Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
bujuk mami


__ADS_3

kesal murka marah sudah bercampur jadi satu pandangan dingin mengingat ulah papi tapi fano masih diam karena ada mami di dekat nya, lalu fano melepas peluk kan nya dari mami dengan suara lembut bicara " mami kita pulang sekarang ya, mami fano antar fano ada kerjaan sebaik nya mami tunggu kami di rumah ya"


mami hapus air mata nya "fano mario mami kalian adalah perempuan kuat jangan khawatir kalian jujur sama mami ada apa sebenar nya, apa yang terjadi sama adek kalian hmm!!" mami naik kan ke dua alis nya, tiba tiba hp mami ada yang menghubungi mami jalan ke arah jendela


mendengar nada bicara mami yang dingin dan datar fano mario tukar pandang saling kerut kan kening mereka lo tau apa maksud dari perkata an mami tadi mario hanya geleng kan kepala angkat ke dua bahu nya tanda gak tahu


fano jalan mendekati ke arah mario lalu berbisik pada mario "ketar ketir gue mami gak pernah bersikap seperti ini selama gue hidup, lo paham gak sich gue harus gimana lihat pandangan mami juga bicara nya ngeri gue, tapi..kalau handoyo yang di hajar wuish.. suka gue, ibu negara bicara sama siapa??" fano nyerocos sambil senyum puas bayang kan mami hajar handoyo lalu alih kan pandangan nya pada mami yang lagi di hubungi seseorang


"anak durhakum lo suka lihat orang tua perang, mana gue tau bicara sama siapa !!, bapak negara baru buat lo kali, hmm sebaik nya kita cerita apa yang terjadi sama mami ngeri gue kalau ibu negara sudah turun tangan bisa bisa nafas kita tergantung gak tau rimba nya" mario ngoceh lihat ke arah mami berdiri


"tapi tumben lo bawel gini kayak perempuan ngidam" mario terkekeh geli pandang fano, dengar omongan mario fano geram "si×××n lo"


"bugh ba×××at omongan bapak negara baru apa ??, maksud lo apa jaga tu bacot lo kira kira mau ngomong" omel fano geram


"bugh lo harus kira kira main gebuk se enak nya emang mami gak pantas punya pendamping, mami masih cantik gue garda paling depan untuk setuju, awas lo ada niat untuk hadang" mario gak kalah omel nya pada fano


"kalian ngapain dari tadi mami perhati kan ribut gak jelas !!, apa yang mami tanya kan tadi belum ada kalian jawab, sekarang ada kabar apa dengan adek kalian ??" tanya mami


"gak apa apa mi, sebaik nya kita pulang mami tenang dulu fano pasti akan cerita kan semua sama mami ya dan lagi belum ada kabar mami anak anak lagi berusaha semoga adek gak pa pa" fano bujuk ajak mami untuk pulang


"iya mi, kami ajak mami pulang agar mami bisa istirahat, mami tenang ya kita pulang sekarang" mario senyum ikut bujuk mami ajak pulang


mami melihat usaha ke dua putra nya untuk buat dia selalu bahagia dengan tenang angguk kan kepala patuh, ikut apa omongan fano mario. mami berusaha tahan emosi serta marah depan ke dua putra nya


...¤¤¤¤¤...


dira diam pandangan nya kosong melihat ke arah luar jendela dari ruangan tempat dia kerja ma'af kan dira mami, kakak dira bahagia mami kakak ada sehat sehat, dira sayang mami. dira harus kuat gak boleh lemah, bukti kan sama tuan handoyo semua apa yang di bilang tidak benar bunda gak salah itu fitnah dari mulut yang tidak bertanggung jawab, dira geleng kan kepala gak habis pikir dengan tuan handoyo yang lebih percaya omongan orang lain tanpa ada bukti dari pada istri nya "aku tidak akan minta pengakuan kau handoyo.. kau akan menyesal sampai nafas kau lepas dari raga mu"


dira duduk di lantai sambil pangku ke dua kaki nya ingat bagaimana tuan handoyo maki dira dengan ibuk di ruang tempat dira di rawat, senyum sedih sambil hapus air mata nya


~> 👉 braaggkk


pintu ruangan tempat dira di rawat di buka kasar masuk beberapa orang ke dalam "tu tu tuan ??" gumam bibik kaget mata nya besar melihat tuan besar masuk dengan tiga orang perempuan bibik ketakutan nampak di wajah lalu bibik mandang dira dengan cemas ya ampun apa nona dengan den fano akan terpisah lagi ?? apa yang harus aku laku kan, dira yang di pandang bibik hanya diam pura pura gak tau agar bibik gak terlalu cemas


"plaak.. untuk apa kau datang ke sini cari fano anak ku ??, jangan kau ganggu anak ku, kau bukan siapa siapa bagi fano dan kau kenapa kau datang kembali bawa anak si×××n ini !!!, kau sudah janji untuk bawa dia pergi jauh dari sisi fano atau kau mau anak ini aku lenyap kan dari muka..." tiba tiba tuan handoyo terdiam anak buah nya berbisik setelah bicara panjang yang sangat menyakit kan, tuan handoyo berlalu setelah meninggal kan gambar lima jari di pipi dira tanpa merasa bersalah

__ADS_1


neng...


neng...


