
fano gelisah dalam duduk nya takut terjadi apa apa sama adek dan jangan sampai ke hilangan lagi sabar dek kamu jangan pergi kemana mana kakak jemput kamu sama bibik, sebentar lagi kakak sama yang lain tiba di tempat kamu
"ben gimana situasi di sana ada bisa terkendali,
anak anak bisa di percaya" nampak gelisah di pandangan fano
"aman bos..nona belum keluar dari kontrakan, anak anak ada di tempat " ujar beni tenang
"jangan asal ngomong gue gantung lo kalau terjadi apa apa sama nona" ucap mario datar
"ha ha ha gak bos anak anak pada ikut ngontrak di sana untuk jaga nona"sahut beni tertawa
"hah bener ??? " mario tanya pada beni
"kita sudah sampai tuan mari silakan itu di sana kontrakan nona pintu yang warna coklat " beni
beni sampai dengan rombongan di tempat yang tuju yang akan mempertemukan si bos dengan adek nya. beni di sambut orang suruhan nya yang awasi lokasi untuk lindungi nona muda.
"kenal kan tuan muda..teman teman ini semua yang jaga nona selama tinggal di sini" ujar beni kenalkan teman teman nya pada tuan muda
"tuan muda..nona sama ibuk masih di dalam " "ma'af tuan muda saya sama yang lain terpaksa bohong saya bilang sama ibuk kalau ada yang cari jadi untuk sementara jangan keluar dulu sampai situasi aman" ucap yang jaga
"hmm terima kasih sudah lindungi adek saya, tadi apa maksud omongan kamu ?? tanya fano
"nona aja ibuk untuk pergi dari sini karena ada yang buntuti waktu nona belanja di mini market depan jadi saya terpaksa ngomong sepertu itu"
fano mario juga yang lain menuju kontraksn yang di tunjuk.fano gak sabar jumpa adek fano lalu ketok pintu kontrakan
tok tok tok
tok tok tok
"ck gak sabaran..bisa sabar gak lo"omel mario tatap fano
"berisik..bisa diam !!!" fano balas tatapan mario dengan tatapan tajam.fano tediam dengar sahutan dari dalam tanpa sadar air mata fano menetes semua kaget saling lempar pandang, mario tepuk punggung fano menenangkan
"sebentar,,,,"
ceklek
pintu di buka mereka saling pandang tiba tiba pintu mau di tutup fano tahan dengan kakinya
"sayang..dek "fano rentangkan ke dua tangan nya mintak adek untuk mendekat tapi beda sama pandangan adek sinis pada fano ada kebencian didalam pandang mata lalu mundur elakan fano
"cari siapa ???" fano termenung dengar suara ngajukan pertanyaan yang di tujukan pada nya dengan ketus
"gak ada keperluan silakan ke pergi" sahutnya dingin semua kaget mario pun gak bisa ngomong dengar apa yang di ucapkan nona
"dek kakak mintak ma'af baru sekarang kita di pertemukan"ucap fano lirih
"kamu salah orang..saya gak punya kakak gak punya keluarga silakan tinggalkan saya"dengan datar menjawab ucapan fano, tiba tiba dari dalam terdengar ada suara
__ADS_1
"neng ada apa ???,siapa yang datang persilakan masuk,gak baik tamu berdiri aja di pintu"
"bukan siapa siapa buk,orang tanya alamat" ucap nona datar tanpa ekspresi sebelum pintu di tutup fano langsung terobos masuk
"bik "sahut fano nangis pandang ibuk,ibuk diam kaget pandang fano nangis hampir jatuh fano raih ibuk langsung di peluk fano
"hiks hiks hiks..aden akhirnya kita bisa jumpa, bibik takut kita gak jumpa lagi nanti si neng tinggal sama siapa kalau bibik sudah gak ada" ibuk nangis peluk fano erat takut terpisah.
