dira.. mi mama sebelum pulang abim sudah izin kan dira.." dira langsung sembunyi kan muka nya di dada bima


Andre adam yang baru saja masuk baca salam teriak panggil dira tidak tahu situasi rumah.


"dek.. kapan datang sudah lama.." dira berdiri peluk andre bingung lihat wajah dira pandang bima


"yank..


"abim bohong dira gak mau.." bima tarik dira dalam dekapan nya pegang angkat dahu dira..


"iya boleh tapi.." bima


"dira gak mau abim ikut juga yang lain nya.. dira mau jalan sama sahabat dira..


"iya iya boleh gak ada yang ikut.." bima kode david setelah jawab


yeee kita jalan.. ayo kita siap siap.." dira ngajak sahabat nya mereka teriak


bima hubungi orang yang akan jaga dira dan yang lain nya..


"mami mama papa papi dira jalan dulu ya.." dira dan sahabat nya pamit


"abim.. uuhh" dira tengadah kepala lihat bima.. tadah kan tangan


"cup.. lihat dompet nya.." bisik bima lalu putar badan dira tangan nya melingkar di perut dagu nya nyangkut di bahu..


"ini pin nya xxxx.. dan yang ini dari vano" bima cium pipi dira


"ano ini pin nya berapa.." dira tanya vano


ting.. ting..


tiba tiba terdengar bunyi notif masuk ke ponsel dira.. mulut bulat besar mata nya nampak senang senyum di bibir terukir indah bima usap kepala istri nya


"kak iyo yang kirim.. Tuhan terima kasih dira di beri jajan sama kak iyo ano.. Dira juga mau beri hadiah untuk kakak kakak dira.. mohon kabul kan doa dira Tuhan.. beri kan kak iyo istri sekarang juga dan ano besok nikah sama kak dian.. terus setelah mereka nikah tinggal nya sama mami karena dira ikut abim dinas.. Aamin.. semua ikut Amin kan doa dira


Dira jalan mendekat peluk papi air mata tumpah berderai "dira sayang papi terus selama nya terima kasih papi.."


"maaf papi nak.. selama ini papi sudah menyakiti kamu nak.." papi usap pipi nya yang basah


"papi gak salah.. Bunda dulu bilang papi orang baik jadi harus di hormati.."


yank..


"hem iya dira ingat nurut abim.. cup.. dira pergi.." dira berengut tepuk tangan bima yang jahil


bima tertawa senang selalu goda dira "pergi nya pakai sopir ya..


"yah.. dira..


Dy..


Dira nunduk peluk bima mengalah lalu tengadah kepala "iya dira nurut tapi di antar bang thomas bang beni abim..


Vano ngangguk dengar permintaan dira bima usap kepala dira


"bang thomas bang beni..


"ya nyonya ada yang bisa kami bantu.." kaki dira langsung terbang tendang beni thomas bersamaan.. semua yang lihat kaget tidak percaya


astaga benaran ini bini gue.. Bma kaget semua tukar pandang lalu alih kan mata pandang bima


"wah lo jangan sampai buat sakah bim.. bahaya kaki terbang istri lo.." semua terawa dengar celoteh rangga bima buang nafas


"sudah nih.." bima buka baju pamer kan dada nya yang memmbiru


"kenapa bima.." mama pandang bima


"akibat singa betina marah" bima angkat dagu tunjuk dira


"bagus jadi kalian tidak akan pernah ada yang berani sakiti mantu mama.." mama


"nyonya itu mami bukan dira.. awas ya sekali lagi panggil dira nyonya.." dira


yank.. gak boleh yank.." bima geleng elus kepala dira


"dira gak suka abim.. di panggil nyonya itu mami.." rajuk dira geram melotot


"siap neng maaf.. Thomas adam beni nunduk senyum kemudian tawa mereka meledak bersamaan "ha.. ha.. ha..


"benaran ini sekarang neng kita sudah sehat kalian puas kami dapat hadiah hah.." beni angkat kamera arah dira


"neng sehat terus kami kangen neng.."