"neng..dira??" bibik kerut kan kening perhatikan dira di panggil dari tadi gak ada sahutan, dira diam melamun ma'af kan bibik sudah buat neng susah, apa yang harus bibik laku kan agar neng selalu bahagia, bibik harus bagaimana elus pipi dira yang di beri cap lima jari oleh tuan handoyo


"hmm buk boleh dira minta sesuatu sama ibuk, dira lapar" dira bicara santai seolah olah ga ada yang terjadi dengan senyum sambil elus perut


"ibuk lagi mikir apa ??, ibuk kenapa ada yang sakit ??" bibik nangis pandang dira gak percaya melihat sikap dira santai


"neng mau makan apa tapi ibuk keluar neng di tinggal sendiri gak pa pa ??" tanya bibik


"ya gak pa pa buk, dira pingin makan nasi uduk yang dekat cafe di jalan xxx ya buk" ucap dira manja peluk bibik


" iya tunggu tapi neng janji jangan ke mana mana ibuk hanya sebentar aja janji neng !!" bibik


"iya janji ibuk hati hati, hmm ibuk bisa tolong perawat minta ke sini ya untuk temani dira" dira


bibik angguk kan kepala setuju permintaan dira. dira pandang punggung bibik keluar pintu ma'af kan dira buk kita harus pergi dari sini menjauh dulu dari handoyo untuk keselamatan kita dan ngatur langkah apa yang akan kita ambil


"hallo kakak ibuk dira laper ibuk pergi beli nasi uduk dekat cafe jalan xxx terus kakak ke sini cepat, iya dira sendiri" dira senyum kembali kan hp suster yang di pinjam tadi


",,,,,"


"makasaih sus bantuan nya, ma'af ya sus saya merepot kan suster gak pa pa di tinggal anda kan kerjaan biar saya istirahat dulu sampai kakak saya datang" ujar dira


"benar mbak dira gak pa pa saya tinggal sendiri tadi ibuk anda bilang anda jangan di tinggal" sahut suster nya gak enak hati


"gak pa pa sus di luar kan ada yang jaga santai aja makasih ya sus" jawab dira


"sama sama mbak sudah tugas saya sebagai perawat, saya permisi mbak" pamit suster


tok tok tok


dira kaget lamunan nya terputus ada yang ketok pintu ruang kerja nya buru buru dira berdiri rapi kan penampilan nya yang kusut dan hapus air mata nya lalu persilakan orang itu masuk

__ADS_1


masuk


"permisi ma'af mbak ganggu istirahat dira gak?" yanti orang kepercayaan dira


"gak mbak santai aja, ada apa mbak yanti" dira


"dira gak pa pa ada yang bisa mbak yanti bantu ada sesuatu yang dira butuh kan dari semalam mbak perhati kan dira gelisah" tanya yanti


"aman mbak dira gak pa pa, mbak yanti perlu apa ke sini, gimana usaha kita mbak ada ke majuan gak" tanya dira alih kan omongan


"kamu tu ya kebiasaan setiap di tanya pasti ada aja cara nya alih kan pembicaraan" mbak yanti berengut kesal pada dira


"ha ha ha napa mbak ?, emang dira salah tanya tanya soal kemajuan usaha kita" dira tertawa ngakak lihat mbak yanti


"ish kamu dira, gak salah.. kamu gak tanya mbak tetap kasih laporan hmm itu tadi gak sengaja ada pelanggan bicara sebut nama kamu" mbak yanti bilang ada yang sebut dira, dira kaget dengar cerita mbak yanti


"kapan mbak dimana orang nya" dira balik tanya


"kamu lihat cctv gih meja mereka duduk pojok dekat jendela" sahut mbak yanti


"mereka ??, maksud mbak mereka ramai ???" dira lalu lihat layar cek cctv arahan mbak yanti


"hmm ada empat orang cewek yang bicara nah itu mereka" mbak yanti kasih tunjuk, dira kaget penampak kan para sahabat yang selama ini di rindu kan nya


"apa yang mereka pesan masuk kan ke tagihan dira mbak, jangan di terima bayaran dari mereka ya mbak, jangan kadih tau kalau dira ada di sini " ujar dira sendu mata nya berkaca kaca melihat


cctv, mbak yanti bingung tapi ngerti dengan sigap lalu peluk dira


"sabar nanti indah pada waktu nya, mbak ke luar dulu ya" mbak yanti pamit


"hmm makasih mbak yanti" sahut dira


*hiks hiks hiks dira kangen kalian tapi sekarang kita belum bisa jumpa, dira tangkup kan wajah nya di meja menangis


\=\=\= sabtu 16 april 2022/12.50 rib* \=\=\=

__ADS_1


__ADS_2