ibuk lepaskan pelukan dari fano lalu jalan dekati
sambil si neng sambil bicara
"neng sini sayang, sekarang kita sudah jumpa kakak kamu sayang" tapi neng ngelak menjauh
"aku gak punya kakak..aku gak punya keluarga.. bunda aku sudah gak ada hanya ibuk yang aku punya sekarang kalau ibuk mau pergi juga tinggal kan aku pergilah..silakan"ucap nya pelan sedikit pun tanpa lihat ke arah fano
"kamu adek kesayangan kakak" fano berlutut di depan si neng menangis
"pergiii aku.." tiba tiba si neng pingsan fano langsung sambut badan si neng agar gak jatuh ke lantai langsung peluk angkat tubuh si neng
"mario kita ke rumah sakit sekarang..ayo bik" teriak fano cemas lihat adeknya pingsan
"tomas beni urus yang di sini beres kan semua, kalian bantu beni sama tomas" ucap fano langsung bawa adek pergi ke rumah sakit
"baik tuan hati hati " sahut mereka kompak
"mario bisa bawa mobil nya cepat lo gak lihat adek gue ini.jangan kalah bawa mobil sama ibu ibu bunting" bentak fano sambil tendang kursi
"aden..sabar ya, si neng semoga gak apa apa" sahut bibik elus tangan fano senyum
"tapi adek belum sadar sadar ini bik" fano gak menyadari sudah tiba di rumah sakit
"dengerin tu omongan bibik k×××at, sabar napa. mau turun gak sini adek gue yang gendong" teriak mario emosi, fano mendelik ke arah mario langsung gendong adek untuk baringkan di brankar untuk dapat pertolongan dengan cepat
fano gelisah mondar mandir gak tenang lihat ke arah ruangan tempat adek di periksa belum ada kabar mario lihat gaya fano geleng kepala
"bisa tenang gak lo pusing kepala gue lihat lo kayak emak emak komplek sibuk bergosip"
"ck bisa gak dokter ni beri pertolongan yang bener untuk gue !!!" mario makin kesal dengan tingkah fano jugadengar omelan nya yang gak jelas
"diam..duduk yang tenang lo b×××at makin berisik" ujar mario geram, lihat si aden dengan tuan mario bibik geleng kepala sambil senyum
"aden sabar ya, kita tunggu dokter nya selesai periksa si neng, den mario juga sabar"
"iya bik tapi napa lama ya bik !!!" fano langsung tendang kaki mario dengar omongan mario pada bibik
"b×××at lo suruh gue tenang, sabar tapi justru lo sendiri yang gak tenang gak sabaran"ejek fano, mario geram mau balas omongan fano
"sudah sudah jangan ribut lagi aden berdua yang gak tenang gak sabar. he he he napa saling ejek" bilang bibik terkekeh geli.fano mario saling pandang langsung sama sama senyum sambil garuk kepala yang gak gatal
"hmm iya ya bik mario ni bising terus" ucap fano
__ADS_1
"iya iya gue bising tapi lo lebih berisik" ujar mario makin ejek fano
"bibik tau aden berdua sangat sayang sama si neng" bibik senyum jawab omongan mereka
"adek sayang aku bik amanah dari bunda yang harus di jaga adek fano satu satu nya bik gak ada yang lain lagi" sahut fano
"bohong dia bik ada dua lagi tu adek nya" jawab mario senyum senyum mengejek fano. bibik bingung dengar omongan mario tapi wajah fano gak terima dengar omongan mario
"anak tiri handoyo bukan adek gue tu a×××g" wajah fano emosi dengan tatapan horor.bibik senyum geleng kepala dengar omongan mereka berdua
"aden itu "
"bibik diam jangan bahas yang gak penting..lo selamat sekarang karena gue lagi bahagia tapi sekali lagi lo ngomong gak ada faedah nya, gue hapus semua fasilitas lo" ancam fano
"bodo ahk gak peduli gue,gue tinggal merengek sama si putri pawang singa ganas" mario balik ngancam fano naik turun kan ke dua alis nya.
fano tediam dengar omongan mario yang gak bisa di terima sama otak nya yang cerdas, fano memang gak pernah bisa bantah atau pun tolak permintak an adek nya tapi sekarang mario manfa'atkan situasi harus gimana lagi, walau pun geram fano diam.
mario ngakak puas lihat tampang fano yang sangat murka "ih..kok merinding di sini ya bik, aduh serem tu tampang napa horor kali !!!"
" ha ha ha "
"k×××at gue kubur lo hidup hidup b×××at.., puas lo nyusahin gue a×××g..." fano langsung berdiri lihat dokter keluar dari ruang perawatan tempat adek nya dapat pertolongan
"permisi keluarga dari "
"saya kakak nya dokter, gimana keadaan adek saya dokter ???" dokter itu pandang pandang fano langsung senyum fano cuek tanpa balas senyum manis sang dokter
"elfano kamu elfano kan???, saya maya kita satu sekolah kamu ingat gak"tanya doktet semangat
"oh ma'af saya lupa, hmm gimana kondisi adek saya" nampak kecewa di wajah dokter maya karena gak ada tanggapan dari fano tapi harus gimana dia gak bisa paksa.
"adek anda gak apa apa sebentar lagi suster akan pindahkan ke ruang inap tapi bisa kita bicara mengenai adek anda agar kami bisa memberikan pelayanan yang sesuai"
"hmm baik, mario tolong lo jaga adek gue, ayo bik ikut fano "
"apa adek anda pernah di rawat??,ma'af maksud
saya " bibik ngerti kemana arah omongan dokter maya langsung bibik potong omongan nya tapi fano kerut kan kening gak paham
"dokter kenal dengan dokter devi,juga dinas di rumah sakit ini.dokter devi yang merawat si neng beberapa waktu lalu" ucap bibik sambil elus tangan fano untuk sabar tapi bukan fano namanya mau menunggu
"maksud omongan anda apa dokter ???
"baik terima kasih atas info nya buk, adek anda tertekan dan pernah dirawat bagian mental dan saya akan hubungi dokter devi secepatnya"
"sebaik nya emosi pasien di jaga.semoga adek anda cepat pulih" ujar dokter maya
"terima kadih mohon bantuan nya dokter untuk si neng,kami permisi" sahut bibik
"kita sama sama merawatnya ya buk,silakan buk" ujar dokter maya dengan senyum *fano kamu sama sekali gak ingat sama aku.apa gak ada kesempatan untuk aku gumam dokter maya dengan senyum kecewa
__ADS_1
\=\=\= sabtu 5maret 2022/ 14.44 wib* \=\=\=