"gimana kabar nya semua.." dira nangis peluk bima

__ADS_1


"kami semua ada baik nyonya.." semua tertawa senang lambai kan tangan.." dira berengut


"maaf neng jangan marah.. kami senang neng sehat.. salam kenal tuan suami neng.. nyonya mami tuan papi tuan kakak nya neng.. nyonya tuan mertua nya neng.. salam kenal dari kami.." dira senyum kerut kan dahi nya


"jangan bingung neng kami sudah tahu dari bang beni bang thomas bang adam"


"cucu cantik si mbah baik baik ya nduk.. nurut sama suami jangan suka ambek kan jadi kepompong lagi ngeyel keras kepala banyak sabar sekarang cucu si mbah sudah gede sudah jadi istri layani suami dengan baik ya nduk.." mbah


"mbah jangan buka rahasia dira.. mbah sehat sehat.. Iya mbah doa kan dira ya mbah.." dira


"mbah selalu doa kan untuk cucu mbah neng si mbah mau pamit.. terima kasih sudah bsik sama mbah.."


"mbah pamit mau kemana.." dira minta jawaban pandang thomas beni


"mbah mau ikut anak mbah yang pulang kampung neng.."


"oh iya.. siapa lagi mau pulang kampung selain mbah.. kapan berangkat nya.."


"besok kami pergi.. neng nanti mampir ke kampung si mbah ya.."


"hem mbah hati hati di jalan sehat sehat yang lain juga.."


"ada yang mau di jelas kan bang.." suara dira datar pandang mereka satu persatu


"masih diam tidak ada penjelasan baik lah.." dira ambil ponsel nya mau hubungi seseoeang thomas beni panggil dira


neng..


"ya sudah sekarang tugas abang betiga beres kan semua sampai selesai dira tidak mau dengar kata gagal paham.."


"iya kami paham neng.." apa lagi rahasia yang kamu simpan yank. Bima perhati kan sikap istri nya


"ha ha ha.. banar apa yang di kata kan mbah dira suka ya jadi kepompong tapi ada cantik" dian cengengesan tampil kan gigi nya pandang dira.


Dira pergi sama sahabat nya banyak di kawal orang suruhan bima tapi dira pura pura tidak tahu.


Bima di rumah bicara sama sahabat nya juga papa dan papi mengenai dira.. apa yang di alami dira selama hidup sendiri


"kalian kenal dira sudah berapa lama.." bima bentak adam thomas beni karena mereka tidak ada reaksi


"kalian dengar tidak apa yang aku tanya kan.. apa yang terjadi sama istri aku di luaran sana..


"kenapa dira bim.. apa yang kamu tahu.."


vano tanya tatap thomas beni adam


"gue mikir dira ada alami sesuatu buat dia trauma.. dam bisa di jelas kan.."


"kalian mau dira istri gue selalu pendam rasa sakit selama hidup nya.." bima


"kamu thomas beni saya ingin dengar dari mulut kalian apa yang di alami adek gue selama ini.." vano muka nya merah nampak kecemasan di wajah nya


pack.. puck.. pack..


Andre tanpa aba aba langsung layang kan tendangan nya untuk thomas beni adam.. haris wildan cepat tahan andre


"ada mami mama kalian di dalam bisa sabar tahan emosi nya nanti di dengar mereka.." papa sabar kan andre


Maaf abang dira harus langgar janji kita kak bima suami mu juga keluarga harus tahu semua nya. Adam


"maaf tuan.. bukan nya saya tidak mau bicara tapi si neng wanti wanti jangan di ungkit lagi masalah itu.." thomas


"maaf kak.. papi papa bisa kita bicara jangan di sini takut nya para ibu ratu kita mendengar dira bilang jangan di ingat apa lagi sampai mami mendengar nya.." adam jelas kan.


Mami dari dalam menuju ruang tengah bersama mami haris juga mama bima.


"vano.. mami mau keluar sama mami haris mama bima kalian jangan kemana mana tungguin dira.. kami sebentar gak lama mana.." mami tadah kan tangan


Semua bernafas lega dengar mami mau pergi jadi tidak perlu cari alasan suruh mami pergi dari rumah.


"apa mi.. mami mau apa.." vano


"vano mario mami ini masih tanggung jawab kalian.." mami melotot


"mami istri papi tanggung jawab papi bukan vano.. istri vano baru tanggung jawab vano.. rio.." vano kedip kan mata langkah kaki hindar jauh dari mami.


"papi istri tanggung jawab suami.. papi mami mau jalan tu.." mario


bugk.. biar pun kalian sudah punya istri mami tanggung jawab anak nya.." suara mami naik pandang vano mario


ting.. ting..


"papi.." mami lihat ponsel setelah ada bunyi notif masuk mami teriak papi


tuck.. tuck..


"ayo jeng kita jalan.." mami jalan santai tanpa bersalah setelah kepala mario vano dapat hantaman tas mami


mami..


Dam..

__ADS_1


__ADS_2